NovelToon NovelToon
Mantan, Balikan Yuk!

Mantan, Balikan Yuk!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Dosen
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Kesalahan yang dilakukan Azalea Calista membuat suaminya kecewa dan berakhir ingin menceraikannya. Namun demi cinta yang tumbuh di hati Alea, dia bertekad untuk mengejar kembali cinta sang suami.

Sayangnya Alea harus kehilangan Fathan karena laki-laki itu pergi tanpa berpamitan. Hingga suatu hari, keduanya kembali dipertemukan dalam keadaan berbeda.

Akankah mereka kembali bersama atau justru memilih saling melepaskan bersama pasangan baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28 - Geram

Ucapan bapaknya Alea mengejutkan mereka, tidak percaya ada seorang ayah tidak mengakui anak kandungnya sendiri.

"Ini beneran bokapnya Alea? Gila jahat banget gak ngakuin anaknya," bisik Ayumi pada Vale.

"Ya, bokap durjana sama anaknya," balas Vale sudah tahu ceritanya dari Alea.

"Masih percaya sama fitnah itu, Pak? Demi Allah ibu tidak pernah melakukan tindakan tak terpuji seperti itu. Selama ini bapak salah menilai ibu, justru ibu tidak pernah mengkhianati bapak. Malah sebaliknya, bapak yang berkhianat sama ibu dengan menjalin kasih sama Yuni tapi Bapak malah menyalahkan ibu," balas Alea geram sama tuduhan itu. Lagi-lagi alasan itu yang selalu ayahnya gunakan untuk mengusir Alea, padahal dia hanya ingin hidup damai bersama keluarganya.

"Jangan limpahkan kesalahan kamu pada Yuni dan jangan bawa-bawa Allah, semuanya sudah jelas kejadian dulu saat bukti nyata kamu bukan anak saya tapi anak selingkuh ibumu. Jangan salahkan Yuni jika saya berpaling dari ibumu tapi salahkan ibumu yang tidak becus mengurus saya!"

Lagi-lagi pertengkaran mereka mengejutkan mereka yang ikut mengantarkan Alea, banyak pertanyaan tentang masa lalu Alea seperti apa.

"Maaf Om, sebaiknya kita bicara di dalam saja, gak baik dilihat banyak orang," seru Gavin bersikap tenang meski ia marah sama ayah kandungnya Alea yang bebalnya gak ketulungan.

"SAYA TIDAK SUDI MEMASUKAN KALIAN KE RUMAH SAYA! PERGI SANA!"

Gavin mengepalkan tangannya, makin di beri sabar pria itu makin gila perbuatannya. Dia memberikan Azka pada Vale, tentu anak itu tidak menolak, Azka juga tidak bersuara hanya diam memperhatikan dan rasa takut sangat dia rasakan.

"Tante, nenek itu celem, takut, ada hantu," bisiknya ketika sudah pindah ke gendongan Vale. Aura wanita di samping bapaknya Alea terasa berbeda bagi Azka, menyeramkan.

"Iya, orang itu kayak nenek sihir," balas Vale.

"TURUNKAN SUARA TINGGI MU!" Balas Bu Rima kesal sama kelakuan pria di depannya. Dia tidak tega melihat wajah sedih Alea.

"BAPAK DURJANA! TIDAK PUNYA HATI! ANAK BERKUNJUNG BUKANNYA DISAMBUT MALAH DI USIR! BAPAK BIADAB!" sambung Bu Rima tersulut emosi. Melihat sikap ayahnya Alea mengingatkan dia sama sikap ayahnya dulu, seperti ini juga jadi dia paham perasaan Alea.

"Hei! Siapa kamu berani memarahi suami saya? Dia berhak menentukan keputusan terhadap anak haram ini!" sahut Bu Yuni membela Pak Rahmat.

"BERHENTI!" Bentak Alea keras mengundang beberapa tetangga sekitar. "Jangan ada lagi pertengkaran disini!" Alea terlihat emosi, tatapannya merah dengan mata berkaca-kaca.

"KALAU BUKAN KARENA MAU MENIKAH AKU TIDAK SUDI DATANG KE TEMPAT PRIA BAJINGAN SEPERTI ANDA!" sentaknya penuh emosi.

"DAN SAYA TIDAK SUDI MENIKAHKAN ANAK HARAM HASIL PERSELINGKUHAN IBUMU!"

Bugh!

Tanpa di duga Gavin berlari menerjang perut laki-laki di depannya, dari tadi dia diam menahan sabar tapi makin dibiarkan makin keterlaluan. Sebagai seorang adik tidak terima kakaknya di hina, di fitnah terus terusan, tidak terima keponakannya di bentak.

Niat datang untuk bersilahturahmi dengan harapan mendapatkan kebaikan nyatanya pria itu makin keterlaluan.

Mereka yang melihat aksi tak terduga Gavin tercengang melototkan mata tak percaya Gavin nekat menerjang pria itu tanpa diketahui pergerakannya.

"LAKI-LAKI TIDAK TAHU DIRI! BRENGSEK! SUDAH SELINGKUH MALAH MENUDUH! ALEA BUKAN ANAK HARAM! KAKAK SAYA TIDAK PERNAH SELINGKUH!" Kemarahan Gavin tak terkendali, dia mencengkram kaos pria tua di depannya.

"Beraninya kamu memu ..." belum sempat Yuni menyelesaikan ucapannya, lebih dulu di potong sama Gavin.

Tatapan pria itu berbalik arah pada Yuni, tatapan kemarahan, kebencian terhadap Yuni. "DIAM WANITA IBLIS! JANGAN IKUT CAMPUR ATAU SAYA AKAN HABISI DUKUN KESAYANGAN MU ITU!"

Deg.

Tubuh Yuni terpaku, seketika tangannya bergetar panik. 'Darimana dia tahu? Gak mungkin dia tahu.'

"Ini gimana sih ceritanya? Gue tidak paham?" bisik Aldi pada Ayumi yang kebetulan ada di sampingnya.

"Jangankan bapak, saya juga kagak paham."

"Mendingan kita diam saja, perhatian mereka dan simak baik-baik," sahut Pak Danang.

"Ini yang benar yang mana ya? Cerita pak Rahmat atau mereka?" bisik tetangga.

"Selama ini yang kita tahu dari Yuni istrinya selingkuh dan punya anak dari selingkuhannya."

"Kalian tidak dengar pembelaan laki-laki itu? Katanya gak selingkuh."

"Ssttt kita denger aja dulu, gak tahu kan mana yang benar dan tidak."

Fathan di buat terkejut, selama kenal Alea dia tidak tahu kisah masa lalunya yang tidak ia ketahui. Tatapannya masih tertuju pada Alea, gadis ceria pintar menyembunyikan lukanya, rasa bersalah pun kembali muncul sebab ia menjadi alasan salah satu lukanya Alea.

Genggaman tangannya mengerat, memberi semangat sekaligus menguatkan. "Alea." Dia segera merangkul pundak Alea, rupanya Bu Rima juga mendekat dan memeluknya juga.

Sementara pak Rahmat, dia diam mematung dengan tatapan linglung.

Gavin mengatur emosinya, dia melepaskan cengkraman di kaos pak Rahmat masih menatap tajam Bu Yuni. Kini tatapannya beralih pada pria yang pernah kakaknya cintai dengan sepenuh hati namun malah mengkhianatinya.

"Alea bukan anak haram, dia anak kandung Anda, sah lahir saat pernikahan. Saya tidak tahu pelet apa yang sudah wanita sialan itu gunakan sampai Anda dengan tega menyakiti putri anda sendiri. Mungkin pelet semar mesem, jaran goyang, atau jenis pelet lele atau pelet pemikat lainnya, tapi yang pasti tuduhan anda tidak jelas."

"Hei! Jangan fitnah ya," seru Yuni membela diri meski hati gelisah.

"Maaf jika saya ikut campur, saya RT di sini, saya harap jangan ada keributan dan alangkah lebih baik kita bicara di dalam saja." Pak RT datang setelah seseorang memberitahunya ada keributan, tidak ingin kejadian tidak terduga pak RT pun bergegas ke rumah Rahmat.

"Mama jangan macuk, lumahnya celem banyak hantu, celem sama kayak nenek jeyek itu," celetuk Azka secara tiba-tiba membuat mereka menoleh padanya.

Gavin tersenyum sinis seraya menatap Bu Yuni. "Anak kecil pun tahu aura dalam dirimu, anak kecil masih suci."

Dengan terpaksa Yuni membiarkan mereka masuk meski ada ketakutan yang tidak bisa ia jelaskan mengenai ucapan Gavin.

Sebelumnya Gavin juga meminta Fathan membuka aneka kue yang sengaja dia bawa dengan harapan bisa dimakan sama penghuni rumah.

Alea, Gavin, Fathan, Bu Rima sudah berada di dalam tapi Azka tetap bersama Vale sebab anak itu enggan masuk kedalam rumah.

"Siapa yang mau bercerita duluan?" tanya Pak RT.

Alea segera menyahut, "saya yang duluan."

"Silahkan dan kamu Yuni diam dulu!" ujar Pak RT tegas.

Alea mengangguk. "Hari itu ..."

Flashback

1
Liswati Angelina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭ngakak terussss
Cimit: jangan di bayangin. 😆
total 1 replies
Liswati Angelina
seru dan lucu
Liswati Angelina
La terus ayah alea ternyata bapaknya si silvi...... 🤭🤭🤭 cuma nebak thoorr🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!