NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta : Selir Kesayangan Dokter Ken

Berbagi Cinta : Selir Kesayangan Dokter Ken

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Poligami / Dokter / Tamat
Popularitas:336.3k
Nilai: 5
Nama Author: ria aisyah

Almahyra seorang anak korban tsunami yang diadopsi oleh seorang dokter lajang bernama Kenzo Takeshi Sato.
Mereka sama-sama memendam perasaan.
Pernikahan Kenzo dengan wanita lain yang bernama Mona tidak bahagia.
Setelah berpura-pura lumpuh dia baru sadar bahwa Almahyra lah yang pantas menjadi istrinya.
Kenzo dan Almahyra diam - diam menikah.

Apakah Mona rela di madu?

Apa yang akan terjadi setelah dia tahu di madu?

Selamat membaca...
Aku tunggu support Anda semua agar aku lebih semangat untuk berkarya.

Love u All.. 😘😘😘
Terimakasih.. 🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ria aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TEGAS

Ken menggandeng tangan Al memasuki area rumah sakit. Semua dokter dan karyawan yang mereka jumpai menyapa keduanya dengan hormat. Ken membawa Al masuk ke dalam ruangannya.

Mengejutkan. Ruangan Ken sedikit terbuka. Ken berhenti sejenak di depan ruangan. Dia memberi isyarat pada Al untuk tidak bersuara.

Ken membuka pintu ruangannya pelan. Dia ingin menangkap basah penyusup yang berani memasuki ruang kerjannya. Tatapan mata Ken berhenti pada kursi kebesarannya yang terbaik membelakangi pintu. Siapa gerangan yang duduk di sana?

Langkah kaki Ken mengendap-endap seperti maling di rumahnya sendiri. Suasana terasa menegangkan. Ken takut penyusup itu berniat untuk mencuri data-data penting rumah sakit.

Al berada di luar. Ken melarangnya untuk ikut masuk ke dalam. Ken tidak ingin melibatkan Al dalam bahaya jika benar-benar ada penyusup.

Ken terkejut sambil memegangi dadanya ketika tiba-tiba kursinya berputar menghadapnya. Sesosok wanita cantik yang sangat dia kenal muncul di sana.

"Pagi, Sayang!" wanita yang tidak lain adalah Vea itu beranjak dari duduk dan berhambur memeluk Ken.

"Berhenti!" teriak Ken. Terlambat Vea sudah melompat memeluknya.

Mendengar suara seorang wanita, Al tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya. Dia berjalan masuk ke ruangan Kenzo. Terlihat Vea sedang memeluk Kenzo.

"Kamu ada di sini juga," ucap Vea tanpa melepaskan pelukannya pada Ken.

Almahyra diam tak menjawab. Dia terus mengamati Ken yang berusaha melepaskan diri dari Vea. Al tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia tidak berada di sana.

"Vea! Jaga sikapmu! Aku pria yang sudah menikah. Pergilah! Aku harus bekerja."

Kenzo berjalan menghampiri lokernya untuk mengambil dan memakai baju putihnya.

"Kenapa kamu mengikuti suamimu bekerja, Adik Kecil?" tanya Vea pada Al.

"Namaku Al. Suamiku yang memintaku untuk ikut," jawab Al dengan menekankan kata suami.

"Wow! Benarkah itu Ken? Berarti aku juga boleh dong ikut menunggu kamu bekerja." Vea berada di belakang Ken dan terus mengikutinya.

"Minggir Vea!" Ken duduk di kursinya dan membuka laptop untuk mengecek data pasien dan pekerjaan apa yang harus dia tangani.

Bukannya pergi Vea malah duduk di atas meja dan menatap Ken tak berkedip.

"Al! Kemarilah!" panggil Ken.

Al yang semula hanya berdiri mematung berjalan menghampiri Ken. Ken memundurkan kursinya. Ketika Al sudah berdiri di dekatnya, Ken menarik Al ke dalam pangkuannya.

"Aku tahu aku salah sama kamu, Ken. Tapi kamu nggak harus begini juga lah. Bahkan sampai saat ini aku belum bisa mencintai laki-laki lain selain kamu." Vea mulai bereaksi dengan tingkah Ken.

"Kamu salah dalam mendefinisikan tentang cinta. Kamu hanya terobsesi saja sama aku. Baiknya kamu simpan cintamu itu untuk orang lain. Aku sudah nggak butuh!" ketus Ken.

Vea menatap Ken nanar. Matanya mulai berkaca-kaca dan hampir menangis. Dia buru-buru menyeka airmata yang hampir jatuh dari kelopak matanya yang indah.

"Aku sedang sakit Ken. Apa kamu nggak punya hati untuk memperlakukan ku dengan lembut?" Vea tidak dapat lagi menahan diri. Dia menangis.

"Kalau kamu sakit kenapa keluyuran di sini. Harusnya kamu beristirahat dengan baik. Bukan malah nyari penyakit baru," ucap Ken sengak. Untuk mematahkan harapan Vea, Ken harus bersikap tegas padanya.

"Itu karena aku merindukanmu. Aku masih mencintaimu, Ken." tangis Vea semakin menjadi.

"Pagi, Sayang!" Mona tiba-tiba masuk ke ruangan Ken.

Al ingin turun dari pangkuan Ken namun, Ken menghalanginya.

"Ada apa pagi-pagi mencariku?" tanya Ken pada Mona yang sudah duduk di kursi.

"Aku membutuhkan tanda tanganmu. Oh, iya. Satu jam lagi kamu ada jadwal kunjungan pasien VVIP."

Ken meraih berkas dari tangan Mona dan membacanya dengan teliti.

"Kamu siapa, Nona? Kenapa kamu memakai baju pasien?" tanya Mona pada wanita bule yang sedang menangis di hadapan Ken dan Al.

"Aku Vea. Kekasih Ken waktu SMA." Vea melihat Mona dari atas hingga ke ujung kaki. Paling dia dokter di rumah sakit ini yang mencari perhatian Ken.

"Mantan!" seru Ken.

"Oh! Perkenalkan, aku istri pertama Ken. Namaku Mona."

Mona mengulurkan tangannya namun tidak ditanggapi oleh Vea. Akhirnya Mona menarik kembali tangannya. Dia merasa kesal pada Vea yang terlihat sombong.

"Kamu nggak sakit hati melihat suamimu bermesraan seperti itu." Vea menunjuk Al dan Ken dengan dagunya. Mencoba memprovokasi Mona.

"Aku akan sakit hati kalau kamu yang duduk di sana," ketus Mona. Dia merasa tersaingi dengan gadis bule bermata biru cantik itu.

Kali ini Ken dan Al merasa salut pada Mona. Dia merahasiakan konflik pribadi di antara mereka bertiga dan mematahkan harapan Vea. Mona sempat mendengar apa yang terjadi sebelum dia masuk. Kebiasaan mengupingnya memang patut di acungi jempol.

"Oh, iya. Padahal aku cinta pertama Ken. Aku harusnya yang ada di posisi kamu saat ini." Vea menatap Mona penuh permusuhan.

"Heh, harusnya kamu sadar diri dong. Masa lalu itu ibaratnya makanan basi dan mantan itu ibaratnya barang bekas yang sudah di buang ke tong sampah. Kamu itu nggak berarti apa-apa buat Ken. Apalagi buat aku." setelah mengatakan itu Mona mengambil berkas yang sudah di tanda tangani oleh Ken dan berlalu dari sana.

"Kamu... Hahh!" Vea mengepalkan kedua tangannya di depan mukannya dan merapatkan gigi-giginya penuh emosi.

"Tahan emosimu dan pergilah ke kamarmu. Kalau kamu pingsan di sini di kira kami yang menganiaya kamu," ucap Kenzo tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.

Al yang tadinya diam, merasa iba juga pada Vea. Vea hanyalah manusia biasa yang sedang terjebak dalam kenangan masa lalu. Meskipun dia salah, Al tidak tega melihatnya menangis seperti itu.

"Kak Vea, mari saya antar ke kamarmu!" ucap Al lembut.

'Sudah ku duga. Al nggak akan tega melihat Vea menangis. Aku takut Vea akan memanfaatkan kelemahan Al. Semoga saja Vea nggak menyadari kelembutan dan ketulusan hati seorang Al,' guman Ken dalam hati.

"Kau menghinaku Gadis Kecil? Kamu pikir aku nggak bisa jalan sendiri ke kamar?" Vea bersuara keras pada Al untuk melupakan emosinya.

"Bukan begitu maksudku, Kak. Aku hanya..." Ken mengecup bibir Al dihadapan Vea.

"Cih! Aku muak pada kalian semua."

Merasa gerah dengan tingkah polah Ken dan istri-istrinya, Vea ke luar dari ruangan itu menuju kamarnya. Ken merasa lega melihatnya pergi. Kini hanya tinggal Ken dan Al di ruangan itu.

"Sayang, aku ingin pindah ke sofa," ucap Al.

"Kalau di sini kenapa memangnya?" tanya Ken. Malah memeluk erat Almahyra.

"Nanti kerjaan Daddy nggak selesai-selesai."

"Siapa bilang? Ini udah selesai kok. Tapi bentar lagi aku harus muter-muter. Kamu nggak papa kan aku tinggal sendiri?" tanya Ken sambil menempelkan dagunya di bahu Al.

"Nggak papa. Al tungguin di sini aja."

"Nggak di atas aja?" tanya Ken.

"Enggak. Males naik turun. Kan habis ini mama juga dateng. Kasian kalau nyariin Al."

"Iya juga sih."

Ken masih enggan melepaskan Al.

****

Bersambung...

1
Umar Muhdhar
y
Umar Muhdhar
4
Tining Revi
orang kaya nasih aja kekurangan uang buat beli rumah thor. apalagi kaum seperti diriku thor.
Cen Li
ok
Arya Al-Qomari@AJK
sebel juga sih sama almahyra. usia udah 20 tahun, udah kuliah, udah nikah juga kenapa terima-terima aja di dzolimi Mona (bini tua suaminya). klo q, udah balik q gampar si Mona. untuk urusan Kenzo mah belakangan saja karena Kenzo juga gk ngasih hukuman thd Mona Krn udah dholim thd Al.
Arya Al-Qomari@AJK
aduh Yaa Allah, kenapa Kenzo sikapnya lemah banget thd Mona? payah si Kenzo.

semoga saja anak q sikapnya gk lemah spt dr. Kenzo karena anak q namanya juga kenzo
Rati Nafi
❤️❤️❤️❤️
Turmini Marjo
ceritanya bagus
Rose Mustika Rini
visit dokternya kenapa ga langsung dokter yg bertanggung jawab..
Rose Mustika Rini
ini mah mending sama si Vea dr pada Mona...kasian jg si Kenzo ditinggal pergi pacar karena sakit dapat yg baru jahat tp akhirnya dpt yg terbaik si Almahyra anak angkat...
Rose Mustika Rini
thor ga ada cerita awalnya Kenzo bertemu sama Almahyra
Rose Mustika Rini
ga jelas si lu Mon mau Ken mau David...sekarang mah meding kamu sama David udab bebas dr ortu kamu...klw kamu ttp kejar Ken karna harta dan kedudukan kamu ga bakalan bahagia kayak Ken dan Al...klw kamu jujur dan berubah pasti Ken ga akan menjatuhkan kamu dan ttp punya posisi di RS sesuai dengan hak kamu yg emank seorang dokter yg bagus...kan klw seperti itu kamu jg ga iri mulu
Sunarti
Mona yg tak tau terima ksh harusnya jadi sadar
Ana Susana
👍
Sunarti
bosok,,, bosok Mona dan David bagaimanapun kejahatan akan tetap ketauan
Sunarti
Mona dan David ternyata sering melakukan berzina
Sunarti
paling keduanya berzina
Sunarti
apa Kenzo yg hrs ngalah melulu mikir dong Kenzo jg punya hati kamunya aja yg ngeyel keras kepala dan slalu membuat menang sendiri
Sunarti
mg aja Mona gak berbuat yg aneh" sama Al
Sunarti
Al lbh baik diam dan menerima perlakuan Mona yg gak punya perasaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!