NovelToon NovelToon
Mantan Komandan Muda

Mantan Komandan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyelamat / Fantasi
Popularitas:666
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Bima mengira ia bisa mengubur masa lalunya yang kelam di Desa . Mantan komandan regu pasukan khusus ini memilih hidup bersahaja sebagai petani jagung dan pemancing di tepi sungai demi melarikan diri dari trauma perang. Namun, kedamaian yang ia bangun susah payah runtuh setiap kali ia teringat pada Joni, sahabat sekaligus anak buahnya yang gugur dalam pelukan Bima akibat terjangan peluru senapan mesin musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

jati diri

Bima terdiam sejenak, memandangi wajah Nyonya Besar lalu beralih menatap Viona yang masih membuang muka dengan ketus. Sumpah setia dan integritasnya sebagai mantan prajurit membuat hati kecilnya menolak untuk memanfaatkan situasi ini secara sepihak. Dia tidak ingin melangkah ke dalam sebuah ikatan jika didasari oleh keterpaksaan orang lain.

"Tapi Nenek... bukan maksud saya menolak pernikahan ini," ujar Bima dengan nada suara yang tenang namun berwibawa, memecah keheningan ruangan. "Namun, apakah Nona Viona setuju? Karena saya tidak mau ada paksaan sepihak dalam hubungan ini."

Mendengar kalimat itu, Viona langsung tertegun. Dia menoleh cepat ke arah Bima dengan mata terbelalak, merasa sangat canggung sekaligus tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Detik jantungnya seolah berhenti sesaat. Baru kali ini dalam hidupnya, ada seorang lelaki yang berani secara tidak langsung menolak atau mempertanyakan kesediaan dirinya. Padahal, belum sampai lima menit yang lalu pria itu dengan tegas berkata setuju di depan neneknya.

'Sikap macam apa ini?! Dia baru saja menerima perjodohan, tapi sekarang malah berlagak memikirkanku? Menolakku secara halus?' batin Viona kesal campur bingung. Ego tingginya sebagai putri konglomerat merasa sedikit tercoreng, namun di sisi lain, ada rasa penasaran yang semakin membuncah di dalam hatinya terhadap kepribadian Bima yang sulit ditebak.

Nyonya Besar hanya terkekeh pelan, sama sekali tidak terganggu oleh interupsi Bima. Beliau justru semakin menyukai sifat ksatria yang ditunjukkan oleh pemuda di hadapannya. "Kamu tenang saja, Nak Bima. Viona pasti nurut sama Nenek. Iya kan, Vio?" tanya Nyonya Besar sambil memberikan tatapan penuh tuntutan yang lembut namun tidak bisa dibantah kepada cucunya.

Viona yang ditanya mendadak gelagapan. Wajahnya merona merah, menahan rasa malu yang luar biasa di depan Bima. "Nenek... apa-apaan sih!" rengek Viona dengan suara tertahan, tidak tahu harus menjawab apa selain menunjukkan sikap tsundere-nya yang semakin menjadi-jadi.

Melihat respons Viona yang tampak begitu tertekan, Bima kembali angkat bicara dengan sopan.

"Maaf, Nenek. Sepertinya Nona Viona memang belum mengenal saya sama sekali.

Rasanya tidak adil jika dia harus terikat dengan orang asing.

Oleh karena itu, biar saya perkenalkan diri saya yang sebenarnya terlebih dahulu."

Bima memperbaiki posisi duduknya, menatap lurus ke arah Viona dengan pandangan mata yang jujur tanpa ada satu hal pun yang ditutupi.

"Nama saya Bima Dirgantara.

Pekerjaan saya sehari-hari adalah seorang petani jagung. Dan rumah saya terletak tepat di ujung desa terpencil."

Nyonya Besar hanya tersenyum lebar mendengar pengakuan tersebut. Beliau sama sekali tidak terkejut, karena kejujuran dan kesederhanaan itulah yang justru sedang beliau cari untuk mendampingi cucunya yang egois. Namun, reaksi yang berbanding terbalik justru datang dari Viona.

Gadis cantik itu langsung syok berat. Mulutnya sedikit terbuka, matanya melotot menatap Bima seolah-olah pria itu baru saja berubah menjadi makhluk asing. Seluruh tubuhnya menegang di atas sofa beludru mewah tersebut.

'Haaaa?! Pe-ta-ni?!' jerit Viona histeris dalam hatinya. 'Nenek yang bener aja! Masa aku mau dijodohkan sama tukang menanam jagung di desa?!'

Viona kembali memperhatikan penampilan Bima dari ujung rambut hingga ujung kaki. Memang benar, jas kasual dan celana bahan premium itu melekat sangat sempurna di tubuh atletis Bima, membuatnya terlihat seperti aktor atau eksekutif muda papan atas yang sangat karismatik. Tampan sih memang tampan, bahkan sangat tampan di mata Viona. Tapi mengetahui fakta bahwa basic-nya hanyalah seorang petani desa, akal sehat Viona sebagai pewaris takhta keluarga Utara langsung berontak hebat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!