NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: tamat
Genre:Pernikahan rahasia / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Malamfeaver

___

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 16

Suasana di dalam ruang kerja pribadi itu mendadak berubah drastis.

​"Kak... beneran, gwehh takut,"

bisik Vanya dengan suara bergetar. Tangannya meremas ujung rok seragamnya.

​Aiden tidak menyahut, Ia justru melepaskan jam tangan mewahnya dan meletakkannya di meja, lalu mendekati Vanya.

"Gue bilang.. Gue nggak suka liat lo kesakitan karena mesin itu. Sini, tiduran."

​"Nggak mau! Malu!"

rengek Vanya, air mata

 mulai menggenang di pelupuk matanya.

​Aiden menghela napas, namun tatapannya tetap tidak beranjak dari dada Vanya yang memang terlihat sangat kencang dan m3nonjol di balik seragam putihnya.

Tanpa banyak bicara, Aiden menarik lembut bahu Vanya, memaksa gadis itu untuk merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang yang empuk.

​Aiden sendiri tidak ikut naik ke sofa. Ia memilih posisi jongkok di lantai, tepat di samping tubuh Vanya, sehingga wajahnya sejajar dengan area sensitif gadis itu.

Posisinya benar-benar intimidatif sekaligus sangat privat.

​"Kak Aiden... pelan-pelan,"

 isak Vanya kecil.

"Hiks... gweh takut sakit..."

​Aiden mengusap pipi Vanya yang basah dengan ibu jarinya.

 "Ssshhh... diem. Kalau lo ngerengek terus, gue malah makin nggak bisa nahan diri, Vanya."

​Dengan gerakan yang sangat hati-hati namun pasti.

Aiden mulai membuka satu per satu kancing seragam Vanya.

Setiap kancing yang terbuka membuat jantung Vanya serasa mau melompat keluar.

 Saat udara dingin AC menyentuh kulitnya, Vanya refleks menutup matanya rapat-rapat, tangannya mencengkeram lengan sofa hingga kukunya memutih.

​Begitu area itu terekspos, Aiden sempat terpaku sejenak. Pemandangan di depannya jauh lebih indah dan daripada yang ia bayangkan.

Aroma su*u yang manis dan hangat langsung menyeruak, memicu sisi haus di dalam diri Aiden.

​"Hiks... Kak... sakit banget, udah penuh..."

Vanya mulai menangis sesenggukan, dadanya naik turun karena napas yang tidak teratur.

​Aiden mendekatkan wajahnya.

"Gue bantu keluarin sekarang. Tahan dikit kalau geli."

​Dan saat itulah, Aiden menjalankan tugasnya. Ia tidak menggunakan alat, melainkan menggunakan caranya sendiri yang jauh lebih alami.

Vanya tersentak, tubuhnya melengkung saat merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan seumur hidup.

 Itu bukan rasa sakit dari mesin yang kaku, melainkan sesuatu yang hangat dan sangat menuntut.

​"Akhh! Kak Aiden... hiks... geli... pelan-pelan," rintih Vanya manja.

Tangannya yang bebas refleks meremas rambut hitam Aiden, mencoba mencari pegangan di tengah sensasi yang memabukkan itu.

​Aiden tidak berhenti. Ia justru semakin intens, menyesap c4iran manis yang menjadi asupannya dengan penuh gairah.

 Suara isakan Vanya dan bunyi kecapan halus memenuhi ruangan yang kedap suara itu.

Bagi Aiden, tangisan manja Vanya adalah musik paling merdu yang pernah ia dengar. Semakin Vanya merengek, semakin Aiden merasa ingin memiliki gadis ini seutuhnya.

​Sekitar sepuluh menit berlalu, ketegangan di dada Vanya perlahan mengendur. Rasa sesak yang menyiksanya sejak pagi tadi kini berganti dengan rasa lemas yang luar biasa.

 Air matanya masih mengalir, tapi kali ini bukan karena sakit, melainkan karena syok sensorik yang ia alami.

​Aiden akhirnya menjauhkan wajahnya. Sudut bibirnya sedikit basah, ia menyekanya dengan punggung tangan sambil menatap Vanya yang terkulai lemas di atas sofa dengan seragam terbuka.

​"Gimana? Masih sakit?"

tanya Aiden, suaranya terdengar sangat berat dan penuh kepuasan.

​Vanya hanya bisa menggeleng lemah, wajahnya sudah merah padam sampai ke leher. Ia segera menarik seragamnya untuk menutupi tubuhnya.

 "Gwehh benci Kak Aiden... hiks... Kakak jahat banget mainnya kasar,"

 adunya manja sambil memalingkan muka.

​Aiden terkekeh pelan. Ia bangkit dari posisinya dan duduk di pinggir sofa, lalu membantu Vanya mengancingkan kembali seragamnya dengan telaten.

"Kasar gimana? Gue rasa tadi lo malah nikmatin. Buktinya lo nggak dorong gue, kan?"

​"Ihh! Tau ah!"

Vanya bangun dan duduk, merapikan rambutnya yang berantakan.

Ia merasa sangat malu untuk menatap mata Aiden sekarang. Rasanya harga dirinya sebagai gadis manja jatuh seketika di tangan cowok ini.

​Vanya berdiri, kakinya masih terasa sedikit gemetar. Ia berjalan menuju pintu, namun sebelum membukanya, ia berbalik dan menatap Aiden yang masih duduk di sofa sambil memperhatikannya.

 "Gwehh keluar dulu! Jangan berani-berani ceritain ini ke siapapun! Paham?!"

​Aiden hanya memberikan senyum miring andalannya.

 "Tergantung. Kalau lo nurut, rahasia ini aman di mulut gue. Tapi kalau lo nakal lagi..."

Aiden menggantung kalimatnya sambil menjilat bibirnya sendiri.

​Vanya mendengus kesal dan langsung keluar dari ruangan itu dengan langkah gemeter, menyisakan Aiden yang kembali bersandar

di sofa sambil menghirup sisa aroma manis Vanya yang masih tertinggal di sana.

1
yah
ih aku merinding congrat aiden
Asmainiati Pelis
bukannya si Elsa dan Bagas itu tau ya kalau Aiden dan Vanya udah nikah,ini gimana ceritanya thor
Elisabeth Lalang
thor ini sih karekter cwek kelewatan manja😆😁🤣 dan kurang edukasi, tarik ulur trus smpi bab ini blm paham dr niat thor ank sklh nikah trus d mnta cucu smntra thor tetap konsisten buat crtanya tarik ulur mulu, maaf thor aku skip crtanya😟
Elisabeth Lalang
kesannya karekter cwek manja yg g punya nafsu pdhl tiap hari nen😁😆
Elisabeth Lalang
crtanya lmbt bgt thor, rutinitas nya hampir sama trus😁kalo mau punya ank y jngn pas masih sklh thor
Elisabeth Lalang
konsepnya gmna y thor😟 ank sekolah d jodohkn krna ada kelainan medis trus, ortunya ngarep punya cucu🤣dan thor buat karakter nya hrs nen tiap hari, thor lupa ni dr awl thor nulis kalo karakter cweknya manja g bisa apa2, thor hrsnya nulis kalo ortunya wajib ksh edukasi tentang hak suami k cwek😁krna ortunya kn ngarep dpt cucu. tp aneh jga sih thor kn mrka msh sklh😟🤣😆 jd bingung konsep crtax mau d bwa k mna
Elisabeth Lalang
Eeemmm iya... iya dua2nya ada kelainan medis yg tuap hri hrs nen🤣 tp thor nyadar g sih Sekuat-kuatnya cwek kalo ksh nen masa sih g terbesit niat ksh hak suami😁😟🙏 oya thor rutinitas mrka ini tiap hri knpa sama trus sih nen, trus dpat kunjungan ortu yg kyknya g krja trus kunjungan tmn2. gtu trus😁 nen lg nen lg d kunjungi lg
Criminal
ini khusus untuk vanya
: lo knp mau sama Aiden sih 😭
kalo dipaksa sini aku bantu bun*uh🗿
si Aiden. oh ya, kalo mami bela mau punya anak kecil atau bayi buat sendiri ngapa😑
gk usah maksa.. terkhusus mami bela, kalo lo maksa orang tuh mikir😑. Otak tarok dengkul? pingin banget ku bunuh mami bela ama Aiden. bisa gk sih vanya gugurin aj!? lagipula masih sma 😑seharusnya itu bener-bener keterlaluan.
aborsi aj.. setuju banget aku, kalo gk bisa aku aj yg bantu gugurin.. aku dorong ke jurang.. gk duli aku ama Aiden sama mami bela 🗿
Asmainiati Pelis
nggak usah gweh2 lah,nggak enak banget bacanya
Ivaenrara
bisa bisannya panggilnnya "papi Aiden" gilaaa kok berani
Edelweis Edelweis
jgn lama2 lanjutannya kak🙏
☯⁠‿⁠☯⁠✿
.
Ayu Diah
alur cerita bagus dan bikin senyum2 sendiri saat membacanya
Ayu Diah
bikin senyum2 sendiri🤭
Ayu Diah
awal ceritanya aja udah bikin menarik🤭
Ari Putu
Luar biasa
Rini Muharom
😄😄😄
YL
buat heboh aja
YL
tua banget 18 tahun baru sekolah SMA bukannya sekarang 17 tahun sudah lulus ya
YL
vanya punya bayi besar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!