Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampan namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.
Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.
Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.
Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.
Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !
Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.
baca ceritanya untuk lanjut🫶🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5: Suara dari Balik Masker
...Keheningan di dalam ruang VVIP nomor satu terasa kian mencekam, mengimpit dada Milky hingga ia harus mengatur napasnya agar tidak terdengar memburu. ...
...Detik demi detik berlalu seperti siksaan lambat. ...
...Di bawah tatapan sepasang mata elang yang dingin di hadapannya, Milky merasa seluruh sendi tubuhnya mendadak kaku, terkunci oleh aura dominasi yang luar biasa pekat dari sang pelanggan misterius....
..."B-baiklah, Tuan Besar yang agung..." Milky memaksakan suaranya kembali ke nada khas-nya yang melengking imut, meski kerongkongannya mendadak terasa sekering gurun pasir. ...
...Ia meremas nampan peraknya demi menyalurkan rasa gemetar yang menjalar di ujung-ujung jarinya....
... "Pilihan yang sangat sempurna! Menu Dark Moon Midnight Tea dan Sweet Heart Mousse adalah ramuan sihir paling lezat di kastel kami. Milky akan segera menyiapkannya khusus dengan limpahan cinta untuk Tuan Besar~ Mohon tunggu sebentar ya, Tuan~"...
...Milky membungkuk hormat dengan gerakan seanggun mungkin, lalu berbalik dan melangkah keluar dari ruangan dengan langkah yang dijaga ketat agar tidak terlihat seperti orang yang sedang melarikan diri. ...
...Begitu pintu kayu ek itu tertutup rapat di belakang punggungnya, Milky langsung menyandarkan tubuhnya ke dinding koridor....
... Ia meremas dada kirinya, merasakan jantungnya berdegup begitu kencang dan liar, seolah-olah siap melompat keluar dari tulang rusuknya....
..."Tenang, Rania... Tenang. Kamu hanya terlalu lelah bekerja seharian," bisiknya pada diri sendiri sembari memejamkan mata abu-abunya erat-erat....
... "Wajar jika bau parfumnya mirip. Orang kaya di Jakarta yang memakai parfum Prancis itu pasti bukan hanya dia seorang. Jangan paranoid."...
...Setelah berhasil mengendalikan debaran jantungnya yang menggila, Milky bergegas turun ke lantai bawah menuju meja bar. ...
...Dengan cekatan, ia menyiapkan nampan berisi satu set teko porselen hitam bermotif gotik yang mengepulkan aroma wangi teh kamomil dan lavender, berdampingan dengan sepiring kue mousse cokelat berbentuk hati yang dihiasi taburan bubuk emas yang mewah....
...Tidak boleh ada kesalahan. ...
...Pria di atas sana membayar lima kali lipat....
... Uang itu adalah tiket keselamatan untuk operasi katup jantung ibunya hari Jumat esok. ...
...Fokusnya harus seratus persen pada pekerjaan, bukan pada ketakutan konyol yang tidak berdasar....
...Sepuluh menit kemudian, Milky kembali berdiri di depan pintu ruang VVIP nomor satu....
... Setelah mengetuk pelan dan mendengar ketukan kode dari dalam, ia mendorong pintu dengan sikunya, membawa nampan perak itu masuk ke dalam keremangan ruangan yang beraroma kayu cendana dan tembakau....
...Sang pelanggan misterius masih duduk di posisi yang sama, tegak dan mengintimidasi....
... Namun kali ini, topi fedora hitamnya sudah diletakkan di sisi sofa, mengekspos rambut hitam legamnya yang ditata rapi ke belakang, potongan rambut yang sangat familiar hingga membuat napas Milky sempat tertahan di tenggorokan....
..."Permisi, Tuan Besar~ Ini pesanan spesial yang sudah Milky siapkan dengan sihir kebahagiaan," ucap Milky manis sembari berlutut dengan anggun di samping meja marmer rendah....
...Dengan gerakan tangan yang terlatih dan halus, ia memindahkan cangkir porselen dan teko hitam ke atas meja....
... Milky perlahan mengangkat teko, menuangkan cairan teh berwarna amber keemasan itu ke dalam cangkir dengan presisi yang sempurna, tanpa menyisakan satu tetes pun di luar. ...
...Uap hangat mengepul tipis, membawa aroma menenangkan yang sayangnya sama sekali tidak bisa menenangkan saraf Milky yang menegang....
..."Silakan dinikmati selagi hangat, Tuan Besar yang tampan~" Milky menangkupkan kedua tangan di depan dada, mengulas senyum imut dan hangat yang paling menawan dengan mata abu-abu yang berkedip polos....
...Pria itu menatap cangkir teh di hadapannya selama beberapa saat dengan pandangan datar dan acuh....
... Gerakannya begitu lambat, hampir seperti sengaja mengulur waktu untuk menyiksa pelayan di depannya....
... Kemudian, tangan panjangnya yang dihiasi jam tangan safir hitam bergerak naik. ...
...Jemari tangannya yang kokoh dan bersih menyentuh pinggiran masker kain hitam yang menutupi separuh wajahnya....
...Milky menahan napas, matanya tak mampu beralih dari gerakan tangan tersebut....
...Dengan satu tarikan halus, pria itu menurunkan masker hitamnya, membiarkannya menggantung di leher, mengekspos bagian bawah wajahnya sepenuhnya. ...
...Rahang yang tegas dan kokoh, hidung mancung yang lurus sempurna, serta bibir tipis yang terkatup rapat tanpa ekspresi....
... Sebuah pahatan wajah yang luar biasa tampan, namun dingin bak patung marmer tanpa jiwa....
...Mata abu-abu Milky membelalak lebar seketika....
... Pupil matanya melebar dalam rasa panik luar biasa....
... Seluruh pasokan oksigen di dalam paru-parunya seolah tersedot habis dalam satu detik....
...Arkananta Narendra....
...Tubuh Milky membeku total, berubah kaku seperti batu....
... Darah di dalam nadinya serasa berhenti mengalir, menyisakan rasa dingin yang membekukan hingga ke sumsum tulang. ...
...Di balik lensa kontak abu-abunya, matanya menatap tidak percaya pada sosok pria di depannya. ...
...Otaknya mendadak lumpuh, menolak untuk memproses kenyataan absurd yang sedang tersaji di depan matanya....
...Bagaimana bisa?! Mengapa bosnya yang berdarah dingin yang paling ia hindari seumur hidup... berada di sini, di sebuah maid cafe gotik malam-malam?!...
...Arkan tidak memedulikan perubahan drastis pada raut wajah pelayan di depannya....
... Wajahnya tetap datar, mencerminkan ke acuhan terhadap dunia sekitarnya. ...
...Ia mengulurkan tangan, meraih gagang cangkir porselen hitam itu, lalu mengangkatnya mendekati bibir tipisnya. ...
...Ia menyesap teh kamomil hangat itu sedikit, menutup matanya sejenak seolah sedang menilai kualitas seduhan teh tersebut....
...Setelah meletakkan kembali cangkir itu ke atas meja marmer dengan ketukan pelan yang terdengar seperti lonceng kematian bagi Milky, Arkan perlahan membuka suara....
..."Tehnya lumayan. Tapi terlalu manis," ucap Arkan....
...Deg!...
...Suara itu....
... Suara bariton yang berat, tajam, dingin, dan sarat akan nada perintah....
... Itu adalah suara yang sama yang tadi pagi membentaknya habis-habisan karena suhu kopi meleset dua derajat. ...
...Itu adalah suara iblis yang melemparkan tumpukan dokumen revisi hingga berserakan di lantai ruang kerja CEO....
... Tidak salah lagi....
... Seratus persen, seribu persen, pria di hadapannya ini adalah Arkananta Narendra, sang tiran pemilik Arkananta Group!...
..."Saya tidak suka sesuatu yang terlalu manis," lanjut Arkan datar, sepasang mata elangnya kini terangkat, menatap lurus ke arah Milky yang masih bersimpuh kaku di samping mejanya. ...
..."Namun, manajer kafe ini bilang kamu adalah pelayan terbaik di sini. Jadi, tunjukkan pada saya apa yang membuat orang-orang rela membayar mahal hanya untuk menghabiskan waktu bersamamu."...
...Arkan bersandar ke sofa kulitnya, melipat kedua tangannya di depan dada dengan sikap arogan yang sangat alami....
... Tatapannya tertuju pada Milky dengan pandangan menuntut yang dingin, seolah-olah Milky adalah seorang karyawan magang yang sedang mempresentasikan laporan bisnis yang buruk di hadapannya....
..."Berdirilah. Dan lakukan apa pun tugasmu di tempat ini," perintah Arkan lagi, nadanya datar tanpa emosi, murni sebuah instruksi dari seorang atasan kepada bawahannya....
...Milky masih tak bergeming. ...
...Di dalam kepalanya, rasa paniknya sedang mengamuk hebat. ...
...Jantungnya berdegup begitu keras hingga menciptakan ilusi suara dentuman yang memekakkan telinga....
... Rasa takut yang teramat sangat mencengkeram seluruh kesadarannya....
...Mampus. ...
...Aku mati....
... Tamat sudah riwayatku, jerit Rania dalam hati, jiwanya serasa sudah terbang keluar dari raga....
... Jika dia mengenali aku... ...
...jika dia tahu bahwa sekretaris magang culun yang dia siksa di kantor siang tadi adalah pelayan imut bermata abu-abu ini, dia pasti akan memecatku detik ini juga! ...
...Kontrak kerjaku akan melayang, utang rumah sakit Ibu tidak akan pernah lunas, dan aku akan didepak keluar dari industri ini selamanya!...
...Air mata keputusasaan nyaris menitik dari sudut mata abu-abunya. ...
...Rania merasa seperti sedang berdiri di tepi jurang. ...
...Di siang hari, pria ini adalah monster nyata yang mengendalikan masa depan kariernya....
... Di malam hari, pria ini menjelma menjadi pelanggan VVIP yang memegang kendali atas kesembuhan ibunya....
...Bagaimana mungkin takdir bisa sekejam dan sebercanda ini padanya?...
...Namun, di tengah rasa panik yang nyaris membuatnya pingsan, Rania menyadari satu hal....
... Arkan sedang menatapnya sekarang, tapi tidak ada kilatan amarah, tidak ada rasa terkejut, dan tidak ada tanda-tanda bahwa pria di itu mengenalnya....
... Tatapan Arkan murni tatapan seorang pelanggan asing yang skeptis dan tidak acuh....
...Rania melirik pantulan dirinya secara samar di permukaan meja marmer yang mengkilap....
... Rambut palsu cokelat madu panjang bergelombang, riasan wajah yang tebal dan segar, bando renda, korset ketat yang mengubah siluet tubuhnya, dan yang paling penting, mata abu-abu terang tanpa kacamata bulat besar yang buru-buru....
...Dia... dia tidak mengenaliku!...
... Sebuah secercah harapan mendadak muncul di tengah kegelapan pikiran Rania. ...
...Tanpa kacamata sialan dan baju kedodoran itu, dia sama sekali tidak tahu bahwa aku adalah Rania si sekretaris bodoh!...
...Rania menarik napas dalam-dalam, mengunci seluruh emosi ketakutannya rapat-rapat di dalam sudut hatinya yang paling dalam....
... Ia harus bertahan....
... Ia harus memainkan peran ini dengan sempurna....
... Ini bukan lagi sekadar pekerjaan paruh waktu, ini adalah misi penyamaran tingkat tinggi demi mempertahankan hidupnya dan nyawa ibunya....
...Milky perlahan bangkit berdiri, menahan lututnya yang masih terasa lemas seperti jeli....
... Ia menarik kedua sudut bibirnya ke atas dengan kekuatan penuh, memasang kembali topeng "Milky" yang ceria, manis, dan tanpa cela....
..."Baik, Tuan Besar yang agung~" Milky mengatupkan kedua tangannya di depan dada, memiringkan kepalanya dengan gaya yang luar biasa menggemaskan, sementara sepasang mata abu-abunya berkedip genit, menatap langsung ke arah sang tiran yang kini menjadi tawanannya di dunia malam....
... "Milky memohon maaf karena membuat Tuan Besar menunggu~ Sihir imut Milky siap menyembuhkan segala keletihan Tuan Besar malam ini!"...