NovelToon NovelToon
Gadis Polos Salah Server

Gadis Polos Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cintapertama / Ketos
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Sandhyaruntala

Kanaya Adistia adalah seorang gadis desa yang super polos, lugu, dan selalu melihat dunia dengan penuh prasangka baik. hidup seorang diri di sebuah rumah tua dan tidak layak di tinggali, ayah dan ibunya telah lama meninggal dan keluarga yang lain tidak ada yang mau menampungnya. Namun, sebuah kecelakaan aneh membuat jiwanya terbangun di dalam tubuh Anaya Alysha Wicaksono, seorang siswi SMA kota yang terkenal nakal, pemberontak, dan sering membuat masalah. Di rumah, Anaya asli dikenal sebagai gadis yang sangat dingin, tertutup, dan enggan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kamar, menghindari obrolan di meja makan, dan sengaja membangun benteng pembatas yang tinggi dengan orang tua serta kakaknya. Karena nama panggilan mereka sama-sama Naya, orang-orang di sekitar Anaya tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah tertukar. Lalu bagaimana kelanjutan kehidupan Kanaya Adistia setelah bertransmigrasi ke tubuh Anaya Alysa Wicaksono? Yukkk lanjut baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: KEGADUHAN DI PARKIRAN

Setelah beberapa menit perjalanan membelah jalanan kota, deretan mobil mewah tampak memasuki gerbang utama Pradipta International High School (PIHS) secara beriringan. Rombongan kendaraan berharga fantastis itu tak lain adalah mobil sport yang dikendarai oleh Marvel yang membawa Anaya, diikuti rapat oleh mobil milik Marco, serta satu mobil sport mewah milik si kembar, Utara dan Selatan.

Kehadiran tiga mobil sport kelas atas itu seketika memicu kehebohan di area parkir yang masih ramai oleh murid-murid.

“Gila! Apa ada anak baru lagi?”

“Itu kan mobil sport keluaran terbaru! Harganya selangit!”

Tepat saat mobil paling depan berhenti sempurna, sosok Marvel melangkah keluar dari bagian kemudi. Pekikan tertahan dari para siswi langsung menggema di udara begitu netra mereka menangkap ketampanan luar biasa yang memancar dari wajah tegas pemuda itu.

“Ini gila! Makkk... pangeranku akhirnya muncul!”

“Enak saja lo! Itu jodoh gue, ya!”

“Mending kalian tahu diri saja deh. Tapi sumpah, dia ganteng banget!”

“Tapi dia kelihatan sangat dewasa, gak mungkin kan kalau dia murid baru di sini?” ucap salah satu siswi yang menilai penampilan dewasa Marvel.

Di tengah riuhnya spekulasi tersebut, pandangan semua orang kembali terkunci saat melihat Marvel berjalan mengitari kap depan mobil, lalu membuka pintu penumpang dengan sangat hati-hati.

Detik berikutnya, seluruh murid di sana dibuat terkejut bukan main. Sosok yang keluar dari dalam mobil itu ternyata adalah Anaya—gadis imut yang sejak kemarin menjadi bahan perbincangan hangat seantero sekolah karena kepolosannya sanggup membuat geng Clara skors.

“Ternyata si dedek gemas!” ucap salah satu siswa laki-laki di sana dengan mata berbinar.

Keriuhan itu belum mereda saat pintu dari dua mobil mewah di belakang mereka ikut terbuka serempak.

Tiga tuan muda keluarga Wicaksono—Marco, Utara, dan Selatan—melangkah keluar dengan gaya mereka yang tak kalah tampan dan berkarisma.

“Ini kalo milih sambil merem pun gak akan rugi!” pekik para siswi histeris, terpesona oleh visual jajaran abang sepupu Naya.

Anaya yang berdiri di samping Marvel hanya bisa mengedarkan pandangan ke sekelilingnya dengan dahi berkerut dalam. Ia benar-benar kebingungan melihat reaksi histeris teman-teman sekolahnya.

“Mereka kenapa, Abang? Kenapa teriak-teriak seperti orang kesurupan?” cicit Naya pelan dengan wajah polosnya yang menggemaskan.

Suara lirih Naya itu tentu saja terdengar jelas oleh ketiga abang sepupunya yang baru saja mendekat.

Detik itu juga, Marco, Utara, dan Selatan langsung terkekeh geli mendengar celetukan tanpa filter dari adik kecil mereka.

Melihat jajaran pemuda berwajah dingin itu mendadak tersenyum, bahkan sampai terkekeh hangat karena ucapan Naya, keriuhan para siswi di parkiran kembali meledak berkali-kali lipat lebih kencang.

Pekikan heboh yang semakin membesar itu seketika membuat Anaya tersentak kaget. Karena takut, ia refleks merapatkan tubuh mungilnya dan memeluk erat lengan kokoh Marvel.

“Abang... mereka benar-benar kesurupan!” adunya takut dengan mata bulat yang melotot lucu, mencari perlindungan pada sang kakak sepupu.

“Yaelah... heboh banget, deh! Baru datang langsung tebar pesona sampai satu parkiran gempar begini, Bang,” sebuah suara santai menyela keriuhan itu.

Sosok yang berbicara tak lain adalah Bintang. Sebagai sahabat dekat Arka, ia memang sudah sangat akrab dengan keluarga besar Wicaksono sejak lama, sehingga tidak canggung untuk langsung menghampiri mereka.

“Kenapa? Lo iri, ya?” ucap Marco langsung menyahut dengan nada mengejek, membalas sindiran dari sahabat adiknya itu.

“Heleh, iri konon!” cibir Bintang sembari memutar bola matanya malas, membuat Utara dan Selatan ikut tertawa.

Rombongan Anaya dan abang sepupunya itu pun melangkah berjalan mendekat ke arah tempat berkumpulnya para most wanted sekolah. Di sana, sudah berdiri tegak Arka, Devan, Gavin, Reno, dan Bintang yang sejak tadi menyaksikan kehebohan dari atas motor mereka.

Begitu Marvel, Marco, dan si kembar berada di jarak dekat, aura dominan di area parkir itu mendadak menjadi dua kali lipat lebih mengintimidasi. Tatapan mata tajam Devan sempat terkunci sesaat pada lengan Marvel yang masih dipeluk dengan sangat erat oleh Anaya.

Ada sekelebat rasa tidak nyaman yang tiba-tiba bergejolak di dada dingin sang Ketua OSIS, namun ia buru-buru menetralkan ekspresi wajahnya.

“Bang,” sapa Devan, Gavin, dan Reno kompak secara singkat dengan nada penuh hormat kepada Marvel, Marco, dan si kembar.

Sebagai sesama anak konglomerat kelas atas di Jakarta, mereka tentu saja sudah saling mengenali latar belakang satu sama lain. Terlebih lagi, Marvel dan Marco merupakan senior yang sangat disegani di kalangan bisnis muda.

Mendengar suara yang familier, Anaya pelan-pelan melongokkan kepalanya dari balik lengan kokoh Marvel. Begitu netra jernihnya menangkap sosok pemuda berwajah datar yang duduk di seberang mejanya kemarin, matanya langsung berbinar cerah. Rasa takutnya seketika menguap begitu saja.

“Wahh, ada Abang Ganteng!” seru Naya riang dengan suara cemprengnya yang menggemaskan, menunjuk tepat ke arah Devan dengan jari mungilnya tanpa dosa.

Deg.

Sapaan spontan dari si bocil kematian itu sukses membuat Devan membeku di tempat. Telinga sang Ketua OSIS yang biasanya selalu tegak berwibawa kini perlahan mulai merona merah.

Reno yang berada di sebelahnya langsung menyenggol lengan Gavin dengan heboh, menahan tawa sampai bahunya bergetar.

Sementara itu, Arka yang melihat adiknya mulai menebar pesona pagi-pagi langsung melotot protektif. Ia melangkah maju menutupi pandangan Devan dari adiknya. “Adek, ayo masuk kelas. Jangan ganggu kulkas satu ini, nanti kamu ikut membeku,” ketus Arka sengaja menjahili sahabatnya, memicu kekehan geli dari Gavin dan Marco.

“Abang pulang ya, Sayang? Nanti setelah sekolah selesai, Abang jemput lagi, hm?” ucap Marvel lembut seraya membelai rambut cokelat halus Anaya dengan penuh kasih sayang.

“Eumm! Nanti pulang sekolah kita beli es krim ya, Abang?” pinta Naya dengan mata bulat yang berkedip penuh harap ke arah Marvel.

Marvel mengangguk setuju dengan senyuman tipis, lalu membungkuk sedikit untuk mengecup gemas pipi bulat adiknya sebelum berpamitan.

“Abang juga pulang dulu ya, Cil,” pamit Utara, Selatan, dan Marco bergantian. Mereka tidak mau kalah ikut mencium gemas pipi tembam Anaya, membuat gadis mungil itu terkekeh geli karena merasa kegelian.

“Papayy, Abang-Abang!” ucap Naya dengan riang sembari melambaikan tangan mungilnya ke arah mobil para abang sepupunya yang mulai bergerak meninggalkan area parkir sekolah.

***

Setelah kendaraan mewah para abang sepupunya menghilang di balik gerbang, rombongan para most wanted sekolah itu kemudian berjalan beriringan untuk mengantarkan Naya menuju kelasnya.

Sepanjang koridor sekolah yang mulai ramai, tangan mungil Anaya digenggam dengan sangat erat dan posesif oleh Arka, seolah sang abang sedang menjaga sebongkah berlian yang sangat berharga agar tidak direbut oleh orang lain.

Langkah kaki mereka akhirnya berhenti tepat di depan pintu kelas 11 IPA 1.

“Ingat, nanti saat bel istirahat, Abang yang akan ke sini untuk menjemputmu, hm? Jangan pergi ke mana-mana sendirian,” ucap Arka mengingatkan dengan tegas saat melepas genggaman tangannya di depan kelas sang adik. Ia masih sedikit trauma dengan insiden toilet kemarin.

“Siapp, Abang!” sahut Anaya lucu lengkap dengan sikap hormat dua jari di dahinya yang membuat Arka, Gavin, dan Reno reflek menahan gemas. Bahkan Devan yang berdiri di barisan paling belakang diam-diam mengulum senyum tipis melihat kepatuhan kelinci kecilnya itu.

Waktu telah menunjukkan pukul 06.00 WIB. Sinar matahari pagi mulai menyelinap masuk melalui celah gorden kamar yang mewah. Namun, gadis imut dengan sejuta tingkah absurd itu masih saja setia dengan tidur pulasnya. Ia tampak meringkuk nyaman di balik selimut tebal bagaikan seekor kelinci kecil.

“Baby, wake up,” panggil Siska. Ia duduk di tepi kasur sambil mengusap pelan puncak kepala putri bungsunya.

“Eunggg...” Naya hanya melenguh pelan tanpa ada niat sedikit pun untuk membuka kedua matanya.

“Wake up, Sayang. Ayo mandi, siap-siap pergi sekolah,” ucap Siska lagi, mencoba menarik selimut yang menutupi tubuh Naya.

“Lima menit lagi, Mommy,” jawab Naya serak khas orang baru bangun tidur. Mata bulatnya masih terpejam erat, namun satu tangan mungilnya terangkat ke udara, menunjukkan lima jari kecilnya sebagai jaminan.

Melihat keras kepalanya sang putri, Siska tersenyum tipis. “No, Sayang. Tidak ada lima menit lagi. Nanti kalau kamu kesiangan, kamu ditinggal sekolah sama Abang sendirian mau?” pancing Siska sengaja menakut-nakuti.

Dan yap, pancingan itu berhasil seratus persen!

Mendengar kata 'ditinggal', rasa kantuk Naya seketika menguap begitu saja. Tak lama kemudian, ia langsung mengerjapkan matanya berkali-kali, berusaha menyesuaikan penglihatannya yang mendadak terkena pancaran cahaya lampu kamar.

“Naya sudah bangun, Mommy!” sahutnya lucu dengan suara cempreng khasnya. Tubuh mungilnya langsung dipaksa duduk tegak di atas kasur sembari mengucek mata.

Siska terkekeh geli melihat rambut cokelat panjang adiknya yang mencuat berantakan ke segala arah. “Nah, pintar anak Mommy. Ayo segera mandi dan bersiap-siap. Mommy tunggu di bawah untuk sarapan, hm?”

“Eumm!” jawab Naya singkat dengan anggukan patuh.

Cup!

Siska memberikan satu kecupan sayang di kening putrinya sebelum akhirnya bangkit berdiri. Ia melangkah keluar meninggalkan kamar Naya, lalu turun ke lantai bawah untuk membantu para pelayan menyiapkan menu sarapan pagi di dapur mansion.

^^^

Setelah menyelesaikan ritual mandi paginya yang segar, Anaya kini sudah siap dengan seragam sekolah Pradipta International High School (PIHS) yang melekat pas di tubuh mungilnya. Seperti biasa, ritual wajibnya setelah berpakaian adalah duduk di depan meja rias.

Jemari mungilnya bergerak lincah membubuhkan bedak bayi di kedua pipi tembamnya, lalu mengoleskan sedikit pelembap di bibir tipisnya yang secara alami sudah berwarna semerah ceri.

Naya mematut dirinya di depan cermin besar, memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri untuk memastikan penampilannya tidak ada yang kurang.

(Anaya cantik hihi)

“Mmm... perfect!” ucapnya bangga pada diri sendiri, memamerkan senyuman manisnya ke arah cermin hingga matanya membentuk bulan sabit yang menggemaskan.

Merasa penampilannya sudah sangat pas dan rapi, Anaya menyambar tas ransel bermotif kelinci kesayangannya lalu melangkah keluar kamar. Ia memilih turun ke lantai bawah dengan menggunakan anak tangga satu per satu.

Sebenarnya, di dalam mansion megah keluarga Wicaksono ini sudah difasilitasi sebuah lift pribadi. Namun, Naya yang aktif jauh lebih suka berjalan kaki menuruni tangga. Sifat aktifnya inilah yang sering kali membuat para ayah dan ibunya jantungan di bawah, selalu khawatir jika putri mereka terpeleset dan terjatuh lagi seperti kejadian masa lalu.

Skip

***

Di ruang makan, suasana sudah terlihat sangat hangat dan hidup. Ternyata di sana tidak hanya ada Hendra, Siska, dan Arka saja. Para ayah, ibu, serta abang lainnya sudah duduk rapi menanti kehadirannya.

Begitu siluet tubuh mungil Anaya terlihat melangkah turun mendekati ruang makan, seisi ruangan seketika dibuat terpana. Perpaduan antara kecantikan alami dan keimutan yang luar biasa pada wajah polosnya benar-benar memancarkan pesona magis. Siapa pun yang melihat bocah imut itu akan langsung jatuh hati tanpa syarat.

‘Gila, pesona adik gue sampai meluber-luber begitu,’ batin Arka protektif, diam-diam menatap sekeliling untuk memastikan para sepupunya tidak macam-macam.

‘Ahhh... jadi pengen memasukkan dia ke dalam karung kan,’ gemas Utara dan Selatan di dalam hati secara bersamaan.

‘Duh, apa diculik saja kali ya, biar cuma gue saja yang bisa lihat keimutannya?’ batin Marco ikut bergejolak sembari senyum-senyum sendiri menatap ke arah sang adik sepupu.

‘Baby, kau sangat menggemaskan,’ puji Marvel pelan di dalam lubuk hatinya yang paling dalam.

Melihat orang-orang yang dicintainya sudah duduk rapi mengitari meja makan yang panjang, Anaya pun menyapa mereka semua dengan sangat riang.

“Pagi, Oma, Opa, Mommy, Daddy, Mama, Papa, Buna, Ayah, Mami, Papi, dan Abang semua!” serunya dengan penuh semangat. Tak lupa, sebuah senyuman manis nan tulus terukir indah di bibir cerinya.

Naya kemudian melangkah mengitari meja untuk melakukan ritual pagi kesukaannya.

Cup!

Cup!

Cup!

Cup!

Setelah selesai memberikan kecupan sayang satu per satu di pipi anggota keluarganya, Anaya langsung mengambil tempat dan duduk manis di samping Marvel.

Naya menoleh ke samping, menatap lekat wajah sepupunya yang terkenal dingin itu.

“Abang Marvel tampan, Naya suka, hihi!” ucapan spontan bernada pujian itu keluar begitu saja dari bibir mungil Naya.

Mendapat pujian yang teramat tiba-tiba dari sang Princess, tubuh Marvel seketika kaku. Pemuda yang biasanya selalu memasang wajah tembok tanpa ekspresi itu mendadak salah tingkah setengah mati. Kedua belah telinganya bahkan langsung memerah padam karena tersipu.

Sementara itu, si bocil kematian yang baru saja memporak-porandakan pertahanan sang abang justru malah memberikan tampang super polos tanpa dosa, seolah-olah apa yang baru saja ia katakan adalah hal yang paling lumrah di dunia.

***

Setelah keriuhan kecil di awal, sarapan pagi akhirnya berlangsung dengan cukup tenang dan hangat. Begitu selesai makan, Anaya segera menyambar tas ransel kelincinya dan bersiap untuk berangkat ke sekolah bersama Arka seperti biasa. Namun, langkah mungilnya mendadak dicegah oleh Marvel yang tiba-tiba berdiri dari kursinya.

“Baby, berangkat bareng Abang, hm?” pinta Marvel dengan nada suara yang melembut.

Arka yang mendengar kalimat itu langsung mendengus pelan. Meski berstatus sebagai abang kandung Naya, ia tetap tidak berani melawan atau mendebat abang sepupunya yang berwajah tembok itu jika sudah mengeluarkan perintah mutlak.

“Humm?” Naya hanya bergumam lucu sembari memiringkan kepalanya, menatap Marvel bingung.

“Naya sama gue saja, Bang!” sergah Marco tiba-tiba dari sudut meja, tidak mau kalah start untuk mencari perhatian sang adik sepupu.

“Sama kita lah! Enak saja kalian main klaim duluan!” sahut si kembar, Utara dan Selatan, yang juga tidak mau kehilangan kesempatan emas untuk mengantar Princess mereka.

Melihat tingkah heboh sepupu-sepupunya, Marvel dan Arka kompak memutarkan bola mata mereka dengan malas.

‘Dikit lagi pasti bakal jadi debat gak bermutu nih,’ batin Arka pasrah, sudah bisa menebak kelanjutan situasi ini.

Dan benar saja, tebakan Arka seratus persen akurat. Detik berikutnya, suasana ruang makan langsung berubah riuh oleh perdebatan para pemuda Wicaksono.

“Sama gue! Lo berdua besok-besok saja!” ucap Marco malas, mencoba menyingkirkan si kembar.

“Enggak bisa! Adek harus berangkat sama kita. Kita juga mau mengantar Adek ke sekolah lah, enak saja!” balas Selatan dengan nada berapi-api, tetap teguh pada pendiriannya.

Di saat Marco, Utara, dan Selatan sedang sibuk berdebat. Marvel dengan sangat pelan dan lembut menarik pergelangan tangan mungil Anaya yang sedang kebingungan. Dengan langkah tenang, Marvel menuntun Naya berjalan keluar menuju area parkir mansion dan memasukkannya ke dalam mobil mewah miliknya.

Sementara itu, Arka yang malas ikut campur dalam keributan sepupunya langsung melangkah santai menuju motor gedenya, menyalakan mesin, dan berkendara pergi terlebih dahulu ke sekolah.

Tepat setelah motor Arka keluar dari gerbang, Anaya yang sudah duduk manis di dalam mobil Marvel langsung menyembulkan kepala mungilnya melalui jendela yang terbuka. Wajah polosnya tampak berseri-seri di bawah sinar matahari pagi.

“Papayy, Abang-Abang! Naya berangkat sekolah dulu, ya!” teriak Naya lantang dari dalam mobil sembari melambai-lambaikan tangan mungilnya dengan sangat riang.

Di area lobi mansion, Marco, Utara, dan Selatan seketika menghentikan perdebatan mereka. Ketiganya langsung melongo berjamaah dengan mulut sedikit terbuka saat menyadari bahwa objek yang mereka perebutkan dari tadi ternyata sudah berhasil dibawa kabur oleh Marvel.

“Ini semua gara-gara kalian, sih!” ucap Marco dengan nada sangat kesal, menyalahkan si kembar yang terlalu berisik. Tanpa membuang waktu lagi, Marco langsung berlari menuju mobilnya sendiri untuk menyusul Marvel ke sekolah.

# HAI GUYSSS ✨#

GIMANA NIH CERITA DI BAB 20..

PASTI SERU BANGET KAN!!

STAY TUNE TERUS SETIAP PAGI DAN MALAM JAM 08.00-09.00 dan 19.00 YA GUYS. KARNA BAB BARU AKAN UP SETIAP JAM 08.00-09.00 dan 19.00😙

JANGAN LUPA YAAA

LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA.

THANK YOU SUDAH MAMPIR DI KARYA KU🥰🫶

1
Opacraphile
clara kayaknya gak ada kapoknya deh, udah si disiksa aja. gemes bener😡
partini
dua kali loh Clara bikin masah masa cuma di ancam doang gas eksekusi bikin kere
Sandhyaruntala: Namanya juga mancing emosi kak🤭🫶
total 1 replies
partini
di kelilingi Abang" tamvan masa ga ngeh kalau lagi di di selidiki apa mereka ga peka apa agak kurang 🤭
Sandhyaruntala: tunggu tanggal mainnya kak hihihi, 🤭
total 1 replies
Dana Kristina
suru,menghibur,TDK membosankan 🥰😎😎😎😎🤩🤩🤩🤩💪🙏
Dana Kristina
ikutan deg deg an kyk Devan Thor,Krn tingkah polosy naya😄😄
Dana Kristina
mampir baca, cerita y seru😍😍,mga TDK membosankan 💪💪💪🙏
Renn
lanjut dong 🙈
Sandhyaruntala: Tunggu jam 19.00 ya guys🥰🫶
total 1 replies
Opacraphile
mulai ada musuh bermuncula, lanjut thorr💪
Sandhyaruntala: Tunggu bab selanjutnya ya guys🔥🫶
total 1 replies
partini
udah muncul ini yg ga suka
Sandhyaruntala: Nanti makin seruuu, tungguin aja kak🥰
BTW aku ada tulis judul baru loh tentang pembalasan, yuk mampir kak dijamin makin banyak keselnya🔥🫶
total 1 replies
Sandhyaruntala
Namanya juga nanay 🥰, kelakuannya diluar nurul 😭
Opacraphile
the real bocil kematian🤣
udah bikin satu kelas mikir berjamaah dianya malah anteng anteng aja🤭
Sandhyaruntala
Guysss FYI, sedikit lagi memasuki babak seruu loh, stay tune bareng degem yaa🫶🔥
Jangan lupa like, komen dan klik favorit yaa🥰

HAPPY READING & HOPE YOU ENJOY GUYSSS💜
aku
lah lah 🤔 terulang apa gmn ini 🤔
Opacraphile: no no kaka, itu karna kedatangan sepupu tamvan itulah yang buat mereka histeris hehe
total 1 replies
partini
ini gimana sih Thor 2 bab sama
Opacraphile: no no, itu karna kedatangan para sepupu tamvan hehe
total 1 replies
Anita Rahayu
bagus
Sandhyaruntala: Thank you untuk penilaiannya kak🥰
total 1 replies
Anita Rahayu
Suka thor tapi panjang dikitlah alur dan epsnya👍👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Sandhyaruntala: Thank you kak, di usahakan ya kak 🫶

Aku up dia kali kok kak.hehe🥰
total 1 replies
partini
musuh" waduh. tapi tenang Naya yg satu ini pasti banyak kejutan nya
Sandhyaruntala: Thank you sudah dukung karyaku kak, happy sekali ada yang sayang sama degem🫶
total 1 replies
falea sezi
kurang thor🤣
Sandhyaruntala: besok pagi up lagiiii, jangan lupa masukin favorit ya biar tau pas author up😍
HAPPY READING GUYS💜
total 1 replies
Opacraphile
Bocil ada aja gebrakannya🤣
falea sezi
lanjut
Sandhyaruntala: Tunggu jam 7 author update ya kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!