Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.
Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!
kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 Semangkuk Mie Instan
Malam semakin larut di hutan spiritual tersebut. Cahaya bulan yang berwarna keperakan menembus celah-celah pepohonan kuno, menciptakan suasana tenang yang jarang ditemukan di wilayah liar Planet Galastos.
Suara serangga spiritual terdengar samar, sementara api unggun kecil yang dibuat oleh para pengembara terus menyala, memancarkan kehangatan di tengah udara malam yang dingin.
Beberapa anggota kelompok Lin Xue sedang bermeditasi untuk memulihkan energi spiritual mereka setelah perjalanan panjang, sementara yang lain sibuk menyiapkan makanan menggunakan bahan-bahan yang mereka bawa dari cincin penyimpanan.
Sebagai seorang kultivator, makanan bagi mereka bukanlah sesuatu yang terlalu penting. Selama memiliki pil pemulih energi atau buah spiritual, mereka dapat bertahan hidup selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu tanpa makan.
Namun tetap saja, setelah melakukan perjalanan melewati hutan berbahaya, menikmati makanan hangat terkadang menjadi sebuah bentuk hiburan sederhana.
Nova yang sejak tadi duduk diam memperhatikan mereka tiba-tiba teringat sesuatu.
Di dalam gelang penyimpanannya, masih terdapat banyak barang dari Bumi yang sengaja ia simpan sebelum meninggalkan planet tersebut.
Bukan artefak kuno, bukan teknik kultivasi, bukan pula benda berharga. Melainkan...
Mie instan.
Senyuman kecil muncul di wajah Nova, sudah cukup lama ia tidak memakan makanan sederhana dari Bumi. Setelah memasuki dunia kultivasi, sebagian besar waktunya dihabiskan untuk berlatih, sehingga hal-hal kecil seperti ini sering terlupakan.
"Aku juga punya sesuatu," ucap Nova tiba-tiba.
Beberapa orang langsung menoleh. Yan Mei yang duduk tidak jauh darinya mengangkat alis.
"Sesuatu?"
Nova mengangguk santai. Tanpa banyak menjelaskan, ia mengangkat tangannya dan energi spiritual mengalir menuju gelang penyimpanannya.
Sebuah benda berbentuk kotak kecil muncul di tangannya. Namun begitu benda itu terlihat...
Seluruh anggota kelompok langsung memperhatikan.
"Apakah itu artefak?" tanya Gu Shen dengan wajah serius.
Qin Yu bahkan membuka kipasnya perlahan sambil mengamati benda tersebut.
"Bukan."
Lin Xue menyipitkan matanya. "Tidak ada fluktuasi energi spiritual."
Hal itu membuat mereka semakin bingung. Di mata para kultivator Planet Galastos, hampir semua benda yang dibawa seorang kultivator memiliki hubungan dengan energi spiritual.
Artefak, pil, senjata, jimat. Namun benda yang ada di tangan Nova benar-benar tidak memiliki aura apa pun.
Terlalu biasa, justru karena terlalu biasa itulah mereka semakin penasaran.
"Apa itu?" tanya Luo Bing.
Nova melihat bungkus mie instan di tangannya.
"Makanan."
Jawaban itu membuat semuanya terdiam.
"Makanan?"
Yan Mei berkedip. "Kau membawa benda aneh seperti itu di dalam gelang penyimpanan?"
Nova hanya tersenyum. "Jangan menilai sesuatu sebelum mencobanya."
Beberapa orang saling berpandangan, .ereka masih ragu. Namun rasa penasaran perlahan mengalahkan kecurigaan.
Nova kemudian mengeluarkan beberapa bungkus mie instan lainnya, sebuah mangkuk, dan wadah air.
Melihat barang-barang sederhana tersebut, para pengembara semakin bingung.
Terutama ketika Nova mulai membuka bungkus mie, memasukkan bumbu, lalu menuangkan air panas ke dalam mangkuk.
Tidak ada energi spiritual, tidak ada teknik alkimia, tidak ada formasi. Hanya air panas biasa. Namun ketika air panas menyentuh mie dan bumbu...
Aroma yang sangat kuat perlahan menyebar ke seluruh area perkemahan.
Dalam sekejap, semua orang terdiam. Bahkan Lin Xue yang biasanya tenang tanpa sadar menghentikan meditasinya.
"Aroma apa itu?"
gumamnya pelan. Yan Mei menatap mangkuk di tangan Nova dengan mata sedikit membesar.
"Mustahil..."
"Ini hanya makanan biasa?"
Nova hanya menahan tawa. "Ya."
"Tapi rasanya lumayan."
"Lumayan?"
Yan Mei menatapnya tidak percaya, bahkan sebelum mencicipi, aroma tersebut sudah membuat mereka merasa lapar.
Hal itu sangat aneh bagi para kultivator, mereka telah terbiasa memakan pil dan buah spiritual yang mengandung energi murni, tetapi aroma sederhana dari makanan asing ini justru membuat indera mereka bereaksi seperti pertama kali merasakan makanan.
Akhirnya Yan Mei menjadi orang pertama yang menyerah.
"Aku ingin mencobanya."
Nova menyerahkan satu mangkuk kepadanya, dengan sedikit ragu, gadis itu mengambil sumpit yang diberikan Nova.
Benda kecil itu kembali membuatnya bingung. "Apa ini?"
"Alat makan."
"Alat makan?"
Yan Mei terlihat semakin bingung. Namun akhirnya ia mengikuti cara Nova menggunakan sumpit.
Begitu mie masuk ke mulutnya... matanya langsung membelalak.
Beberapa detik ia hanya diam, tidak bergerak, tidak berbicara. Semua orang langsung memperhatikannya.
"Bagaimana?" tanya Luo Bing.
Yan Mei perlahan menelan makanannya. Kemudian...
"Ini... ini makanan apa?"
Suaranya terdengar seperti seseorang yang baru menemukan harta karun.
Nova hampir tertawa. "Seperti yang kubilang."
"Mie instan."
"Mie... instan?"
Gu Shen akhirnya ikut mencoba.
Dan hasilnya sama, wajah pria bertubuh besar itu yang biasanya serius tiba-tiba berubah.
"Hangat..." gumamnya. "Pedas."
"Dan rasanya..." Ia berhenti sejenak mencari kata.
"Seperti sup energi."
Kalimat itu membuat Nova hampir tertawa lebih keras.
"Sup energi?"
Qin Yu yang penasaran akhirnya mengambil bagian.
Setelah mencicipi, ekspresinya yang selalu tenang ikut berubah.
"Ini..."
"Makanan ini tidak memiliki energi spiritual."
"Tapi mampu membuat tubuhku merasa nyaman."
Luo Bing yang biasanya dingin juga akhirnya mencoba. Beberapa saat kemudian...
Bahkan gadis yang selalu menjaga ekspresi datarnya itu terlihat sedikit terkejut.
"Rasanya sederhana."
"Tapi..."
"anehnya membuatku ingin terus makan lagi."
Nova akhirnya tidak mampu menahan tawa kecil.
Melihat para kultivator kuat Planet Galastos yang mampu membelah gunung dan menghancurkan monster spiritual hanya dengan satu serangan kini duduk mengelilingi semangkuk mie instan benar-benar menjadi pemandangan yang tidak pernah ia bayangkan.
"Di Bumi, ini makanan yang sangat biasa," batin Nova sambil tersenyum.
Namun bagi para pengembara itu... benda biasa tersebut justru terasa seperti sesuatu yang sangat asing.
Lin Xue yang sejak tadi hanya memperhatikan akhirnya menerima satu mangkuk dari Nova. Sebagai pemimpin kelompok, ia mencoba menjaga ketenangannya.
Namun setelah mencicipi... ekspresi wanita itu sedikit berubah.
"Nova."
"Ya?"
"Apakah semua makanan dari tempat asalmu seperti ini?"
Pertanyaan itu membuat Nova terdiam sesaat.
Lalu ia hanya tersenyum kecil. "Tidak."
"Ini hanya makanan sederhana."
Lin Xue memandang mangkuk di tangannya.
Makanan sederhana...
Namun bagi mereka yang terbiasa dengan dunia kultivasi yang penuh pertarungan dan perebutan kekuatan, hal sederhana seperti ini justru terasa sangat berharga.
Malam itu, di tengah hutan spiritual Planet Galastos... Sekelompok kultivator kuat yang biasanya hanya berbicara tentang teknik, sekte, dan pertempuran...
Untuk pertama kalinya, mereka berkumpul bukan karena sebuah misi besar. Melainkan hanya karena semangkuk mie instan dari dunia yang jauh.
Sementara Nova hanya duduk di samping api unggun sambil melihat tingkah mereka dengan senyum kecil.
Tanpa mereka sadari...
Pemuda yang mereka anggap sebagai pendatang misterius itu perlahan mulai menciptakan hubungan dengan dunia baru ini.
Dan itu hanyalah awal dari perjalanan Nova di Semesta Orion.