NovelToon NovelToon
THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cinta pada Pandangan Pertama / Persahabatan / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Emaknya Queen

SEKUEL OF ‘BUKAN SEKEDAR SAHABAT’

Seperti yang sudah Authornya infokan, Novel ini adalah sekuelnya dari Novel pertama Emaknya Queen , yaitu “Bukan Sekedar Sahabat”. So, buat para reader baru kalo misalkan tiba – tiba dapet bisikan goib untuk membaca Novel ini, disarankan buat membaca Novel “Bukan Sekedar Sahabat” terlebih dahulu. Oke para reader yang blaem - blaem semua?.

Kenapa?. Ya ga kenapa – napa juga si. Wkwkwkwkwk. Berhubung ini sekuel, jadi mungkin ga ada pengenalan tokoh secara detail, karena yang seliweran di Novel ini juga tokoh – tokoh yang juga sering seliweran di BSS. Termasuk Babang Dewa yang juga akan ikut sering seliweran disini sih kayaknya.

Dan mungkin akan muncul juga tokoh – tokoh baru yang berkaitan dengan para tokoh utama di cerita ini.

Intinya akan banyak cerita disini. Setiap tokohnya punya ceritanya sendiri, tapi akan tetap berkaitan antara satu cerita dengan cerita lain ditiap episodenya.

Last but not Least.

Selamat membaca, Semoga syuka

Salam sayang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emaknya Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 32

# KUATKAN IMIN – KU\, TUHAN ... #😚😚😚😚😚😚😚😚😚

Selamat membaca...

******

John masih terpaku ditempatnya. Masih memandangi Prita yang sedang menari dan John juga belum bersuara. Melihat Prita yang asyik menari sendiri bak hiburan pribadi untuknya.

Prita juga belum menyadari kehadiran John yang berdiri bersandar di dekat pintu. Musik yang ia setel dengan lumayan kencang, dan dia berdiri menghadap ke jendela kaca besar yang ada di ruang olah raga dalam Penthouse milik John itu.

Tubuh ramping yang sedang menari itu seakan menghipnotis John. Lekuk pinggul yang nampak indah dimata John itu rasanya lekukan pinggul terindah yang pernah John lihat.

John merogoh sakunya.

‘Ck!. Ponsel gue mati lagi!.’

John menggerutu kesal karena ponselnya mati, lupa. Padahal tadi ia buru – buru ingin mencharge ponselnya saat sampai di Penthouse nya. Dan saat ini ia merasa kesal karena tak bisa mengabadikan Prita yang sedang menari itu.

“Ehem.” John sengaja berdehem, agar Prita menyadari kehadirannya.

Kalau lebih lama lagi rasanya John takut tidak bisa menahan diri untuk merangkul pinggul indah milik si Priwitan itu.

Prita tak mendengar deheman John, tapi saat gadis itu berbalik ia pun menyadari kalau ia punya seorang ‘penonton’.

“Kak John?.....”

Prita terkejut dengan kehadiran John saat ini.

“Hai.” Sapa John sambil tersenyum dan mengangkat tangannya.

“H – hai .....”

Prita menyahut sambil tersenyum canggung dengan nafasnya yang masih tersengal karena tenaganya cukup terkuras saat menari tadi.

“Udah selesai?.”

“Udah....”

Prita dan John sama – sama berjalan mendekat.

Sama – sama canggung, tapi juga sama – sama berusaha menutupi kecanggungan mereka masing – masing.

“Sorry ya Kak. Gue ga ijin dulu sama lo kalo gue mau dateng kesini.”

John tersenyum. “Kan Kak John sudah memberikan kamu kartu akses dan password apartemen Kak John ini, Prita. Jadi ya itu sudah dianggap ijin otomatis.”

“Tadinya habis latihan gue mau kirim pesen ke wa lo buat bilang kalau malam ini gue mau nginep disini.”

John tersenyum sambil mengacak – acak rambut Prita yang setengah basah karena kepalanya berkeringat itu sepertinya. “Sudah dibilang kamu sudah diberikan ijin otomatis juga.”

“Thank you, yah.”

“Ck, ngapain segala bilang terima kasih coba?. Seperti sama siapa aja kamu.”

“Ya ini kan properti orang. Terus gue dikasih ijin pake ya harus bilang makasih lah. Nanti gue dibilang ga punya tata krama lagi.”

John setengah terkekeh. “Yang bilang kamu ga punya tata krama siapa?. Memang Kak John pernah bilang begitu?.”

Prita mengerucutkan bibirnya.

‘Oh astaga. Minta dicium.’

John menahan dirinya sekuat tenaga.

“Terus lo kok udah balik ke Indo sih, Kak?.” Tanya Prita karena setahu dia, lusa John baru kembali dari London.

“Urusan gue di London sudah selesai.” Jawab John. ‘Salah satunya.’ Batin John. “Disini kan ada kerjaan juga.” Alibinya. Padahal buru – buru pulang gegara pengen ketemu itu sama si Priwitan.

Dan Prita hanya ber – oh ria.

“Kamu sudah makan Prita?.” Tanya John sambil berjalan untuk keluar dari ruang olahraga. Prita mengekorinya.

“Belom sih.”

“Ya sudah Kak John pesankan makanan lewat delivery aja ya?.” John berbalik. ‘Haish!.’ Prita tepat didepannya. Debar hati John kembali terasa cepat. Tubuh ramping berpinggul seksi dengan sedikit peluh yang masih tersisa didahi dan lehernya itu, mulai mengobrak – abrik jiwa kelakian si bule koplak. Ah, John gugup. Sedikit gelisah juga.

“Iya boleh.” Sahut Prita santai, yang tak menyadari kegugupan John yang berada didepannya sedikit berjarak saat ini. “Mau lo yang pesen, apa gue yang pesen?.” Tanya Prita.

John tak menjawab.

Masih asik memperhatikan pinggul. Eh Prita yang berjalan kearah dapur untuk mengambil minum.

“Kak bagi minum!.”

“I - iya.” Sahut John dari tempatnya berdiri.

Prita sudah kembali dari dapur. “Jadi?.”

“Apanya?.”

“Siapa yang mau pesen makanan?. Lo apa gue?.”

Prita meletakkan punggung tangannya didahi John.

“Lo kenapa sih?. Sakit?.”

Prita bertanya dengan santai, tapi bule koplak jadi gelagapan.

“Ah - ..... engga.”

“Ya udah lo apa gue yang mau pesen makanan?.”

“Kak John aja!.”

“Oke!.”

“Lebih baik kamu mandi sana. Habis menari gitu, keringetan, ga gerah memangnya?.”

“Gerah sih.”

‘Kak John lebih gerah ini.’ Batin John yang sedang sangat – sangat menahan diri meski sudah mulai tersiksa melihat si Priwitan yang malah asik duduk disofa, masih dengan pakaian menarinya yang ketat sambil menyalakan televisi lewat remot. “Ya udah mandi sana.”

John sudah tak tahan rasanya.

Lebih baik sekarang si Prita pergi mandi dan berganti pakaian supaya otak ngeresnya semakin tak karuan.

“Nanti ah, masih keringetan.” Sahut Prita. “Lo berdiri mulu kaga cape emang?.” Ucap Prita sambil menoleh pada John yang masih berdiri ditempatnya dari sejak ia pergi ke dapur sampai dirinya sendiri sudah duduk disofa.

“Ya .. cape....” Sahut John.

“T’rus ngapain masih berdiri?.”

John mengusap tengkuknya. Dilema. Antara cape berdiri dan ingin duduk memang, tapi dengan Prita yang sedang berpenampilan seperti ini rasanya John gelisah tak karuan.

“Ya sudah sana kamu mandi aja dulu, Prita....” Ucap John. “Nanti selagi kamu mandi, Kak John pesankan makanan. Sekalian mau charge hp Kak John. Jadi nanti kamu selesai mandi mudah – mudahan makanannya bisa segera datang, jadi kamu bisa langsung makan setelah itu, kan?.” Cerocos John.

Prita manggut – manggut. “Iya juga sih.”

“Udah sana!.” Ucap John. ‘Lama – lama gue makan yang lain kalo kamu ga bergerak dari situ, Prita ...’ Batin John yang gelisah. “Pakai kamar mandi di kamar Kak John aja sana.” Ucap John.

“Iya, iya. Gue mandi sekarang. Cerewet amat!.”

“Dah sana.” Ucap John lagi.

“Iyee....”

“Ngomong – ngomong kamu mau makan apa?.”

“Apa aja.” Sahut Prita pada pertanyaan John.

“Ya sudah.” Timpal John. “Bawa baju ganti kan?.”

“Bawalah. Orang gue emang rencana nginep disini si.” Ucap Prita.

“Ya sudah sana. Bawa tas kamu ke kamar Kak John.”

“Iye bawel.”

Prita langsung berdiri dari duduknya.

“Eh iya. Kaga ada kamera tersembunyi kan di kamar mandi lo, Kak?.” Ledek Prita sambil terkekeh mengambil tasnya.

‘Ah iya kenapa gue ga kepikiran?.’ Batin gesreknya bule koplak berbisik.

*****

“Udah lo pesen makanannya Kak?.”

Prita sudah selesai mandi dan berganti pakaian.

“Sudah. Sebentar lagi datang.”

“Lo kaga mandi?.”

“Nanti tunggu makanannya datang.” John tak mau menatap Prita lama – lama. Ia mengalihkan perhatiannya ke arah televisi saja, rasanya itu lebih baik untuk meredam otak ngeresnya.

Meskipun Prita sudah berganti pakaian dengan kaos dan celana jeans ripped, tetap saja kaos ketat yang dikenakan Prita mencetak dua melon yang menggoda imin John.

“Ya udah lo mandi aja sana. Biar gue yang tungguin itu makanan.” Ucap Prita yang duduk disofa panjang yang sama dengan John. “Mau gue mandiin?.” Prita dengan wajah jahilnya.

Syuuutttttt ... rasanya ada yang berkedut disalah satu bagian tubuh si bule koplak.

****

Ting .. Tong ..

Pintu bel Penthouse John berbunyi.

“Jangan suka iseng Prita. Nanti kalau Kak John tanggapi serius pertanyaan kamu tadi.” Ucap John seraya berdiri untuk membuka pintu dan si Priwitan malah tergelak. Tak sadar kalau sedari datang, si bule koplak sudah gelisah tak karuan.

****

“Lo pesen apa?.” Tanya Prita saat John sudah kembali dengan menjinjing beberapa paper bag.

“Beberapa jenis makanan.”

“Mubazir duit lo. Orang kita berdua doang!.” Prita sudah berdiri menghampiri John. ”Sini.”

“Bukannya kamu banyak makannya. Seinget Kak John sih.”

Prita tergelak lagi.

“Sok you know lo ah, bule koplak.”

“Memang iya kan, dulu kamu kecil badannya doang. Tapi makannya banyak banget.”

“Hahahaha. Sampe sekarang sih.”

Prita membawa paper bag ke dapur Penthouse John.

“Peralatan makan dimana Kak?.” Tanya Prita yang tak tahu dimana peralatan makan tersimpan karen belom sempat gratak. Hanya gelas saja yang tadi sempat Prita temukan di dapur John yang kinclong dan lengkap itu.

John melangkah menuju salah satu lemari kitchen setnya.

Sementara Prita mengeluarkan makanan dari dalam paper bag.

‘Buset deh, ini pan sushi yang terkenal mehong bingits itu bukannya?.’ Batin Prita sedikit bergidik saat melihat salah satu label makanan dari restoran sushi yang ia tahu kalau harus mengeluarkan kocek sampai jutaan kalau makan direstoran tersebut.

“Kamu bisa makan sushi, kan?.” Tanya John yang melihat Prita seperti sedang melamun. “Ada steak juga kok itu kalau kamu ga suka sushi.”

“Suka kok gue. Gara – gara dicekokin Kak Fania dulu, jadi sekarang gue udah bisa makan sushi.”

“Ya udah yuk makan.” Ajak John yang sudah meletakkan peralatan makan diatas meja kitchen set.

“Lo ga punya saos sambel?.”

“Kamu mau makan sushi pakai saus sambal?.”

“Kaga buat ini steak.”

“Ada dikulkas sepertinya.” Sahut John sambil hendak berjalan kearah kulkas.

“Enak banget ini steak sumpah.” Prita yang hobi makan itu sudah mulai icip – icip.

“I .....” John hendak memberikan saos sambal yang Prita minta tadi, tapi pemandangan saat John menutup kulkas dan berbalik pada Prita membuat John kembali menelan salivanya.

“Ini steak ga heran deh kalo harganya mahal. Hampir sejuta kan ya seporsi?.” Ucap Prita yang posisinya sekarang sedang membuat si bule koplak kembali menjadi gelisah. “Ini steak gue yang abisin ya, lo makan aja itu sushi. Enak banget soalnya ini steaknya.”

‘Kamu juga enak banget kayaknya Prita ...’

Kaki John mulai gemetar lagi melihat Prita yang asik makan sambil n*nggeng.

“Mana sini saosnya.”

Prita menadahkan tangannya pada John tanpa merubah posisinya. John memberikan saos yang sudah dipegangnya tadi.

“Makan sih. Malah bengong.”

‘Makan kamu aja boleh ga sih Prita ....’

***

To be continue .....

1
Maryam Tanjung
sangatt suka dgn kisahnya🥲🥲😍😍 tp ap masih ad lanjutannya lgi 🥺?
Fanie Azhary: Alhamdulillah, makasih apresiasi nya /Rose/
total 1 replies
Akila Maulana
eh, makk.. ini critanya ortunya jeff ama jhon kmna ya.. kok gk pernah ikutan ngumpul...
Fanie Azhary: cama cama
total 3 replies
Rhatna Puspitasarii
luar biasa
nuraeinieni
ceritax bagus dan keren,,,,👍👍👍👍👍👍
Fanie Azhary: makasih sayang kuh
total 1 replies
Suherni Erni
Baca beberapa kalipun ngga pernah bosen..diangkat jdi film layar lebar keren bgt.
Fanie Azhary: makasih Kak ❤️
total 1 replies
Deni Supriadi
Luar biasa
Fanie Azhary
my lovely novel after BSS
Suherni Erni
Tragis bgt kisah via..akibat bapaknya gila sm j....ng.
Iin Irmawita
Varen kerennya kamu ..itu baru anaknya Andrew & Fania..
Aura Zahra Salsabila: varen anaknya Reno sama Ara kk
total 1 replies
Suherni Erni
Udah dibaca berkali2 ngga pernah bosen
..keren bgt ceritanya
Fanie Azhary: makasih sayangkuh
total 1 replies
Sri Desika Arfianti
bawang.. bawang nya banyak.... sekaligus tegang bersamaan
Sri Desika Arfianti
wouuuuu.... antara bawang dan tegang bersamaan...
Fanie Azhary: makasih review positifnya ka❤️
total 1 replies
Vlink Bataragunadi 👑
astaga mak, aduh cape ketawa ≧∇≦
Vlink Bataragunadi 👑
wkwwk mamam tu Reeen, baru kali ini ya ibu peri ky gt hihihi
Vlink Bataragunadi 👑
dasar sodara akhlakless wkwkwk
LAJ
dammnneeeddd...almost 400eps...my new record di dunia NT....ruarrrr biasaaa loh br loh eike nemuin otor sekece n sekeren ini....dr pagi smp pagi lg eike marathon se ton ton nya gak ada bosennya sm The Smith mulai dr BSS.. ampe kebawa ngimpi loh...daebakkk bener2 dah...imejinggg...ok...time to another Smith adventure with emak yg paling blaem se NT 🥰😍🥰😍
Fanie Azhary: Makasih ya, udah sabar baca karya - karya receh Emaknya Queen.

Loph Loph sekebon raya.
total 1 replies
LAJ
akuuu sukaaaa akuuu sukaaaa... Varennnn emak padamuuuu...lbh sadis drpd popaaa
LAJ
iyaaaaa...bagusss bangettt loh karya2 si emak...semua novel ongoing aku cuekin loh demi the smith 🥰😍
Fanie Azhary: Aw aw, emak terhura jadinya, ampe kek terbang ke angkasa. Eyyaaa
total 1 replies
LAJ
yaolooo...sekalinya ikutan komen kok mataku basah yakkk...pdhl ini adegan 3 cowok loh gak ada ce nya....si emak emang paling bs aduk2 hati akiuuu 😍🥰
Fanie Azhary: ulala....
total 1 replies
LAJ
yaoloooo Abangggg....mau 1 dong yg ky gini buat jd mantu aku nanti 😂🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!