Eza dan Ezi dua Kak beradik yang memiliki kegeniusan yang terpisah. Mereka mengalami kecelakaan dan hidup kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aloha_Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 - Tanpa terasa
Satu keluarga Smith pun di bawa ke rumah sakit, meskipun yang terluka parah tuan dan nyonya Smith akan tetapi Eza dan Ezi hanya kekurangan tenaga saja sehingga keduanya pingsan sebelum tiba di rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Gita dan Weyi bergegas membawa si kembar ke dalam ruangan rumah sakit. Setelah itu mereka pun menunggu kabar keluarga Smith yang sudah masuk ke dalam ruangan.
Lama kira nya Weyi dan Gita menunggu Dokter yang memeriksa mereka. Hingga Gita meneteskan air mata mengingat kebersamaan mereka, Weyi pun hanya menenangkan Gita agar bisa tenang menghadapi semuanya.
"Gita, kamu mau makan apa nanti aku belikan?" ucap Weyi bertanya.
Gita yang masih melamun dan memikirkan tentang keluarga Smith tidak menghiraukan yang diucapkan oleh Weyi, hingga Weyi pun menyadarkan dan berbisik di telinga nya Gita.
"Gi-ta, kamu mau makan apa?" ucap Weyi bersuara lembut di telinga Gita.
Gita pun memutar wajahnya dan nampak keduanya saling memandang untuk sesaat. Weyi terpesona dengan wajah sedih Gita hingga tanpa terasa dia memeluk Gita. Saat itu juga Gita pun menangis dengan sangat keras.
Hingga mama Gita datang membuyarkan pelukan keduanya.
"Kalian berdua pasti lelah kan, biar mama saja di sini, kalian berdua carilah makan ini sudah malam, Gita tadi belum makan saat menolong keluarga Smith tadi," ucap mama Gita pada Weyi.
"Baik Tante, akan Weyi temani Gita, terima kasih ya Tante, tolong nanti hubungi kami jika keluarga Smith sudah sadar, dan ini barang mereka semua," ucap Weyi kepada mama Gita.
"Eeh mama," ucap Gita bangun dari lamunan nya.
"Sayang, kamu makan sana dengan Weyi ya, biar mama di sini okey," ucap mama Gita.
"Baik ma, nanti hubungin kita ya jika keluarga Smith sadar," ucap Gita.
"Iya sayang, nanti bawakan saja mama makanan seperti roti atau buah ya, sekaligus buat keluarga Smith nantinya," ucap mama Gita.
"Siap Tante, nanti kami ke mini market untuk keperluan makan si kembar juga," ucap Weyi.
"Terima kasih Weyi," ucap mama Gita.
"Oke Tante, kami pergi dulu," ucap Weyi permisi.
Weyi dan Gita pun pergi dari tempat tersebut mencari makan, untuk mereka malam itu. Gita masih saja linglung dan bahkan badannya lemas.
Sesampainya di rumah makan, Weyi cari tempat yang nyaman buat Gita. Setelah pelayan datang dan memesan makanan seperti biasanya Gita terlelap dalam tidurnya di bahu Weyi.
Weyi tidak bisa bergerak sama sekali, bahkan dia bingung harus berbuat apa. Weyi hanya memandangi wajah Gita dari dekat, Weyi mulai berpikir apakah waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya.
Pelayan pun datang menyajikan makanan di atas meja, setelah itu datang juga minuman. Gita pun tiba-tiba terbangun setelah 10 menit yang tertidur, dan bingung sudah berada di samping Weyi.
"Ehm Weyi, maaf pakaian mu kotor karena keringat ku," ucap Gita membersihkan dari tangan nya.
"Sudah Gita jangan dibersihkan lagian keringat mu bukan najis juga kok, jadi kan tetap bersih, sekarang kita makan dulu ya," ucap Weyi menyuruh Gita makan.
"Ta-pi aku tidak tenang kalau kamu tidak berganti pakaian, nanti kita ke mall terdekat ya, aku belikan pakaian," ucap Gita panik.
Weyi pun memegang tangan Gita dan berkata.
"Maaf Gita, aku harus memegang tangan mu, kamu tenang saja setelah makan kita ke mobil ku saja, nanti aku berganti pakaian, kebetulan aku selalu membawa baju kaos bersih kemana-mana dalam mobil, sekarang kita makan oke," ucap Weyi menenangkan Gita.
",Baiklah kita makan sekarang," ucap Gita mulai mengambil piringnya.
"Ingat ya harus banyak makannya, karena begitu pesan mama mu tadi," ucap Weyi pada Gita.
Gita pun makan dengan lahapnya, karena kalau mama nya tahu makanannya dikit bakal kenal omel semalaman, dan itu membuat Gita pusing jika di omelin terus sehingga Gita hanya mematuhi saja.
Weyi yang melihat hal itu tersenyum dengan sikap yang menurut walaupun harus membawa nama mama nya, melihat senyum Weyi, Gita mulai bingung dan bertanya.
"Kamu kenapa tersenyum begitu? apakah ada yang aneh di wajah ku?" ucap Gita mulai bertanya.
"Tidak ada kok, yang pasti kamu harus makan yang banyak ya, nanti saja kita bicaranya, setelah makan kita harus ke mini market baru kembali ke bangsal," ucap Weyi.
Gita pun mengangguk atas perintah dari Weyi, Weyi pun ikut makan juga walau di hatinya Bahagia bisa makan bersama dengan Gita, yang mana hal itu sudah lama dia dambakan setelah perselisihan mereka.
Setelah selesai keduanya pun menuju mini market, akan tetapi Gita memilih istirahat sejenak. Weyi pun menuruti saja karena istirahat sejenak untuk menurunkan makan yang sudah di lahap.
"Hayo kita ke mini market, mama pasti sudah lama menunggu kita," ucap Gita dengan semangat.
Weyi pun hanya tersenyum dengan semua tingkah Gita, dia sudah sangat lama tidak melihat senyum wanita yang sangat dia cintai meskipun belum di ungkapkan nya sama sekali.
Mereka pun memilih makanan, minuman serta buah yang akan di bawa ke bangsal karena keduanya berkeyakinan bahwa si kembar pasti bangun sehingga mereka harus membeli keperluan si kembar.
Ketika di kasir saat Gita mau membayar malah Weyi yang langsung menyodorkan kartu nya ke kasir, Gita mau marah akan tetapi kartu tersebut sudah di gesek oleh kasir.
Hingga belanjaan selesai dan mereka meletakkan belanjaan di bagian belakang, dan Gita cemberut nya membuat Weyi hanya tersenyum.
Keduanya terdiam beberapa menit dalam mobil, hingga Gita sendiri yang bicara.
"Kenapa kamu harus bayar sih? itu semua kan keperluan mama dan keluarga Smith mereka menitipkan pada saya, kenapa harus kamu membayarnya," ucap Gita dengan muka cemberut.
"Hehe, aku semua dengan cemberut mu Gita, saat ini aku tengah mengemudi jadi tidak bisa menemani omelan kamu, jadi mau nya gimana coba?" ucap Weyi bertanya sambil fokus mengemudi.
"Aku harus bayar semua belanjaan itu," ucap Gita.
"Oke begini saja kalau kamu masih bersikeras, traktir aku saja saat kamu sempat, maka bisa di anggap lunas semuanya," ucap Weyi menjawab.
"Oke, aku akan traktir kamu, ingat ya jangan bohong dengan janji mu," jawab Gita masih cemberut.
"Tidak bakal, dan lagian gosip aku dengan seorang wanita itu tidak benar, kami hanya kontrak kerja saja, sengaja mengiring opini untuk menghancurkan seseorang, bahkan orang tua ku tahu Gita, karena kamu sudah salah paham aku sulit mengatakan nya, bahwa hingga saat ini hanya kamu yang ku cintai, walau aku belum mengungkapkan perasaan ku pada mu secara resmi," ucap Weyi panjang lebar sambil fokus mengemudi.
Gita yang mendengar hal itu langsung terdiam dan tersenyum malu, Weyi melihat sekilas wajah senyum Gita, dia pun tersenyum balik.
🍁🍁🍁🍁
penasaran ya 🤭
like dan comment dong, gift dan vote dong😂