NovelToon NovelToon
Sang Penggali Makam

Sang Penggali Makam

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Romansa Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: D.P. Auzora.

Bejo Mulyorejo pemuda berusia 18 tahun, dia hidup sendirian di Desa Krajan jauh dari hiruk-pikuk kota. Dia mendapatkan warisan dari leluhurnya menjadi Penggali Makam melanjutkan peninggalan sang kakek buyut.

Kehidupan sehari-hari Bejo terbilang cukup, dia selalu hemat dalam pengeluarannya. Walaupun sesekali dapat bantuan dari orang tak terduga tapi dia berusaha membuka usaha kecil-kecilan, akan tetapi perjalan panjang Bejo sedikit sulit.

Bukan kesulitan tentang kebutuhan tapi kesulitan dalam menghadapi segala penampakan setelah menggali makam, dia yang memiliki mata peka dan terbiasa dengan makhluk gaib namun dia juga memiliki rasa takut tersendiri.

Bagaimana kehidupan Sang Penggali Makam ini, kita lanjutkan dalam perjalanan panjangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D.P. Auzora., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok Pucat

Pagi yang sangat cerah, Bejo sudah siap untuk berangkat wisuda. Tak ada kendala waktu Bejo berangkat, ia berangkat sendiri dengan perlahan. Suasana sekolah sudah mulai ramai, namun Bejo hanya sendirian tanpa di dampingi oleh orang tuanya.

"Semangat ya Jo, jangan sedih!"

"Siap Bu Dessy. Saya pasti semangat"

Namun saat Bejo berbincang-bincang dengan gurunya, ia di kejutkan sosok samar di ujung sekolah. Sosok itu sangat jelas, ia menampilkan senyum manis kepada Bejo. Bejo yang menyadari itu, ia memandangnya lekat-lekat.

"Jo.. kamu kenapa?,"

Bu Dessy sangat bingung dengan Bejo yang diam tanpa bergerak, pandangan lurus ke salah satu lorong sekolah. Bu Dessy menepuk bahu Bejo, di saat itulah Bejo tersadar kembali.

"Kamu lihat apa?,"

"Enggak lihat apa-apa Bu,"

"Terus kenapa kamu memandang kesana tanpa berkedip?,"

"Mungkin saya capek aja Bu,"

"Hmm.. ya sudah kalau begitu, kamu tunggu teman-teman yang lain"

Bejo duduk di depan gedung, ia mengulir layar ponselnya. Desiran halus ternyata dingin di tengkuk Bejo, ia menoleh kebelakang tapi tidak ada apa-apa.

Kringggg.... Kringg...

"Iya hallo intan, ada apa?"

"Aku mau kesana sama mama mas,"

"Kamu serius?"

"Iya serius mas, aku juga ingin mengucapkan sesuatu nanti,"

"Apa itu?,"

"Nanti ajalah.. aku berangkat habis ini,"

"Iya sudah. Kamu hati-hati di jalan"

"Iya mas."

Bara dan teman-temannya sudah, acara wisuda sudah berjalan setengah jalan. Intan dan mama hadir dalam acara tersebut, mereka duduk paling tengah.

"Intan.. mana Bara?,"

"Hmm.. gak tau ma,"

Intan mencari Bejo, ia tak menemukan di barisan para pria. Namun ia melihat Dinda dan teman-temannya bukan Bejo, tepat saat mau fokus pada layar ponselnya. Ujung mata Intan menangkap wajah Bejo, kemudian ia menoleh.

Anehnya wajah Bejo sangat pucat, tidak ada senyum hanya wajah datar tanpa ekspresi. Seketika itu, intan merinding. Intan tak lagi memperhatikan sosok yang di lihatnya.

Satu per satu peserta wisuda di panggil hingga akhirnya giliran Bejo, ia berdiri dengan gagahnya. Wajah bersih jauh berbeda dengan penampilan biasanya, membuat semua gadis di angkatan Bejo kini menatapnya.

"Beneran itu Bejo!!"

"Iya itu Bejo. Aduhh.. ganteng banget sih,"

"Lihat itu dadanya sedikit terbuka, bener-bener keren banget"

"Kenapa saat masuk dulu seperti kucel tapi sekarang tampil begitu mempesona!"

Bisik-bisik semua gadis di angkatan Bejo, Bejo melangkah perlahan.

"Selamat Bejo, kamu jangan dulu pergi" ucap pak Yadi.

"Kenapa Pak?,"

Pak Yadi tersenyum, lalu ia meminta mikrofon pada MC.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.. mohon maaf saya sela sebentar, karena sesuatu kejutan untuk salah satu murid saya."

Suara gemuruh terdengar sayup-sayup, banyak orang tua yang penasaran kenapa di hentikan sebentar. Dinda dan Intan memandang dari kejauhan, mereka berdua khawatir jika ada sesuatu.

"Sebelumnya.. tadi saya belum mengatakan peringkat pertama pada angkatan ini, untuk itu saya meminta semua orang tua dan para murid melihat satu murid yang sangat baik dan sopan."

"Dia dari keluarga yang kurang mampu, dimana setiap hari di sibukkan oleh tanah pemakaman. Pekerjaan yang mulia sekaligus berat, apalagi dia yatim piatu menjadi inspirasi untuk semua murid disini."

"Baiklah.. peringkat pertama di raih oleh Ananda Bejo Mulyorejo dengan nilai rata-rata 8 dan predikat siswa kelulusan terbaik dalam sejarah sekolah ini"

Bejo terdiam, ia kebingungan dengan apa yang terjadi. Ia tau nilai dirinya, tapi kenapa tiba-tiba sekarang berubah begitu cepat. Sangat aneh baginya, apalagi ia tau batasan dirinya sendiri dalam pelajaran.

Bejo berdiri di dampingi oleh kepala sekolah, ia menahan air matanya. Namun tak kuasa untuk di tahan, ia pecah dalam tangisnya. Suasana berubah seketika, banyak wali murid yang terbawa suasana tak terkecuali dengan murid lainnya.

"Bejo Mulyorejo, Putra dari bapak Kuncoro dan ibu Dewi. Dia salah satu murid yang kurang mampu tapi di akhir sekolah ini membuat kejutan besar, dimana nilai dalam ujiannya naik drastis. Kami semua awalnya curiga tapi setelah seminggu ini di selidiki tak ada kecurangan membuat kami benar-benar bangga. Seorang anak penggali makam bisa mencapai nilai tertinggi pada angkatan, itu hal yang sangat membanggakan bagi orang tua. Namun sayang! Orang tua Bejo telah tiada menjadikan dia anak yang tangguh dan hebat."

Sang MC menerangkan tentang sosok Bejo dengan air mata jatuh, suara berat menahan rasa bangga kepada Bejo. Lalu kepala sekolah meminta Bejo memberikan beberapa kata sebelum turun.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,"

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh,"

"Saya mengucapkan rasa syukur atas nikmat Tuhan, saya juga berterima kasih pada orang tuanya yang telah mendoakan saya di alam sana. Semoga apa yang saya dapatkan ini menjadi hadiah terbaik untuk orang tua saya di sana. Untuk para guru dan kepala sekolah, saya ucapkan terimakasih atas segala ilmu ya sudah di berikan."

Bejo memegang pialanya, ia berfoto dengan guru-guru lain dan juga kepala sekolah sebelum turun. Setelah selesai, Bejo turun membawa piala yang sangat besar. Jarot dan Dirga memberikan selamat kepada Bejo, mata mereka berdua berkaca-kaca saat melihat kejutan nyata dari sahabatnya ini.

Intan sudah tidak tahan untuk mendekat ke Bejo, ia pergi ke mobilnya mengambil hadiah yang sudah di siapkan untuk Bejo. Saat intan kembali, ia melangkah mendekati Bejo tanpa memperdulikan yang lain.

"Mas.. selamat ya" ucap Intan.

"Astaga.. Intan! Apa ini?,"

"Ini untuk Mas Bejo yang sudah lulus, terima jangan di tolak,"

Bejo tersenyum, lalu ia menerima bucket bunga yang cukup besar. Membuat acara wisuda yang hendak berakhir kini memandang keduanya, para gadis angkatan Bejo memandang penuh selidik.

"Oh iya.. mama mana?," tanya Bejo.

"Selamat ya nak Bejo, semoga sukses" ucap Marshanda.

"Terima kasih Tante,"

"Kok Tante sih! Panggil mama saja, sama seperti Intan"

"Iya ma"

"Acara kan sudah mau selesai, kamu mau langsung pulang apa masih disini?,"

"Disini dulu ma, mau foto bareng teman-teman lainnya,"

"Aku boleh foto berdua gak mas?,"

"Boleh."

"Hmm.. ya sudah kalau begitu, mama titip Intan ya. Jaga calon istrimu jangan sampai ngambek lagi"

Bejo terdiam, Jarot dan Dirga terpaku. Mereka memandang kearah Bejo penuh pertanyaan, sejak kapan Bejo menjadi suami Intan dan sejak kapan semua ini terjadi.

Intan tetap diam, wajahnya memerah karena menahan malu.

Bejo dan teman-temannya kini berfoto-foto ria, mereka tertawa bersama meninggalkan keterkejutan sebelumnya. Bejo dan Intan berfoto berdua lalu Dinda menyusul juga, saat berfoto bertiga wajah persaingan mereka tampak begitu jelas.

Membuat Bejo hanya bisa menggelengkan kepalanya, benar-benar pusing dengan kelakuan dua wanita ini. Bejo pulang sendirian, namun perasaan tak nyaman Bejo terasa begitu pekat.

Seperti ada sesuatu aneh yang terus mengikutinya, ujung matanya samar-samar melihat sosok berjubah hitam. Sosok itu berlari begitu cepat sama seperti motor Bejo, hingga Bejo tersadarkan.

1
Eliermswati
lnjut lg thor up nya😍
herupratama_
kenapa pocong nya gak ganti cewe thor 🤣
D.P. Auzora.: Nanti ada, tapi di bab selanjutnya. Dia sosok yang belum lama ini tiada, ada sebuah misteri atas kematian. Jadi Bejo akan memecahkan masalah itu, tunggu ya!! mungkin di bab 23 nanti 😊🙏
total 1 replies
Eliermswati
lnjut lg thor seru nih 😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
smngt thor up nya lnjut lg dong cerita seru bngt g klh seru sm cerita aldi enk buat d bc nya😂😂
Eliermswati
ih ko serem banget sih thor cerita nya, tp q suka walaupun ad rasa takut klo mau bc gmn dong q g mau kelewatan walaupun 1 bab😂😂😂smngt thor up nya
Andi Akhasay: baca ceritaku kak
total 2 replies
Eliermswati
wah cerita nya mkn seru thor q suka bngt😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
wah thor bkin penasaran nih jngn2 d rmh bejo ad tamu tak d undang yg nm nya geser laki sm mb kunti😂😂😂smngt thor up nya
D.P. Auzora.
Kalau itu sudah ada nanti, kemungkinan sama akhir bulan depan Aldi akan kembali juga. ada kejutan pokoknya tunggu saja 😊🙏
Eliermswati
g klh seru sm cerita aldi y thor, tp bnran kn thor nnti d cerita in ad aldi nya jg soalnya dah kangen nih😍smngt thor up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!