NovelToon NovelToon
KKN DESA MATI

KKN DESA MATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Author Melda

6 mahasiswa KKN datang ke desa terpencil untuk pengabdian. Di gapura desa, mereka disambut warga yang ramah. Tapi aneh, semua rumahnya lapuk, tidak ada listrik, dan kuburan ada di setiap halaman rumah. Maya, yang indigo, berbisik, "Sel, kaki mereka nggak napak tanah..." Malam pertama, Riko iseng memotret gapura desa. Saat foto dilihat, yang berdiri di foto bukanlah 6 mahasiswa... tapi 6 pocong dengan wajah mereka sendiri! Ternyata desa itu sudah mati 20 tahun lalu karena wabah. Dan setiap 20 tahun, mereka butuh 6 tumbal baru untuk menggantikan mereka. Dan tahun ini... giliran kami. Jangan pernah KKN di desa ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Author Melda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEASON 2. BAB 31. 40 HARI KEMATIAN FARHAN

40 hari setelah kami meninggalkan Desa Bayunglencir. 40 hari setelah 6 nama itu terukir di batu nisan kosong. Kami mengira teror sudah selesai... Ternyata ini baru permulaan.

KOTA YANG TIDAK TENANG

Kota Jambi. 02.47.

Sudah 40 hari sejak kami berlima pulang dari desa terkutuk itu. 40 hari sejak jasad Farhan ditemukan tergantung di pohon beringin, lehernya dijerat kain kafan, matanya melotot ke arah gapura desa.

Aku, Selvi. Bima. Maya. Sinta. Riko.

Kami selamat. Secara fisik.

Tapi tiap malam kami bermimpi yang sama. Gapura. Kabut. Dan suara perempuan menyeret kain.

Awalnya kami pikir itu trauma. Sampai hari ini.

Apartemenku lantai 12. Seharusnya aman. Seharusnya jauh dari desa itu.

Tapi kenapa AC di kamarku dingin banget padahal aku matiin?

Kenapa tiap jam 03.17 lampu kamar kedip 3 kali?

Kenapa di kaca kamar mandi selalu ada embun berbentuk tulisan: "PULANG".

Aku duduk di ruang tamu. Nyalain TV biar gak sepi. Tapi semua channel cuma menampilkan statis.

Dan di tengah statis itu, muncul wajah. Wajah Farhan. Basah kuyup. Tersenyum.

Aku langsung matiin TV.

HPku di meja bergetar.

Nomor tidak dikenal.

PESAN JAM 03.17

Tit.

Pesan masuk.

[1/6] FARHAN - LUNAS

[2/6] BIMA

[3/6] MAYA

[4/6] SINTA

[5/6] RIKO

[6/6] SELVI

"40 HARI SUDAH. WAKTUNYA MEMBAYAR SISA 5. PERJANJIAN TIDAK BISA DIBATALKAN."

Tanganku gemetar.

Sisa 5.

Perjanjian Penunggu Gapura. 6 tumbal setiap 40 tahun. Farhan sudah jadi yang pertama.

Berarti sekarang giliran kami.

Tit. Tit. Tit. Tit.

4 pesan lagi masuk. Dari Bima, Maya, Sinta, Riko. Isinya sama persis.

Grup WA "TIM KKN" yang udah lama mati, tiba-tiba aktif lagi.

Bima: Sel, lu dapet juga?

Maya: Aku nangis dari tadi. Dia ngikutin kita

Sinta: Di kamarku ada bau anyir

Riko: Aku di jalan. Ada cewek di jok belakang motorku

Aku mengetik dengan jari gemetar: "KUMPUL DI KOSKU SEKARANG. JANGAN SENDIRIAN."

KENANGAN 40 HARI LALU

Sambil nunggu mereka datang, aku teringat malam itu.

Malam kami kabur dari Desa Bayunglencir.

Pak Lurah Karjo waktu itu menatap kami dengan mata kosong. "Kalian sudah lihat gapura. Kalian sudah baca namanya. Perjanjian sudah dimulai. 6 tumbal."

"Pak, kami mau pulang," kataku waktu itu.

Pak Lurah menggeleng. "Terlambat. Salah satu dari kalian sudah dipilih. Yang pertama."

Dan besoknya Farhan mati.

Kami pikir dengan meninggalkan desa, perjanjian itu putus.

Kami bodoh.

Bima datang paling pertama. Pukul 03.30.

Dia langsung masuk dan mengunci pintu 3 kali. Wajahnya pucat.

"Sel, dia ngikutin kita," kata Bima. "Tadi di jalan aku ngeliat dia. Di atas jembatan. Berdiri di tengah jalan. Pas aku klakson... hilang."

Aku mengangguk. "Aku juga. Di TV tadi."

YANG LAIN DATANG

Pukul 04.00 Maya datang. Bajunya basah.

"Sel... aku mimpi Farhan. Dia narik aku ke sumur. Bilang 'giliranmu'."

Pukul 04.20 Sinta datang. Dia menangis. "Tiap jam 03.17 kasurku goyang. Ada yang duduk."

Pukul 04.40 Riko datang. Helmnya dia lempar. "Aku diikutin ojol dari kuburan. Ada cewek di belakangku terus."

Kami berlima duduk melingkar di ruang tamu. Lampu dinyalain semua.

Bima mengeluarkan buku catatan. "Dengerin. Waktu di desa, Pak Lurah bilang 6 tumbal. Farhan udah. Berarti sisa 5. Kita harus cari cara mutusin perjanjian ini."

"Gimana caranya?" tanya Maya.

"Ke Pak Ustadz Rahman," jawab Bima. "Dia dulu pernah bilang, perjanjian darah cuma bisa diputus sama darah juga. Atau ada yang rela jadi ganti."

Suasana hening.

Tiba-tiba lampu mati.

GLEDEK

Suara dari kamarku.

Kami semua menoleh.

Dari dalam kamar, terdengar suara perempuan berbisik:

"Selvii... waktunya bayar..."

Riko berdiri. "Itu suara Farhan."

"Tidak," kata Bima. "Farhan cowok. Itu suara Penunggu Gapura."

JEMBATAN DAN GAPURA

Aku memberanikan diri ke kamar.

Di pintu kamar, ada jejak kaki basah. Menuju ke dalam.

Di atas meja rias, ada foto kami berlima waktu KKN. Tapi wajah Farhan dicoret pakai tinta merah.

Dan di belakang foto itu, ada tulisan:

"JEMBATAN ADALAH PINTU. GAPURA ADALAH JAWABAN."

Bima merebut foto itu. "Dia ngasih petunjuk. Kita harus balik ke desa."

"Gila lu Bim!" bentak Riko. "Balik ke sana sama aja bunuh diri!"

"Kalau kita gak balik, dia yang datang ke sini satu-satu," jawab Bima. "Mending kita hadapin bareng-bareng."

Maya menangis. "Aku gak mau mati, Sel..."

Aku memeluk Maya. "Kita gak akan mati. Kita 5 lawan 1."

Tepat jam 05.00, adzan Subuh berkumandang.

Suara bisikan di kamar berhenti. Lampu hidup lagi.

Di HP kami, pesan baru masuk:

"JAM 12 MALAM. GAPURA DESA BAYUNGLENCIR. KALAU TIDAK DATANG, KAMI AMBIL YANG TERLEMAH DULUAN."

Sinta langsung pingsan.

KEPUTUSAN

Pukul 10.00 pagi. Kami ke rumah Pak Ustadz Rahman.

Begitu lihat kami, Pak Ustadz langsung paham.

"Kalian dapat pesan itu ya," katanya.

Pak Ustadz menjelaskan: "Penunggu Gapura itu arwah perempuan yang jadi tumbal pertama 40 tahun lalu. Namanya Nyi Raras. Dia dendam karena dikorbankan Pak Lurah dulu. Sekarang dia mau balas dendam. 6 nyawa setiap 40 tahun."

"Terus cara mutusinnya gimana, Pak?" tanya Riko.

"2 cara," jawab Pak Ustadz. "Pertama, ada yang rela menggantikan semua. Kedua, hancurkan gapuranya di jam 12 malam tepat. Tapi itu bahaya. Kalian bisa ikut mati."

Kami terdiam.

Bima berdiri. "Aku ikut. Kita ke desa malam ini."

Aku juga berdiri. "Aku juga."

Maya, Sinta, Riko saling pandang. Lalu ikut berdiri.

"Kalau mati, mati bareng," kata Maya.

Pak Ustadz menghela napas. "Baik. Aku ikut antar. Tapi ingat. Jam 12 malam itu batasnya. Lewat 1 detik, perjanjian gagal dan dia akan ambil paksa."

PERJALAN

Jam 9 malam. Kami berangkat 5 orang + Pak Ustadz.

Sepanjang jalan, kabut makin tebal.

Di radio mobil, tiba-tiba muncul suara gamelan. Padahal radionya mati.

Di spion, aku melihatnya.

Perempuan berbaju putih. Duduk di jok belakang. Tersenyum ke arahku.

"Selvi," bisiknya. "Aku nunggu kamu."

Aku menjerit. Riko langsung banting setir.

"KONSENTRASI!" teriak Bima.

Jam 11.55. Kami sampai di Desa Bayunglencir.

Desa itu kosong. Tidak ada lampu. Tidak ada orang.

Hanya gapura di ujung jalan. Reot. Dan di bawahnya... ada 5 peti mati.

Di atas setiap peti ada nama: BIMA. MAYA. SINTA. RIKO. SELVI.

Pak Ustadz menatap jam. "Jam 12 kurang 1 menit. Bersiap."

Angin berhenti.

Dari dalam gapura, keluar kabut hitam. Dan dari dalam kabut itu, muncul Nyi Raras.

Wajahnya hancur. Lehernya ada tali.

Dia menatap kami. "Akhirnya kalian datang..."

Jam 12.00 tepat.

1
Nandan Waluya
Mantap ceritanya kak 💪
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sebelum baca BAB 6, aku coba jawab pertanyaan Kak Melda di akhir BAB ini...

Jawabannya adalah...

Salah satu dari seluruh anggota KKN, "sukma jiwa"nya sudah dibawa...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Di akhir BAB, aku bayangin begini:

Aku yang sedari tadi hanya berdiri di depan pintu belakang, hanya tersenyum saat melihat semua obor-obor itu. Namun, senyumanku terlihat datar oleh seluruh teman-teman KKN ku.
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya membayangkan skenario spesial:

Aku (saya maksudnya, hehehe...) akhirnya berjalan santai menuju ke pintu balai desa yang terkunci. Lalu, kupejamkan kedua mataku. Dan mulai bicara dengan mereka semua yang ada di luar...

🤭🤭🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya pasti cuma berdiri aja sambil senderan tembok, menatap satu-satu semua temen KKN. Terus tersenyum aja lihat mereka begitu... hihihi...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya bangun dari rebahan, jalan deketin Selvi, dan bilang sama dia, "Gimana? Mau tukeran posisi ketua sama gue, gak?"
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kalo ada saya di dalam ceritanya, pasti saya udah rebahan santai... sambil bilang, "Nikmati aja dulu... hehehe..."
Author Melda: Nah kan 😈 Cocok jadi ketua penunggu sumur ini mah
"Nikmati aja dulu hehehe" - kata penunggu sumur ke mahasiswa KKN
Fix kakak aku jadiin bos terakhir ya 😂
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Wah, kok saya malah ngerasa semakin seru ya kalo ada di tim mereka??? 🤭🤭🤭
Author Melda: Wkwk sama kak aku nulisnya aja keringetan 😭
Yaudah sini gabung tim KKN Desa Kalijatiny
Posisinya: divisi nganter makanan ke sumur jam 12 malam 🤝
Gaji: 1 nyawa wkwk
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sudah diduga... Pasti warganya keluar malam-malam...
Author Melda: Wkwk pinter banget nebaknya kak 😈
Tapi... yang keluar malam-malam itu bukan warganya doang...
Ada yang "nemenin" mereka juga 👀
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Eh, bentar-bentar... Si nenek itu bisa menjawab salam???
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ini pihak kampusnya gak cari tahu dulu kah soal Desa Kalijatinya???
Author Melda: Bener kak 😭 itu juga yang jadi pertanyaan mahasiswa nya di cerita
Katanya sih "Desa tertinggal, butuh mahasiswa"
Padahal... ada udang di balik batu wkwk
Tunggu plot twist nya di bab selanjutnya yaa
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sumpah, baru BAB pertama aja, udah ngeri banget begini suasana Desa Kalijatinya. Terbayang jelas di imaninasi. Tapi seru juga sih bisa KKN di desa macam gitu... hehehe... 😍😍😍
Author Melda: Hehe makasih udah ngerasain seremnya kak 😈
Tapi... kalau kakak yang KKN di Desa Kalijatiny,
berani gak jaga sumur jam 12 malam sendirian? 👀
Bab 7 udah tayang yaa... siap-siap merinding lagi
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Mending pulang aja gak, sih???
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Berasa kayak mau uji nyali dari pada mau KKN...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Wah, kalau saya ikut di tim mereka, terus dapat ucapan kayak begini sih, langsung merinding sumpah...
na-an
aku gak ngerti deh kak
jadi selvi itu bukan tokoh utama? si selpi siapa? kenapa tiba-tiba muncul?
terus, bukannya sinta sama bima udah meninggal di sumur ya?
terus selvi itu KKN 98??😐
na-an
seru banget kak! sekarang juga udah lebih teratur alurnya. semangat ya!😁
Author Melda: makasih banyak kak na-an! 🥹❤️ seneng banget kalau sampai BAB 14 udah lebih teratur alurnya! BAB 15 nya lagi direview nih kak bentar lagi tayang, KAIN KAFAN SELVI bakal lebih ngeri lagi! ditungguin ya kak!
total 1 replies
#@.Ar.world(。・ω・。)
merinding sih kak ame seram juga pasti terinspirasi sama film kkn ya kak
Author Melda: Hai kak @Ar.world makasih udah mampir di Bab 12! 🥺 Iya kak ada inspirasi dari film KKN, tapi ini kisah nyata dari desaku sendiri kak yang aku kembangin jadi cerita... Tungguin ya kak, Bab 13 Hutan Larangan lebih serem lagi, Maya bakal dicoret! 👻
total 1 replies
Author Melda
Guys menurut kalian BIMA masih bisa diselamatin gak? 😭 Atau dia udah jadi bagian warga tanpa bayangan selamanya? Komen #SaveBima kalau mau Selvi selamatkan Bima, komen #BimaUdahMati kalau udah ikhlasin! Aku baca semua komen kalian!
#@.Ar.world(。・ω・。): waduh kalo menurut ku bima kayaknya gak Selamat
total 1 replies
na-an
maaf kak selpi, boleh dikasih tahu gak nama-nama tokohnya? aku cukup bingung siapa aja karakternya karena muncul tanpa diperkenalkan di bab 1😅
Author Melda: Halo kak na-an makasih banyak udah baca dan udah kasih tau kak! 😭🙏 Maaf banget ya bikin bingung, kemarin di BAB 8-10 memang ada typo nama dari aku, udah aku benerin semua kok kak!

Ini 6 tokoh utamanya ya biar gak bingung lagi:

Tim KKN 6 orang:
1. SELVI - aku sendiri, ketua KKN
2. MAYA - sahabat aku, yang peka sama hal gaib
3. SINTA - yang paling cantik
4. RIKO - yang bawa kamera terus
5. BIMA - yang badan besar (yang hilang di sumur)
6. FARHAN - yang kocak

Maaf ya kak kalau sempet muncul nama lain selain 6 itu, itu salah ketik aku. Sekarang udah fix semua! Makasih ya udah ingetin, komen kakak membantu banget! Ditunggu lanjutannya di BAB 11 yaa ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!