NovelToon NovelToon
Oh! Mantan Kekasihku

Oh! Mantan Kekasihku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:433.9k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Menjadi Dokter sukses di usia 31 tahun ternyata tidak cukup bagi Hazel untuk membeli satu hal yang paling ia inginkan yaitu kebebasan dari kekangan Ibunya, hingga ia dipaksa untuk pergi ke daerah perbatasan demi ambisi sang Ibu mencari menantu tentara.

Namun, takdir punya rencana lain. Di tempat itulah Hazel kembali dipertemukan dengan seorang pria yang sudah lama ia kenal, pria yang mampu menggoyahkan perasaan Hazel setelah 14 tahun lamanya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Siapakah pria itu? Bagaimana nasib Hazel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehilangan Keseimbangan

Guncangan Truk yang mereka tumpangi terasa semakin menjadi-jadi begitu roda-roda besarnya mulai memasuki kawasan lereng perbukitan Sektor Utara. Jalur darat yang baru saja dibuka pasca-longsor itu benar-benar menyerupai bubur tanah liat.

Di beberapa tanjakan curam, mesin truk menderu sangat keras, mengeluarkan asap hitam pekat dari knalpotnya saat sang sopir memaksa kendaraan membelah sisa-sisa material batu dan lumpur.

​Hazel berkali-kali terlempar kecil dari posisi duduknya, tangannya mencengkeram erat besi penyangga di langit-langit bak. Sementara tangan kirinya tetap memeluk tas medis darurat, nyeri di tumit kakinya yang lecet kian menyengat setiap kali tubuhnya terguncang.

​Gavin yang menyadari posisi duduk Hazel yang mulai tidak stabil karena licinnya lantai bak, menggeser duduknya hingga benar-benar merapat tanpa celah. Ia tidak menyentuh Hazel secara langsung, melainkan memposisikan lengan atasnya yang kekar dan kokoh sebagai bantalan pelindung di samping bahu Hazel. Setiap kali truk oleng ke kiri, tubuh Hazel otomatis tertahan oleh dada dan lengan Gavin.

"Kalau tidak kuat menahan guncangan, pegang aku," bisik Gavin rendah, hampir tenggelam di antara deru mesin truk.

​Hazel melirik sekilas ke arah Gavin, lalu menggeleng pelan. "Tidak apa-apa, Kapten. Saya masih bisa bertahan," jawab Hazel dan berusaha menjaga jarak aman di antara mereka, ia tidak ingin hatinya kembali goyah.

​Gavin tidak membalas penolakan itu, ia hanya mengembuskan napas berat dan membiarkan tubuhnya tetap menjadi tameng bagi Hazel agar wanita itu tidak terbentur dinding besi bak truk yang keras.

​Sementara itu, para prajurit di dalam bak truk benar-benar mendadak menjadi prajurit teladan karena teguran dingin dari Gavin beberapa saat lalu membuat mereka semua mendadak bisu. Jono yang tadi paling bersemangat menggoda Hazel, kini hanya berani menatap ujung sepatunya dengan khidmat, seolah-olah ada peta strategi militer yang sangat penting di sana.

Suasana kaku itu baru sedikit mencair ketika truk mendadak berhenti di tengah jalan yang menyempit. Dari balik terpal belakang, terlihat dua prajurit sedang memberikan aba-aba dengan bendera merah, mengatur sistem buka-tutup jalur karena sebuah alat berat ekskavator masih sibuk mengikis bongkahan batu besar di tepi tebing.

"Lapor, Kapten! Kita harus tertahan sekitar sepuluh menit di sini, jalur di depan masih bergantian dengan mobil logistik dari arah berlawanan," seru prajurit yang duduk di dekat pintu bak setelah melongokkan kepalanya ke luar.

​"Tetap siaga di posisi masing-masing," jawab Gavin tegas.

​Gavin kemudian mengalihkan perhatiannya sepenuhnya pada Hazel. Di bawah penerangan yang remang-remang di dalam bak, ia bisa melihat bibir Hazel yang sedikit kering. Tanpa banyak bicara, Gavin merogoh kantong di paha kirinya, mengeluarkan sebuah bar cokelat jatah logistik militer dan sebotol air mineral yang masih utuh.

Gavin meletakkan kedua benda itu di atas pangkuan Hazel, ​"Makan," perintah Gavin.

Nada suara Gavin tidak menerima bantahan, namun tangannya saat meletakkan botol air itu sangat hati-hati agar tidak menyenggol luka di kaki Hazel.

​Hazel menatap cokelat batangan dengan bungkus aluminium tebal itu, perutnya memang sudah berbunyi sejak tadi, namun rasa canggung mengalahkan rasa laparnya.

"Terima kasih, Kapten. Untuk Kapten saja," ucap Hazel.

​"Dokter yang kelaparan tidak akan bisa menyembuhkan luka pasien dengan benar," ucap Gavin cepat.

Gavin segera memalingkan wajahnya ke arah luar terpal, menyembunyikan senyum tipis yang hampir saja lolos dari sudut bibirnya saat melihat wajah cemberut Hazel yang khas, wajah yang sama persis seperti saat Hazel terpaksa memakan sayur mayur saat makan siang di kantin SMA dulu.

​Hazel akhirnya mengalah. Dengan perlahan, ia merobek bungkus cokelat tersebut dan menggigitnya, rasa manis dan padat dari cokelat tinggi kalori itu perlahan membuat tubuhnya yang gemetar karena kedinginan menjadi sedikit lebih hangat.

​Sepuluh menit berlalu, truk kembali melaju setelah mendapat lambaian bendera hijau dari petugas. Medan yang dilalui kini berubah menjadi jalanan berbatu yang membelah hutan pinus lebat, udara khas pegunungan yang basah dan berbau tanah segar mulai menyergap masuk.

Saat truk berbelok tajam ke kanan secara mendadak untuk menghindari lubang menganga, sebuah guncangan hebat terjadi. Tubuh Hazel tergelincir di atas lantai besi yang licin hingga kehilangan keseimbangan, ia melepas pegangannya pada besi atas dan mencengkeram erat ujung jaket militer yang sedang dipakainya, sembari memejamkan mata rapat-rapat.

​Namun, alih-alih menghantam lantai. Hazel merasakan sebuah pelukan yang sangat erat mengunci pinggangnya, Gavin telah bergerak lebih cepat. Pria itu menggunakan seluruh kekuatan tubuhnya untuk menahan Hazel, menarik wanita itu ke dalam dekapan dadanya yang bidang.

​Selama beberapa detik yang terasa berjalan sangat lambat, mereka berdua terdiam dalam posisi itu. Hazel bisa mendengar dengan sangat jelas detak jantung Gavin yang berdegup kencang dan konstan di balik kausnya, beradu dengan suara deru angin hutan di luar. Aroma maskulin bercampur wangi sabun antiseptik yang menguar dari tubuh Gavin seolah menarik paksa ingatan Hazel ke masa empat belas tahun lalu, saat Gavin memeluknya dengan cara yang sama ketika mereka hampir terjatuh dari motor akibat menghindari kucing menyeberang.

​"Kamu tidak apa-apa?" tanya Gavin pelan.

Suara Gavin kini benar-benar melunak, tepat di atas kepala Hazel. Genggaman tangannya di pinggang Hazel perlahan mengendur, namun ia tidak langsung melepaskannya dan ia memastikan wanita itu benar-benar sudah stabil.

​Hazel buru-buru menegakkan tubuhnya, merapikan jaket kebesaran yang membungkusnya dengan gugup. Pipinya mendadak terasa panas, mengalahkan dinginnya embun pagi perbatasan.

"I-iya, Kapten. Saya tidak apa-apa, Kapten. Terima kasih," jawab Hazel dengan suara yang nyaris berbisik, tidak berani menatap mata Gavin yang mengintimidasinya.

​Gavin kembali duduk tegak, membetulkan posisi duduknya sendiri dengan rahang yang tampak mengeras. Ada kepedihan yang kembali menyelinap di hatinya, setelah empat belas tahun berlalu dan setelah semua benteng kemarahan yang ia bangun dengan susah payah, sentuhan fisik sesingkat itu tetap mampu mengobrak-abrik seluruh pertahanan dirinya.

​Setelah hampir tiga jam perjalanan yang menyiksa seluruh badan, truk akhirnya melambat dan berbelok memasuki gerbang Pos Komando Perbatasan Utara, bunyi rem truk yang nyaring menandakan bahwa mereka telah sampai dengan selamat.

​Begitu pintu besi bak truk dibuka dari luar oleh sersan yang bertugas, para prajurit langsung bergerak gesit melompat turun. Gavin berdiri lebih dulu, meregangkan badannya sejenak sebelum berbalik menatap Hazel yang masih duduk di pojok sambil memegangi tas medisnya.

​"Bisa turun sendiri?" tanya Gavin.

"Bisa," jawab Hazel.

Namun, seolah tidak mempedulikan jawaban Hazel, Gavin langsung menarik tangan Hazel dan memegang pinggang Hazel lalu menurunkannya dari truk.

.

.

.

Bersambung.....

1
Naufal hanifah
👍👍👍
Nurwana
hazel... kau itu terlalu bego, sudah tau ibumu kejam, tidak mau kau punya inisiatif sendiri, pintar dikit kenapa,punya uangkan, gunakan uangmu untuk merekrut orang orang yang jago bela diri untuk menjagamu dan cari orang yang bertalenta dibadangnya, misal jago IT. kau juga belajar bela diri diam diam. jadi kalau memiliki orang orang tersebut gampang aja untuk kabur dan berdikari. masa selama 15 tahun kau hanya jadi diam ditempat Tanpa usaha.
Evy
Sakitnya yang luar biasa pas kontraksi datang.. tapi ada rasa lega pas bayinya sudah keluar...
Evy
Awal tugas bukannya hanya 6 bulan saja.kok sekarang bisa jadi 2 thn..
Evy
Kepo aja nih Suster..
Evy
2 th lagi usia Bu Dokter sudah 33thn dong...gak papa deh .demi Pak Kapten ...
Evy
Keras banget Ibunya Ya..apa Ibu kandung??? Suami saja tidak berkutik dibuatnya...semua bisa tenang kalo Ibunya itu sudah terkena stroke...ha ...ha...canda aja ya ...
Evy
Pak Jaksa ini sombong dengan jabatan nya... walaupun mereka jadi menikah gak bakalan cocok.
Senja Malam
demi kebahagiaan anak laki-laki nya.. keren bu anggita
⋆.˚Khaira🦋
sukka bgt sama ceritanya.. ada tegangnya ada sedihnya, ada senengnya , ada senyum² sendiri juga... aaah sukkaaa laah pokoknya di setiap bab nya... sukses selalu yaa thor 🤗❤️❤️❤️
⋆.˚Khaira🦋
happy ending 💐
⋆.˚Khaira🦋
yeyyyy... congrated akhirnyaaaa kawiiiiiinnn 💐
⋆.˚Khaira🦋
hahaha... di buat mingkem mama vivian... mamam tuh, makanya jd ortu jgn egois😄
⋆.˚Khaira🦋
bentar..bentar...gimana?? katanya di awal bilang bulan thor, kok jd 2 thn..klu 2 thn berrti dah gak pake nunggu gavin lagi donk... mereka sama² udah kelar masa tugasnya🤔
⋆.˚Khaira🦋
cieeee... gercep yee pak komandan 🤭
tenang...tenang... pasti di acc kok sama emaknya hazel, wong tujuan hazel di kirim ke perbatasan kan emang buat di jodohin sama kamuuu pak komandan 😄
⋆.˚Khaira🦋
"genggam lengan ku sayang, dekap lah aku, peluk diriku" 🎤🎶
uhuuuyyy 🤭😄
⋆.˚Khaira🦋
masih tetep usaha yaa komandan gavin biar bu dokter gak salah paham 🤭😆
⋆.˚Khaira🦋
aku ikutan sediiiihhh iiih gavin... kasian hazel tauuu 🥲💔
⋆.˚Khaira🦋
hati aku ikutan periiiihhh iiih 🥲
⋆.˚Khaira🦋
hazel sini menepi sebentar biar aku peluuuukk kamuu 🤗🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!