NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Cerai
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3 ~ Golongan Darah Yang Sama

Ayra masih berdiri mematung dengan wajah pucat, sementara pikirannya kacau memikirkan bagaimana mereka harus menemukan pendonor dengan golongan darah yang sama dalam waktu secepat ini.

Dokter itu terlihat serius sambil menatap data ditangannya. “Golongan darah pasien cukup langka. Untuk sementara stok dirumah sakit sedang kosong.”

Jantung Ayra semakin mencelos. “Apa tidak ada cara lain, Dok?” suaranya mulai bergetar.

“Kami sedang mencoba menghubungi PMI pusat, Bu. Tapi kondisi anak Ibu tidak bisa menunggu terlalu lama.”

Hening.

Suasana lorong ICU mendadak terasa begitu menyesakkan.

Arga terlihat mengusap wajahnya kasar, sementara Ayra mulai menangis lagi karena panik.

“Sam harus selamat…” lirih wanita itu lemah.

Dan ditengah kepanikan tersebut, tiba-tiba Shella membuka suara pelan.

“Golongan darah saya… sama dengan Samuel.”

Deg.

Arga dan Ayra langsung menoleh bersamaan.

Shella terlihat sedikit ragu, namun tetap melanjutkan ucapannya. “AB negatif.”

Untuk beberapa detik Ayra hanya mampu diam menatap wanita itu.

“Benarkah?” tanya Arga cepat.

Shella mengangguk pelan. “Kalau memang dibutuhkan… saya bersedia donor.”

Seketika wajah Ayra berubah haru. Tanpa sadar air matanya kembali jatuh, kali ini karena lega.

“Shella…” suaranya nyaris pecah. “Terima kasih…”

Wanita itu langsung menggeleng kecil. “Tidak apa-apa, Bu. Yang penting Samuel selamat dulu.”

Dokter terlihat sedikit lega mendengar itu. “Kalau begitu silakan ikut saya untuk pemeriksaan dan prosedur donor terlebih dahulu.”

Shella mengangguk pelan sebelum berjalan mengikuti dokter.

Sementara Ayra masih berdiri ditempat dengan dada yang berdebar kuat. Dalam hatinya Ayra terus berdoa untuk kesembuhan Sam.

--

Beberapa menit kemudian, Shella sudah berada diruang donor.

Wanita itu duduk tenang dikursi medis dengan lengan kemejanya digulung perlahan oleh perawat. Meski wajahnya masih terlihat pucat karena cemas, tatapannya tampak jauh lebih tenang dibanding sebelumnya.

“Apakah Anda pernah donor darah sebelumnya?” tanya perawat sambil menyiapkan alat.

Shella mengangguk kecil.

“Pernah.”

“Baik, prosesnya tidak akan lama.”

Jarum mulai dipasang perlahan dilengannya. Tak lama kemudian darah mengalir melalui selang transparan menuju kantong donor.

Shella memejamkan mata sesaat.

Didalam kepalanya hanya ada satu hal, semoga saja setiap tetes darahnya bisa membuat harapan baru untuk Samuel.

Sementara diluar ruangan, Ayra duduk gelisah sambil terus menatap pintu ICU. Arga berdiri tidak jauh darinya dengan tangan dimasukkan kedalam saku celana. Wajah pria itu tampak tegang meski berusaha tetap tenang.

“Aku takut terjadi sesuatu sama Sam…” lirih Ayra pelan.

Arga menoleh lalu duduk disamping istrinya. “Tidak akan,” jawabnya singkat sambil menggenggam tangan Ayra. “Dia anak kuat.”

Ayra mengangguk kecil, meski air matanya kembali jatuh.

Beberapa saat kemudian pintu ruang donor terbuka.

Shella keluar bersama perawat dengan langkah pelan. Wajah wanita itu terlihat sedikit pucat setelah mendonorkan darahnya.

Ayra buru-buru berdiri. “Shella… kamu nggak apa-apa?”

“Aku baik-baik saja,” jawab wanita itu pelan sambil tersenyum tipis.

Dan untuk pertama kalinya malam itu, Ayra menatap Shella dengan perasaan penuh terima kasih. “Terima kasih sudah menyelamatkan anak saya…”

Shella terdiam sesaat mendengar kalimat itu. Tatapannya perlahan bergeser kearah pintu ICU.

Lalu wanita itu tersenyum kecil. “Samuel juga anak yang baik.”

Tak lama setelah proses donor selesai, kantong darah itu segera dibawa masuk kedalam ruang ICU untuk tindakan transfusi.

Ayra kembali duduk dengan perasaan campur aduk. Lega. Takut. Cemas. Semuanya bercampur menjadi satu.

Sementara Shella duduk dikursi seberang sambil memegangi lengannya yang masih sedikit nyeri bekas donor darah. Arga sempat meminta wanita itu pulang untuk beristirahat, namun Shella memilih tetap tinggal sampai kondisi Samuel benar-benar stabil.

“Tidak enak kalau saya pergi sekarang,” ucapnya pelan.

Ayra yang mendengar itu langsung merasa semakin tidak enak hati. “Maaf sudah merepotkanmu sampai seperti ini…”

Shella buru-buru menggeleng.

“Jangan bilang begitu, Bu.”

Hening kembali menyelimuti mereka.

Jam didinding menunjukkan hampir pukul sebelas malam saat akhirnya pintu ICU kembali terbuka.

Dokter keluar sambil melepas masker medisnya.

Arga dan Ayra langsung berdiri bersamaan.

“Dok, bagaimana keadaan anak saya?” tanya Ayra gugup.

“Kondisinya sudah jauh lebih stabil setelah transfusi darah dilakukan,” jawab dokter itu.

Seketika Ayra menutup mulutnya menahan tangis lega. “Syukurlah…”

“Namun pasien masih belum sadar sepenuhnya karena benturan dikepala cukup keras. Kami akan tetap melakukan observasi sampai besok pagi.”

Ayra mengangguk cepat. “Kalau begitu… apa saya boleh melihat anak saya sekarang?”

Dokter itu tersenyum tipis. “Hanya beberapa menit.”

Mendengar itu, Ayra langsung menatap Arga dengan mata berkaca-kaca.

Dan tanpa sadar, dari sudut ruangan, Shella terlihat ikut menghembuskan nafas lega.

Perawat kemudian mempersilakan mereka masuk secara bergantian kedalam ruang ICU.

Ayra menjadi orang pertama yang melangkah masuk.

Begitu melihat Samuel terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit, dadanya kembali terasa sesak. Wajah bocah itu masih pucat, perban putih melilit dikepalanya, sementara suara monitor berdetak pelan disamping tempat tidur.

“Sam…” bisik Ayra lirih. Wanita itu duduk perlahan dikursi samping ranjang lalu menggenggam tangan mungil Samuel hati-hati.

Hangat.

Syukurlah…

Air mata kembali jatuh dipipinya.

“Kamu bikin Mama takut…” ucapnya sambil tersenyum tipis meski suaranya bergetar. “Cepat bangun ya sayang…”

Samuel tetap diam karena efek obat dan kondisinya yang masih lemah. Namun melihat dadanya yang naik turun perlahan saja sudah cukup membuat Ayra sedikit tenang.

Tak lama kemudian Arga masuk kedalam ruangan. Pria itu berdiri disamping Ayra sambil menatap Samuel dalam diam. Tatapannya terlihat begitu lembut hingga membuat Ayra sedikit terharu.

“Dia pasti cepat sadar,” ucap Arga pelan.

Ayra mengangguk kecil.

Untuk beberapa saat suasana terasa hangat dan tenang.

Hingga suara pintu kembali terdengar pelan.

Ayra refleks menoleh.

Dan disana, Shella berdiri diragu-ragu dibalik pintu ICU. Wanita itu tampak seperti ingin masuk namun juga menahan diri.

Arga langsung membuka suara.

“Masuk saja.”

Shella akhirnya melangkah perlahan mendekat. Tatapannya langsung tertuju pada Samuel dengan wajah lega yang sulit disembunyikan.

“Syukurlah…” bisiknya lirih.

Ayra memperhatikan itu dalam diam.

Entah kenapa perasaan aneh yang tadi sempat muncul perlahan menghilang begitu saja. Bagaimanapun juga, wanita itu baru saja menyelamatkan nyawa anaknya.

-

-

To be continued...

1
gina altira
nambah lagi masalah Arga ini
Anonim
BUNUH ARGA
You `ka
sekarang tinggal takut sendiri kan, Arga?? makannya jangan jadi orang bodoh!😡
sunaryati jarum
Laporkan Arga pada pihak yang berwajib atas tindakan kekerasan
Zhao_Xena: siap Mak/Good/
total 1 replies
Ma Em
Biar saja Ayra keguguran agar TDK punya anak keturunan dari Arga dan bisa lepas bebas tdk ada hubungan lagi dgn Arga , semoga nanti Ayra hamil lagi setelah menikah dgn lelaki yg baik dan bertanggung jawab juga cinta dan sayang pada Ayra .💪
gina altira
Arga kamu jahat
Zhao_Xena: marahin aja kak...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Arga ini suami macam apa sih! tega banget buat ayra kesakitan seperti itu 😡😡
Zhao_Xena: macam-macam kak..🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Tristan datang tepat waktu!💪
sunaryati jarum
Sebelum mobil bergerak Bima sudah datang menyelamatkan dan menangkap pelakunya
You `ka
ayo Bima cepat sampai. ayra dalam bahaya /Determined/
Zhao_Xena: nunggu minjem kostum Batman dulu kak.. biar bisa terbang..💃💃💃🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
enak banget Nyonya Ratna bicara seperti itu... dasar wanita picik!😤😤
You `ka
waduh.. bahaya sekali mamanya Tristan ini 😭😭🤣🤣
You `ka
calon mantu niih.. senggol dong..🤣🤣
You `ka
waaahh.... duren niih..🤣🤣
Ma Em
Oma jgn mau terbujuk oleh rayuan Bu Ratna karena Bu Ratna tdk mau hdp nya susah setelah Arga berpisah dgn Ayra makanya Bu Ratna tdk ada ngin Arga bercerai dgn Ayra , lbh baik Ayra secepatnya bisa berpisah dgn Arga karena Ayra sdh dapat kenalan baru untuk menjadi pengganti Arga yaitu Tristan .
sunaryati jarum
Calon jodoh sepertinya,doa mama Wijaya terkabul , bahkan nanti dapat bonus , karena Aira sedang hamil
Zhao_Xena: sepertinya begitu 🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagus
Zhao_Xena: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya....🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Bravo Aira sudah benar apa yang kamu lakukan, dibicarakan baik- baik Arga? Apa saat kamu akan menikahi Shella kamu bicarakan dengan Aira? Kalian egois tidak memikirkan perasaan Aira.Sekarang rasakan akibatnya.Numpang hidup mewah saja berani selingkuh.Dan Ratna sok- Sokan berkuasa.
Ma Em
Makanya Bu Ratna , Lisa kalau hdp mewah mu dari harta orang lain jgn sombong sok berkuasa sedangkan uang yg kalian untuk senang2 beli ini itu uang dari perusahaan milik Ayra dan setelah diambil sama yg punya nya kamu jadi gembel , sekarang kalian rasakan menyesal pun sdh tdk ada gunanya lagi .
sunaryati jarum
Kalian mau kembali ke asal 🤣🤣🤣🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!