Kinanti Larasati, gadis cantik berusia 23 tahun, harus menjadi ibu muda diusianya yang masih 20 tahun karena kesalahan yang dia lakukan dengan kekasihnya. Laki-laki yang menghamilinya tidak bertanggung jawab, dan Kinanti sendiri terbuang dari keluarganya.
Arga Dirgantara , seorang laki-laki tampan, berusia 28 tahun, pengusaha muda yang sukses, dan dia adalah ayah biologis dari anak Kinanti.
Bagaimanakah perjuangan Kinanti dalam membesarkan anaknya tanpa seorang pendamping disisinya, Akankah dia akan bersama dengan Arga lagi, atau mungkin menemukan cinta yang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ju juariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Ratih...ke ruangan saya sekarang. Isi pesan itu, ada apa ya pak Ryan nyuruh keruangannya, jangan-jangan kerjaan gue salah ya, batin Ratih sambil berjalan menuju ruangan Ryan.
Tok tok Ratih mengetuk pintu.
"masuk", jawab suara dari dalam.
"Duduk Tih", kata Ryan setelah Ratih berada di depan meja kerja Ryan.
"Maaf pak, kerjaan saya ada yang salah ya", tanya Ratih.
"ngga tih, saya nyuruh kamu kesini bukan tentang masalah pekerjaan tapi ada yang mau saya tanyakan.... tentang Kinanti", jelas Ryan. Ratih mengerutkan keningnya lalu berkata " kenapa Kinanti pak".
"Saya mau nanya emang bener ya Kinanti sudah punya anak".
"Bapak kata siapa", Ratih balik bertanya.
"Kinanti sendiri yang bilang sama saya, kemarin takutnya dia bohong tih sama saya", kata Ryan serius
"Kalau Kinanti sendiri yang sudah bilang begitu ya berarti benar pak" kata Ratih.
"jadi benar ya...saya pikir dia bohong tuk menolak saya".
" lalu suaminya dimana, apa mereka sudah bercerai, sebab data yang Kinanti masukkan dia bertatus gadis", Kata Ryan.
"Saya juga baru tau pak kalau dia sudah punya anak, tentang suaminya.....saya ngga tau pak, bukan kapasitas saya juga tuk bercerita tentang itu, biar bapak mendapat penjelasannya dari Kinanti sendiri seperti halnya bapak tau dia sudah punya anak dari mulut Kinanti sendiri", jelas Ratih dan Ryan manggut-manggut.
"Maaf loh pak, daya cuma bisa memberitahu tentang itu saja", kata Ratih lagi " sekarang saya sudah boleh balik ke ruangan saya pak".
"oh iya tih, makasi ya", kata Ryan
"Sama-sama pak", jawab Ratih.
*****
Alhamdulillah akhirnya beres juga urusan di bank, batin Kinanti dipintu lobby, balik kantor ahh lagian udah lapar juga ni perut.
kruk....kruk.... riba-tiba perut Kinanti berbunyi, Kinanti pun senyum-senyum sendiri sambil tengok kanan kiri. Ya udahlah sekarang pesan ojek dulu deh, Kinanti pun mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya, dan tampaklah banyak panggilan tak terjawab dan juga pesan. Wadduh ini ada misscall dari bos jutek, ada apa ya dia hubungi aku, batin Kinanti. Kinanti pun langsung menelpon balik Dimas, tapi ngga diangkat-sngkat padahal nyambung.
akhirnya Kinanti mengirim pesan ke dimas, siang pak, maaf *tadi bapak telpon ya, saya sedang keluar dan ternyata hp saya silent jadi saya ngga dengar saat bapak telpon.akhirnya Kinanti lanjut pesan ojek online., dia ingin segera makan siang di kantin dekat kantor, perutnya sudah ngga bisa diajak kompromi.
****
Dimas dan Danu sampai kota MM jam duabelas tigapuluh, mereka pun berjalan memasuki gedung tempat mereka meeting.
"Dimas*......", sapa sesorang dari arah belakang dan Dimas hapal dengan suara tersebut, Dimas pun menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan dan tampaklah Arga yang berjalan kearahnya.
"Hai Ga...kapan Lo nyampe sini"tanya dimas
"gue udah dari Sabtu disini, di rumah Ivan",
"Ahh gile Lo, udah dari Sabtu tapi ngga mampir ke gue", protes Dimas, Arga pun tertawa mendengar protes sepupunya itu.
"Ga selesai meeting kita cari makan tuk sambil lanjutin ngobrolnya, gue belum makan siang ni", kata Dimas dan Arga pun memberikan jempolnya tanda setuju. meeting pun berjalan dengan cepat dan setelah selesai mereka langsung mencari tempat makan yang nyaman.
"Ga....Lo ikut mobil gue ntar gue anterin Lo ke bandara", jelas Dimas. Mobil sudah berjalan keluar meninggalkan gedung tempat mereka meeting, dan mobilpun berhenti disebuah resto yang sangat asri. mereka berjalan masuk dan mecari tempat, lalu melihat daftar menu, ngga berapa lama pelayan datang menanyakan pesanan mereka dan ngga berapa lama pesanan mereka datang dan mereka pun mulai menyantapnya sambil mengobrol ringan.
"Dim.... biasanya Lo kalau meeting kemana-mana selalu bawa sekretaris Lo yang bohai itu, kok hari ini ngga", tanya Arga.
"Melinda maksudlo ya, dia udah resign, lagi hamil trus ngidamnya parah", jelas Dimas.
"Ya cari lagi dong, masak Lo ditemenin si uler keket ini si, ngga ada seger-segernya, butek malah iya pikiran lo", kata Arga sambil tertawa diikuti Dimas. Danu yang merasa sedang diomongipun menghentikan makannya.
"Pak Arga tega masak saya disamain sama uler keket, wajah ganteng gini mahh kaya Leonardo Dicaprio", kata Danu sambil menaik turunkan alisnya. dan lagi-lagi mereka tertawa.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++
Teman-teman....makasi ya tuk dukungannya, jangan lupa tuk kasih like, fav, vote juga komen per episode biar author semakin semangat.
Oh iya jangan lupa tuk mampir ke cerita saya yang berjudul seputih cinta Karina
Thanks readers.... love u
apa thor sehat-sehat kah
semangat thor...💪💪