NovelToon NovelToon
Kultivator Elemen Abadi

Kultivator Elemen Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Blizzardauthor

Di Benua Langit Biru, hukum kultivasi berlaku mutlak: fokus pada satu elemen murni adalah satu-satunya jalan pintas menuju keabadian. Mereka yang lahir dengan banyak elemen justru dianggap memiliki meridian cacat—sebuah wadah bocor yang hanya akan memperlambat kultivasi dan berakhir sebagai sampah masyarakat.

Namun, takdir justru menertawakan Ling Yun. Ia lahir dengan kutukan terjahat: memeluk empat elemen utama bumi sekaligus—Tanah, Air, Api, dan Udara—di dalam satu tubuh. Dicaci, dikhianati, dan dibuang oleh dunianya, ia menolak untuk berlutut pasrah pada nasib. Dengan tekad seteguh karang, ia merayap dari titik terendah demi membalikkan takdir langit.
Menggenggam bara api, membelah samudra, menggoncang bumi, dan memotong badai, Ling Yun menantang dunia:

"Siapa bilang empat elemen adalah sampah? Dengan empat elemen ini, aku akan menghancurkan para dewa yang angkuh, membakar kesombongan langit, dan menulis ulang hukum alam semesta!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blizzardauthor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah di Luar Batas

"K-Kami sudah bicara... kumohon... akhiri ini..." ratap pemimpin pembunuh bertopeng itu, napasnya terputus-putus di atas tanah kelabu yang dingin. Dua rekannya di sampingnya bahkan sudah tidak mampu bersuara, hanya mata mereka yang menyiratkan permohonan yang teramat sangat agar nyawa mereka segera dicabut. Siksaan dari energi petir dan api Ling Yun benar-benar telah menghancurkan kewarasan mereka.

Ling Yun menatap mereka tanpa riak emosi sedikit pun. Setelah memastikan Kristal Perekam Suara Jiwa di tangannya telah menyimpan setiap kata pengakuan dengan sempurna, dia menjentikkan ibu jari dan jari tengahnya dengan santai.

PLESY!

Sebutir jentikan api hitam-merah melesat, dan dalam hitungan detik, api tersebut melahap ketiga pemimpin serta seluruh sisa anggota kelompok pembunuh di area pilar batu tersebut. Tidak ada jeritan, tidak ada darah yang mengalir; tubuh mereka langsung menguap menjadi abu halus yang menyatu dengan debu tanah Lembah Tulang Putih. Semua barang bukti fisik lenyap tanpa bekas.

"Ayo kita lanjutkan, Kakak Lu," ucap Ling Yun sembari membalikkan tubuhnya, melangkah tenang seolah baru saja menyelesaikan urusan sepele.

Lu Han menelan ludah, buru-buru menyampirkan kembali kapak besarnya dan mengikuti langkah Ling Yun. Setelah berjalan selama lima belas menit menembus kabut yang kian suram, langkah keduanya mendadak terhenti di hadapan sebuah batu penanda kuno yang tertanam separuh di dalam tanah. Batu itu tergores aksara merah yang mulai pudar: Batas Luar Lembah Tulang Putih.

Lu Han melihat batu tersebut, lalu melirik gulungan perkamen misi di tangannya dengan ragu. "Yun, tunggu sebentar. Jika berdasarkan dokumen birokrasi sekte yang diberikan oleh Aula Pengawas, tugas wajib kita berdua hanyalah berpatroli dan menelusuri area luar serta perbatasan ini saja. Melangkah melewati batu ini berarti kita secara resmi memasuki wilayah inti."

Lu Han menatap kabut di depan mereka yang kini berwarna kelabu pekat mendekati hitam, memancarkan aura korosif yang jauh lebih pekat. "Wilayah inti adalah tempat terlarang bagi murid sekte luar. Kudengar monster di dalam sana berada di tingkat yang sama sekali berbeda."

Ling Yun menghentikan langkahnya, menoleh sedikit dengan seulas senyuman tipis. "Kakak Lu, apakah kau benar-benar berpikir Tetua Mo mengirim kita ke sini hanya untuk berpatroli? Misi ini sejak awal adalah surat kematian kita. Dan lagi, Tanaman Obat Tulang Hitam kualitas puncak yang sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan fondasi ku tidak akan pernah tumbuh di tanah gembur area luar. Ia hanya mekar di jantung wilayah inti, di mana energi kematian berada di titik tertinggi."

Melihat keraguan masih membayang di wajah kakak angkatnya, Ling Yun menambahkan dengan nada lembut namun penuh keyakinan, "Kau sudah melihat kekuatanku yang sebenarnya, bukan? Bersamaku, selama kau tidak menjauh dari sisiku, tidak ada satu pun makhluk di lembah ini yang bisa menyentuh seujung rambutmu."

Mendengar perkataan Ling Yun, Lu Han tertegun. Dia mengingat kembali bagaimana adiknya dengan sangat mudah meremukkan tiga kultivator Tingkat Pendirian Fondasi Tahap setengah langkah menuju puncak hanya dengan ketukan jari. Rasa cemas di hatinya seketika sirna, digantikan oleh rasa percaya yang mutlak.

Lu Han mengepalkan tinjunya dan menyeringai lebar. "Sialan, kau benar! Untuk apa aku takut pada aturan sekte busuk yang mencoba membunuh kita? Lagipula, latihan kapak ku tadi belum membuatku sepenuhnya puas. Mari kita masuk, Yun! Aku akan mengikuti mu hingga ke ujung neraka sekalipun!"

"Bagus. Ayo."

Keduanya melangkah melewati batu penanda, menembus kabut hitam pekat wilayah inti. Di bawah pandangan tak kasat mata dari Mutiara Primordial di dalam kesadaran Ling Yun, mereka berjalan melewati rintangan alam dengan sangat efisien, menghindari beberapa sarang monster yang tidak perlu diganggu.

Namun, baru sekitar setengah jam mereka menembus wilayah inti, suara dentuman keras yang menggetarkan tanah mendadak menggema dari arah lembah bagian bawah, diikuti oleh gelombang kejut energi yang cukup masif hingga mengoyak kabut di sekeliling mereka.

BUMM! BUMM!

"Hati-hati! Formasi Pertahanan Pedang, cepat bangun kembali!" sebuah teriakan cemas seorang pemuda terdengar dari kejauhan.

"Ugh! Monster ini terlalu kuat! Senior Wang sudah tumbang!" suara teriakan gadis lain menyusul, dipenuhi kepanikan.

Ling Yun dan Lu Han saling berpandangan, lalu melompat ke atas sebuah tebing batu tinggi untuk melihat situasi di bawah. Di sebuah tanah lapang yang dikelilingi oleh tumpukan tengkorak raksasa, tampak terlihat sekelompok murid muda tengah bertarung mati-matian. Dari jubah putih sulaman benang emas yang mereka kenakan, jelas terlihat bahwa mereka bukan murid sekte luar, melainkan para jenius dari Sekte Dalam.

Di tengah-tengah mereka, berdiri seorang gadis berpakaian putih anggun dengan paras yang teramat cantik namun kini pucat pasi. Rambut hitamnya yang panjang agak berantakan, dan ujung lengan bajunya ternoda oleh bercak darah. Gadis itu adalah Shui Xiao Ran, putri dari Ketua Sekte Langit Abadi.

Saat ini, Shui Xiao Ran dan tiga murid elit sekte dalam lainnya sedang terkepung oleh monster penguasa wilayah tersebut: sesosok King Kong Tulang Raksasa setinggi sepuluh meter. Monster itu tidak memiliki daging, seluruh tubuhnya terbentuk dari susunan tulang hitam legam sekeras baja spiritual, dan sepasang matanya menyala dengan api jiwa berwarna hijau pekat. Fluktuasi energinya telah mencapai Tingkat setengah langkah menuju ranah Pembentukan Inti, ranah yang sama dengan Ling Yun.

ROAAARRR!

King Kong Tulang itu menghantamkan tinju raksasanya ke tanah. Gelombang energi kematian berkekuatan penuh meledak, menghancurkan formasi pedang yang dibangun para murid sekte dalam. Dua murid lelaki terlempar memuntahkan darah, langsung pingsan di tempat. Kesombongan yang tadinya membumbung di wajah para jenius sekte dalam kini telah berubah menjadi keputusasaan total.

Shui Xiao Ran menggigit bibirnya hingga berdarah, memegang pedang spiritualnya dengan tangan yang bergetar hebat. Monster di hadapan mereka terlalu mengerikan, jauh di luar perkiraan misi perburuan mereka.

Di atas tebing, Lu Han berbisik dengan wajah tegang, "Yun, mereka murid sekte dalam! Gadis di tengah itu... bukankah dia putri Ketua Sekte yang beberapa bulan lalu? Apakah kita harus menolongnya?"

Ling Yun awalnya menatap datar, sama sekali tidak berniat menjadi pahlawan yang lewat. Namun, ketika pandangannya beralih ke area tepat di bawah selangkangan dan perlindungan kaki King Kong Tulang Raksasa itu, mata Ling Yun mendadak berkilat tajam. Di sana, tumbuh sekelompok kluster tanaman berwarna hitam legam dengan urat merah darah yang memancarkan kilau spiritual yang teramat padat.

‘Tanaman Obat Tulang Hitam kualitas puncak... dan jumlahnya ada lebih dari lima batang!’ batin Ling Yun, dan untuk pertama kalinya di lembah ini, seulas senyuman puas muncul di wajahnya.

"Aku tidak peduli dengan urusan sekte dalam, Kakak Lu," ucap Ling Yun pelan sembari melangkah maju ke tepi tebing. "Tapi monyet tulang itu berdiri tepat di atas obat yang kucari. Dia menghalangi jalanku."

Di bawah sana, King Kong Tulang Raksasa itu sudah mengangkat kaki besarnya, bersiap menginjak tubuh Shui Xiao Ran yang sudah terduduk lemas karena kehabisan Qi. Shui Xiao Ran memejamkan matanya, pasrah menerima ajal yang menjemput.

Namun, tepat pada detik krusial tersebut...

WUSSHH! BOOM!

Sesosok bayangan jubah abu-abu mendadak muncul di udara, tepat di depan wajah raksasa si monster. Itu adalah Ling Yun. Kehadirannya yang tiba-tiba dan tanpa fluktuasi energi awal membuat King Kong Tulang itu sesaat tertegun, api hijau di matanya berkedip heran.

>>>>>> Bersambung

~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara ku.

1
Somebody
Pertama thorrr lanjutkan lagiii
Dewa Malaikat
👍
Ta Ma
Menyala thorrr lanjutkan lagiii
Ta Ma
habisi semuanya🤬🤬
Dark knight
Apakah bakal jadi heroin nya ini
Adhittma: Tunggu saja di bab2 berikut nya kak🤭🤭
total 2 replies
Dark knight
Gas lagi thorr
Adhittma: yoiiii🔥
total 1 replies
korek ngok
Puas anjayy, makan tuh karma orang tua wkwk
Adhittma: udh tua bukannya tobat, malah banyak tingkah yaa🤣
total 1 replies
Ren Sa
Lanjutkan thorr
Adhittma: aman ae kak🙏🙏
total 1 replies
Ren Sa
Pertama thorrr🔥
Adhittma: Dapetttt petir nih kak⚡🤭
total 1 replies
Dewa Malaikat
lanjjjuuut gaskennn thor, 10 bab sekaligus
Adhittma: Siappp kak, tapi skrang mh 3 bab dlu ae perhari ya wkwk🤭
total 1 replies
Somebody
next thorrr
Adhittma: sabar ya kak🙏🙏
total 1 replies
Somebody
Langsung saja tanpa perlu pikir panjang 😏
Dark knight
Mantap thorrr lanjutkan terus 🤗
Adhittma: Sabar ya kak, lagi review🙏
total 1 replies
Dark knight
wkwk kena mental nggk tuh
Dark knight
Bantai2 gass⚡⚡
Adhittma: Yoiiii🔥
total 1 replies
Dark knight
bantai semuanya 🔥🔥🔥
Adhittma: Ling Yun sedang memasak🔥🔥🔥
total 1 replies
Dark knight
Kerennn
korek ngok
Bagus, Lanjut lagi thorr🙌🏼🙌🏼🙌🏼
Adhittma: aman ajaa🙏
total 1 replies
korek ngok
Up up
korek ngok
lanjutkan thorrr 🙌🏼🙌🏼🙌🏼
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!