NovelToon NovelToon
TIRAKAT 5

TIRAKAT 5

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Misteri
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata dari narasumber (Nisa dan Gendis).
.
.
.
SERIES KE LIMA DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Kini... Gendis sudah menjadi anak angkatku, dengan nama baru yaitu "Harum" yang kuberikan untuknya...

Harum menjalani kehidupan barunya bersamaku, setelah tragedi yang hampir merenggut sukma jiwanya di pondok pesantren daerah Kediri itu...

Aku menjalani kehidupan yang bahagia bersama Harum, tapi juga dengan segala bahaya yang mengintai jiwaku dan jiwanya...

DISCLAIMER!
Jika terdapat kesamaan detail nama tokoh, latar tempat, seni, budaya, agama, dan jenis laku tirakat tertentu dengan para pembaca, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 PENJELASAN DARI SEKAR ARUM KEPADAKU

.....

.....

.....

(Saya sebagai penulis, akan menjelaskan sedikit tentang BAB 15 sebelumnya. Supaya para pembaca tidak bingung dengan alur dalam BAB 15 itu ya...)

(Di BAB 15, jiwa/kesadaran Harum "dipaksa" masuk ke dalam memori Nisa di masa lalu. Yaitu memori Nisa yang berhasil pindah dimensi ke masa kerajaan, dimana Sekar Mayang dan Dayang Putri terungkap asal-usulnya. Dan memori ghoib Nisa yang berhasil dimasuki dimensi ghoib Harum, itu ada di TIRAKAT 3 - BAB 24.)

(Jadi, alur di BAB 15 sebelumnya adalah DIMENSI GHOIB HARUM MAMPU MENEMBUS KE DALAM DIMENSI GHOIB NISA.)

.....

.....

.....

((Kita lanjutkan ceritanya, masih di sudut pandang Harum))

"NGIIIIIING...!!!"

Telingaku berdenging kencang saat segalanya berubah menjadi warna kuning keemasan yang sangat menyilaukan mataku ini.

"Aaahhh!!!" suaraku keluar sambil menutupi kedua mataku yang terasa sangat silau ini.

Dan, suara dengingan itu pun menghilang. Serta warna kuning keemasan itu pun memudar perlahan.

Ku buka kedua mataku.

Sampai berkedip cepat beberapa kali.

Dan, ternyata aku sudah berpindah tempat lagi.

Kini, aku sudah terduduk di sebuah kursi kayu panjang. Dan ternyata, Sekar Arum juga sudah ada lagi di sebelahku. Ia juga duduk, berdampingan denganku.

Dengan suasana di sekitar yang tampak kosong. Hanya berwarna putih bersih. Dan hanya ada kami berdua yang sudah duduk di kursi kayu panjang ini.

Aku diam sesaat, sambil memandangi wajahnya. Namun, isi kepalaku dipenuhi dengan banyak pertanyaan.

Sekar Arum pun tersenyum padaku.

Seolah Sekar Arum sudah tahu apa yang ku pikirkan, ia pun berkata padaku.

"ITU SEMUA ADALAH MASA LALU IBUMU..."

Dan, aku pun mengangguk pelan. Tanpa menjawab ucapannya.

Kemudian, Sekar Arum pun memulai penjelasannya padaku.

"HARUM..."

"Iya?"

"MASA LALU IBUMU ITU SANGAT PENUH PERJUANGAN BATIN YANG HEBAT." katanya, sambil tangan kanannya mulai menggenggam tanganku.

"DAN KAMU SUDAH KU AJAK MELIHAT SEBAGIAN PERJUANGAN IBUMU ITU DI MASA LALUNYA." tambah Sekar Arum.

"Iya, Sekar Arum... Terima kasih ya..." jawabku, sambil tersenyum padanya.

Setelah itu, Sekar Arum melepas genggaman tangannya dari tanganku. Ia pun berdiri di depanku.

"HARUM..."

"Iya Sekar Arum?"

"SEKARANG, DENGARKAN BAIK-BAIK PESANKU UNTUKMU..."

"Apa itu?" tanyaku sedikit penasaran.

"IBUMU SUDAH MEMILIKI DUA SOSOK PENJAGA YANG SETIA, MAKA KAMU PUN HARUS MENGHORMATI MEREKA YA..."

Aku pun langsung tahu, siapa sosok "dua penjaga" ibuku" yang dikatakan oleh Sekar Arum.

Dan, aku langsung bertanya untuk memastikan, "Sekar Mayang dan Dayang Putri kan?"

"IYA..." jawab Sekar Arum.

"DUA SOSOK ITU JUGA YANG SUDAH MEMBANTU IBUMU, UNTUK MENYELAMATKAN JIWAMU DARI GENGGAMAN SOSOK PESUGIHAN KEDUA ORANG TUA KANDUNGMU." tambah Sekar Arum.

"JADI, TOLONG, KAMU PUN HARUS MENGHORMATI MEREKA YA. SAMA SEPERTI MENGHORMATI NISA, IBUMU." tambahnya lagi.

Aku pun tersenyum, menerima dengan jelas pesan Sekar Arum, sambil berkata, "Iya Sekar Arum... Aku ngerti kok..."

Dan, Sekar Arum pun membalas senyumanku.

Akan tetapi, sedetik kemudian, muncul satu pertanyaan dalam kepalaku.

Dan, lagi-lagi, seolah Sekar Arum sudah mengetahuinya, ia berkata padaku, "TANYAKAN SAJA HARUM, JANGAN KAU TAHAN PERTANYAANMU..."

"Emmm..." sedikit ragu aku ingin bertanya, meski Sekar Arum sudah menyuruhku.

Lalu, Sekar Arum pun kembali mendekat, dan duduk di sebelah kananku.

Sambil kembali membelai kepala dan rambut panjangku, ia berkata sekali lagi, "JANGAN RAGU HARUM..."

Akhirnya, ku tanyakan saja apa yang muncul dalam kepalaku ini.

"Kalo Ibuku udah punya dua sosok penjaga, terus aku siapa yang jagain?"

Mendengar pertanyaan polosku itu, Sekar Arum pun tersenyum dengan sangat manis.

Dan, kemudian, ia memegang daguku dengan tangan kanannya. Membuat wajahku sedikit lebih tinggi terangkat. Menatap lurus ke wajahnya.

Lalu, Sekar Arum menjawab...

"NISA DAN AKU LAH YANG AKAN MENJAGAMU HARUM..."

Aku pun langsung merasakan sebuah energi besar, mengalir ke dalam darahku, membuat hatiku langsung merasa sangat tenang dan nyaman.

"HARUM..." panggilnya, dengan sangat lembut, selembut suara Nisa, Ibuku.

"Iya?"

"MASA DEPANMU AKAN BANYAK BAHAYA. TAPI, JANGAN TAKUT. KARENA---"

Belum selesai Sekar Arum berkata, aku langsung memotong ucapannya...

"Karena ada Ibuku dan kamu kan Sekar Arum? Hehehe..."

Mendengar ucapanku, Sekar Arum langsung mendekatkan wajahnya dengan wajahku.

Dan, ia langsung mencium keningku, tepat di bagian tengah.

Lalu, tersenyum, dan menjawab, "BENAR..."

"TAPI... ADA SATU HAL LAGI..." tambahnya kemudian.

"Apa itu Sekar Arum?"

"KAMU HARUS BERSABAR... DAN IKUTI SEMUA NASIHAT SERTA TIRAKAT DARI IBUMU YA..."

Mendengarnya mengucap kata "Tirakat", aku pun bingung.

"Tirakat? Tirakat itu apa Sekar Arum? Aku gak tau..." tanyaku.

Alih-alih Sekar Arum langsung menjawab, ia malah mulai berbaring miring di atas kursi kayu ini.

Dan ia menyuruhku untuk berbaring juga, tepat di depannya.

Dan, entah kenapa, aku langsung saja mengikuti perintahnya.

Ku baringkan tubuhku di atas kursi kayu ini, dan kepalaku berbaring tepat di depan wajahnya.

Lalu, tangan kanan Sekar Arum mulai memeluk tubuhku, persis seperti pelukan Ibuku ketika aku tidur di dunia nyata.

Entahlah...

Aku merasa sangat tenang dan nyaman merasakan pelukan Sekar Arum sekarang.

Dan, Sekar Arum pun berkata...

"BERSABARLAH HARUM, KELAK IBUMU AKAN MENJELASKAN DAN MENGAJARKANMU TIRAKAT ITU."

Aku pun akhirnya hanya bisa mengangguk pelan.

Kemudian, kembali Sekar Arum mencium keningku dengan sangat lembut.

Dan terasa semakin erat pelukannya, dengan posisi miring di sebelahku.

Lalu...

Sekar Arum pun perlahan memudar sosoknya...

Dan, semuanya kembali sangat menyilaukan pandangan mataku...

Semuanya menjadi tak terlihat saking silaunya...

.....

.....

Perlahan-lahan...

Kedua mataku ku buka.

Akan tetapi...

Mataku...

Kembali buta.

Aku tak bisa melihat apapun lagi. Semuanya sangat gelap, meski dengan sangat sadar mataku ini terbuka lebar.

Namun, sedetik kemudian, aku menyadari sesuatu.

Jiwaku ini sudah benar-benar kembali ke dunia nyata.

Dan bisa ku rasakan dengan sangat jelas, tubuhku sedang berbaring di atas kursi kayu ruang tamu rumahku.

Dan juga, bisa ku rasakan dengan sangat jelas...

Nisa, Ibuku...

Sedang berbaring juga di sebelahku, ia sedang memelukku. Sama persis seperti Sekar Arum memelukku barusan.

Terdengar suara napas Ibuku, ternyata ia sudah tertidur sangat pulas, sambil memelukku.

Entah sudah berapa lama waktu yang ku lewati, sampai-sampai tubuhku sudah berbaring dan dipeluk oleh Ibuku di kursi ruang tamu rumahku ini.

Ah...

Aku tak ingin banyak berpikir dulu...

Aku langsung memeluk juga tubuh Ibuku...

Dan, aku raba wajahnya...

Sambil ku tersenyum padanya yang tidur pulas ini, aku berkata pelan, hampir berbisik...

"Buuu... Aku sayang sama Ibuuu... Terima kasih ya Bu, udah jagain aku selama ini..."

Dan, tak terasa, air mataku pun mengalir pelan...

Semakin erat aku memeluk tubuh Ibuku ini.

Dan, terasa juga, pelukan Ibuku pun semakin erat sambil ia tetap pulas tertidur.

😊😊😊😊😊🥹🥹🥹🥹🥹

1
Athnares
😍😍
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
next nya mana ini?
Ayuk Witanto
alm.bapakku juga dulu gitu kalau di bilangin
Deni Komarulloh: Sama dong Mas, hehehe... Saya juga jawab gitu kalo dibilangin buat berhenti merokok, hehehe... 🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!