JANGAN DIBACA!!!!!!!!!!
LAGI TAHAP REVISI
Mira gadis cantik berusia 23th, bertemu dengan Adam, seorang pengusaha muda saat mereka sedang berada di Korea. Mira jatuh cinta pada pandangan pertama pada Adam.
Cinta Mira tidak bertepuk sebelah tangan, karena ternyata Adam yang sudah menutup hatinya selama 13th karena kehilangan cinta pertamanya, akhirnya jatuh cinta pada Mira. Tapi cinta mereka sulit untuk bersatu karena status Adam yang sudah menikah.
Adam menikah dengan perempuan bernama Kinan atas perjodohan orang tua mereka.
Akankah Adam dan Mira mampu memperjuangkan cinta mereka?
Akankah cinta Adam dan Mira bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PACAR BOHONGAN
"Tunggu girl, kau mau kemana?" Fahri mengikuti Mira yang berjalan sangat cepat didepannya.
"Apa apaan sih Kak, kenapa ngomong gitu kepada wartawan?" Mira meluapkan kekesalannya pada Fahri.
"Emang kenapa, bukannya kamu jomblo? Jadi gak ada masalahkan kalau aku bilang kamu pacar aku. Kalau kamu mau, bahkan mulai sekarang kita bisa pacaran." Fahri tersenyum lebar. Selama ini belum pernah ada wanita yang menolaknya. Kali ini pun dia yakin Mira dengan senang hati mau jadi pacarnya.
"Kepedean banget, siapa yang bilang aku jomblo?" Mira menaikkan sudut bibirnya, tersenyum sinis.
"Jadi kamu sudah punya pacar? ha.. ha.. ha.. Fahri tertawa lepas.
"Aku bilang punya pacar kok malah ketawa, udah gila kali ya orang ini. *Ke*napa sih aku harus berurusan sama orang kayak gini." Mira bicara dalam hati sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Baru pacar kan, belum nikah?." Fahri menyeringai kecil. "Gampang, pustusin aja pacar kamu, terus jadian sama aku." Fahri tersenyum lebar, dia sangat percaya diri. Selama ini belum ada wanita yang menolaknya, semua wanita berlomba lomba untuk menarik simpatinya.
Mira membelalakkan matanya, tak habis pikir dengan cowok didepannya itu.
"Dasar playboy, seyakin itu dia kalau aku mau jadi pacarnya." batin Mira.
Tiba tiba mata Mira menangkap sesosok pria yang dia kenal. Dia melihat Marvin ada disana.
"Sayang sini" Mira berteriak sambil melambai lambaikan tangannya pada Marvin.
Marvin bingung kenapa Mira memanggilnya sayang.
"Aku?" Marvin menunjuk kearah dirinya sendiri, seakan bertanya apakah dia yang dipanggil.
Mira menggangguk dan masih terus melambaikan tangannya.
"Ini Kak Marvin, he is my boy friend." Mira menekankan suaranya sambil bergelayut dilengan kokoh Marvin.
"Apa aku tak salah dengar, Mira bilang aku pacarnya." batin Marvin.
Saat ini jantungnya sedang perpacu karena Mira menggandeng lengannya.
"Hahaha......kamu jangan bohong girl, aku tau kau cuma pura pura." Fahri melihat jelas ekspresi bingung sekaligus terkejut di wajah Marvin.
"Terserah." Mira memutar bola matanya. "Ayo kita pergi sayang." Mira menarik lengan Marvin meninggalkan Fahri. Tidak ada penolakan dari Marvin, dia mengikut saja kemana Mira membawanya.
"Aku pasti bisa mendapatkanmu girl. semakin susah, aku semakin tertantang" Fahri bergumam lirih.
"Maaf ya kak, aku terpaksa bohong tadi" Wajah Mira memelas sambil mengatupkan kedua telapak tangannya didada.
Marvin mengerutkan dahinya serta menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal itu. Dia masih belum paham tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Kak Fahri bikin aku kesel banget, bisa bisanya dia bilang ke wartawan kalau aku pacarnya" Mira mengepalkan tangannya, menahan geram.
"Hah... " Marvin terbelalak
"Aku tuh gak ada apa apa Kak sam dia, aku juga bingung kenapa dia bilang gitu" Mira mengerucutkan bibirnya sambil menyilangkan kedua lengannya didada.
"Syukurlah " Marvin bergumam pelan, suaranya lega mendengar Mira tidak ada hubungan dengan pria itu. "Terus kenapa tadi kamu bilang aku pacar kamu? " Marvin penasaran.
"Maaf ya kak, aku terpaksa bohong. Biar dia gak gangguin aku lagi kak, dia sering telepon dan chat aku, tapi aku gak pernah balas" Mira memang enggan membalas chat maupun mengangkat telepon dari Fahri, hanya Adam dihatinya, tidak ada ruang untuk pria lain.
"Apa kamu gak suka sama Pak Fahri? dia itu terkenal, tampan dan kaya , bahkan beberapa mantan pacarnya adalah artis papan atas? " Marvin masih mencoba mencari tau. Marvin melihat Fahri adalah lelaki yang sempurna, banyak wanita yang menggilainya. Kalaupun dia harus bersaing dengan Fahri rasanya mustahil untuk menang.
"Dia playboy aku gak suka" Mira mencoba mencari alasan.
Marvin merasa sangat lega mendengarnya. Dia tidak pernah membayangkan akan bersaing dengan seorang Fahri. ya Marvin memang Tampan dan mapan, tapi semua itu seakan tidak ada artinya dibandingkan dengan seorang Fahri yang kaya raya. tampan dan terkenal.
"sepertinya aku masih ada harapan" Marvin berkata dalam hati. senyum tersungging dari bibirnya.
Definisi laki laki itu kalau ga cinta sama cewek ga bisa dipaksa untuk cinta melakukan hubungan sexxx tanpa cinta pun bisa.