Tujuh tahun.
Cukup lama untuk sebuah pernikahan.... tapi tidak sedikitpun cukup untuk membuat Noah Luca Tyga mencintai istrinya.
Evelyn Yarvi.
Wanita cantik yang ia nikahi karena sebuah perjodohan. Istri yang selalu ada, tapi tak pernah di anggap.
Pernikahan mereka dikaruniai seorang putri cantik. Namun, putri itu lahir bukan dari cinta, melainkan dari bayi tabung. Karena bagi Noah, menyentuh Evelyn sama saja dengan mengkhianati hatinya yang masih terperangkap pada masa lalu.
Baginya, Evelyn hanya wanita yang menikahinya demi harta.
Setiap hari, Evelyn berjuang. Berjuang mendapatkan secercah perhatian dari suaminya yang bahkan tak sudi meliriknya.
Sampai kapan ia harus bertahan?
Haruskah ia menyerah dan pergi.... atau terus berjuang demi cinta yang mungkin tak akan pernah ia miliki?
Dan bagaimana jika mantan kekasih Noah kembali, siap menghancurkan sisa-sisa rumah tangga yang sejak awal sudah retak?
Mampukan Evelyn bertahan... atau justru ia pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tante Brianna Jahat
Brianna melangkah semakin dekat ke arah Skylar yang menangis ketakutan.
"Jahat!? Memang dari dulu aku jahat... Hahaha..." ucap Brianna sambil tertawa sinis.
Skylar mundur, seraya bocah kecil itu menangis. Tubuhnya terlihat bergetar ketakutan. "Sky mau pulang... Hiks... Hiks... Sky mau pulang," ucap Skylar.
Brianna berjongkok di hadapan Skylar, mensejajarkan tingginya dengan tinggi bocah kecil itu.
Ia meraih dagu Skylar dan mencengkeramnya dengan sedikit kuat, hingga membuat bocah kecil itu meringis kesakitan.
"Dengar ya, bocah... Sehebat apa pun kamu berteriak dan menangis meminta untuk pulang, aku tidak akan memulangkanmu sebelum Papimu itu setuju menikah denganku," ucap Brianna dingin.
Air mata Skylar tidak henti-henti menetes di pipinya. Ia menatap Brianna yang tiba-tiba berubah menjadi menyeramkan seperti ini.
Lalu, Brianna melepaskan cengkeraman tangannya dari dagu Skylar dengan kasar, hingga membuat bocah kecil itu menoleh ke samping.
"Aku ingin pergi sebentar. Tapi sebelum aku kembali, jangan pernah keluar dari kamar ini selangkah pun. Dan jika kamu melanggarnya, maka aku akan memotong salah satu kakimu itu," ucap Brianna. Lalu, wanita itu melangkah pergi dari dalam kamar tempat Skylar berada.
Skylar mendudukkan dirinya sambil menangis. Kedua lututnya ia peluk erat.
"Hiks... Hiks... Papi, Sky mau pulang... Hiks... Hiks... Tante Brianna jahat... Hiks... Hiks... Dia menyakiti Sky," ucap Skylar sambil menangis.
Seketika bocah kecil itu kembali mengingat ibunya, yang sudah tiga hari ini tidak pernah lagi ia lihat keberadaannya di rumah.
"Mami... Mami... Hiks... Hiks... Mami di mana... Hiks... Hiks..." ucap Skylar. Dalam keadaannya yang seperti ini, bocah kecil itu baru mengingat sosok ibunya, Evelyn, yang kini sudah pergi jauh dari hidupnya.
Dan dalam tiga hari itu pula, Skylar tidak pernah mencari keberadaan ibunya. Justru ia sangat acuh dan tidak peduli ke mana Evelyn pergi.
Ucapan Evelyn sebelum wanita itu pergi kembali terngiang di kepalanya: _"Sky, jangan mudah percaya kepada orang ya, sayang. Sky harus bisa membedakan mana orang yang tulus mencintai dan mana orang yang datang hanya karena sebuah keuntungan."_
Skylar semakin menangis. Jadi ini maksud ucapan dari Maminya itu sebelum wanita itu pergi. "Hiks... Hiks... Hiks... Jadi selama ini Sky salah... Sky salah menilai orang... Tante Brianna itu jahat... Hiks... Hiks... Sky mau pulang... Papi... Hiks... Hiks... Hiks... Jemput Sky," ucap Skylar.
Noah bersama Asisten Arlo, Bible, kedua teman Bible, dan tim polisi kini sudah bergerak untuk mencari keberadaan Skylar yang hilang tanpa jejak.
"Aku yakin... Ini pasti wanita itu yang melakukannya," ucap Bible. Ia memang sudah mencurigai Brianna sebelumnya, karena selain ia dan kedua temannya yang dekat dengan Skylar, ada Brianna yang lebih dekat lagi dengan bocah kecil itu.
Deerr... Deerrrr...
Ponsel Noah berdering. Itu panggilan masuk dari Brianna. Noah menatap tim polisi yang kini sudah berdiri di hadapannya.
"Wanita yang kita curigai, dia meneleponku," ucap Noah.
"Jawab panggilannya," ucap salah satu tim polisi itu.
Dengan cepat Noah menjawab panggilan telepon dari Brianna. Tak lupa ia mengaktifkan pengeras suara supaya semua orang yang berada di sekitarnya mendengar apa yang akan dikatakan oleh Brianna.
"Selamat siang, Kak Noah," ucap Brianna di seberang sana saat panggilan sudah tersambung.
"Ya, ada apa?" tanya Noah. Pria itu membuat suaranya setenang mungkin dan terdengar tidak terjadi apa-apa.
"Aku hanya ingin bertanya... Apa Kak Noah benar-benar tidak ingin menikah denganku?" tanya Brianna.
Noah menghela napas kasar. "Ya... Karena kamu kembali datang kehidupanku itu karena sebuah tujuan. Kamu kira aku tidak tahu jika kamu sedang bekerja sama dengan Giovano Dexter untuk mencuri dokumen perusahaanku?" ucap Noah.
"Baiklah, Kak Noah... Jika itu keputusanmu... Tapi dengar aku baik-baik... Jika kamu tidak menuruti apa yang aku katakan, maka jangan salahkan aku jika putri kesayanganmu itu mati di tanganku," ucap Brianna di seberang sana.
Noah terlihat emosi, tapi salah satu pihak kepolisian memberikan kode kepada pria itu untuk tetap tenang, seraya tim polisi itu melacak nomor ponsel milik Brianna.
"Jadi benar kamu yang menculik putriku... Di mana kamu membawa putriku, hah?" ucap Noah sambil membentak.
"Tenangkan dirimu dulu, Kak Noah. Putrimu baik-baik saja. Bukankah kamu tahu sendiri, kan, jika putrimu itu sangat menyukaiku? Jadi jangan membentak seperti itu," ucap Brianna dengan suaranya yang dibuat terdengar manja di seberang sana.
"Aku akan mengembalikan Skylar kepadamu dalam keadaan baik-baik saja. Tapi malam ini kamu datang ke Jalan XXXX yang ada di perbatasan kota jam sembilan malam. Jangan terlambat semenit pun. Dan satu lagi, jangan pernah melibatkan polisi. Kamu harus datang sendiri," ucap Brianna. Lalu, wanita itu memutuskan panggilan telepon begitu saja.
Noah mengacak rambutnya dengan kasar. "Arggh..." ucap Noah.
"Tenanglah, Tuan... Ikuti apa yang diinginkan oleh tersangka. Kami akan mengikuti Anda dari jarak yang jauh. Saya dan tim saya akan memastikan semuanya akan baik-baik saja. Dan soal Tuan Giovano Dexter, kami memang sudah lama memata-matainya," jelas salah satu pihak kepolisian itu.
Noah menganggukkan kepalanya. "Jadi apa yang kita lakukan setelah ini, Pak?" tanya Asisten Arlo. Pria itu bertanya bukan karena ia tidak mempunyai rencana, tapi kali ini Asisten Arlo tidak ingin ceroboh dan membuat nyawa Nona kecilnya itu dalam bahaya.
"Sebaiknya kita ke kantor sekarang, karena ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada Tuan Noah mengenai siapa tersangka pembunuhan kedua orang tua Anda dulu," jelas kembali polisi itu.
Bible dan Noah menatap serius polisi itu. "Pembunuhan?" gumam Bible dengan tubuhnya yang terasa lemas.
"Ayo," ucap polisi itu, lalu melangkah masuk ke dalam mobilnya. Sedangkan Bible terlihat lemas dan ia dibantu berjalan oleh Zella dan Gempi.
Tiga mobil itu melaju pergi menuju kantor polisi. Setelah ini mereka akan melakukan pergerakan untuk menangkap Brianna dan juga Giovano Dexter, yang memang sudah tersangka sejak dulu dan menjadi incaran polisi karena kasus penipuan.
Bukan hanya itu saja, pihak polisi juga akan membongkar hasil penyelidikan selama ini tentang kematian kedua orang tua Noah dan Bible beberapa tahun lalu . Yang selama ini di kira kecelakaan biasa . Ternyata ada suatu yang janggal di balik peristiwa yang merenggut nyawa mereka itu . Dan sampai detik ini , penyebab asli kecelakaan masih menjadi misteri tanpa jawaban .
Penyelidikan yang menangani kasus ini dulu mendadak mengundurkan diri tanpa alasan jelas . Berkas-berkas penting hilang entah kemana . Rekaman CCTV di sekitar lokasi kecelakaan rusak total , katanya karena korsleting listrik. Saksi kunci yang terakhir melihat mobil orang tua Noah melaju kencang malam itu , tiba-tiba pindah keluar negeri dan tidak bisa di hubungi lagi .
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya guys 😊🥰🤗🙏🥰.
nyesellll g ada gunanya noah...
mantan adalah maut....
sukurin.... salah siapa mmberi ruang untuk mntan merusak rumah tanggamu...
untuk ap km mnyesali noah... andai km tak tau kbusukn sabrina... km pasti kmbali dgnnya....
skrg km kalang kabut mncari evelyn.... yg hnya km jdikn pelarian saat km tau siapa jalang yg sll km berikan kebebasan keluar masuk rumahmu...
tK ada perempuan yg sanggup brtahan saat khadirannya sll di abaikan suami jga anknya....
selamat khilangan perempuan cantik... baik & tulus yg slm ini km sia" kn noah...
bntr lgi km bkl gelojotan.... saat evelyn bneran prgi jauh...
dan itu real... bukan trik sprti yg sll km tuduhkn untuk evelyn...
ap kah pelakor idamanmu akn ttp brtahan di smpingmu saat km jatuh...
baru juga hidup tenang Noah and family ,,
semoga aj dy kabur ny ke kebun binatang ,, tempat asal ny ,, jgn sampe dy ngeganggu Evelyn ma ank2 ny lgi ,, 😒😒😒😒😒😒
awaaas aj yx kak ,, 😒😒😒😒😒😒/Sly//Sly//Sly//Sly//Sly//Sly//Sly//Sly/
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣