NovelToon NovelToon
Balas Dendam Putri Terbuang

Balas Dendam Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Marwiyah Ningsih

seorang wanita yang hidup di zaman kerajaan,di usir oleh keluarga ibu dan ayahnya,dia bahkan terpaksa jadi seorang pengemis di jalanan.
bahkan tunangannya yang dia percayai mengkhianati nya.hidup sengsara membuat wanita itu putus asa,di harapan terkahir nya dia pergi kerumah ibu kandungnya,tapi justru ibunya mengusir nya dan lebih menyayangi putri dari suami kedua nya.
wanita itu begitu terpukul,dia teringat ayahnya yang di asingkan di perbatasan,hanya karna kejahatan yang di lakukan oleh ibunya.
putus asa,wanita itu memilih mengakhiri hidupnya,tapi tiba-tiba dia malah hidup kembali dan mendapatkan sistem yang membantu nya.
dari di remehkan dan di hina,menjadi wanita terkaya di seluruh negeri,namanya terkenal dimana-mana,bahkan sang kaisar yang berkuasa tunduk padanya.
bagaimana kah kelanjutan kisah selanjutnya ?
yuk mampir di cerita aku yah,, terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keinginan Hana

Hana menatap Kaisar lurus. "Yang Mulia, hamba datang untuk dua hal."

Kaisar menegakkan tubuhnya. "Katakan."

"Pertama, hamba ingin mendirikan toko obat di ibu kota. Toko itu akan menjual obat-obatan murah untuk rakyat. Kedua, hamba juga akan membuka dapur umum yang menyediakan makanan gratis untuk rakyat miskin di tiga distrik termiskin."

Kaisar terkejut. Matanya membesar. "Benarkah itu, Hana? Kau... kau mau membantu rakyatku?"

Dalam hatinya Kaisar merasa lega luar biasa. Ini jawaban doanya. Tapi ia tetap menjaga wajah seriusnya.

Hana tersenyum misterius. "Belum selesai, Yang Mulia. Hamba juga sudah mendengar bahwa Yang Mulia sedang kesulitan mengirimkan makanan ke perbatasan. Kas negara kosong, tapi prajurit di sana dipimpin oleh Jenderal Dominic. Jika mereka kelaparan, kerajaan akan jatuh."

Kaisar terbelalak. Ia menahan napas. "Bagaimana kau bisa tahu tentang masalah perbatasan? Itu rahasia kerajaan!"

Hana hanya tersenyum tanpa menjawab. Senyumnya penuh misteri, membuat Kaisar merinding.

Kaisar menghela napas. Ia tidak berani bertanya lagi. Ia sudah tahu, wanita di depannya bukan wanita biasa.

Hana merogoh lengan jubahnya dan mengeluarkan sebuah peti kayu kecil. Ia meletakkannya di meja di hadapan Kaisar. "Di dalam ini ada 50.000 keping emas. Gunakan untuk membeli gandum, daging, dan obat-obatan untuk prajurit di perbatasan. Kirim segera sebelum mereka mati kelaparan."

Kaisar membuka peti itu. Matanya berkaca-kaca melihat tumpukan emas berkilau. Ia tertawa bahagia, tawa lega yang sudah lama tidak ia rasakan. "Hahaha! Hana, kau menyelamatkan kerajaan ini! Katakan, hadiah apa yang kau inginkan? Tanah? Gelar bangsawan? Jabatan untuk ayahmu?"

Hana menggeleng pelan. "Hamba tidak butuh hadiah, Yang Mulia. Hamba hanya ingin rakyat tidak mati kelaparan. Dan Ayahku dihormati."

Kaisar menatap Bima dengan kagum. "Kau beruntung punya putri seperti dia, Bima."

Bima hanya tersenyum dan menunduk hormat.

" dan saya sangat bangga pada Hana,,semoga yang mulia juga mendapatkan keberuntungan itu " jawab bima dengan tersenyum lembut.

kaisar tertawa kecil dan mengangguk, seperti nya dia akan menganggap Hana dan bima seperti keluarga nya sendiri mulai hari ini.

 

Di Balik Tirai Sutra

Tidak jauh dari ruang pribadi kaisar.di balik tirai sutra kuning, sepasang mata mengintip.

Itu Pangeran Mahkota, yang bernama Alexander. Usianya 22 tahun, tinggi, wajahnya tampan dengan alis tebal dan mata tajam. Ia pewaris tahta. Selama ini ia hidup santai, tidak peduli urusan kerajaan. Tapi hari ini, ia penasaran dengan wanita bernama Hana yang membuat Kaisar dan Perdana Menteri tunduk.

Saat melihat Hana duduk anggun, berbicara tenang di hadapan Kaisar, jantung Alexander berdegup kencang. Jubah hitam Hana, rambutnya yang digerai, tatapannya yang dingin tapi berwibawa... semuanya membuat dadanya sesak.

"Siapa wanita itu?" bisik Alex dalam hati. "Kenapa setiap gerakannya membuatku tidak bisa bernapas? Kenapa aku merasa pernah mengenalnya?"

Ia tidak berkedip. Tatapannya penuh kagum. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Pangeran Mahkota jatuh cinta pada pandangan pertama. Jatuh cinta pada wanita yang baru saja membantai 20 pengawal dan menjual sepupunya ke rumah bordil.

Di sisi lain tirai, Putri Mahkota, Elina cahaya, berdiri dengan tangan terlipat di dada. Wajahnya cantik, tapi ekspresinya angkuh. Ia mengenakan hanfu merah muda dengan sulaman emas.

"Siapa wanita kampungan itu?" desis Elina pelan, suaranya penuh jijik. "Berani-beraninya dia duduk di depan Ayah dengan sikap seenaknya. Tidak tahu aturan istana. Pasti dia hanya wanita serakah yang ingin merebut harta kerajaan!"

Alex sontak menoleh ke adiknya. "Diam, Elina. Kau tidak tahu apa-apa. Wanita itu... dia luar biasa."

Elina mendengus. "Kak! Kau gila! Dia pembunuh! Dia menjual Luna! Dia durhaka pada kakek dan neneknya! Wanita seperti itu tidak pantas dekat dengan keluarga kerajaan!"kecam nya,dia sudah mendengar kabar itu,dan dia merasa geram pada Hana karna berani menjual' sahabat nya Luna ke rumah bordil,, ingin menghukum nya,tapi dia takut.

Alex tidak menjawab. Matanya kembali ke Hana. Ia menggumam pelan. "Wanita seperti itulah yang pantas jadi Permaisuri Sanata."

Elina terbelalak mendengar itu. Wajahnya memerah karena marah. "Kakak! Kau berani mengatakan itu? Aku akan mengadu pada Ibu Suri! Oh tunggu... Ibu Suri sudah diasingkan karena wanita itu juga,dia memang pembawa masalah,,sejak kehadiran nya kerajaan ini menjadi kacau oleh nya "sinis Elina menatap tajam Hana.

Alex tersenyum tipis. "Makanya diam, Elina. Kalau kau tidak mau bernasib sama seperti Luna dan ibu suri"Alex tidak terlalu peduli pada ibu suri neneknya,, karna wanita tua itu selalu saja menyudutkan nya.

Elina menggigit bibirnya. Ia menatap Hana dengan kebencian. "Aku tidak akan tinggal diam. Wanita itu harus diusir dari kerajaan ini. Atau... harus mati."batinnya.

 

Kembali di Ruang Singgasana

Kaisar berdiri dari singgasananya dan menghampiri Hana. "Hana, mulai hari ini kau adalah tamu kehormatan istana. Toko obat dan dapur umummu akan dapat izin khusus. Tidak ada pajak. Tidak ada pungli."

Hana berdiri dan membungkuk sedikit. "Terima kasih, Yang Mulia."

Bima juga ikut berdiri. Tubuhnya yang kini berisi membuatnya tampak seperti jenderal muda.

Kaisar menatap Bima. "Bima, sebagai Pejabat Tingkat Dua, aku tugaskan kau mengawasi pengiriman makanan ke perbatasan. Kau akan berangkat lusa bersama konvoi pertama."

Bima mengepalkan tangan. Matanya berkaca. "Hamba siap, Yang Mulia. Hamba akan memastikan tidak ada prajurit yang mati kelaparan."

Hana tersenyum melihat ayahnya. "Ayah, kau pasti akan menjadi jenderal hebat seperti yang ayah impikan."semangat Hana,yang membuat bima tersenyum mengangguk pada putrinya.

Kaisar menoleh ke arah tirai. Ia tahu putra dan putrinya mengintip. "Alexander, Elina, keluarlah."

Tirai disibak. Alexander melangkah keluar dengan gagah. Elina mengikuti dengan wajah cemberut.

Alex langsung membungkuk hormat pada kaisar,Hana dan bima dia begitu sopan dan tidak pernah meremehkan orang bawah. "Hamba pangeran mahkota Alexander. Senang bertemu dengan Nona Hana. Nama Nona sudah menjadi legenda di seluruh istana."

Hana menatapnya sekilas lalu mengangguk datar. " terimakasih pujian nya Yang Mulia Pangeran."

Alexander gugup. Jantungnya berdebar. Ia ingin mengatakan sesuatu, tapi kata-katanya tercekat di tenggorokan.

Elina maju selangkah. Ia menatap Hana dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan. "Jadi kau Hana? Wanita yang katanya membunuh 20 pengawal dan menjual sepupu sendiri? Kau tidak punya sopan santun sedikit pun. Berlututlah saat berbicara dengan Putri Mahkota!"

Suasana langsung tegang.

Hana menoleh ke Elina. Mata hitamnya menatap lurus. Tidak ada amarah. Hanya dingin.

"Putri Mahkota," ucap Hana pelan. "Sopan santun tidak diukur dari berapa kali seseorang berlutut. Sopan santun diukur dari hati. Dan hati Yang Mulia Putri... terlalu kotor untuk bicara tentang sopan santun."

Elina terbelalak. Wajahnya memerah. "Kau! Berani kau menghina aku!"

Kaisar batuk keras. "Elina! Cukup! Hana adalah tamu kehormatan!"

Elina menggertakkan gigi. Ia menatap Hana dengan penuh kebencian, lalu berbalik dan pergi sambil mengibaskan hanfunya.

Alex menatap punggung adiknya, lalu menatap Hana lagi. Ia membungkuk lebih dalam. "Maafkan adik hamba, Nona Hana. Dia masih muda dan bodoh."

Hana tidak menjawab. Ia hanya menggandeng tangan Bima. "Ayah, kita pulang. Kita masih harus menyiapkan konvoi untuk perbatasan."

Mereka berdua berjalan keluar ruang singgasana. Langkah mereka beriringan.

Alex masih berdiri di tempat, menatap punggung Hana yang menjauh. Dadanya terasa sesak.

"Gila... aku benar-benar gila," bisiknya. "Tapi aku tidak peduli. Wanita itu... aku harus mendapatkannya."batinnya,,dan kaisar tidak menyadari itu.

sedangkan Di luar, kabar tentang kedatangan Hana dan Bima di istana menyebar cepat. Para pelayan berbisik. Para menteri ketakutan. Nama Hana Kusuma kini bukan hanya membuat Kaisar tunduk. Ia mulai menguasai hati kerajaan.

Dan di ujung kota, gerobak berisi Luna tiba di rumah bordil distrik selatan. Teriakan Luna malam ini akan jadi musik pengantar tidur bagi Hana.

1
Dinda
mantap kak
Dinda
puas bangat😍
Dinda
kejam,,dunia kejam bagi orang miskin.
Dinda
kasihan Hana semoga saja semua orang yang menyakiti nya, mendapatkan balasan yang setimpal !
Dinda
Hana balas Mereke semua
Dinda
jahat bangat keluarga nya
Osie
prajurit songong..jenderalnya pun songong..dikasih bantuan makanan bukannya terimakasih tapi malah bikin rusuh..sombong amir..aku doain deh moga author bikin tuh jenderal bucin akut sama hana dan ditolak sama hana..biar tau rasa dia
Osie
kesalahan 18thn lalu kenapa tdk dikuak biar ketahuan siapa penjahat sebenarnya
Osie
hana miris bgt hidupmu
Osie
baru baca udah es mosi aja aku ma tuh keluarga
Arni Lisa
makanya jadi orang jng sombong apa lagi menghina orang, tuh kena karmanya gimna rasanya hmm... nggk enak kan, makanya kalau punya mulut tuh di jaga juga... hihihihi...
Sekar
wow mantap thor😍😍💪💪
deni alfian
jangan sampai hana menderita lagi author,kasihan buatlah hana menjadi gadis kejam.
deni alfian
kasihan hana
Arni Lisa
jngan samapai lolos satupun hana.. habis kan atau ratakan kediaman kakeknya... hihihi
Arni Lisa
haduh ibu suri gimna c bisanya bacot doang, mangnya nggk tau apa prajut yg 300 mati tak bersisa hidup... mau istana diratakan... rayakan aja istana.. kejam2 sekalian.. sekalian ambil alih istana... hahahha
Sekar
mantap thor😍😍💪💪
Yue Li MZy
lanjutt KA uthor,seru bgtt 💪🏻👍🏻👍🏻
Caty Chanel
lanjut kk
Arni Lisa
lanjut kak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!