Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.
Happy Reading All🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhir dari Karen dan keluarganya
"Gimana? Menurut lo.... siapa yang bakal keluar dari sekolah ini? Kita... apa kalian?" tanya Aulia, dengan tatapan dingin miliknya
"BRENGSEK, LO EMANG BAJINGAN AULIA!!! BOHONG... INI SEMUA EDITAN, ITU BUKAN KELUARGA GUE. BUKAAAANNN..." teriak Karen, kehilangan kendali.
Tentu saja para murid tak percaya ucapannya, bisa terlihat jelas bila Karen ketakutan.
Bu Diah, pak Kepala sekolah dan guru-guru lain. Hanya bisa menggelengkan kepala, tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Di antara semua guru, ada dua orang guru. Yang wajah nya memucat, tanpa sadar mereka mundur satu langkah. Ketakutan... bila aib nya di bongkar, karena mereka merupakan salah satu orang. Yang menjadi pemuas nafsu, kedua orang tua Karen.
UANG!!! Semua itu karena uang, mereka terlena dengan bayaran tinggi. Yang di tawarkan oleh orang tua Karen, di setiap mereka melayani orang tua Karen. Aulia tersenyum menyeringai, melihat kedua guru itu. Ia juga memiliki vidio mereka, guru lelaki dan perempuan itu. Adalah simpanan, ayah dan ibunya Karen.
Aulia belum mengekspos hal tersebut, dia masih mau bermain-main. Agar tak merasa bosan di sekolah, ia tak menyangka bila ia mendapatkan banyak hal menarik di sini.
"GARA-GARA LO... AAAA"
Karen hendak menyerang Aulia, tapi sayang seribu sayang. Gerakannya yang terbaca oleh Aulia, langsung mendapatkan tendangan telak di perut Karen.
BUGH
"KYAAAAAA"
BRUGH
Tak lama ada petugas kepolisian datang, mereka mencari bu Sarah dan Karen. Dengan bukti-bukti, yang di kirimkan Aulia. Mereka pun harus mempertanggung jawabkan, apa yang sudah mereka lakukan. Dodi, ayahnya Karen. Sudah lebih dulu di tangkap, di kediaman keluarga mereka.
Karena selain sering membeli jasa para wanita bayaran, ternyata.. Dodi juga memiliki bisnis judi online, tak bisa berkelit. Saat polisi, memperlihatkan semua bukti kejahatan Dodi.
Karen dan bu Sarah berontak dan berteriak, mereka tak terima di perlakukan bak penjahat. Karena seorang penjahat, tak kan menyadari bila dirinya seorang pelaku kejahatan.
"Kereeeennn... Lia, lu... lu bisa bobol informasi kaya gini. Lu... peretas?" tanya Danish takjub
"Sedikit, mudah kalo cari aib orang." jawab Aulia, yang ternyata sudah mencari tau. Semua informasi, mengenai keluarga Karen.
"Maaf pak.. bu, saya bisa pamit ke kantin. Saya lapar..." pinta Aulia, dengan mimik wajah menggemaskan.
Bu Diah yang tadinya serius, malah jadi tertawa. Aulia... di saat seperti ini, dia... bisa-bisanya malah ijin ke kantin.
"Pergilah nak, terima kasih atas bantuan mu hari ini." ucap pak kepala sekolah, Aulia tersenyum
"Saya suka kinerja bapak, melindungi orang-orang yang benar. Jadi tak ada salahnya, saya menolong bapak dan bu Diah." balas Aulia, ia melangkah kan kakinya pergi. Tak lupa menggenggam tangan Danish, untuk mengantarnya ke kantin.
"PAAAKKK... SAYA ANTAR AULIA" teriak Danish, pak kepala sekolah melambaikan tangan
Karena ada insiden tak terduga, acara perkenalan yang sempat tertunda. Kembali di lanjutkan, namun hal ini di serahkan pada petugas OSIS.
Tanpa di sadari orang-orang, ada satu orang yang menatap kesal pada Aulia. Kedua tangannya mengepal erat, saat melihat Zayn pergi menyusul Aulia.
'BRENGSEK, SIAPA DIA?!' umpatnya dalam hati, tak terima pria idamannya melirik perempuan lain.
"RANIAAAA... BURUAN GABUNG!!! LU URUS ANAK BARU KELAS X-1 sampe X-3, JANGAN DIEM AJA" teriak ketua OSIS, yang sebentar lagi turun jabatan. Karena akan mulai sibuk, dengan berbagai kegiatan kelas XII.
Rania Rahayu Mahendra, anggota OSIS. Satu angkatan dengan Zayn, sudah menyukai Zayn, sejak penerimaan murid baru setahun yang lalu. Gadis itu gegas menghampiri ketua osis, ia mendengarkan arahan pria tersebut. Meski hatinya tak terima, ia tetap menyimak perintah kakak kelasnya itu.
"RANIA... kamu dengarkan?" ucap ketua osis
"Iya kak" jawab Rania
"Lakukan, jangan ada kesalahan. Ingat, di sini tidak ada kakak kelas menindas adik kelas. Aku tau cerita kamu, waktu masih SMP. Kalo aku dengar kamu membuat masalah, kamu akan tau akibatnya." ucap ketua osis, membuat Rania diam-diam mengepalkan kedua tangannya.
"Iya kak" jawab Rania lagi
Elang Satria Adhitama, kakak kelas Aulia. Keluarganya juga, merupakan kalangan keluarga elit. Lebih tepatnya, di sekolah ini memang perkumpulan para pewaris. Termasuk dengan Rania Rahayu Mahendra, hanya saja kedua orang tuanya tidak tau menau. Bagaimana kelakuan putri bungsunya, karena terlalu seibuk dengan dunia mereka sendiri.
Tak beda jauh dengan Karen, Rania yang tumbuh besar dengan uang. Membuat dirinya tumbuh dengan sifat egois, menyelesaikan masalah dengan uang. Di kepalanya sudah tertanam, bila semua akan selesai dengan uang.
Vidio Rania saat SMP, sempat viral. Walau hanya beberapa menit, Rania yang menyiksa adik kelasnya. Hanya karena adik kelasnya, tak menyapa dirinya. Rania yang gila hormat, langsung marah dan menyeretnya ke belakang sekolah. Dia menjambak, menampar, menendang murid tersebut. Sampai korban, tak bisa bangun dari ranjang selama beberapa bulan. Dengan uang, Rania membungkam orang tua korban.
Meski vidio nya sempat viral, orang tua Rania terlihat acuh. Lebih tepatnya, mereka tak memiliki waktu untuk menonton hal-hal seperti itu.
Dan kurang beruntungnya Elang, karena ia baru mengetahui hal itu setelah Rania sudah di Lantik.
.
.
Sedangkan di kantin...
"Lu mau makan apa? Biar gue ambilin" tawar Danish
"Gue kan ga tau menu di kantin ini Dan, gimana gue mau jawab? Gue ambil sendiri deh, sistem nya prasmanan ya." Danish mengangguk
"Ada paket juga, paket A sampai C. Buat anak-anak berduit, menunya premium semua. Kalo gue mah, pake D sampe F." ucap Danish
"Di bagi-bagi kaya gitu, sekolah ga menyamaratakan?" tanya Aulia
"Ga gitu sih, kalo orang yang kondisinya kaya gue. Mampu beli paket A sampe C, ya beli aja. Ga ada larangan, cuma kan lia aja menunya. Bjiirr... liatnya aja, gue mah langsung milih makan ma ikan asin, sambel ma sayur asem." jawab Danish, Aulia mengangguk paham
"Ya udah, gue traktir lo makan sepuasnya. Kalo perlu makan lu, gue yang jamin." ucap Aulia, membuat Danish terkejut
"Buset dah, kagak kagak. Lagian lidah gue mah, kagak cocok makan yang begituan." tolak Danish
"Kenapa? Ga enak?" tanya Aulia
"KAGAK KENYANG!!! Daging sapi doang, ikan salmon doang. Eaaa... mana tembus sampe ke lambung Li, kagak kedorong." jawab Danish, membuat Aulia tertawa.
"Ya udah, gue juga ikutan makan yang biasa aja deh. Makan gitu mah, harus pesen berapa piring. Hidup itu butuh tenaga mas bro, butuh banyak asupan." ucap Aulia, ia melangkahkan kakinya ke area prasmanan
"Tapi lu ga boleh tolak traktiran gue ya Dan, kalo lu tolak. Gue ga mau temenan ma lu lagi" ucap Aulia, penuh dengan peringatan
"Et dah, ada yang traktir maksa. Biasanya juga orang yang di traktir, yang maksa Li." balas Danish merasa konyol
"Karena gue tau, kalo lu bakal nolak." ucap Aulia, membuat Danish mengiyakan ucapan Aulia.
Mereka mengambil makan, Aulia membayar dengan kartunya. Setelahnya mereka mencari tempat duduk, Aulia memilih di belakang.
.
"Boleh gabung?"
...****************...
Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....
lanjuttttt yg bykkkk🤭😄💪