cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bibit pelakor
Di siang yang terik Dimas Anggara yang telah selesai dengan pekerjaannya, kini segera tancap gas menuju butik madam Mery dimana mama plus Azizah tengah melakukan fitting baju untuk acara pernikahannya nanti.
Di tengah perjalanan Dimas mendapatkan telpon dari seseorang yang dulu pernah mengisi hatinya sewaktu mereka menempuh pendidikan di masa SMA.
Angel dia adalah satu-satunya orang dulu yang pernah mengisi ruang hatinya, angel adalah gadis manis keturunan cina, tubuhnya langsing, tingginya 160 cm, matanya sipit, bibirnya sedikit tebal, dan hidungnya sedikit mancung, jika tersenyum akan muncul lesung Pipit di pipinya.
Bukan hanya soal kecantikan wajah, dia juga seseorang yang ceria, cerdas, dan berisik. Terlalu berisik menurut Dimas yang notabenenya sosok laki-laki yang datar dan dingin.
Setelah beberapa saat Dimas yang nampak bingung sekaligus deg deg degan, pasalnya Dimas dan angel telah Los kontak semenjak di kabarkan bahwa angel telah di jodohkan dengan salah satu anak teman bisnis papanya.
Setelah beberapa saat memandangi nomor yang menghubunginya Dimas akhirnya menjawab sambungan telepon tersebut.
" Ya angel" ucap Dimas
" Hai Dimas, tolong!" ucap angel dari sebrang sana
" Iya kamu butuh bantuan apa? kamu kenapa?" tanya Dimas sambil mengernyit heran karena ujuk-ujuk telpon dan ujuk-ujuk minta tolong.
" Tolong selamatkan aku, aku takut Dimas sih Nico laki-laki yang di jodohkan dengan aku kini dia sedang mengejarku! Dia mabuk dan dia ingin lecehkan aku! Huwaaa tolong aku takut" ucap angel dan terdengar Isak tangisannya
" Kamu ada dimana sekarang, Sherlock sekarang aku akan datang!" ucap Dimas tanpa pikir panjang Dimas segera tancap gas menuju tempat angel berada.
Sedangkan angel kini tengah bersembunyi di dalam ruangan kamar VIP yang terdapat di sebuah hotel berbintang.
Entahlah angel ini sebenarnya bersembunyi atau memang dia mempunyai hal lain yang di tujukan oleh Dimas.
Pasalnya sekarang angel tengah duduk manis di atas ranjang, dengan baju kurang bahan yang melekat pada tubuhnya.
" Maaf Dimas aku menghubungi karena hanya kau satu-satunya orang yang bisa selamatkan aku dari jurang kemiskinan" ucap angel
" Hanya kau Dimas, keluargaku hancur ayah dan ibuku meninggal dunia karena serangan jantung. Mereka syok karena bisnis yang selama ini mereka bangun dengan susah payah di renggut oleh sahabat karibnya yang telah sangat di percaya bahkan telah di anggap seperti saudara ternyata menusuk ayah dari belakang" gumam angel
" Hanya kau yang bisa bantu aku kembali ke dalam gelimang harta dan membantuku membalas dendam kepada keluarga Nico" ucap angel
" Tunggu kau Nico cepat atau lambat aku akan ambil balik apa yang kau ambil dari keluargaku dan akan aku buat kau menangis memohon-mohon berlutut di kakiku" ucap angel dengan menatap pantulan wajahnya di meja rias.
Kini angel memulai aksinya, dia merobek sedikit lengan bajunya agar terlihat seperti korban pelecehan, dia acak-acak rambutnya dan tak lupa memberi sedikit goresan di lengan agar nampak begitu meyakinkan tatkala Dimas melihatnya.
" Oh ya 1 lagi aku akan memasang aroma terapi yang bisa membuat Dimas haus akan belaian dan berakhir di dalam dekapanku" ucap angel
*___&&&
Di tempat lain kini Azizah telah keluar dari ruang ganti dengan memakai gaun pengantin yang sangat indah yang membuat aura kecantikannya menguar tidak terkira.
Mama Casandra yang melihatnya tak bisa menyembunyikan kekaguman dan senyum mereka di wajahnya.
" Sempurna, kau sunggu sempurna sayang" ucap Casandra sambil memandangi penampilan Azizah dari atas ke bawah
" Jangan kayak gitu ma, aku... Malu" ucap Azizah sambil menundukkan kepala
" Hey No! Mantu mama harus percaya diri No nunduk No malu harus tegak harus percaya diri" ucap Casandra sambil menyentuh kedua pipi Azizah
" Tapi jujur aku gak percaya diri ma, aku masih merasa kurang pantas bersanding dengan mas Dimas yang sempurna dan dari keluarga berada, sedangkan aku...."
" Jangan begitu zizah, kamu jauh lebih berharga dari yang kamu tau" ucap Casandra
" Sebenarnya apa yang mama suka dari aku yang orang tak punya ini, bahkan aku hanya seorang yatim piatu dan penjual cilok" ucap Azizah sambil menatap wajah Casandra
" Kamu baik, kamu apa adanya, kamu pekerja keras dan mama suka itu. Di luar sana memang ada wanita yang lebih cantik bahkan lebih kaya darimu tapi tak banyak dari mereka hanya mementingkan dirinya sendiri dan menghalalkan segala cara untuk meraih dan menunjang gaya hidupnya" ucap Casandra sambil menatap wajah Azizah
" Jadi stop insecure Ok " ucap Casandra sambil tersenyum menatap wajah Azizah
" Terimakasih ma, makasih sudah mau menerimaku sebagai menantu mama" ucap Azizah dengan mata berkaca-kaca
" Hey stop, jangan nangis nanti kalau Dimas lihat di sangkanya mama jahatin kamu lagi" ucap mama Casandra sambil mencubit pipi Azizah
" Mana sih Dimas katanya mau kesini, tapi kok gak sampai-sampai" ucap Casandra sambil melihat jam tangan di tangannya
" Memangnya mas Dimas mau kesini ma?" tanya Azizah
" Iya zizah, tadi dia hubungi mama katanya mau susul kesini" ucap Casandra
" Mungkin kena macet ma, oh ya ma aku ganti bajunya dulu ya aku takut bajunya rusak kalau aku pakai terus" ucap Azizah
" Ya sudah lagian mama juga laper, tapi tunggu sebentar mama mau foto kamu dulu pakai gaun itu biar nanti mama tunjukin ke Dimas" ucap Casandra
Setelah sesi potret memotret selesai kini Azizah dan Casandra segera melakukan pembayaran dan segera menuju ke restoran terdekat.
Sebelum ke restoran Azizah dan Casandra menyempatkan untuk menjemput Arofik di sekolah.
*____
Di parkiran hotel yang kini Dimas kembali memastikan kebenaran tempat Sherlock yang di berikan angel, pasalnya Dimas mengira angel sedang berada di hutan atau di pinggir jalan sepi tapi begitu sampai ternyata hotellah tempat angel berada.
" Nih angel beneran di lecehkan di sini atau dia....." Gumam Dimas sambil menatap bangunan megah di hadapannya
" Kalau dia ada di sini kenapa tidak meminta bantuan petugas keamanan di hotel ini?" ucap Dimas
Setelah beberapa menit kemudian Dimas memutuskan untuk masuk ke dalam hotel tersebut, demi menjaga keamanan angel dan demi kenyamanan hatinya Dimas meminta bantuan kepada petugas ke amanan untuk membantunya untuk menemukan angel dan menyelamatkannya.
" Mari pak anda jalan dulu, saya akan ikuti anda dari belakang" ucap para petugas keamanan
" Baik pak, tapi apa anda sudah menyiapkan alat untuk mengikat pelaku?" ucap Dimas
" Tenang saja pak, kami sudah berpengalaman maka bapak tak perlu khawatir" ucap salah satu petugas keamanan
" Mari pak kita berdoa dulu sebelum melakukan aksi heroik ini, berdoa mulai" ucap Dimas