NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di mata teman-temannya yang sombong, Saka hanyalah "si beban" yang lamban, miskin, dan tak punya masa depan, sering kali menjadi bahan rongsokan ejekan dan perundungan. Namun, di balik senyum polos dan sikapnya yang kelihatannya bodoh itu, Saka menyembunyikan rahasia besar: dia adalah pewaris tunggal kemampuan mistis Raja Fengshui yang mampu melihat aliran Qi, pendar aura barang antik tak ternilai, hingga nasib malang-mujur seseorang hanya dalam sekali tatap. Sambil membiarkan musuh-musuhnya tertawa di atas ketidaktahuan mereka, Saka diam-diam meraup keberuntungan dari barang-barang pusaka yang dianggap remeh, menunggu momen paling tepat di sebuah pelelangan elit untuk membongkar kedoknya, menghancurkan harga diri mereka, dan memaksa dunia berlutut di hadapan sang Raja Fengshui yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Malam akhirnya turun menyelimuti kota dengan gemerlap lampu jalanan yang sangat menyilaukan mata. Angin malam berhembus cukup kencang membawa hawa dingin yang perlahan menusuk tulang.

Saka berdiri terdiam di depan pelataran lobi Hotel Grand Mulia yang luar biasa megah. Bangunan bertingkat dengan pilar-pilar marmer raksasa itu menjulang tinggi seolah menantang langit malam.

Dia hanya mengenakan kemeja kotak-kotak kusam dan celana bahan kain yang ujungnya sudah sedikit berserabut. Penampilannya benar-benar sangat kontras dengan deretan mobil sport mewah dan para tamu elegan yang berlalu lalang di sekitarnya.

"Woi gembel, ngapain lo bengong di situ kayak patung selamat datang." Suara cempreng Kevin tiba-tiba memecah lamunan Saka dari arah belakang.

Saka menoleh perlahan dan melihat sebuah mobil sedan merah mengkilap baru saja berhenti tepat di pelataran VIP. Ciiiit. Suara rem mobil itu berdecit pelan menyisakan sedikit bau karet ban yang bergesekan dengan aspal.

Rio keluar dari kursi kemudi mengenakan setelan jas hitam mahal yang memantulkan cahaya lampu hotel dengan sangat elegan. Dia merapikan kerah bajunya dengan gaya angkuh lalu menatap Saka dari atas sampai bawah dengan pandangan sangat merendahkan.

"Gila lo Ka, gue kan nyuruh lo datang pakai baju biasa aja tapi kenapa lo malah pakai gombal pel begini." Rio menggelengkan kepalanya dengan raut wajah pura-pura prihatin namun matanya memancarkan kepuasan.

"Lo beneran bikin gue malu aja bawa kacung modelan begini ke tempat mewah." Tambah Rio dengan nada suara yang sengaja dikeraskan agar beberapa orang di sekitar mereka ikut mendengar.

Kevin yang baru keluar dari pintu penumpang langsung tertawa terbahak-bahak memegangi perutnya. "Hahaha Bos Rio, mending dia datang pakai baju begini daripada telanjang kan."

"Lagian cocok kok Bos bajunya sama muka dia yang memelas kayak orang belum makan seminggu." Ucap Kevin melanjutkan ejekannya tanpa mempedulikan perasaan Saka sama sekali.

Saka hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam dan memaksakan senyum canggung yang terlihat sangat menyedihkan. "Maaf Bos Rio, ini satu-satunya kemeja paling bagus yang saya punya di kosan." Jawab Saka dengan suara pelan dan bergetar dibuat-buat.

"Halah alasan aja lo miskin, yaudah buruan angkat tas di bagasi belakang itu." Perintah Rio sambil melemparkan kunci mobilnya ke arah perut Saka dengan kasar.

Tep.

Saka menangkap kunci itu dengan sigap lalu bergegas menuju bagian belakang mobil merah tersebut.

Dia membuka bagasi dan mendapati dua buah tas koper berukuran sedang yang entah apa isinya namun terasa sangat berat saat diangkat. Selain itu ada satu kotak kayu berlapis beludru merah yang Saka yakini berisi guci palsu kebanggaan Rio.

"Hati-hati bawa kotak merah itu gembel, isinya guci Dinasti Ming puluhan juta yang nggak bakal bisa lo beli seumur hidup lo." Bentak Kevin saat melihat Saka mengangkat kotak tersebut.

"Kalau sampai lecet sedikit aja gue pastikan lo kerja rodi seumur hidup buat ganti rugi ke Bos Rio." Ancam Kevin sambil menunjuk tepat ke depan hidung Saka.

"Iya Vin, saya janji bakal bawa barang-barang ini pelan-pelan kayak bawa nyawa saya sendiri." Balas Saka dengan wajah ketakutan yang sengaja dilebih-lebihkan.

Di dalam hatinya Saka sedang tertawa keras menertawakan kotak beludru merah yang dijaga dengan sangat ketat itu. "Nyawa dari mana, barang rongsokan dari pasar malam begitu saja lagaknya sudah seperti menjaga harta karun negara." Batin Saka penuh ejekan.

Rio berjalan mendahului mereka dengan dada membusung bangga menuju pintu masuk utama hotel yang dijaga ketat. Kevin mengekor tepat di belakangnya seperti seekor anjing peliharaan yang sangat setia.

Saka berjalan terseok-seok paling belakang membawa dua koper berat dan satu kotak beludru itu menaiki tangga lobi. Napasnya dibuat terengah-engah seolah beban yang dibawanya benar-benar akan menghancurkan tulang punggungnya.

Baru saja Rio hendak menyerahkan undangan peraknya ke petugas keamanan di pintu masuk tiba-tiba suasana lobi menjadi sangat hening. Sebuah mobil limusin hitam panjang dan sangat mewah berhenti mulus tepat di samping pintu masuk utama.

Semua mata pengunjung yang ada di lobi langsung tertuju pada pintu mobil tersebut dengan pandangan penuh rasa penasaran.

Tok tok.

Seorang supir berseragam rapi turun lebih dulu dan membukakan pintu belakang dengan sangat hormat.

Seorang gadis muda dengan gaun malam berwarna putih bersih melangkah keluar dari dalam mobil tersebut. Wajahnya sangat cantik alami tanpa riasan berlebihan dengan rambut hitam panjang yang tergerai indah tertiup angin malam.

Aura keanggunan dan kemewahan memancar kuat dari setiap inci tubuh gadis itu membuat semua pria di sana menahan napas kagum. Gadis itu adalah Anya yang merupakan putri tunggal dari keluarga konglomerat Adijaya penguasa bisnis properti terbesar di kota ini.

"Wah gila Bos, itu kan si Anya makin cantik aja dia malam ini." Bisik Kevin dengan mata terbelalak lebar nyaris meneteskan air liur.

Rio segera merapikan jasnya lagi dan memasang senyum paling menawan yang dia miliki di wajahnya. "Ini kesempatan emas gue Vin, perhatikan baik-baik gimana cara cowok elit menaklukkan hati tuan putri." Balas Rio dengan rasa percaya diri yang meluap-luap.

Rio berjalan menyamping memotong antrian masuk dan berdiri tepat di jalur yang akan dilewati oleh Anya. "Selamat malam Anya, tidak kusangka kita bisa bertemu di acara lelang semegah ini." Sapa Rio dengan suara yang dibuat seberat dan seramah mungkin.

Anya menghentikan langkahnya sejenak dan menatap Rio dengan pandangan datar yang sangat dingin. "Malam, maaf kamu siapa ya." Jawab Anya singkat tanpa basa-basi sama sekali.

Senyum di wajah Rio sedikit memudar mendengar jawaban telak yang sangat meruntuhkan harga dirinya itu. Namun dia dengan cepat menguasai keadaannya lagi dan kembali tersenyum ramah.

"Aku Rio teman satu kampusmu dulu di fakultas bisnis masa kamu sudah lupa." Ucap Rio mencoba mengingatkan gadis cantik itu.

"Oh teman kampus, maaf aku tidak terlalu memperhatikan orang-orang di luar lingkaran pertemananku." Balas Anya dengan nada suara yang sangat sopan namun terasa menusuk ke ulu hati.

Rio menelan ludah paksa mencoba menahan rasa malu yang mulai menjalar ke wajahnya. "Iya tidak apa-apa, kebetulan malam ini aku bawa barang antik berharga loh buat dilelang di dalam." Ucap Rio mulai memamerkan tujuannya.

Rio menoleh ke belakang dan memberi kode keras dengan tangannya ke arah Saka. "Woi Saka bawa ke sini kotak merahnya cepat, kasih lihat ke Anya barang mahal gue." Perintah Rio dengan nada sok berkuasa.

Saka melangkah maju dengan susah payah pura-pura kesulitan mengatur keseimbangan tubuhnya karena koper yang berat. Dia menyodorkan kotak beludru merah itu ke depan dada Rio dengan gerakan kaku.

"Ini dia Anya, guci asli dari Dinasti Ming yang baru saja aku dapatkan dari kolektor rahasia." Ucap Rio sambil menepuk pelan kotak merah di tangan Saka.

Anya hanya melirik sekilas ke arah kotak merah itu tanpa minat sedikitpun. Namun saat pandangannya tidak sengaja beralih menatap wajah pemuda lusuh yang membawakan kotak itu matanya tiba-tiba memicing tajam.

Saka membalas tatapan Anya sedetik lalu dengan cepat menundukkan kepalanya lagi memasang ekspresi polos. Pada detik yang sama suara sistem berdengung pelan di dalam kepala Saka.

[Mendeteksi target bernama Anya Adijaya di hadapan Master.]

[Status: Target dikelilingi oleh aura ungu misterius yang menandakan penyakit kutukan garis keturunan.]

[Peringatan: Energi Qi di sekitar target sangat kacau dan berpotensi merusak barang-barang pusaka di dekatnya.]

1
pricilia
sangat seru alur certanya
Angel
cerita nya tidak membosan kan😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!