NovelToon NovelToon
Dosa Di Balik Gaun Sutra

Dosa Di Balik Gaun Sutra

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:69.6k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Salsa sangat mencintai Arkan, tapi Arkan tidak sama sekali. Dia sudah punya kakasih sebelum menikahi Salsa karena perjodohan.

Ditambah, Salsa adalah wanita yang sombong, jahat, serakah, manja, namun cintanya sangat besar pada Arlan. Selama satu tahun pernikahan, Arlan tidak pernah menyentuh Salsa sama sekali, hingga Salsa menggunakan cara licik agar bisa tidur dengan Arkan.

Arkan semakin murka, dia semakin membenci Salsa karena menjebaknya dan membuat hubungannya dengan kekasihnya semakin berantakan. Hingga Arkan mengusir Salsa dari rumah.

Beberapa tahun berlalu, Arkan bertemu kembali dengan Salsa di jalanan dalam keadaan GILA, namum Salsa bersama dengan seorang gadis kecil yang begitu mirip dengannya.

Ternyata dulu saat dia mengusir Salsa, Salsa sedang hamil. Timbullah penyesalan yang tiada tara dari Arkan dan dalam keadaan gila, Salsa selalu mengatakan....

"Apa salahku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak sama seperti dulu

Di dalam kamar tamu yang luas dan diterangi cahaya lampu kamar, Bi Sumi dan Bi Inah bekerja dengan sangat hati-hati, seolah-olah mereka sedang menyentuh selembar pualam yang sudah retak seribu.

Atas perintah tegas dari Arkan, beberapa pelayan pria telah melesat membelah malam menuju pusat perbelanjaan termewah di Jakarta untuk membeli segala macam keperluan Salsa dan Ayu.

Pakaian-pakaian bermerek, setelan gaun rumahan berbahan sutra, kosmetik premium, hingga botol-botol parfum prancis yang dulu selalu berjejer rapi di meja rias Salsa, kini dibeli kembali dalam waktu kurang dari satu jam.

Arkan melakukan semua itu dengan kepanikan yang luar biasa, seolah-olah tumpukan barang mewah itu bisa membasuh dosa masa lalunya, meskipun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, ia tahu semua itu tiada guna lagi.

Kini, Salsa sudah bersih. Setelah melewati proses mandi yang penuh dengan bujukan lembut serta tetesan air mata dari kedua pelayan senior tersebut, Salsa dipakaikan sebuah dress rumahan berbahan premium yang sangat lembut dan mahal.

Baju compang-camping penanda kehidupan jalanannya yang kejam telah dilemparkan ke dalam tempat sampah. Namun, meski tubuhnya sudah beraroma wangi sabun mahal, penampilan fisik Salsa tidak bisa berubah begitu saja dalam sekejap.

Rambut hitamnya yang dulu selalu berkilau karena perawatan salon kelas atas, kini masih tampak gimbal dan menggumpal di beberapa bagian karena bertahun-tahun jarang disisir dengan benar.

Ayu kecil, dengan keterbatasan jemari mungilnya, selama ini hanya bisa menyisir rambut ibunya sebatas merapikan bagian depan saja agar tidak menutupi mata.

Bocah itu tidak memiliki kemampuan untuk merawat rambut kusut ibunya bagaikan seorang pelayan dewasa.

Tak hanya itu, kuku-kuku jemari tangan dan kaki Salsa masih tampak kusam dan menguning, warnanya telah berubah drastis akibat bertahun-tahun terpapar debu jalanan, daki, dan tanah kota yang pekat.

Perlu waktu lama dan perawatan khusus untuk mengembalikan jemari lentik itu seperti sediakala. Namun, bagaimanapun juga, saat ini Salsa sudah berada dalam kondisi paling bersih dan paling manusiawi dibandingkan dengan keadaannya saat bersandar di pilar beton siang tadi.

"Sekarang Nyonya sudah bersih, sudah wangi, sudah cantik lagi seperti dulu..." Ucap Bi Inah dengan suara yang bergetar. Sepasang matanya tampak berkaca-kaca menatap sosok wanita yang kini duduk diam di atas tepi ranjang.

Sementara itu, Bi Sumi yang berdiri di belakang Salsa sembari memegang sebuah sisir kayu, sudah tidak mampu lagi menahan air matanya sejak beberapa menit yang lalu.

Isak tangisnya sengaja disamarkan oleh denting jam dinding. Ia memotong bagian-bagian rambut Salsa yang sudah terlalu gimbal dan tidak mungkin lagi diurai dengan sisir, melakukannya dengan gerakan yang teramat lembut.

"Nyonya, kenapa Nyonya bisa jadi seperti ini? Siapa orang jahat yang tega melakukan ini pada Nyonya...?" Tanya Bi Inah lagi, meskipun ia tahu betul bahwa dirinya tidak akan pernah mengharapkan sebuah jawaban yang logis dari mulut Salsa yang sekarang.

Sejak awal proses pembersihan tubuh tadi, Salsa sama sekali tidak merasa terganggu dengan keberadaan Bi Sumi dan Bi Inah. Ia tidak lagi menjerit ketakutan seperti saat pertama kali melihat kamar utama, karena kamar tamu ini tidak memiliki dekorasi yang memicu ingatannya tentang malam terkutuk itu. Tatapan mata Salsa tetap lurus, kosong, dan hampa menatap ke depan.

Satu-satunya momen di mana Salsa akan meronta dan mengerang panik adalah ketika jemari Bi Sumi secara tidak sengaja mengendurkan pegangannya pada boneka plastik kumal di dalam dekapannya.

Bagi Salsa, boneka tanpa rambut yang dibungkus kain jarik lusuh itu adalah jangkar satu-satunya yang menahan jiwanya agar tidak hanyut dalam lautan lepas.

Maka, sepanjang ia dimandikan dan diganti pakaiannya, boneka itu tidak pernah lepas dari dekapannya, menciptakan pemandangan yang sangat kontras antara dress sutra mahal yang ia kenakan dengan mainan rongsokan jalanan tersebut.

Bi Inah berlutut di lantai, tepat di depan lutut Salsa. Ia memberanikan diri untuk mengusap perlahan punggung tangan Salsa yang kusam.

"Nyonya, kami berdua tahu bagaimana Nyonya sangat mencintai Tuan Arkan dulu. Meskipun dulu cara Nyonya mengejar Tuan terkesan memaksakan diri dan dipenuhi keangkuhan demi mendapatkan cintanya, tapi kami berdua adalah saksi hidup di rumah ini, Nyonya. Kami berdua melihat sendiri betapa besarnya pengorbanan dan cinta Nyonya yang begitu tulus untuk Tuan" Kata Bi Inah dengan air mata yang mulai menetes membasahi pipinya yang berkerut.

"Benar Nyonya" Imbuh Bi Sumi dari belakang, suaranya parau karena menahan emosi yang membuncah.

"Walaupun dulu Nyonya sering memarahi kami, sering menuntut ini dan itu, kami tidak pernah sakit hati. Kami menganggap semua kemarahan Nyonya dulu adalah bentuk rasa frustrasi karena Nyonya hanya ingin menunjukkan dan mempertahankan cinta Nyonya di hadapan Tuan Arkan yang selalu bersikap dingin"

Salsa tidak memberikan respons apa pun. Bibir pucatnya hanya bergerak-gerak kecil, menggumamkan suku kata tanpa makna, seolah-olah untaian kalimat penuh ketulusan dari kedua pelayannya hanyalah angin lalu yang berembus di telinganya.

"Kami semua berharap, kami sangat berdoa kepada Tuhan agar Nyonya bisa segera sembuh dan kembali seperti dulu" Tutur Bi Sumi lagi, jemarinya perlahan mengelus pundak Salsa yang terasa sangat kurus.

"Sekarang Tuan Arkan sudah sangat menyesal, Nyonya. Selama beberapa tahun ini, semenjak Tuan mengira Nyonya sudah tiada, Tuan selalu saja mengurung diri di ruang kerja. Beliau sering memandangi foto pernikahan kalian berdua dengan tatapan yang sangat kosong. Tuan berubah menjadi laki-laki yang jauh lebih dingin, kaku, dan seperti mayat hidup setelah beliau mengetahui seluruh kebenaran tentang busuknya tabiat mantan kekasihnya itu"

"Iya, Nyonya, penyesalan Tuan Arkan memang sudah amat terlambat. Rasa bersalah itu telah menyiksa hidupnya setiap hari" Sambung Bi Inah, lalu memalingkan wajahnya ke arah sudut ruangan.

"Tapi dengan bertemunya kembali Tuan dan Nyonya hari ini, bibi sangat berharap ini adalah jalan dari Yang Kuasa agar Nyonya bisa sembuh. Kalian bisa memulainya kembali dari awal sebagai sebuah keluarga yang utuh. Apalagi sekarang di tengah-tengah kalian sudah ada Non Ayu"

Bi Inah menatap lekat ke arah Ayu yang sejak tadi duduk diam di atas sebuah kursi kayu di sudut kamar. Anak perempuan itu juga sudah selesai mandi dan dibersihkan oleh pelayan lain. Rambutnya kini sudah tersisir rapi dan diikat ekor kuda dengan manis.

Ia mengenakan sebuah gaun anak-anak berwarna merah muda yang sangat pas dan indah di tubuh kecilnya. Penampilannya kini bersih, memancarkan kecantikan alami yang menuruni genetika kedua orang tuanya. Namun, satu hal yang tidak berubah dari Ayu: sepasang mata bulatnya tetap menatap tajam, mengawasi setiap pergerakan Bi Sumi dan Bi Inah dengan kedewasaan yang dipaksakan oleh kerasnya hidup.

Di luar kamar, bersandarkan dinding lorong yang dingin tepat di samping pintu yang sedikit terbuka, berdiri Arkan. Pria itu sebenarnya tidak pernah pergi ke mana-mana sejak tadi. Ia berdiri terpaku di kegelapan lorong, mendengarkan dengan sangat jelas setiap untaian kata, setiap isak tangis, dan setiap pengakuan yang diucapkan oleh kedua asisten rumah tangganya di dalam kamar.

Arkan tidak berani melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam. Ia merasa dirinya terlalu kotor dan terlalu hina untuk berdiri di ruangan yang sama dengan Salsa yang telah ia hancurkan.

Dadanya terasa sudah terlalu sesak, dihantam oleh rasa ngilu yang luar biasa hebat saat mendengar penuturan Bi Inah tentang betapa besarnya cinta Salsa kepadanya di masa lalu, sebuah cinta tulus yang dulu selalu ia injak-injak, ia nistakan, dan ia anggap sebagai sebuah gangguan murahan demi membela seorang wanita penipu seperti Nabila. Hukuman batin itu terasa berkali-kali lipat lebih menyiksa daripada cambukan fisik apa pun.

Sret... sret...

Suara langkah kaki yang tergesa-gesa memecah keheningan lorong lantai dua tersebut. Arkan menolehkan kepalanya yang terasa berat, mendapati sosok Gusti, asisten pribadinya, berjalan mendekat dengan napas yang agak memburu.

Di dalam dekapan tangan kanan Gusti, terdapat sebuah map dokumen tebal berwarna hitam dan sebuah gawai tablet yang layarnya masih menyala.

Wajah Gusti tampak sangat tegang, menyiratkan bahwa informasi yang berhasil ia himpun bukan merupakan sebuah kabar baik.

"Tuan Arkan..." Panggil Gusti dengan nada suara yang direndahkan, memberikan penghormatan takzim.

"Saya sudah berhasil mendapatkan beberapa informasi krusial mengenai apa yang terjadi pada Nyonya Salsa setelah malam itu. Ada kabar penting tentang Nyonya"

Arkan segera menegakkan tubuhnya yang tegang. Sorot matanya yang sembap seketika berubah menjadi setajam silet, dipenuhi oleh kilatan amarah dan otoritas yang membakar.

"Jangan bicara di sin!i" Bisik Arkan dengan suara dingin yang sarat akan ancaman. Ia melirik sekilas ke arah pintu kamar tempat anak dan istrinya berada, tidak ingin suara investigasi ini memicu ketakutan baru bagi mereka.

"Kita ke ruang kerja sekarang!"

1
Rina Wati.S
bawangnya kpn habisnya kak San.
🌿🌺WINA🌸🌿
Arkan itu karma buat kamu dulu tega sekali mengusir salsa tanpa belas kasian, katanya kuat arkan menerima kebencian dari salsa dan ayu menebus semua kesalahanmu...
wajar ayu sangat membencimu arkan, karena kamu penyebab ibunya sangat menderita sampai gangguan jiwa dan depresi, salsa dan ayu sangat menderita hidupnya...

Arkan sabar meluluhkan hatinya ayu, gercap arkan cari dokter yg terbaik menyembuhkan salsa, dan dibantu suster weni merawat dan menjaga salsa...

Kamu jangan samapai kelihatan lemah arkan didepan salsa dan ayu berusaha kuat, tunjukan ketulusanmu dan niat baik pasti salsa dan ayu akan luluh hatinya dan menerimamu kembali....
semua butuh proses arkan pelan-pelan dekat salsa dan ayu, ditolak terus
jangan sampai menyerah pasti salsa dan ayu memaafkanmu lama-lama arkan....

salsa sangat tulus mencintaimu arkan, mungkin caranya salah ingin memilikimu sampai menjebakmu pake obat perangsang sampai tidur bareng...
kamu sangat kasar tega sekali mengusir salsa, semua penderitaan salsa dimulai...

kamu lebih percaya wanita rubah itu arkan, penuh tipu daya nabila sok polos dan lugu....
Felycia Fernandez
😭😭😭😭😭😭😭😭
Cahaya
lanjut
Cahaya
aduhh ayu 😭😭😭😭 ngga kuat tisu sampay habis ini 😭😭😭😭😭
mb peppy
ketidak berdayaan salsa dan penolakan ayu adalah hal yg teramat menyakitan buatmu arkan
Ari Atik
next.....
Ari Atik
gk bisa ngomong apa2..
yg jelas setiap part bikikn aq trenyuh dan mewek...
dyah EkaPratiwi
lekas Carikan dr Arkan biar salsa bisa pulih lagi
Yeye 🐱
baru 3 hari, Sallsa aja 1 thn kamu cuekin, kamu maki2,, dih 😏
Nar Sih
penolakan lgi dan lagi ,mungkin ini lah blsan untuk mu arkann,tpi tetap lah berusaha berdoa mohon ampunan yg di atas yg maha membolak balikkan hti seseorang ,semoga usaha mu mendekat lgi dgn salsa juga putri mu sgra di kabul kan yg di atas
Linda Gunawan
pagi menjelang siang ini udah menangisi Ayu. /Sob/
Melly
masa kalah sama Salsa yg 1 tahun dicuekin, dimaki, terakhir diusir sama dibikin bangkrut
Teti Hayati
Harus tahan....
harus kuat...
sudah jadi resiko..
pecinta novel lealistis
sambil nungguin update terbaru aku baca baca ulang part nyesek
Nureliya Yajid
lanjutkan
Silvia
berusaha lebih keras lagi Arkan
Hanima
Hikssss
Semoga Arkan menjadi Gila
dan semua harta nya buat Ayu
itu rasa nya baru setimpal 🔥😡
SasSya
🥺🥺🥺🥺😥😢😓
anak usia 5 thn sekritis iniiiii
Dunia memaksa tumbuh dewasa sebelum waktunya
Felycia Fernandez: anak jalanan emank tumbuh lebih cepat kk... karena mereka udah terlatih untuk selalu mawas diri dari mulai mengenal dunia...
aku pernah liat anak kecil manggil ibunya karena ada razia ,bahasanya itu kayak orang dewasa bagi info ke ibunya😓
total 1 replies
Agnezz
di bab Neraka, Ayu mengatakan ayahnya adalah bintang dilangit yg tidak bisa mereka jangkau. tapi disini dibilang Ayahnya hanya mau dengan wanita baik 🤔🤔 mana yg bener, mungkin Salsa suka berubah2 juga cara menerangkan pada Ayu ttg keberadaan ayahnya. 🤔🤔
Agnezz: iya ingatan Salsa terjebak di 6 th yg lalu. raganya dimasa kini, tapi jiwanya ada dimasa lalu.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!