NovelToon NovelToon
Nenekku Pahlawanku

Nenekku Pahlawanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Mirage Ink

Shen Yu dikenal sebagai tuan muda paling bermasalah di Kota Qinghe. Ia gemar menghamburkan uang, membuat keributan, dan menghabiskan waktunya di rumah hiburan. Anehnya, setiap kali ia membuat masalah, sang nenek selalu berada di belakangnya.

Nyonya Lin bukanlah wanita tua biasa. Ia adalah legenda dunia persilatan, pendiri Aliansi Seratus Perguruan, dan sosok yang pernah menjaga kedamaian Dunia.

Namun ketika bayang-bayang perang kembali muncul dan musuh-musuh lama mulai bergerak, Shen Yu harus menghadapi kenyataan bahwa perlindungan neneknya tidak akan ada selamanya. Demi menjaga warisan orang yang paling ia cintai, ia perlahan berubah dari seorang tuan muda manja menjadi pendekar yang akan menentukan masa depan Kekaisaran dan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirage Ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Suasana di Kediaman Keluarga Shen justru semakin tegang.

Seluruh pemimpin perguruan masih berkumpul di aula utama. Lambang Pasukan Bayangan yang ditinggalkan utusan Kuil Kegelapan kini tergeletak di atas meja.

Tak seorang pun berbicara. Semua memahami bahwa kedatangan utusan itu bukanlah ancaman kosong.

Lin Xue akhirnya memecah keheningan.

"Mereka sudah mengetahui keberadaan Mei Lihua."

Han Tian mengangguk.

"Namun mereka belum mengetahui siapa pemilik aura emas."

Qin Feng menambahkan,

"Itu hanya akan bertahan sementara."

Semua mata langsung tertuju kepadanya. Qin Feng melanjutkan dengan tenang.

"Kaisar Dewa Kegelapan bukan orang yang sabar kalau pencarian biasa gagal dia akan memakai cara yang lebih kejam."

Shen Yu sedikit mengernyit.

"Cara apa?"

Qin Feng menatap Shen Yu.

"Membuat pemilik aura itu tidak punya pilihan selain muncul."

Suasana aula kembali sunyi. Semua orang langsung memahami maksud kalimat itu. Musuh tidak akan terus mencari. Mereka akan menciptakan keadaan yang memaksa target keluar sendiri.

Lin Xue mengangguk pelan.

"Itulah cara Kuil Kegelapan sejak dahulu.bMereka tidak menyerang musuh tapi mereka menyerang orang-orang di sekitar musuh."

Mu Xueyi tanpa sadar menggenggam tangan Shen Yu.

Tatapan Shen Yu berubah dingin.

"Kalau begitu aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh siapa pun."

Lin Xue langsung menggeleng.

"Itulah yang mereka inginkan. Kau tidak boleh kehilangan kendali."

Shen Yu terdiam.

Ia tahu perkataan neneknya benar. Sekarang...

Keuntungan terbesar mereka adalah musuh belum mengetahui identitas pemilik aura emas. Kalau identitas itu terbuka terlalu cepat...

Seluruh rencana pertahanan akan berubah. Saat itu juga...

Seorang murid perguruan kembali berlari memasuki aula.

"Laporan!"

Han Tian berdiri.

"Apa lagi?"

"Di luar Kota Qinghe muncul banyak orang asing jumlahnya lebih dari seratus orang. Namun mereka tidak memakai lambang perguruan mana pun tetapi perawakan mereka terlihat aneh dan mencurigakan."

Qin Feng langsung menyipitkan mata.

"Mereka bukan datang untuk menyerang."

Han Tian menoleh.

"Bagaimana kau bisa yakin?"

Qin Feng menjawab singkat.

"Kalau Lima Raja Kegelapan ingin menyerang, mereka tidak membutuhkan seratus orang. Mereka cukup datang sendiri."

Lin Xue mengangguk setuju.

"Lalu siapa mereka?"

Belum sempat ada yang menjawab...

Pak Hong masuk membawa gulungan laporan lain.

"Nyonya. Pengintai kita berhasil mengikuti kelompok itu. Mereka ternyata menyebar ke berbagai penginapan, rumah makan, bahkan pasar."

Shen Yu langsung memahami sesuatu.

"Mereka sedang mengumpulkan informasi."

Qin Feng mengangguk.

"Bukan hanya tentang Mei Lihua. Tetapi juga tentang siapa pun yang mencurigakan."

Han Tian mengepalkan tangan.

"Berarti Kota Qinghe sudah dipenuhi mata-mata."

Lin Xue tersenyum tipis.

"Kalau begitu kita juga lakukan hal yang sama."

Ia memandang Han Tian.

"Beritahukan kepada seluruh murid keluarga Shen untuk jangan menangkap mata-mata itu."

Han Tian sedikit heran.

"Kenapa?"

"Karena orang yang kita tangkap hanya pion. Aku ingin mengetahui siapa yang memberi perintah."

Jawab Lin Xue.

"Baik."

Han Tian segera meninggalkan aula.

Yan Luo pun ikut berdiri.

"Aku akan memimpin murid-murid wilayah timur."

Lin Xue mengangguk.

Setelah keduanya pergi...

Suasana aula menjadi lebih tenang. Mei Lihua menatap Lin Xue dengan wajah bersalah.

"Pendiri maafkan aku karena aku semua orang ikut terseret."

Lin Xue tersenyum lembut.

"Jangan berkata seperti itu. Yang dicari Kuil Kegelapan bukan dirimu, tetapi warisan keluargamu."

Qin Feng kemudian memandang Mei Lihua.

"Aku punya satu pertanyaan untuk mu."

Mei Lihua mengangguk.

"Selain cincin itu apakah ayahmu meninggalkan sesuatu?"

Mei Lihua berpikir cukup lama.

Tiba-tiba...

Wajahnya berubah.

"Ada."

Semua orang langsung menoleh.

"Ayah pernah memberiku sebuah peta. Tetapi aku tidak pernah bisa membacanya."

Ia mengeluarkan selembar kain tua yang telah dilipat rapi dari balik pakaiannya. Di permukaannya...

Hanya terlihat garis-garis aneh yang saling bersilangan.

"Ini peta?"

Mei Lihua mengangguk.

"Ayah berpesan kalau suatu hari bertemu Pendiri Aliansi, serahkan juga benda ini.'"

Lin Xue menerima kain tersebut. Ia memperhatikannya beberapa saat. Lalu menggeleng pelan.

"Aku juga tidak mengenali tulisan ini."

Semua orang mulai saling berpandangan. Namun...

Qin Feng tiba-tiba melangkah mendekat. Tatapannya berubah serius.

"Ini bukan tulisan."

Ia mengeluarkan lencana giok Penjaga Langit. Begitu lencana itu diletakkan di atas kain...

Cahaya putih perlahan muncul. Garis-garis yang semula berantakan mulai bergerak. Sedikit demi sedikit...

Sebuah peta pegunungan perlahan terbentuk. Di bagian tengahnya...

Muncul satu titik merah yang terus berkedip. Seluruh aula langsung terdiam. Qin Feng menarik napas panjang.

"Jadi benar peta ini hanya bisa dibuka dengan lencana Penjaga Langit."

Lin Xue menatap titik merah tersebut.

"Tempat apa itu?"

Qin Feng menjawab dengan suara pelan.

"Kalau aku tidak salah itu adalah lokasi salah satu reruntuhan kuno yang telah hilang selama ratusan tahun. Dan kemungkinan besar di sanalah salah satu bagian Kunci Langit disembunyikan."

Belum sempat semua orang mencerna informasi itu...

Di luar aula...

Seekor elang emas milik Kekaisaran Long mendarat dengan tergesa-gesa. Di kakinya...

Terikat sebuah surat berstempel kekaisaran. Pak Hong segera mengambilnya dan wajahnya langsung berubah serius.

"Nyonya surat darurat dari Yang Mulia Kaisar."

Suasana di aula kembali menegang.

Belum ada satu hari berlalu...

Namun keadaan telah berubah semakin rumit. Di satu sisi, mereka baru saja menemukan petunjuk menuju salah satu bagian Kunci Langit.

Di sisi lain...

Surat darurat dari istana datang tepat ketika Lima Raja Kegelapan mulai menggerakkan bidak-bidak mereka. Tidak seorang pun tahu...

Berita buruk apa yang kali ini dibawa oleh Kekaisaran Long.

1
anggita
like👍iklan☝, Shen Yu.
Mirage Ink: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!