Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.
Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!
kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 Aneh?
Setelah malam kecil yang penuh dengan hal sederhana namun berkesan itu berakhir, suasana di perkemahan perlahan kembali tenang.
Para pengembara Lin Xue akhirnya kembali melakukan aktivitas masing-masing. Beberapa dari mereka memilih bermeditasi untuk memulihkan kondisi setelah perjalanan panjang, sementara yang lain berjaga di sekitar area perkemahan untuk memastikan tidak ada makhluk spiritual berbahaya yang mendekat.
Namun bagi Nova, perjalanan melewati lorong ruang-waktu sebelumnya masih meninggalkan dampak yang cukup besar.
Meskipun tubuh Mortal Langit Bintang Satu miliknya mampu bertahan dari tekanan yang bahkan dapat menghancurkan kultivator biasa, energi spiritual di dalam meridiannya belum sepenuhnya pulih.
Terlebih lagi, setelah tiba di Planet Galastos, ia dapat merasakan perbedaan besar antara energi spiritual di tempat ini dengan energi spiritual di Bumi.
Kepadatan energi di planet ini jauh lebih tinggi. Namun justru karena itu, tubuhnya yang baru pertama kali beradaptasi dengan lingkungan baru membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.
Nova akhirnya memilih meninggalkan perkemahan secara perlahan. Ia berjalan menuju sebuah danau yang berada tidak jauh dari hutan spiritual tersebut.
Danau itu memiliki permukaan air yang sangat jernih hingga dasar batu kristal di bawahnya terlihat jelas. Kabut spiritual tipis melayang di atas permukaan air, sementara beberapa bunga spiritual bercahaya tumbuh di sekitar tepian danau.
Tempat yang sangat cocok untuk meditasi. Nova kemudian duduk di atas sebuah batu besar yang menghadap ke danau.
Ia menarik napas panjang.
"Planet ini..." gumamnya pelan. "Benar-benar berbeda."
Tatapannya mengarah ke langit malam Planet Galastos.
Di Bumi, mencapai ranah Mortal Langit sudah menjadi sesuatu yang hampir mustahil. Namun setelah tiba di sini, ia baru menyadari bahwa ranah yang ia banggakan sebelumnya hanyalah permulaan.
Di tempat ini, bahkan pengembara biasa yang ia temui memiliki kekuatan mendekati atau bahkan melampauinya.
Hal tersebut tidak membuat Nova merasa takut, justru sebaliknya. Semangat dalam dirinya semakin berkobar, ia ingin melihat seberapa jauh batas dunia ini.
Perlahan, Nova mengangkat tangannya. Cahaya dari gelang penyimpanan miliknya muncul. Namun kali ini, yang ia keluarkan bukan makanan sederhana seperti sebelumnya.
Melainkan sebuah batu kristal kecil berwarna keemasan, begitu benda itu muncul...
Udara di sekitar danau langsung berubah. Energi spiritual yang sebelumnya mengalir secara alami tiba-tiba bergerak menuju batu tersebut seperti ditarik oleh sesuatu.
Bahkan permukaan danau mulai bergetar perlahan. Batu itu adalah salah satu sumber daya kultivasi yang Nova peroleh dari warisan Batara Agung.
Kristal Energi Primordial. Sebuah sumber daya yang bahkan di zaman kuno dianggap sebagai harta langka.
Bukan hanya karena jumlah energinya yang sangat besar, tetapi karena energi di dalamnya telah mengalami pemurnian alami selama ribuan tahun.
Bagi seorang kultivator biasa, satu kristal tersebut cukup untuk meningkatkan ranah kultivasi secara drastis.
Bahkan beberapa sekte besar di Galastos mungkin akan rela mengorbankan banyak hal hanya untuk mendapatkan satu buah.
Namun bagi Nova... Benda itu hanyalah salah satu dari banyak sumber daya yang tersimpan di gelang penyimpanannya.
Ia meletakkan Kristal Energi Primordial tersebut di depannya, kemudian perlahan menutup kedua matanya.
Energi spiritual mulai mengalir.
WUUUSSSHHH!
Dalam sekejap, seluruh hutan spiritual berubah.
Angin berhenti berembus, mabut spiritual yang sebelumnya tersebar di seluruh area mulai bergerak menuju satu arah.
Danau, pepohonan, bahkan energi spiritual yang berada beberapa kilometer dari tempat Nova duduk...
Semuanya perlahan tertarik menuju tubuhnya. Di dalam perkemahan. Lin Xue yang sedang bermeditasi tiba-tiba membuka matanya.
Ekspresinya berubah.
"Apa?"
Ia segera berdiri, tidak hanya dirinya.
Yan Mei, Luo Bing, Gu Shen, dan anggota lainnya juga merasakan perubahan yang sama.
"Apa yang terjadi?"
Yan Mei menatap ke arah hutan dengan wajah bingung.
"Jumlah energi spiritual di sekitar kita..."
"Menurun?"
Qin Yu membuka kipasnya, tetapi kali ini ekspresinya tidak lagi tenang.
"Itu bukan menurun."
"Itu terserap."
Mereka semua terdiam. Seorang kultivator yang sedang bermeditasi biasanya hanya menyerap sebagian kecil energi spiritual di sekitarnya.
Namun yang dilakukan Nova... Jauh berbeda.
Energi spiritual yang memenuhi hutan seperti memiliki kehendak sendiri, semuanya bergerak menuju satu titik.
Lin Xue segera menggunakan indra spiritualnya. Dan ketika ia melihat pemandangan di danau...
Pupil matanya sedikit mengecil, Nova duduk diam di atas batu, tidak melakukan gerakan besar, tidak menggunakan teknik mencolok.
Namun tubuhnya seperti pusaran yang menarik seluruh energi dunia di sekitarnya.
"Ini..."
bisik Luo Bing.
"Teknik kultivasi apa itu?"
Tidak ada yang menjawab, karena bahkan Lin Xue sendiri tidak mengetahui jawabannya, yang membuat mereka semakin terkejut adalah fakta bahwa Nova tidak menggunakan formasi pengumpul energi.
Tidak menggunakan pil, tidak menggunakan artefak.
Hanya bermeditasi. Namun hasilnya membuat seluruh hutan spiritual seolah kehilangan sebagian besar energinya.
Yan Mei menelan ludah. "Dia hanya Mortal Langit Bintang Satu..."
"Tapi kenapa rasanya seperti dia sedang menyerap energi sebuah sekte?"
Gu Shen yang biasanya keras kepala hanya bisa diam. Untuk pertama kalinya sejak mengenal Nova...
Mereka benar-benar merasa bahwa pemuda itu berada di luar pemahaman mereka. Sementara itu, Nova sama sekali tidak menyadari tatapan mereka.
Pikirannya sepenuhnya tenggelam dalam proses pemulihan. Energi dari Kristal Energi Primordial perlahan memasuki tubuhnya, memperbaiki meridian yang rusak akibat perjalanan ruang-waktu.
Setiap aliran energi membuat fondasi kultivasinya semakin kokoh. Namun bukan hanya itu.
Tubuh Mortal Langit miliknya juga perlahan beradaptasi dengan hukum energi Planet Galastos.
Di dalam lautan jiwa, Tian Long membuka matanya sambil tersenyum tipis.
"Anak ini..."
"Baru tiba di dunia baru, tetapi sudah menggunakan sumber daya yang bahkan bisa membuat para Kaisar Surgawi berebut."
Naga suci itu tertawa kecil.
"Jika para kultivator Galastos mengetahui apa yang sebenarnya tersimpan di tubuhnya..."
"Mereka mungkin tidak akan membiarkannya hidup dengan tenang."
Di tepi danau, Nova tetap bermeditasi dalam keheningan. Sementara jauh di belakangnya...
Para pengembara yang awalnya hanya menganggapnya sebagai pemuda misterius yang tersesat...
Kini mulai menyadari satu hal, Nova bukan sekadar pendatang dari tempat asing.
Pemuda itu membawa sesuatu yang bahkan mungkin mampu mengguncang seluruh Planet Galastos.
Aura Nova membuat semua orang terdiam, bahkan membuat seorang mortal langit tidak bisa membaca aliran energi yang ada di dalam tubuh pemuda yang baru saja di kenalnya itu.
"Anak itu sangat aneh," gumam LIn Xue sambil memperhatikan Nova yang tetap tenang duduk di atas sebuah batu.
Sementara aliran energi terus masuk ke dalam tubuh Nova tanpa henti hal itu membuat para pengembara menjadi bertanya-tanya. Siapa sebenarnya pemuda yang ada di hadapan mereka itu?
Tian Long hanya tertawa saat merasakan tatapan heran para pengembara itu.
"Anak ini akan menguncang dunia para kultivator."