NovelToon NovelToon
Sebelum 365 Hari

Sebelum 365 Hari

Status: tamat
Genre:Horor / Roh Supernatural / Dunia Lain / Tamat
Popularitas:294.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: sukangarang

Dalam tahap revisi.

like, komentar, dan vote

Bermula dari pertengkaran Mawar dengan kedua orang tuanya, yang tidak memberi restu hubungannya dengan Marsel kekasihnya, Mawar memutuskan untuk pergi meninggalkan rumahnya. Di malam yang tengah turun hujan deras, Mawar mengendarai sepeda motornya tanpa arah dan tujuan. Hingga dia sampai dipertengahan jalan yang kanan-kirinya dikelilingi pohon yang menjulang tinggi. Jalan itu seperti tak berujung, Mawar lalu melihat seorang gadis seumurannya. Mawar berhenti dan bertanya arah jalan keluar. Gadis tersebut memberitahu Mawar untuk terus berjalan lurus, sampai ada jalan yang bercabang, Mawar diperintahkan untuk berbelok kiri. Mawar menuruti semua kata-kata gadis tersebut, lalu Mawar meneruskan perjalanannya. Sangat jauh jalan yang ia tempuh, hingga ia menemui jalan bercabang, ia berbelok kiri dan terjatuh karena menabrak sosok hitam tinggi besar. Seketika Mawar pingsan ditempat.

Sosok apa yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sukangarang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Berangkat Ke Kota Mawar

Wulan kemudian mengambil hapenya yang berada di dalam tas.

Wulan begitu tercengang ketika mendapati banyak panggilan dari Pak Kyai.

"Astagfirulloh, Mas, Sel, ternyata Pak Kyai telpon aku bolak balik!" ucap Wulan sembari melihat ke arah Adam dan Marsel secara bergantian.

"Bukan hanya Pak Kyai saja yang menelpon mu bolak balik, Mas, juga," kata Adam dengan ekspresi sedikit kesal.

"Iya, Mas! Tapi dari Pak Kyai ini lebih penting,"

"Hem, iya, iya. Coba kamu lihat ada pesan dari beliau atau tidak?" tanya Adam lagi.

Wulan kemudian mengecek pesan masuk,

"Assalamu'alaikum, Mbak Wulan, jika mbak sudah tidak sibuk, abis 'isya nanti, tolong segera hubungi saya yah! Terimakasih."

Begitulah bacaan pesan dari Pak Kyai. Wulan membacanya dengan keras supaya Marsel dan Adam dapat mendengarnya.

"Pasti ada sesuatu yang penting yang akan di sampaikan oleh Pak Kyai, Lan!" ucap Marsel semangat.

"Iya, alangkah baiknya jika pembicaraan ini, jangan diketahui dulu oleh Tante Saras," ucap Wulan.

"Kenapa, Lan? Tante Saras kan berhak tau," kata Marsel.

"Memang, tapi Tante Saras itu mentalnya tidak kuat. Dia perlu istirahat. Tadi saja, beliau pingsan saat aku memberitahu keadaan Mawar," terang Wulan kembali.

"Hah? Pingsan? Terus bagaimana sekarang?" tanya Adam.

"Masih belum sadar di kamar, tadi Wulan nemenin Tante Saras, Mas! Wulan jadi ngrasa gak enak, gara-gara Wulan, Tante Saras jadi pingsan," Wulan berkata dengan sedikit lesu.

"Kamu jangan selalu menyalahkan diri sendiri, kamu tidak salah, niatmu kan baik. Sudah jangan terlalu dipikirkan. Tante Saras dan Om Ruman pasti mengerti," Adam mengelus punggung istrinya sekedar menenangkan hatinya.

"Adam benar, Lan, kamu jangan selalu merasa bersalah. Tante Saras justru sangat berterimakasih kepadamu. Karena kamu sudah banyak membantu dalam pencarian, Mawar ini loh! Kalo kamu tidak mengenalkan Pak Kyai kepada kami, kami tidak akan tau keberadaan Mawar hingga sekarang," imbuh Marsel.

Wulan menganggukan kepalanya tanda mengerti.

Ruman kemudian muncul dari belakang dan menemui mereka.

"Aduh, mohon maaf yah, kalian sudah menunggu lama. Saya membersihkan badan dulu dan sholat Maghrib sekalian. Kalian sholat dulu saja," kata Ruman.

"Iya, Om. Kalo begitu, kami bertiga mohon diri dulu ke mushola yah," kata Adam mewakili istri dan temannya.

Wulan dan Marsel beranjak dari tempat duduknya, bersiap untuk menuju mushola.

"Kalian sholat di sini saja. Di belakang rumah saya juga ada mushola kecil. Namun jarang terpakai, kami lebih suka sholat di kamar. Biasanya Bi Minah yang suka sholat di sana," Ruman menjelaskan sambil menunjuk dengan tangan arah mushola tersebut.

"Oh, benarkah Om?" tanya Marsel.

"Iya ... Bi Minah, Bi," teriak Ruman dari ruang tamu.

Bi Minah kemudian muncul dari arah dapur.

"Ada apa, tuan?" tanya Bi Minah sopan sambil membawa Sutil.

"Wah, lagi masak ya, Bi! Maaf yah, saya mau minta tolong, antarkan mereka ke mushola belakang,"

"Oh, nggeh tuan. Mari nak, saya antarkan," ucap Bi Minah diiringi senyuman.

Marsel, Adam dan Wulan kemudian mengikuti langkah Bi Minah. Wulan tidak lupa membawa tas selempangnya yang berisi dompet dan hape.

***

Malam ini, Kang Ridwan sudah sampai di rumah Pak Kyai, beliau sedang berdiskusi tentang masalah Mawar.

"Menurut saya lebih cepat lebih baik, Pak Kyai. Kenapa tidak malam ini saja kita berangkat ke sana?" tanya Kang Ridwan sambil menyeruput kopinya.

"Nak Wulan belum bisa dihubungi, Kang! Makanya saya bingung. Mungkin, kita tunggu konfirmasi dari keluarga Mawar bagaimana?"

"Kita bisa menghubunginya lagi di perjalanan. Yang penting kita berangkat saja malam ini. Saya yakin mereka akan setuju, saya takut jika terlalu lama menunggu, Mawar akan terancam di sana. Pak Kyai sendiri sudah membunuh Burhan kan? Ndoro Kusuma bisa merubah wujud siapapun yang ia kehendaki, Mawar yang jiwa dan raganya masih menyatu, kita harus segera selamatkan dia, sebelum jiwanya diambil Ndoro Kusuma," Kang Ridwan bicara dengan sangat serius.

Pak Kyai mengangguk-anggukan kepalanya.

"Aziz, kamu sudah siapkan semuanya?" tanya Pak Kyai melihat ke arah Aziz.

"Sudah, Pak Kyai. Kita tinggal berangkat saja. Bu Nyai tengah menyiapkan bekal untuk di jalan, supaya kita tidak perlu berhenti. Mengingat perjalanan yang jauh," terang Aziz dengan sopan.

"Baiklah, malam ini juga, kita berangkat ke sana." jawab Pak Kyai dengan mantap.

Mereka berempat kemudian beranjak dari tempat duduknya, mereka menunaikan sholat isya bersama, setelah itu langsung berangkat menuju kota Mawar berada.

1
Dara Ra
greget sama mawar lemah,lemot ga kaya miraa
Bulan Hampa
luar biasa
Um Andri
penuh makna d dalam nya
Nadhira💦
rasanya koq aneh ya...manggil istrinya "Nduk "...
nduk itu kan panggilan orgtua ke anak perempuannya
semangat ya thor..
Ning Diyah
bagus alur runtut
🥀🥀Anggita.🥀🥀
iihhh Bambang ngerii bngt lu ah, gadaa takut2 nya ngobrol gitu 😧😧🤣🤣tp mungkin itu adalah Mada kembaran Mawar, mungkin dia baik, tp kematian kakek mereka yg mnjadi misteri, jd penasaran aq tuhh. 🤣
Ricka Monika
kisahnya sangat menyentu hatiku👍💕
🥀🥀Anggita.🥀🥀
waduh peran mawar ko lelet bngt ya, 😞😒bikin greget aj
Ricka Monika
wah bakalan jd budak demit nih sang sopir kalau gak kuat iman
Ricka Monika
waduh jangan di diamin Marsel kamu harus cerita sm pak ustad dan pak ridwan
Ricka Monika
inilah yg i sebut lelaki egois,mentang mentang kepala keluarga gak mau mendengarkan istrinya,tukar pikiran dan mencari solusi itu perlu dan pihak ketiga jg dibutuhkan
Ricka Monika
tamu yg tidak ada malu malunya ya Adam 🤣
🥀🥀Anggita.🥀🥀
ngeri bngt ya, smoga mawar bisa keluar y😢😢
🥀🥀Anggita.🥀🥀
bikin Mawar pura pura nurut aja thor 😅bikin dia selalu ingat Allah.
aq rasa mawar disesatkan didunia lain.
Ricka Monika
keselong artinya apa ya🤔maklum bukan suku Jawa😁
aas
ceritanya bagus thor, haduuh merinding pas bagian yg d rumah 🤭👍
aas
hadeeeh si Pak Ruman harus banget gitu 😩
aas
waduuh ini si Bambang kok malah suka sama si Mada 😩 nti kalo dibawa k alamnya gimanaa
aas
ngeri banget si Bambang malah diladenin 😅
Omar Diba Alkatiri
orang tau agama kok ga tau bedanya musrik sama nggak ... kalo luka fisik berobat ke dokter ,kalo hal gaib ya ada pakar nya sendiri ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!