NovelToon NovelToon
Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Kelahiran kembali menjadi kuat / Transmigrasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: waya520

Sebuah kecelakaan mengubah hidup Nara Anindya selamanya. Saat membuka mata, dia terbangun di tubuh Bianca Ardhana, istri CEO tempatnya bekerja, sementara tubuhnya sendiri telah dimakamkan. Di balik rumah tangga yang tampak sempurna, tersimpan pengkhianatan, ancaman, dan rahasia yang belum terungkap. Mampukah Nara mengembalikan kebahagiaan keluarga itu tanpa kehilangan hatinya sendiri?

Jangan lupa like dan votenya ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi Pendamping Elvano

Hari Senin tiba lebih cepat dari yang Nara bayangkan. Entah kenapa menurutnya waktu itu cepat berlalu.

Sejak pagi, mansion Ardhana kembali sibuk. Para pelayan mondar-mandir menyiapkan sarapan, sementara Elvano sudah mengenakan setelan jas hitam yang selalu membuatnya tampak berwibawa.

Nara keluar dari kamar Elora setelah membantu balita itu berganti pakaian.

"Selamat pagi nyonya." sapa para pelayan yang menghampiri Nara.

Nara tersenyum cerah "Pagi."

Elvano melirik wanita itu sekilas, lalu kembali merapikan dasinya.

"Ayah!" Elora berlari memeluk kaki Elvano.

"Papa ganteng." Ucapan polos itu membuat Elvano tersenyum tipis. Dia mengelus rambut anak itu sayang.

"Terima kasih."

Nara memperhatikan pemandangan itu sambil tersenyum. Entah kenapa, setiap kali melihat Elvano bersama Elora, hatinya selalu terasa hangat.

Saat sarapan hampir selesai, Raka datang membawa sebuah map. "Maaf mengganggu, Pak." ucapnya tidak enak sambil melirik Nara. Namun wanita itu malah tersenyum ke arahnya.

"Ada apa?" tanya Elvano.

"Siang ini ada jamuan makan bersama para investor. Dan Ibu Bianca dijadwalkan hadir mendampingi Bapak." ujar Raka sambil melirik ke arah istri bosnya. Biasanya Bianca selalu absen mengingat hubungan mereka yang sangat dingin dulu.

Nara yang sedang meminum jus langsung berhenti. "Aku?" tanyanya sambil menujuk ke arah dirinya sendiri.

Raka mengangguk pasti.

"Biasanya undangan seperti ini dihadiri pasangan Bu." ucapnya santai.

Nara mulai panik. Dia bahkan belum hafal nama-nama rekan bisnis Elvano. Bagaimana kalau ada yang menyadari perubahan sikapnya?

"Aku rasa tidak perlu..." ucap Nara pelan.

Namun Elvano menutup map di hadapannya. "Kalau kamu tidak nyaman, tidak usah datang."

Nara menatap Elvano tidak enak. Pria itu bahkan sama sekali tidak memaksanya.

Karena sikap pria itu membuat Nara berpikir. Sebagai Bianca, bukankah seharusnya dia mulai menjalankan tanggung jawabnya? Seperti mendampingi Elvano kemanapun pria itu pergi.

Lalu tanpa pikir panjang dia berkata "Aku ikut."

Jelas keputusannya itu membuat Elvano sedikit terkejut.

"Kamu yakin?" tanya pria itu memastikan.

Nara mengangguk. "Yakin."

Elvano diam sejenak, lalu menatap istrinya dari atas sampai ke bawah. "Kalau begitu, cepat ganti bajumu."

Nara menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Emm biasanya pakai baju apa ya?"

Elvano melirik ke arah Raka. Dan pria itu langsung paham. "Akan saya panggilkan penata busana untuk anda Bu."

Wow. Nara terkejut mendengarnya. "Em oke."

.....

Satu jam kemudian.

Seorang penata busana datang ke mansion. Nara hampir pusing melihat beberapa gaun yang dibawa. Masalahnya dia tidak begitu paham dengan fashion, terutama untuk wanita yang memiliki kedudukan tinggi seperti Bianca.

"Bu, yang mana yang ingin dipakai?" tanya penata busana itu setelah meletakan beberapa gaun di hadapan Nara.

Nara menatap satu per satu gaun itu hingga tatapannya jatuh pada sebuah gaun sederhana.

"Yang itu saja." tunjuknya pada gaun paling sederhana di sana.

Penata busana tampak bingung. "Biasanya Ibu selalu memilih yang paling mencolok." tanyanya heran.

Nara tersenyum canggung. "Selera orang bisa berubah kapan saja kan?"

Penata busana itu tampak tidak suka dengan pilihan Nara, hingga dia kembali menunjukkan beberapa gaun yang lebih elegan dibandingkan pilihan Nara tadi.

Sekarang Nara bisa memilih yang bagus untuk dia pakai. tanpa ragu dia sebuah gaun berwarna biru muda, lalu dia minta untuk riasannya yang natural saja.

Jelas. Penata busana itu cukup terkejut dengan perubahan Bianca. Wanita itu bertingkah seperti dia dulu. Sangat berbeda.

Saat Nara perlahan turun ke ruang tamu, Elvano yang sedang menunggu sempat terdiam. Dia memandang lekat istrinya dari atas sampai ke bawah.

Gaun yang dipakai Bianca terlihat sederhana. Namun justru membuat wanita itu terlihat jauh lebih anggun.

"Kenapa diam?" tanya Nara gugup. Dia melirik ke bawah, memastikan bahwa gaunnya tidak ada kotoran atau noda.

"Tidak cocok ya?" tanya Nara yang melihat reaksi suaminya yang hanya diam sambil menatapnya lekat. Dia jadi risih.

Elvano menggeleng pelan. "Cocok."

Hanya satu kata. Namun cukup membuat pipi Nara menghangat.

"Papa." Suara Elora memecah suasana.

Balita itu berlari menghampiri mereka sambil membawa boneka kelinci kesayangannya.

"Mama cantik sekali." ucap anak itu polos. Ini pertama kalinya dia melihat mama nya memakai riasan.

Nara berjongkok lalu mencubit gemas pipinya. "Terima kasih."

Elora beralih menatap Elvano. "Papa."

"Hm?" pria itu memusatkan perhatiannya pada sang anak.

"Papa juga bilang dong." ujar Elora yang membuat Elvano terdiam sementara Nara langsung salah tingkah.

"Elora..." tegur Nara.

Namun Elvano justru menatap Nara beberapa detik. "Kamu memang cantik."

Kalimat itu diucapkan dengan tenang. Justru karena terlalu tenang, jantung Nara berdegup lebih kencang. Dia buru-buru mengalihkan pandangan.

"Ayo berangkat, ki...kita nanti terlambat." ucap Nara yang merasa gugup. Sementara Elvano tidak bisa menahan senyumnya. Melihat istrinya yang salah tingkah membuatnya cukup terhibur. Hanya dengan pujian sedikit, Bianca bisa salah tingkah seperti ini.

Di belakang mereka, para pelayan saling bertukar pandang sambil menahan senyum. Hubungan Tuan dan Nyonya benar-benar berubah.

Sebelum berangkat, Elora tiba-tiba memeluk kaki Nara. "Mama pulangnya jangan lama." pinta anak itu sedih karena di tinggal di rumah sendirian.

Nara mengusap kepala putrinya. "Iya. Mama nanti cepat pulang."

"Janji?" Balita itu mengacungkan jari kelingkingnya pada Nara.

Nara mengaitkan jari mereka. "Janji. Pinky promise." Elora akhirnya tersenyum puas.

Setelahnya mereka segera pergi keluar.

Di dalam mobil, Nara terlihat gelisah. Tangannya terus meremas tas kecil di pangkuannya.

"Gugup?" tanya Elvano yang membuat Nara menoleh.

"Sedikit." jawab wanita itu.

Elvano menghela nafas. "Kamu nanti disana tidak perlu melakukan apa pun. Hanya tetap berada di sampingku saja."

Kalimat sederhana itu entah kenapa membuat Nara merasa jauh lebih tenang.

"Bagaimana jika aku salah bicara nanti?" tanya Nara yang takut jika dia membuat kesalahan di sana, atau yang paling parah, membuat Elvano malu.

"Aku yang akan mengatasinya." jawab Elvano yang membuat Nara mengangguk pelan. Setidaknya dia lega karena Elvano siap menjadi garda terdepan nya.

"Terima kasih."

Elvano hanya tersenyum tipis sebelum kembali mengalihkan pandangannya ke jalan.

Untuk pertama kalinya sejak kecelakaan itu, Nara merasa dia tidak lagi menghadapi semuanya sendirian.

.....

Di sisi lain kota, Damian sedang duduk di dalam mobilnya sambil menatap sebuah foto di layar ponsel. Foto itu memperlihatkan Elvano dan Nara yang baru saja berangkat bersama.

Senyumnya perlahan menghilang. "Bianca. Sepertinya kau mulai melupakan siapa yang sebenarnya mengendalikan hidupmu."

Dengan cepat dia menekan nomor seseorang. "Aku ingin semua informasi tentang jamuan makan siang Ardhana Group hari ini."

Tanpa disadari Nara, ancaman Damian mulai bergerak semakin dekat. Entah apa yang di rencanakan pria itu?.

1
falea sezi
lanjut
waya520: siapppp
total 1 replies
meowww
baru bab belasan tp aku sdh kepo sm endingnya. jangan lama up nya thor semangat
waya520: hahahaha sabar yaa. pokoknya ikuti terus ceritaku 🤭
total 1 replies
meowww
konfliknya jangan lama2 thor
waya520: siapp
total 1 replies
meowww
good
meowww
ya Allah mau suami seperti Vano 🙏
waya520: samaaa 😩
total 1 replies
meowww
la iya. mw kmn mlm"
meowww
tolong buat happy birthday min🤭
waya520: hmmmmmmm🤭
total 1 replies
meowww
aaaaaa sukaaa
meowww
cepet up yhor seru
meowww
woy bianca. punya anak pny suami malah selingkuh
meowww
bianca berarti gk sayang anaknya selama in?
meowww
kasian nara. dia liat jasadnya sendiri
meowww
thor akhirnya ada cerita transmigrasi lagi
Wawasan Ilmu NgertiYuk
wahhhh cerita baruuuuu💪
Dinda Putri
up
waya520: siappp
total 1 replies
Dinda Putri
lanjut💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!