NovelToon NovelToon
Materialistic Wife

Materialistic Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: capr.gurlll

Lady suka uang.

Lady juga cinta uang!

But, jika Lady disuruh memilih antara Ace atau uang, maka jawabannya sudah pasti Ace, karena bagi Lady, Ace adalah sumber uangnya. Simple kan jawabannya..

Menikah dengan Ace adalah salah satu hal yang tak pernah terlintas di pikiran Lady. Menikah dengan cowok galak yang memiliki tingkat kesabaran setipis tisu. mungkin juga lebih tipis dari tisu, gak tau deh.

Andaikan saja cowok itu tidak kaya raya serta berwajah jelek, maka mustahil Lady mau menerima perjodohan paksa ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon capr.gurlll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 18

Lady menyandarkan punggungnya ke kursi dengan salah satu tangannya yang sibuk menyisir rambut panjangnya. Tidak sia-sia dirinya selalu membawa peralatan make-up ke sekolah.

Sambil menyisir, Lady sesekali melirik Zena yang sedang berkeliaran di dalam kelas sambil menagih uang kas.

"Buset," gumam Lady melihat Zena yang menarik kerah salah satu siswa.

"Lady."

Panggilan itu pun sontak membuat Lady menoleh dan menatap salah satu teman kelasnya yang sedang berdiri di sampingnya.

"Lo bawa alat makeup nggak? Pinjam, dong," ucap Vania.

"Oh, gue bawa kok," jawab Lady yang lalu membuka tas ranselnya.

Vania kemudian mendudukkan dirinya di samping Lady yang kosong. Matanya meneliti isi tas Lady yang penuh alat makeup. Entah itu maskara, eyeliner, blush on, bedak, lipstik, dan lain-lain.

"Nih, pakai aja," ujar Lady seraya menyodorkan tempat alat makeup-nya kepada Vania.

Vania menerima kotak berisikan alat makeup mahal tersebut dengan senang hati.

"Gue mau ngajakin Ace dinner, jadi gue harus cantik-cantik buat ketemu sama dia," ucap Vania yang sontak membuat Lady mengernyit.

"Ace anak kelas XII IPS 3 itu? Ace sahabatnya kakak gue?" tanya Lady memastikan.

Ace mengangguk. "Iya. Gue pinjam alat makeup lo biar gue bisa tampil cantik di depan dia."

Lady terkekeh. Seketika cewek itu mengambil kembali kotak alat makeup-nya dari tangan Vania dan kemudian memasukkannya ke dalam tasnya.

"Upss, sorry. Gue baru ingat kalau alat makeup gue masih baru, jadi harus gue duluan yang pakai," ucap Lady, membuat Vania mengernyit.

"Kok gitu? Pinjam bentar doang kok,"

Pinta Vania, namun dibalas gelengan ogah-ogahan oleh Lady.

"No. Gue nggak suka kalau punya gue yang masih baru malah dipakai sama orang lain," jawab Lady yang tetap tersenyum manis.

Vania cemberut saat Lady tidak jadi meminjamkannya alat makeup. Kalau bukan Lady lalu dimana lagi dia harus meminjam? Cuman Lady yang punya alat makeup terlengkap di kelas ini. Udah lengkap, mahal lagi.

"Woy! Minggir, tempat gue," usir Zena yang menghampiri keduanya sambil membawa buku kas serta beberapa lembar uang tunai di tangannya.

Vania lantas berdiri dari duduknya dan mempersilahkan Zena agar duduk ditempatnya.

"Ya udah deh, Ledd. Gue duluan, ya, kalau gitu. Bye," pamit Vania, namun hanya dibalas deheman singkat oleh Lady.

"Ngapain dia kesini?" tanya Zena

Lady tertawa geli mengingat kejadian barusan. "Dia mau minjam alat makeup gue buat godain Ace, tapi nggak gue pinjamin."

Zena ikut terkekeh mendengar omongan sahabatnya itu. "Goblok banget Si Vania," ucapnya.

Malah pinjam alat makeup sama istri orang buat godain suaminya. Ya jelas nggak di pinjaminlah.

Tapi, gak sepenuhnya salah Vania juga yak kan?!

Kan Vania gak tau Kalo Si Ace udah kawin. Apalagi sama Si Lady.

Tapi, Kalo Vania tau, Yakin Vania gak bakal godain Si Ace?! Ha ha ha

Saat ini, di kelas XII IPS 3, atau lebih tepatnya kelas anak-anak brandal di SMA Star, nampak sedang diisi oleh Bu Pratiwi. Semua murid-murid di dalam sana dibuat mengantuk oleh Bu Pratiwi yang tidak henti-hentinya menjelaskan sejak tadi.

Tidak ada murid yang berani melawak ataupun mengeluarkan suara jika Bu Pratiwi yang mengajar. Si guru BK.

Posisi kelima cowok itu adalah duduk di bangku yang dekat dengan jendela. Kellan duduk di bangku kedua sendirian, Atan dan Gaidan duduk di bangku ketiga, sementara Leon dan Ace duduk di bangku paling belakang.

"Bulol lo mana, Tan?" tanya Ace, mengingat sedari tadi dirinya belum melihat keberadaan makhluk Dajjal itu.

Atan melirik Ace sekilas sebelum kembali fokus mengganggu Gaidan. "Lo lupa, Es? Hari ini, kan, ada pelajarannya Bu Pratiwi, makanya gue nggak ngebawa David. Gue takut kalau David disita sama Bu Pratiwi," jawabnya, membuat Ace tepok jidat.

Ace lupa bahwa setiap ada pelajaran Bu Pratiwi, maka Atan pasti tidak akan membawa hewan jeleknya itu. Atan takut jika si ganteng Davidnya malah disita.

"Lo ngapain, sih?!" sentak Gaidan saat Atan malah mencolok lubang hidungnya dengan pulpen

"Bolos, yuk?" ajak Leon kepada Ace yang sedang menguap di sampingnya.

Leo mengangguk setuju. "Gas."

"Ini pelajaran Bu Uzna. Kalian mau diamuk sama dia?" peringat Kellan yang sedang memperhatikan penjelasan Bu Uzna dengan seksama.

"Halah, bolos ajalah. Palingan kita cuman dipukulin pakai rotan doang sama disuruh lari keliling lapangan," ucap Gaidan cekikikan.

Leon mengangguk. "Sama dengerin suara cemprengnya Bu Pratiwi yang lagi ngamuk."

"Jangan gitu. Emang lo nggak kasian sama Bu Pratiwi kalau ngejar-ngejar kita? Gue takut dia malah encok kalau ngejar kita yang lagi bolos," ucap Atan yang sontak membuat Gaidan tertawa keras mendengarnya.

"HAHAHAHHA!"

BRAK!

"Salah saya apa, Bu?" tanya Atan saat sebuah penghapus papan tulis mendarat di lengannya.

Bu Pratiwi mendengus seraya melipat kedua tangannya di depan dada. "Saya mau ngelamparin Gaidan. Ngapain kamu malah duduk di samping Gaidan? Jadinya kamu, kan, yang kena," omel Bu Pratiwi.

Ace dan Leon bersusah payah mencoba menahan tawanya di belakang.

Bu Pratiwi mendelik garang saat seluruh murid-muridnya malah tertawa. "DIAM KALIAN SEMUA! SIAPA YANG NYURUH KALIAN KETAWA?!" bentak Bu Pratiwi sambil menggebrak meja di depannya.

Tok tok tok

Ceklek. Pintu kelas terbuka.

"Hm, Mia yang di ruang guru tadi kan?" Ucap Bu Pratiwi mengingat perempuan yang tadi sempat bercerita dengan Pak Rangga di ruang guru selaku ketua kurikulum SMA Star.

Mia tersenyum manis sembari menggangguk.

"Oh yah toh, saya kira kamu murid pindahan kelas sepuluh atau sebelas." Ujar Bu Pratiwi sembari mengkode Siswi baru itu untuk mendekat.

Mia hanya tersenyum membalas ucapan Ibu Pratiwi.

Tadi, Bu Pratiwi sempat mendengar pembicaraan guru-guru sebelum dirinya datang mengajar di kelas ini.

Katanya Si Siswi baru itu, Mia. Pindahan dari USA. Grandpa nya belum lama meninggal, jadi orangtua kandung Mia-yang merupakan pengusaha sukses yang kaya dibeberapa negara terlebih di Indonesia-tempat lahirnya, Ayahnya campuran USA, karna Orang tua ayahnya yang asli orang USA.

Jadi orang tua Mia memutuskan untuk Mia melanjutkan setahun studinya di Jakarta saja, tempat lahirnya, karna tak mungkin Mia tinggal sendiri di USA.

"Hello, Aku Maroline Mia Brown, Nice to meet you everyone. "

"Omagah omagah, demi apa, bidadari cantik di siang bolong." Gaidan tak berhenti menatap berbinar menatap siswi baru itu, body bak gitar spanyol.

Bahkan, Atan pun tak menyangkal, perempuan yang berdiri di depan kelas mereka, benar-benar so beautiful.

Tapi, Atan menepis semua itu, tetap Neng Lady yang tercantik tak ada yang bisa menggantikan posisi Neng Lady di hatinya.

Sedangkan, Kellan hanya menatap sekilas, lalu melanjutkan kegiatan menulisnya dibuku catatan.

Leon yang lebih memilih untuk tidur, dengan tangan terlipat di atas mejanya.

Ace tak ambil pusing, ia memilih membuka Handphone nya, membuka ikon whatsapp. banyak notifikasi muncul setelah ia memasang mode data Hp nya.

Dari sekian banyaknya notifikasi, ia memilih untuk membuka obrolan nya dengan Istri bebannya itu.

Berbagai macam ekspresi terpancar di wajah tampan Ace.

Keningnya berkerut membaca chat nya Lady, ia mengangkat sudut bibirnya sedikit tertawa geli.

Tiba-tiba saja cewek itu spam chat padanya, alay pula chating nya. Lagian kalo ada apa, biasa Si Lady selalu to the point. Contohnya seperti mau meminta uang.

Keningnya sedikit berkerut membaca ulang salah satu ketikkan wanita itu, 'awas ya dirumah gak dapat jatah.'

Jatah apa-an? Emang mereka pernah anu-an?

1
capr.gurlll
yok komen gess biar author makin semangat nulisnya🤩👐 yang mau recom alur ceritanya bisa bgt. boleh komen atau langsung chat ya🫰
Adinda
jd yang melanjutin perusahaan daddynya,Leon Ya thor
capr.gurlll: yaps putera mahkota Maesa🤭 stay tuned yaa untuk visualnya leon😍
total 1 replies
Annisanur hasanah
kak di tunggu updatenyaa mereka lucu bgttt
capr.gurlll: kak😍🙏👍
total 1 replies
Annisanur hasanah
ga expect😭
Annisanur hasanah
wkwkkw cod ga tuh😄
Annisanur hasanah
hallo kak, aku berkunjunggg
MayAyunda
keren👍
Annisanur hasanah
gemas lucu ya mereka🤭
Annisanur hasanah
mampir kak😍
❄Snow white❄IG@titaputri98
Mampir kak, baca 1 bab dulu
capr.gurlll: thankyou😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!