NovelToon NovelToon
DI KEJAR CINTA MAS DUDA

DI KEJAR CINTA MAS DUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Wanita Karir / Duda
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: inirindu

Kehidupan Selia yang penuh dengan warna menjadi rumit semenjak pertemuannya dengan seorang laki-laki bernama Franz,pasalnya laki-laki berusia tiga puluh tahun itu memiliki perasaan cinta yang menggebu-gebu sejak pertemuan pertama mereka. Namun Selia tidak ingin terburu-buru menikah,meski ia juga memiliki teman laki-laki yang begitu dekat dengannya.
Tujuan hidupnya hanya satu ingin membanggakan orang tua tunggalnya dan memberikan hidup yang lebih bahagia kepada ibu dan adiknya itu,namun apakah Selia dapat mewujudkan mimpinya itu? atau justru cinta dan ambisi yang akan menang?
Simak terus ceritanya dan jangan sampai ketinggalan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inirindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

H-1 MENJADI MRS.EVAN

Keesokan harinya sebuah panggilan masuk dari Franz,tante Ruhi yang baru selesai membereskan rumah segera menjawab panggilan tersebut. Dikarenakan ada beberapa keluarga ia harus melakukannya didalam kamar agar tak terdengar oleh yang lain

"Halo nak Franz"

"Tante kemarin telefon saya ada apa? Maaf sekali baru bisa menghubungi balik karena kemarin saya sedang sibuk membawa keluarga ke kota tante untuk persiapan pernikahan" tutur Franz

"Oh tidak apa nak Franz"

"Apa acara semalam ada masalah?"

"Tidak,semua berjalan lancar"

"Lalu apa ada sesuatu yang terjadi tante? Soalnya saya lihat tante sampai tiga kali menelfon"

"Sebenarnya kemarin sempat terjadi sesuatu dengan Selia,tapi semuanya sudah baik-baik saja sekarang"

"Ada apa dengan Selia tante? Saya akan kesana begitu tiba dihotel"

"Tidak-tidak,kalian tidak boleh bertemu sebelum pernikahan ijab kabul. Selia sudah tidak apa-apa,lagipula kemarin tante cuma kaget karena Selia tiba-tiba menangis histeris. Tante kira kalian bertengkar"

"Tidak,kami baik-baik saja"

"Syukurlah kalau begitu"

"Tapi apa yang sebenarnya terjadi tante? Kenapa Selia tiba-tiba menangis?"

"Tante juga tidak tahu,bahkan Selia tidak bercerita pada ibunya atau orang lain"

"Tapi Selia benar-benar baik-baik saja kan tante?"

"Nak Franz tidak perlu khawatir,dia baik-baik saja"

"Baiklah kalau begitu tante,untuk kendaraan yang akan mengantarkan ke hotel besok sudah saya siapkan"

"Terima kasih banyak nak Franz"

"Sama-sama tante"

beberapa orang-orang sudah datang untuk menurunkan tenda sisa acara semalam,Selia mempersiapkan pakaian dan barang-barang yang akan ia bawa nanti sore menuju hotel tempat acara.

...****************...

Sore harinya sebuah toyota alphard berhenti didepan rumah Selia,Toni turun menemui keluarga calon istri atasannya. Selia yang mendengar suara itu segera keluar kamar menemuinya

"Pak Toni.." sapa Selia

"Nona,saya diminta tuan Franz untuk menjemput anda dan keluarga inti"

tutur Toni

"Baik,kami akan segera bersiap"

Tak lama Selia,Nadhiva dan bu Yekti keluar dengan membawa sebuah koper.

"Sudah siap nona?"

"Ya,tapi hanya saya dan Nadhiva yang ikut. Ibu dan paman saya akan menyusul besok pagi"

"Baik mari silahkan"

"Bu kami berangkat dulu" tutur Nadhiva

"Iya,jaga kakakmu"

"Iya bu"

Selia dan adiknya masuk kedalam mobil,setelah memasang seatbelt Toni segera membawa mereka menuju hotel. Begitu tiba didalam lobi, Selia dan adiknya turun

"Nona bisa bilang ke resepsionis untuk menunjukkan kamar nona,saya akan mengantarkan koper anda begitu selesai memarkirkan mobil" tutur Toni

"Baik pak Toni,terima kasih banyak"

Selia menghampiri meja resepsionis dan melakukan sesuai instruksi yang Toni berikan

"Selamat sore nona,ada yang bisa saya bantu?"

"Sore,saya mau konfirmasi kamar atas nama Selia"

"Mohon ditunggu sebentar nona"

Resepsionis nampak menatap layar monitor dihadapannya dengan teliti

"Mohon maaf nona,didata kami tidak ada reservasi atas nama Selia"

"Mrs.Evan" celetuk Toni yang sudah berada dibelakang Selia dan adiknya

"Mr.Evan yang akan menikah besok?" tanya resepsionis

"Benar,ini nona Selia. Calon istri tuan Evan" jawab Toni

"Maafkan saya karena tidak mengenali anda nona" ucap resepsionis dengan nada penyesalan

"Tidak apa,tidak perlu minta maaf. Toni,siapa Evan?"

"Biar nanti saya jelaskan selama perjalanan ke kamar anda nona" jawab Toni

Setelah resepsionis itu mengambil kartu dan memberikannya pada Toni,mereka bertiga bergegas menuju lift.

"Jadi siapa nama Franz sebenarnya?" tanya Selia

"Nama tuan adalah Evansisco Danuarta,kami sebagai bawahan dan rekan bisnis sering memanggil tuan dengan Franz. Sementara keluarga dan orang tak dikenal memanggilnya Evan"

Tak terasa mereka tiba dilantai yang dituju

"Nona ini kamar anda dan adik anda"

"Terima kasih Toni"

"Sama-sama nona,jika nona butuh sesuatu bisa langsung telefon ke resepsionis"

"Iya"

"Silahkan nona istirahat lebih awal hari ini,karena besok adalah hari tersibuk untuk semua orang,kalau begitu saya permisi nona"

"Tunggu Ton"

"Ada yang bisa saya bantu lagi nona?"

"Apa Franz sudah tiba?"

"Iya,tuan Franz sudah tiba tadi pagi. Namun tuan Lucas melarang untuk anda dan tuan Franz saling bertemu sebelum akad"

"Siapa tuan Lucas?"

"Papa mertua anda nona"

"Oh astaga,maaf saya tidak tahu. Karena Franz tidak pernah memberitahu saya soal keluarganya"

"Semua rincian soal keluarga tuan Franz sudah saya copy dengan bentuk dokumen,dan sudah saya siapkan dimeja yang ada didalam"

"Oh syukurlah,terima kasih banyak Ton"

"Sama-sama nona,kalau begitu saya permisi"

"Ya...."

Setelah Toni pergi,Selia segera mengunci pintu dan menghampiri map berwarna biru diatas meja yang tak jauh dari ranjang. Ia mengambilnya dan membuka setiap halaman sembari membacanya secara teliti,disana semua data soal Franz dan keluarganya tertulis lengkap. Bahkan didalam dokumen itu juga terdapat tugas khusus untuk Selia jika keluarga besar Franz bertanya-tanya. Saat mengamati semua itu ponsel Selia tiba-tiba berdering,sebuah panggilan dari Franz masuk

"Halo"

"Saya dengar dari Toni kamu sudah sampai dihotel?"

'Iya"

"Toni juga sudah memberitahu kamu soal dokumen yang berisi soal saya dan kelaurga saya?"

'"Sedang ku baca"

"Hafalkan setiap pertanyaan dan jawaban yang ada disana,kemungkinan keluarga besarku besok akan menanyakan hal itu. Saya tidak ingin jika nanti kamu menjawabnya dengan gugup ataupun jawaban kita tidak sinkron"

"Kenapa begitu? Kamu takut keluarga kamu tahu bahwa pernikahan ini terpaksa dilakukan?"

"Saya sama sekali tidak terpaksa atau bahkan keberatan Selia"

"Ya memang tidak,karena yang terpaksa adalah aku"

"Sudah,sebaiknya kamu istirahat. Sampai bertemu dipelaminan nanti"

Selia bergegas menutup panggilan itu,rasanya ia benar-benar muak dengan kondisi ini. Tapi mau bagaimana lagi? Ia tidak punya piiihan lain kecuali tetap menjalaninya.

...****************...

Jam terus berjalan,sudah pukul 23.00 namun Selia masih duduk disofa dengan map biru ditangannya,Nadhiva yang terbangun dari tidurnya agak terkejut melihat kakaknya masih terjaga

"Mbak kamu kenapa gak tidur?"

"Belum ngantuk dek"

"belum ngantuk atau gak sabar nunggu pagi?"

"Apasih dek"

"Mbak udah ayo tidur,besok itu kamu harus bangun pagi buat make up dan bersiap. Kamu ini mau nikah loh mbak,jangan kayak gini deh"

"Memangnya aku terlihat seperti orang yang begitu menunggu buat moment ini ya? Andai saja semuanya bisa diulang aku ingin lari dari semua ini"

"Mbak kenapa sih? Bukannya kemarin mbak bilang kalau bakal setuju menikah dengan om Franz? Kenapa sih mbak begitu membencinya? Padahal om Franz itu baik,tampan,gagah pula"

"Apasih,udah deh ayo tidur dari pada omongan kamu makin ngelantur"

Selia meletakkan map itu dimeja dan segera naik keatas ranjang,ia mematikan lampu dan segera memejamkan matanya sambil berharap semua yang akan terjadi hanyalah mimpi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!