Disarankan untuk membaca "Cold Woman Itu Istriku" terlebih dahulu sebelum membaca ini.
Sebuah kisah dari Daniel Nandra Sharman pria dingin nan tampan pemegang dua perusahaan besar sekaligus dengan dua jabatan berbeda harus menikah dengan wanita yang mengaku telah mengandung anaknya padahal ia sama sekali tidak pernah melecehkan atau menyentuh wanita manapun. Termasuk wanita tersebut, ia mengenalnya saja tidak.
Khanza Adelia Dinata, perempuan cantik yang berasal dari keluarga kurang mampun. Ia merupakan tulang punggung bagi keluarganya. Orang tuanya yang sudah berumur memaksa dirinya untuk bekerja keras tapi dua kali ia harus dipecat gara-gara seseorang. Ia memiliki dua adik laki-laki, adik bungsunya menderita sakit ASMA membuatnya harus ekstra kerja keras untuk adiknya. Suatu ketika sakit adiknya kambuh dan dia sedang tidak memegang uang sama sekali begitu juga dengan kedua orang tuanya.
Ide gila nan kotor muncul di kepalanya begitu saja, dengan cara kotor ia menjebak seorang pria yang telah membuatnya kehilangan pekerjaan menikahinya maka kemungkinan dengan begitu perekonomian keluarganya terjamin dan adiknya tidak akan kesusahan menerima pengobatan.
Apakah harapannya itu akan sesuai dengan apa yang ia perkirakan sebelumnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ansifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
"Kenapa diam saja? ayo turun" ucap Khanza mengajak Daniel untuk turun dari dalam mobil saat ini karena mereka berdua sudah sampai di tempat orang yang menjual mie ayam.
"Kau serius ini tempatnya?" ucap Daniel dengan tidak yakin.
"Iyalah ini tempatnya ayo turun. Aku bener-bener pengen makan mie ayam itu" ucap Khanza pada Daniel.
"Pindah tempat lain, menjijikan tempatnya" ucap Daniel menatap Jijik pada penjual mie ayam yang ada dipinggir jalan itu.
"Kau hidup terlalu kaya ya?sampai-sampai menatap jijik orang yang ekonominya ada di bawahmu. Kita tuh harus membeli makan dari mereka yang ada dibawah kita" ucap Khanza pada Daniel.
"Kau tahu apa soal diriku" ketus Daniel.
"Ayolah, kau mau anak kita ileran hih malah lebih menjijikan" ucap Khanza.
"Bukan anakku, anakmu" elak Daniel.
"Ya anakku, aku nggak mau ya kalau anakku ileran. Awas aja kalau dia ileran" ucap Khanza kesal menatap Daniel.
Daniel diam saja, sesekali dia melihat keluar di tenda penjual mie ayam itu banyak orang yang berkerumun dan tempatnya menurutnya tidak higienis.
"Sudahlah kalau kau tidak mau aku turun sendiri saja" ucap Khanza turun lebih dulu.
"Tunggu," setelah sempat diam Daniel turun dari mobil begitu juga Khanza dia tersenyum karena Daniel mau turun juga akhirnya.
"Nah gitu dong, ayok" ucap Khanza langsung menggandeng tangan Daniel masuk kedalam tenda penjual mie ayam.
Daniel melihat tangan Khanza yang melingkar di lengannya,
"Maaf," ucap Khanza dan langsung melepaskan gandengannya pada Daniel.
"Mas Mie ayam dua ya" ucap Khanza.
"Siap mbak.."
"Kenapa diam, ayo duduk" ucap Khanza dan duduk pada meja yang kosong.
Seperti biasa Daniel melihat dulu tempat duduknya, dia berdiam diri saja tanpa niat mau duduk meskipun Khanza sudah duduk di kursi kayu itu.
"Mas mau duduk nggak, kalau nggak biar saya saja yang duduk sama mbaknya" ucap seorang pria yang baru saja datang melemparkan senyum genit pada Khanza.
Diam tak bersuara Daniel langsung duduk terlebih dahulu mendahului pria itu yang akan duduk disebelah Khanza.
"Anak kita senang kan makan disini," ucap Daniel terdengar kaku. Tangannya juga secara reflek menyentuh perut Khanza sambil tatapannya memperhatikan pria yang baru saja datang tadi.
Khanza sendiri terkejut dengan apa yang dilakukan Daniel sekarang, dia lagi-lagi bertingkah aneh.
"Sudah hamil, yah aku kira masih gelis." ucap Pria tersebut dan langsung berlalu pergi.
"Kenapa diam saja saat dia akab duduk" ucapnya datar memperhatikan Khanza.
"Lah ini kan tempat umum. Ya terserah dia mau duduk disini atau tidak. Kau sendiri aku suruh duduk seperti enggan begitu" ucap Khanza tidak terima.
"Pria jaman sekarang memang mengerikan" desis Daniel menatap sinis pria yang tadi sudah berdiri di luar.
"Helo pria kutub, kau juga pria jaman sekarang. Kau mengerikan juga berarti" sahut Khanza yang mendengar hal tersebut.
Daniel langsung melihat kearah Khanza dia merasa tersinggung dengan hal itu.
"Kau cere.." ucapan Daniel terhenti karena mas-mas penjual mie ayam sudah datang membawakan pesanan mereka dan kini menaruhnya dimeja.
"Terimakasih mas" ucap Khanza sambil tersenyum.
"Sama-sama neng manis" jawab mas-mas penjual mie ayam tersebut.
Daniel sesekali melihat Khanza dan orang itu, kenapa dia ada rasa tidak suka disitu.
"Hey, malah bengong. Itu dimakan" ucap Khanza menepuk lengan Daniel.
"Kau saja yang makan"
"Lah gimana sih, aku sudah pesan dua. Masa satunya nggak dimakan. Buang-buang makanan nggak boleh loh"
"Tidak dibuang, kau yang habiskan semua"
"Eh bujuh busyet. Kamu kira aku tong sampah yang bisa nampung semuanya" ucap Khanza pada Daniel.
Daniel memperhatikan Khanza yang langsung mencampurkan saos dan juga kecap kedalam mie di mangkok miliknya.
"Ini udah aku siapin buat kamu, pokonya kamu harus makan. Mau aku suapi"ucap Khanza.
"Tidak,"
"Halah, bilang aja mau. Aaa," ucap Khanza menggulungkan mie dan akan menyuapkan ke Daniel
"Aku bilang, aku tidak mau" tolak Daniel.
"Sudah coba dulu" ucap Khanza menyuapkannya pada Daniel.
Dengan terpaksa Daniel memakannya, menelannya dengan berat hati.
Namun, dia merasakan rasa yang begitu nikmat yang belum ia rasakan sebelumnya.
"Bagaimana enakkan? gitu aja bilang nggak mau. Sudah makan sendiri, aku mau makan kan anak kita butuh asupan" ucap Khanza.
Daniel langsung mendelik melihat Khanza,
"Anakmu, bukan anakku mengerti" ucap Daniel merevisi.
"Dasar kepribadian ganda nya kumat lagi, perasaan tadi situ yang bilang anak kita. Sekarang kambuh lagi, anak kamu diakui orang lain baru tahu rasa" cibir Khanza dan dia langsung bersikap cuek pada Daniel memakan mie ayam miliknya.
°°°°°
Ibu Khanza ke rumah Daniel saat ini, dia tidak sendiri melainkan dengan Farel. Mereka berdua datang dengan menaiki sebuah motor matic yang terlihat usang.
Mereka berdua masih berdiri didepan pagar besar rumah itu yang tertutup.
"Aku kalau bukan karena ibu, malas malam-malam datang kesini" ucap Farel turun menurunkan standar motornya.
"Kalau nganterin orang tuanya yang ikhlas Farel." ucap Nur.
"Aku ikhlas nganterin ibu kemana aja. Tapi tidak kesini bu, kita kesini apa dibukain pintu lihat rumahnya aja didalam sana besar sekali"
"Dan Ibu kenapa bawain rendang buat orang sombong itu" lanjut Farel yang masih mengomel.
"Hussh, dia kakak ipar kamu. Jangan begitu, Daniel sudah baik dengan keluarga kita. Ibu kesini mau ngasih rendang ini buat dia, waktu di rumah kita dulu ibu lihatin dia suka banget sama rendang"
"Kita pasti dibukain pintu, ibu pernah kesini dulu sama Fathir pintunya langsung dibukain" ucap Nur, dia berjalan kearah gerbang yang tertutup itu.
Dia berjalan mendekat melihat kearah pos satpam,.
"Permisi, pak satpam." ucap Nur memanggil-manggil bapak satpam itu.
"Eh iya," kaget pak Satpam dan langsung mendekat kearah wanita paruh Baya dengan seorang pria muda yang ada di luar pintu.
"Ada perlu apa ya bu?"ucap Satpam itu.
"Saya ibunya Khanza, bisakah saya bertemu dengan dia"
"Oh ibunya nyonya Khanza, sebentar bu. Ayo masuk bu" Satpam itu langsung membukakan gerbang itu.
"Fahri ayo masuk" ucap Nur melihat anaknya yang duduk dimotor.
"Ya," dengan malas Farel melangkah tapi belum sempat mendekat pada sang ibu ..
"Motornya bawa masuk saja" ucap Satpam itu.
"Oh," Farel kembali kearah motornya saat ini.
"Khanza Nya ada kan pak?"
"Nyonya Khanza sedang keluar dengan tuan Daniel bu" ucap sang Satpam.
"Mereka sedang keluar?"
"Iya, Ibu masuk saja tidak apa" ucap sang Satpam.
"Ah tidak saya disini saja, masa orangnya nggak ada saya masuk kedalam. Saya tunggu di pos satpam saja boleh kan?"
"Udahlah bu ngapain nunggu pulang aja yuk, ini juga udah mau isak" ucap Farel.
"Ibu mau nunggu mbak mu, dan ibu kangen sama mbak mu"ucap Nur.
"Terserah ibulah," kesal Farel.
°°°
T.B.C
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa