NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:507.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

Li Zie tidak perlu menggunakan Mata Dewanya karena ia sendiri yang membuat racunnya. Dengan gerakan yang terlihat sangat sakral dan penuh wibawa, Li Zie mengeluarkan dua jarum perak yang telah ia celupkan ke dalam Air Spiritual encer dari ruang dimensinya.

Wush!

Wush!

Jarum itu melesat cepat, menusuk titik syaraf di belakang telinga Selir dan Li Mei. Seketika, sensasi dingin yang menyejukkan mengalir ke seluruh wajah mereka, memadamkan rasa panas membakar yang menyiksa.

"Hah..." Li Mei mendesah lega, matanya membelalak. "Ibu... gatalnya... gatalnya hilang! Ini ajaib!"

Selir pun terpana. Rasa gatal yang tadinya seperti ribuan semut api menyengat kini hampir tak terasa sama sekali. "Luar biasa! Anda benar-benar Dewa Penolong, Tabib Agung!"

"Hm... ini bukan sekadar penyakit kulit biasa," suara Li Zie keluar dengan nada serak, berat, dan dalam, persis seorang kakek petapa yang telah hidup ratusan tahun. Ia mengelus janggut ekor kudanya dengan gerakan lambat yang penuh wibawa, membuat Selir dan Li Mei menahan napas ketakutan.

Di sampingnya, Ji Yu berdiri dengan tangan bersedekap. Wajahnya yang tampan terlihat sangat arogan, matanya menatap Selir dan Li Mei dengan pandangan merendahkan.

"Kalian beruntung Guru sedang ingin menerima tamu hari ini," cetus Ji Yu dengan nada angkuh yang dibuat-buat. "

Selir dan Li Mei hanya bisa menunduk, tak berani membantah pria muda yang terlihat seperti pendekar sakti.

Begitu rasa dingin menjalar dan gatal itu mereda, Li Zie tidak langsung membiarkan mereka pergi. Ia mencondongkan tubuhnya, membuat aura tekanannya terasa begitu berat hingga Selir dan Li Mei merasa sesak napas.

"Dengar," suara serak Li Zie terdengar seperti bisikan dewa yang menggelegar di telinga mereka. "Rasa gatal ini adalah peringatan dari langit. Ini adalah kutukan. Jika bukan Aku. Tidak akan ada tabib yang mampu mengobati kalian."

Selir gemetar mendengar ucapan sang tabib Agung, "Ku... kutukan, Tabib Agung?"

"Benar," lanjut Li Zie dengan nada dingin yang berwibawa. "Jangan pernah lagi kalian berani mengganggu wanita yang sedang sekarat di paviliun belakang kediaman menteri itu. Keberadaannya dilindungi oleh alam. Jika kalian berani menyentuhnya lagi atau bahkan sekadar mengganggu tidurnya, bintik-bintik ini tidak hanya akan merusak wajah kalian, tapi akan membusukkan daging hingga ke tulang."

Mata Li Mei membelalak horor di balik cadarnya. "Bagaimana kakek ini bisa tahu soal Li Zie dan paviliun belakang?!" batinnya menjerit.

Li Mei dan ibunya saling pandang dengan wajah pucat pasi. Di mata mereka, kakek petapa ini benar-benar sakti karena bisa melihat rahasia rumah tangga mereka tanpa pernah berkunjung.

"Wajah kalian perlahan akan kembali pulih. Tapi ingat kataku tadi tentang wanita itu. Karena aku tidak akan pernah sudi menolong kalian dengan bayaran seribu keping emas pun, " ujar Tabib Agung menatap kedua ibu dan anak itu yang sedang ketakutan.

"Sekarang pergi!" Ji Yu membentak kasar sambil mengibaskan tangannya, seolah mengusir lalat. Ji Yu melakukan itu karena dendam kesumat, lalu kembali berkata dengan dingin,"Jangan sampai kalian membawa sial di lapak Guru lebih lama lagi!"

Selir dan Li Mei membungkuk hormat lalu pergi dengan perasaan lega.

Setelah bayangan mereka hilang, Li Zie langsung menyandarkan punggungnya ke kursi kayu tua. Suara seraknya hilang, berganti dengan kekehan kecil yang nakal.

"Kerja bagus, Ji Yu. Akting aroganmu tadi boleh juga," puji Li Zie sambil mengusap kotak emasnya dengan sayang.

"Tentu saja, Guru. Karena Aku juga punya dendam pada ibu dan anak itu. Lalu Guru apakah mereka benar-benar akan berhenti mengganggumu setelah mendengar peringatan mistis tadi?" tanya Ji Yu sambil tersenyum miring.

Li Zie menyeringai licik dan berkata dengan sombong, "Aku rasa mereka akan ketakutan untuk kembali membuat ulah. Tapi jika berani berulah lagi bukan hanya wajah. Tapi seluruh tubuh yang akan menanggungnya. "

Selir dan Li Mei benar-benar kapok. Begitu sampai di kediaman, mereka langsung memerintahkan semua pelayan untuk menjauhi area paviliun belakang. Tak ada lagi pengawal yang datang menendang pintu.

 Mereka bahkan memerintahkan untuk mengirimkan jatah makanan terbaik, meski hanya diletakkan di depan gerbang paviliun tanpa berani masuk, karena takut kutukan dari kakek petapa itu kembali membakar kulit mereka.

Li Zie pun akhirnya bisa menikmati tidur siangnya dengan sangat tenang.

"Guru, lihat ini," bisik Ji Yu sambil membawa nampan berisi ayam panggang dan sup jamur mahal yang ia temukan di depan pintu pagi itu."Mereka sepertinya benar-benar menganggapmu sebagai dewi yang dilindungi langit," ujar Ji Yu dengan puas.

Li Zie yang baru saja bangun dan meregangkan tubuh di bawah selimut bulu rubahnya hanya menyeringai puas.

1
Linda Nadi
Pengobatanya cuman akupuntur doang ya,tanpa disertai ramuan,bener"baru nemu cerita kaya gini...lain x sediakan makanan dulu sebelum mlakukan akupuntur
Linda Nadi
Baru x ini q baca cerita berbeda dari yg lain,kebanyakan cerita kultivasi tu makin kuat smakin bisa berhari"tak merasa lapar,begitu juga ilmu pengobatanya smakin lama smakin kuat smakin bisa mengendalikanya,begitu juga ruang dimensinya makin kuat orangnya smakin bertambah luas&lengkap pula isinya &takan ada habisnya juga 🤭🤣🤣🤣 ini mah ngocak perut mulu
Tri Haryanto
baguuuuuuus bangeeeet ya ampuuun
Heny Shae
zie dimana semua sikap sombong dan sok wibawamu 🤣🤣
Heny Shae
🤣🤣🤣
Sri rahayu
ternyata di dunia novel pun sama ya kalau istri kurang duit suka marah melulu 🤣🤣🤣🤣
Sri rahayu
Thor ceritamu Bagus dan di selingi kekonyolan pasti orang suka
Sri rahayu
Thor terimakasih ya sudah bikin sy tertawa terus .semoga amal ibadah author di terima karena sudah membuat banyak orang tertawa 😁😁🫰🫰
Fitria: Sama-sama, Kak.
total 1 replies
Sri rahayu
🤣🤣🤣🤣🤣 pasti terkenving kencing tuh
Sri rahayu
guru hentikan guru
Fitria: Kok author jadi ngakak ya, keinget nadanya🤣
total 1 replies
𝓬𝓱𝓪𝓵
🤣🤣🤣 bisa bisanya harga diri nmr 2
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak banget ya allah 🤣🤣🤣
Hua Hua
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hua Hua
aduh terlalu cantik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
miow 🐈🐈🐈
ini kenapa seolah2 yan bru liat kecantikan nya.... kan pas mergokin di paviliun reot pas muka nya dilap pke air spritual kasiar, yan dan feng liat terus terpesona... knp skrg yan malah kya bru pertama liat 🤭🤭🤭
Julia thaleb
Thor..
di dalam ruang dimensi simpan makanan yg banyak, saat lapeeer tinggal makan, tidak perlu bingung cari kedai nasi or restoran.
Lina Sofi
lucu bgt 🤣🤣🤣
tudehun
/Ok/
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 🙂
Alisya Dilla
ya allah apa kh ada part yg lebih ngakak ketimbang part ini? astga ngga lemes besty 😭😭🤣🤣🤣💪
Fitria: Mungkin masih banyak sih, kk. 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!