NovelToon NovelToon
Angkringan Dewa Api Serba Bakar

Angkringan Dewa Api Serba Bakar

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:536
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Lin Mo adalah seorang penjual angkringan dengan bakat tersembunyi yang amat sangat luar biasa, yaitu kendali api tingkat mistik untuk memanggag sate kikil dan usus hingga sempurna. Sayangnya, sebuah ledakan tabung gas nyasar mengakhiri hidupnya dan melempar jiwanya ke dunia fantasi sebagai Dewa Api Pengelana bersama Sistem Angkringan Ilahi. Kini berbekal gerobak terbang dan jurus sate ajaib, Lin Mo harus menjelajahi Kerajaan Aethelgard yang penuh intrik politik demi mengumpulkan Poin Arang, membuka cabang angkringan baru, dan menyelesaikan konflik kuno di negeri tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulan Asap Terakhir di Bumi

DUAARRR!

Suara ledakan keras memecah keheningan malam di pinggir jalan raya kota yang selalu sibuk itu.

Gelombang panas yang teramat sangat menyapu area seluas sepuluh meter dalam hitungan detik.

Sebelum ledakan gila itu terjadi, suasana di gerobak angkringan sederhana milik Lin Mo sebenarnya sangat tenang.

Aroma harum gurih dari lemak sate usus dan kikil membumbung tinggi ke udara malam.

"Mas Lin Mo, sate kikilnya sepuluh tusuk lagi, bakarnya agak garing ya!" seru seorang pembeli yang rela berdiri hampir satu jam.

Lin Mo tersenyum tipis sembari mengibas-ngibaskan kipas bambunya dengan irama yang sangat teratur.

Settt!

Jari telunjuk tangan kirinya menjentik secara tersembunyi ke arah tumpukan arang kayu di bawah panggangan besi.

Percikan api kecil berwarna agak keemasan melompat keluar dari jemarinya.

Itu adalah bakat rahasia milik Lin Mo yang tidak pernah diketahuinya secara pasti dari mana asalnya.

Ia bisa mengendalikan suhu dan pergerakan api hanya menggunakan kehendak pikirannya saja.

"Tenang saja, sate kikil garapan saya tidak pernah gagal membakar lidah," kata Lin Mo santai.

Pfffuuushhh!

Api di atas panggangan tiba-tiba membesar tipis melingkupi seluruh permukaan sate tanpa membuatnya gosong sedikit pun.

Daging kikil itu meresap bumbu kecap pedas gurih secara sempurna hingga ke serat terkubur paling dalam.

"Gila, aroma satemu ini benar-benar bikin ketagihan setengah mati, Lin Mo!" puji pelanggan lain yang sedang mengunyah penuh kenikmatan.

Lin Mo menyeringai bangga mendengar pujian yang sudah menjadi makanan sehari-harinya itu.

"Ini namanya teknik Api Murni Pemanggang Arang Level 99," gumam Lin Mo dalam hati sambil terkekeh pelan.

Pria muda berusia dua puluh empat tahun itu sangat menikmati hidupnya yang sederhana ini.

Ia tidak punya cita-cita tinggi seperti menjadi pengusaha kaya raya atau pejabat ternama.

Bagi Lin Mo, melihat orang makan sate buatannya sampai merem-melek sudah cukup memberikan kepuasan tiada tanding.

Kroookkk...

Tiba-tiba terdengar suara aneh berdesis sangat keras dari arah dapur rumah makan di belakang gerobaknya.

Desisan itu terdengar makin lama makin melengking dan menggetarkan tanah sekitar.

Lin Mo menghentikan gerak kipas bambunya dan menoleh ke arah sumber suara dengan dahi berkerut.

"Suara apa itu?" tanya salah satu pembeli yang mulai merasa tidak tenang.

"Sepertinya ada yang tidak beres dengan tabung gas rumah makan sebelah," sahut Lin Mo membatin dengan perasaan buruk.

Pshhhhh!

Bau gas yang sangat menyengat langsung memenuhi udara di sekitar angkringan dalam sekejap mata.

"Lari! Tabung gas besar di dalam bocor parah!" teriak seorang juru masak yang berlari keluar dari rumah makan tersebut.

Para pelanggan angkringan Lin Mo langsung panik dan berhamburan menyelamatkan diri masing-masing.

"Hei! Sate kalian belum dibayar!" teriak Lin Mo panik melihat pelanggannya kabur begitu saja.

Namun sebelum Lin Mo sempat melangkah pergi menyelamatkan gerobak kesayangannya, nasib sial berkata lain.

Sebuah percikan api dari kompor sebelah menyambar semburan gas bertekanan tinggi tersebut.

DUAARRR!

Ledakan mahadahsyat tercipta dan menghancurkan bangunan rumah makan beserta gerobak angkringan Lin Mo.

Tubuh Lin Mo terlempar belasan meter ke udara bersamaan dengan serpihan kayu dan arang yang membara.

"Aduh... sate kikilku..." bisik Lin Mo meratapi nasibnya di tengah rasa sakit yang memuncak.

Pandangan mata Lin Mo secara perlahan mulai mengabur dan menjadi gelap gulita secara total.

Sensasi dingin melingkupi jiwanya yang perlahan memisah dari jasad di atas tanah membara.

Apakah ini rasanya mati?

Mengapa rasanya begitu hampa dan gelap tanpa ada aroma sate sedikit pun?

Tiba-tiba sebuah suara aneh bergema di dalam kepala Lin Mo secara mendadak.

TING!

[Jiwa terdeteksi cocok dengan Kualifikasi Dewa Api Sejati]

[Memulai proses transmigrasi jiwa ke Alam Fantasi Kerajaan Aethelgard]

[Mengaktifkan Sistem Angkringan Ilahi...]

"Suara apa ini? Sistem?" batin Lin Mo kaget di dalam kegelapan.

Sreeeeeshhh!

Rasa hampa itu mendadak hilang dan berganti dengan embusan angin segar yang menerpa kulit wajahnya.

Aroma tanah basah dan daun-daun asing yang belum pernah ia hirup sebelumnya masuk ke dalam indra penciuman Lin Mo.

Sinar matahari yang cukup terik menembus kelopak matanya yang perlahan mulai terbuka.

"Aduh, kepalaku rasanya mau pecah," gumam Lin Mo sambil berusaha duduk di atas tanah.

Ia menyapu pandangannya ke sekeliling dengan rasa bingung yang luar biasa hebatnya.

Di sekelilingnya bukan lagi jalanan kota yang dipenuhi bangunan beton dan asap kendaraan.

Ia berada di tengah-tengah hutan belantara dengan pohon-pohon raksasa setinggi puluhan meter.

Warna dedaunan di pohon-pohon itu bukan hijau biasa, melainkan berwarna ungu keemasan yang berkilau.

"Di mana aku sekarang? Apakah ini rumah sakit alam gaib?" tanya Lin Mo pada dirinya sendiri.

Lin Mo memperhatikan pakaian yang sedang ia kenakan saat ini.

Ia tidak lagi memakai kaos oblong dan celana pendek lusuh bekas berjualan angkringan tadi malam.

Tubuhnya kini terbungkus oleh sejenis jubah kain kumal berwarna cokelat keabu-abuan yang agak longgar.

TING!

[Selamat datang di Alam Kerajaan Aethelgard, Host Lin Mo]

Sebuah layar transparan berwarna biru berkilau mendadak muncul tepat di depan wajah Lin Mo.

Lin Mo melompat kaget ke belakang sampai hampir tersandung akar pohon besar.

"Wajahku! Maksudku, apa-apaan layar melayang ini?!" seru Lin Mo kaget bukan main.

[Sistem Angkringan Ilahi siap melayani kebutuhan Host]

[Tugas Utama Host: Bakar makanan enak di setiap sudut dunia, kumpulkan Poin Arang, dan jadilah Dewa Api Sejati!]

Lin Mo membaca tulisan di layar transparan itu dengan tatapan mata yang sama sekali tidak percaya.

"Dewa Api? Bakar makanan? Poin Arang?" ulang Lin Mo membaca kata demi kata di layar tersebut.

"Jadi aku benar-benar sudah mati karena ledakan tabung gas tadi?" tanyanya dalam hati.

[Benar. Tubuh lama Host di Bumi sudah hancur total akibat ledakan]

[Sebagai gantinya, jiwa Host telah dialihkan ke dunia ini dengan identitas Dewa Api Pengelana]

Lin Mo menghela napas panjang dan menepuk dahinya pelan.

"Luar biasa sekali takdir ini. Mati konyol gara-gara gas bocor rumah makan sebelah," sungut Lin Mo kesal.

"Lalu kenapa namaku harus jadi Dewa Api Pengelana? Aku kan cuma penjual sate kaki lima biasa," tambah Lin Mo lagi.

[Sistem telah menyesuaikan bakat bawaan Host berupa Kendali Api Tingkat Mistik dengan struktur dunia ini]

[Di dunia Kerajaan Aethelgard, api adalah salah satu elemen sihir tertinggi yang sangat dihormati]

"Begitu ya? Tapi tetap saja aku tidak punya niat jadi pahlawan atau perang melakoni intrik politik," balas Lin Mo santai.

"Aku cuma ingin jualan sate dan cari uang tenang," lanjutnya.

[Itulah mengapa Sistem Angkringan Ilahi diciptakan khusus untuk membantu Host berdagang kuliner di dunia ini]

[Setiap makanan yang berhasil Host bakar dan jual akan menghasilkan Poin Arang]

[Poin Arang dapat digunakan untuk membeli bumbu sihir, peralatan angkringan tingkat dewa, serta resep baru]

Lin Mo mengangguk-angguk kecil mendengarkan penjelasan dari layar biru yang mengapung di depannya.

"Mmm, kedengarannya tidak buruk juga. Setidaknya aku tidak disuruh tebas naga pakai pedang karatan," gumam Lin Mo.

Gukkk! Grrr...

Suara geraman berat dan menakutkan tiba-tiba terdengar dari balik semak-semak tak jauh dari tempat Lin Mo berdiri.

Dua mata berwarna merah menyala menatap tajam ke arah Lin Mo dari balik kegelapan semak-semak tersebut.

Seekor serigala berukuran sebesar mobil minibus melangkah keluar secara perlahan.

Tubuh serigala itu dilapisi oleh sisik besi berwarna hitam tebal dengan taring-taring tajam melengkung keluar.

"I-itu serigala jenis apa kotor begitu?" cicit Lin Mo dengan tubuh agak bergetar.

[Peringatan! Serigala Taring Besi Tingkat Rendah mendekat dengan niat membunuh]

[Host disarankan menggunakan Peralatan Angkringan Awal untuk bertahan hidup]

"Peralatan Angkringan Awal? Mana ada perang lawan serigala raksasa pakai peralatan angkringan?!" teriak Lin Mo panik.

Sreeeechh!

Tiba-tiba sebuah gerobak kayu tua bernuansa mistis muncul begitu saja melayang di samping tubuh Lin Mo.

Gerobak itu dilengkapi dengan tempat panggangan arang yang membara, kipas bambu, dan beberapa tusuk sate kosong.

Serigala Taring Besi itu melompat maju memandangi Lin Mo sambil membuka mulutnya lebar-lebar.

Air liur serigala itu menetes membasahi rumput hingga menimbulkan asap tipis karena efek racun.

Aroma bau amis dari mulut serigala itu membuat Lin Mo hampir saja muntah di tempat.

"Aduh, busuk sekali bau mulut binatang ini!" seru Lin Mo sambil menutup hidungnya.

Lin Mo secara refleks menggenggam kipas bambu tua yang ada di atas gerobak terbangnya.

Saat tangannya menyentuh gagang kipas bambu tersebut, aliran panas mengalir deras ke seluruh pembuluh darahnya.

Kendali api tingkat mistik yang ia miliki sejak di Bumi terasa puluhan kali lipat lebih kuat dan pekat.

Arang kayu di dalam gerobak melayang itu mendadak menyala terang benderang bagaikan lava cair.

[Kemampuan Khusus Terdeteksi: Api Murni Pemanggang Arang]

"Baiklah, kalau kamu mau menggigitku, setidaknya harumkan dulu bau mulutmu itu!" gertak Lin Mo.

Lin Mo mengibaskan kipas bambunya ke arah Serigala Taring Besi yang sedang melayang di udara menargetkan lehernya.

Fwoooshhh!

Hembusan angin bercampur asap hitam tebal berpendar merah keluar menembus udara liar.

Aura Asap Pedas beraroma racikan bumbu bakar langsung menyelimuti pandangan mata sang serigala raksasa.

"Awoooo?!" serigala itu melengking bingung di udara karena matanya terasa sangat pedas dan perih luar biasa.

"Sekarang giliranku!" seru Lin Mo sambil mengambil seikat tusuk bambu tajam dari atas gerobaknya.

Sringgg!

Lin Mo menyalurkan api mistiknya ke ujung-ujung tusuk bambu tersebut hingga berwarna merah membara.

"Jurus Angkringan: Hujan Tusuk Sate Naga!" teriak Lin Mo sambil melempar seikat bambu itu ke arah serigala.

Brakkk! Crattt!

Puluhan tusuk bambu berapi itu menembus sela-sela sisik besi tebal milik Serigala Taring Besi dengan sangat mudah.

Panas dari api mistik Lin Mo langsung membakar daging dalam serigala itu secara instan.

"Awooooo!" serigala raksasa itu melengking kesakitan sebelum akhirnya roboh ke tanah dan tak berkutik lagi.

Kepulan asap beraroma daging panggang yang sangat lezat mendadak memenuhi area hutan belantara tersebut.

"Loh? Kenapa baunya malah mirip daging kambing bakar?" tanya Lin Mo sambil mencium aroma udara di sekitarnya.

TING!

[Monster Serigala Taring Besi berhasil dikalahkan]

[Anda mendapatkan Bahan Makanan: Daging Serigala Taring Besi x10 Kg]

[Anda mendapatkan: 50 Poin Arang]

"Wah, daging monster ini ternyata bisa dimakan dan jadi bahan sate?" mata Lin Mo langsung berbinar-binar.

[Benar. Daging monster di dunia Kerajaan Aethelgard mengandung energi mana yang sangat kaya]

[Jika dibakar menggunakan Api Murni Pemanggang Arang, rasanya akan menjadi sangat lezat dan meningkatkan energi pembeli]

"Ini baru menarik! Sate daging serigala raksasa pastinya bakal laku keras di pasar!" puji Lin Mo bersemangat.

Lin Mo langsung mendekati bangkai serigala tersebut dan mengolah bagian daging terbaiknya menggunakan pisau dari Sistem.

Dengan cekatan, Lin Mo memotong-motong daging gurih itu menjadi dadu-dadu kecil lalu menusukkannya ke bambu.

Jari-jemarinya bergerak begitu lihai layaknya seorang koki profesional yang sudah berpengalaman ribuan tahun.

Sssttt... Sssttt...

Lin Mo meletakkan sepuluh tusuk sate daging serigala awal di atas panggangan arang gerobak terbangnya.

Kipas bambunya kembali dikibaskan dengan sangat lembut dan perlahan.

Percikan api keemasan membelai daging serigala itu hingga lemaknya meleleh dan menetes ke atas arang.

Cusss!

Kepulan asap beraroma harum tiada tanding membumbung tinggi melewati pepohonan raksasa Hutan Ilusi.

"Warna dagingnya berubah jadi kecokelatan yang sangat cantik," gumam Lin Mo kagum pada hasil karyanya.

[Peringatan! Aroma harum masakan Host menarik perhatian pihak luar di sekitar lokasi Hutan Ilusi]

"Hah? Pihak luar? Monster lagi?" tanya Lin Mo sambil memegang kipas bambunya kembali bersiap.

Krasak-krusuk!

Suara semak-semak bergoyang keras terdengar dari arah barat hutan tersebut.

Dua orang manusia dengan jubah pelindung lusuh dan membawa pedang karat keluar sambil terengah-engah.

Seorang gadis muda bermata cokelat dan seorang pria paruh baya berewok tebal melangkah mendekati Lin Mo.

Pakaian mereka berdua tampak penuh dengan luka cakar dan kotoran tanah basah.

"Aroma apa ini... kenapa baunya bisa sedalam ini?!" seru pria berewok itu sambil mengendus udara gila-gilaan.

"Paman Chen, lihat itu! Ada orang yang jualan makanan di tengah Hutan Ilusi?!" bisik gadis muda itu kaget.

Gadis itu bernama Fang Mei, seorang petualang kelas F yang sedang berjuang bertahan hidup bersama paman pengawalnya, Chen Wei.

Mereka berdua sudah terjebak di dalam Hutan Ilusi selama tiga hari tanpa makanan dan air bersih sedikit pun.

Mata Chen Wei dan Fang Mei tertuju pada gerobak kayu melayang dan sepuluh tusuk sate yang sedang dibakar Lin Mo.

Air liur mereka berdua menetes tanpa bisa ditahan lagi saat melihat kilapan lemak daging bakar tersebut.

Kruuukkk~

Suara perut Chen Wei dan Fang Mei berbunyi sangat keras sampai membuat burung-burung hutan terbang kaget.

Lin Mo menatap kedua orang itu dengan pandangan bingung namun juga melihat peluang bisnis pertama di dunia baru ini.

"Permisi... apakah kalian berdua mau membeli sate?" tanya Lin Mo sambil tersenyum ramah pelayan angkringan.

"S-sate? Apa itu sate?" tanya Fang Mei sambil menyeka air liurnya dengan lengan baju.

"Ini daging bakar tusuk bambu dengan bumbu racikan khusus penembus jiwa," jawab Lin Mo mempromosikan barangnya.

"Berapa harganya?! Kami punya beberapa keping koin tembaga!" potong Chen Wei tak sabaran karena sudah sangat lapar.

Lin Mo menatap Sistem di dalam hatinya untuk memeriksa mata uang yang berlaku di dunia ini.

[Sistem Konversi: 1 Tusuk Sate \= 5 Koin Tembaga Kerajaan Aethelgard]

"Harganya lima koin tembaga per tusuk," ujar Lin Mo memberi tahu.

"Murah sekali! Berikan kami semua yang ada di atas panggangan itu!" teriak Chen Wei sambil melempar sekantong koin.

Ting!

[Transaksi Berhasil! Anda menerima 50 Koin Tembaga dan 100 Poin Arang]

Lin Mo menyerahkan sepuluh tusuk sate daging serigala yang baru saja matang sempurna itu kepada mereka berdua.

Fang Mei mengambil satu tusuk dan menggigit potongan daging pertama tanpa ragu-ragu.

Nyuttt!

Saat gigi Fang Mei merobek daging serigala berbumbu tersebut, ledakan rasa gurih dan pedas langsung memenuhi mulutnya.

Tekstur dagingnya begitu lembut di luar namun sangat juicy di dalam hingga meleleh di atas lidah.

"I-ini... rasanya gila sekali!" teriak Fang Mei dengan mata membelalak lebar.

Kehangatan aliran mana beraroma murni langsung mengalir dari tenggorokannya menuju ke seluruh sel-sel tubuhnya yang lelah.

Luka-luka kecil di tubuh Fang Mei dan Chen Wei perlahan memudar dan menutup secara ajaib.

"Rasa lelahku hilang total! Mana dalam tubuhku juga pulih sepenuhnya!" seru Chen Wei kaget setengah mati setelah menghabiskan lima tusuk sekaligus.

"A-apa makanan ini mengandung ramuan penyembuh tingkat tinggi?!" tanya Fang Mei panik memandangi Lin Mo.

Lin Mo hanya terkekeh pelan sambil mengibaskan kipas bambunya santai.

"Tidak ada ramuan penyembuh, itu cuma sate bakar arang biasa buatan Lin Mo," jawab Lin Mo santai.

"Biasa matamu! Ini adalah makanan tingkat obat ilahi!" teriak Chen Wei membatin dengan gemetar.

Mereka berdua menatap Lin Mo dengan rasa hormat dan takut yang luar biasa tinggi.

Bagi mereka, orang muda berbaju jubah kumal yang bisa memasak makanan ajaib di tengah hutan berbahaya ini pasti seorang pakar tersembunyi.

"Anu... Senior, siapa nama Anda yang terhormat?" tanya Fang Mei sambil membungkuk dalam-dalam.

"Nama saya Lin Mo, penjual angkringan keliling," jawab Lin Mo jujur.

"Penjual angkringan keliling?" ulang Chen Wei bingung dengan istilah asing tersebut.

"Iya, warung makan kaki lima yang bisa pindah-pindah tempat," jelas Lin Mo sederhana.

"Luar biasa... seorang Master Kuliner Tersembunyi sedang menyamar jadi pedagang kaki lima!" batin Chen Wei makin yakin.

"Senior Lin Mo, jika Anda tidak keberatan, Kerajaan Aethelgard ada di arah timur dari hutan ini," ujar Fang Mei memberi petunjuk.

"Di sana ada Kota Perbatasan Valen yang sangat ramai dengan pedagang dan pembeli," lanjut Fang Mei ramah.

"Kota Perbatasan Valen ya? Kedengarannya tempat yang bagus untuk jualan," gumam Lin Mo sambil mengangguk.

[Misi Baru Diterima: Buka Cabang Angkringan Pertama di Kota Perbatasan Valen]

[Hadiah Misi: Resep Sate Usus Naga Ilusi dan 500 Poin Arang]

Lin Mo tersenyum lebar melihat Misi baru yang diberikan oleh Sistem Angkringan Ilahi.

"Terima kasih atas informasinya. Kalian berdua hati-hati di jalan," kata Lin Mo sambil membereskan peralatan angkringannya.

Ssssssh!

Gerobak sihir milik Lin Mo melayang perlahan setengah meter di atas permukaan tanah.

Lin Mo melompat naik dan duduk santai di atas gerobak terbangnya bagaikan seorang pengelana sejati.

"Senior Lin Mo lari naik gerobak terbang?!" seru Chen Wei terperangah melihat pemandangan ajaib tersebut.

"Semoga kita bisa bertemu lagi di Kota Valen, Senior!" teriak Fang Mei melambaikan tangannya.

Lin Mo melambaikan tangan balasan sambil mengarahkan gerobak terbangnya menuju ke arah timur hutan.

Langkah pertamanya di dunia baru Kerajaan Aethelgard telah dimulai dengan aroma asap sate yang harum mewangi.

Ia tidak tahu bahwa takdir besar sedang menunggunya di balik tembok megah kerajaan kuno tersebut.

Sebuah takdir yang melibatkan intrik politik kotor, Kaisar Waktu Lin Dan, hingga Kaisar Penjaga Lin Fan yang protektif.

Namun bagi Lin Mo, semua konflik gila itu tidak penting selama ia masih bisa membakar sate dan mengumpulkan Poin Arang.

"Aethelgard, bersiaplah menyambut aroma angkringan terbaik di seluruh benua!" gumam Lin Mo penuh percaya diri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!