Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.
Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.
Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.
Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.
Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.
Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4: Pertemuan Pertama yang Membakar Emosi
...Mansion megah keluarga Moretti yang terletak di kawasan elite perbukitan Bogota berdiri dengan arsitektur klasik bergaya Spanyol-Italia yang kokoh....
...Pagar besi hitam setinggi tiga meter yang mengelilingi bangunan itu tampak dijaga ketat oleh beberapa pria bersenjata....
...Namun, bagi Gavin Kingsley, seluruh sistem keamanan tempat ini tidak lebih dari sekadar mainan anak-anak yang bisa dia hancurkan dalam hitungan menit jika dia mau....
...Pagi itu, sebuah mobil sedan hitam sederhana, yang sengaja Gavin pilih untuk mendukung penyamarannya sebagai pengawal biasa, berhenti di depan lobi utama....
...Pintu mobil terbuka, dan Gavin melangkah turun....
...Setelan jas tiga potong hitam melekat sempurna di tubuh atletisnya....
...Setiap kancingnya terpasang rapi, dasinya lurus tanpa cela, dan sepatu pantofel kulitnya mengilat bersih tanpa setitik pun debu....
...Dengan langkah kaki yang teratur, Gavin berjalan masuk dipandu oleh salah satu pelayan rumah....
...Wajahnya datar, kaku bak pahatan marmer, dengan sepasang mata biru cerah yang memancarkan ketenangan yang mematikan....
...Di dalam ruang tamu utama yang luas dan berplafon tinggi, Marco Alexander Moretti sudah duduk di balik meja kerja marmernya....
...Begitu Gavin melangkah masuk, suasana di dalam ruangan mendadak berubah....
...Marco sengaja menegakkan tubuhnya, melepas kacamata bacanya, dan melemparkan tatapan mata setajam elang yang biasa dia gunakan untuk mengintimidasi musuh-musuh bisnisnya....
...Sebagai pria yang berwibawa dan tegas, Marco melepaskan seluruh aura tekanannya untuk menguji mental pria di hadapannya....
...Ruangan itu seketika terasa mencekam, seolah-olah ada dua sosok besar yang sedang mengunci wilayah....
...Namun, Gavin sama sekali tidak bergeming....
...Jangankan gemetar atau salah tingkah, kedipan mata pun tidak terjadi pada wajah kakunya....
...Gavin tetap berdiri tegak dengan kedua tangan tertaut di balik punggungnya, membalas tatapan Marco dengan ketenangan yang kaku....
...Reputasi Marco sebagai pengusaha besar tidak ada artinya di hadapan Gavin yang terbiasa menghadapi todongan moncong senjata laras panjang setiap harinya....
...Keheningan yang kaku itu berlangsung selama hampir satu menit penuh, sebelum akhirnya Marco menghela napas pendek, merasa cukup puas sekaligus terkesan dengan ketahanan mental pemuda di depannya....
..."Gavin Kingsley, benar?" Marco memecah kesunyian, suaranya berat dan berwibawa....
...Dia membaca selembar kertas resume palsu milik Gavin yang dikirim oleh agensi bayangan....
..."Catatan militermu di agensi rahasia sangat mengesankan. Tapi, apa kamu tahu siapa yang akan kamu jaga?"...
..."Nona Larissa Moretti, Tuan," jawab Gavin singkat....
...Suara baritonnya terdengar rendah, datar, tanpa nada emosi sedikit pun, persis seperti mesin yang berbicara....
..."Putriku bukan gadis biasa, Gavin. Sifatnya bar-bar, keras kepala, hobi memicu keributan, dan baru saja membuat satu kelab malam hancur berantakan tadi malam," Marco memperingatkan, matanya menyipit selidik....
..."Dia sengaja melakukan segala cara untuk membuat pengawalnya frustrasi dan mengundurkan diri. Aku tidak butuh pria yang hanya tahu cara berdiri rapi. Aku butuh seseorang yang bisa mengendalikan sifat urakannya tanpa belas kasihan. Apa kamu siap?"...
..."Tugas saya adalah memastikan keselamatan Nona Moretti, Tuan. Keliaran sifatnya bukan masalah bagi saya," balas Gavin ketus dan kaku....
...Gengsi tingginya menolak memperlihatkan bahwa di dalam balik jas tebal itu, jantungnya sebenarnya berdesir aneh setiap kali nama gadis itu disebut....
...Tepat setelah kalimat Gavin selesai, suara tawa renyah yang sangat familier terdengar dari arah pintu samping....
..."Papa! Kenapa Papa serius sekali pagi-pagi begini—eh?"...
...Larissa Moretti melangkah masuk ke dalam ruangan dengan langkah yang riang dan santai....
...Pagi itu, dia hanya mengenakan kaos putih oversized longgar yang dipadukan dengan celana pendek denim di atas lutut, pakaian rumahan yang sangat kasual, namun justru mengekspos kulitnya yang seputih susu dengan begitu kontras di bawah pencahayaan ruangan....
...Rambut cokelat bergelombangnya diikat asal ke atas, menyisakan beberapa anak rambut yang membingkai wajah cantiknya....
...Namun, langkah kaki Larissa mendadak terhenti di tengah ruangan....
...Sepasang mata hazelnya yang jernih langsung melongo lebar saat tatapannya jatuh pada sosok Gavin yang berdiri tegak di depan meja ayahnya....
...Ganteng banget... tapi kenapa mirip patung di museum? batin Larissa menjerit....
...Larissa memperhatikan setiap detail pengawal barunya dari bawah ke atas....
...Postur tubuhnya yang tinggi dan sangat atletis tertutup rapi oleh jas hitam mahal yang kelewat kaku....
...Wajah pria itu sangat tampan dengan rahang tegas dan hidung mancung, tapi ekspresinya benar-benar kosong, seolah-olah dia tidak memiliki otot untuk tersenyum....
...Ditambah lagi dengan mata birunya yang sangat cerah namun sedingin es....
...Sifat usil dan bar-bar Larissa seketika bergejolak hebat di dalam dadanya....
...Rasa herannya berubah menjadi seringai bar bar yang penuh dengan niat jahat....
..."Oh, jadi ini pawang baru yang Papa sebut semalam? Mari kita lihat, seberapa lama robot kaku ini bisa mempertahankan wajah batunya setelah kujahili." Batin Larissa penuh seringai licik....
...Larissa berjalan mendekat, memutari tubuh Gavin layaknya seekor kucing yang sedang memeriksa mangsa baru....
...Dia sengaja mendekatkan wajahnya, mencoba memprovokasi Gavin dengan jarak yang menipis....
..."Jadi... ini Kak Pengawal yang baru?" Larissa bertanya dengan nada suara yang sengaja dibuat manis dan manja, sementara mata hazelnya berpendar penuh kelicikan....
...Dia sengaja berjalan sangat dekat di depan Gavin, mengibaskan aroma wangi stroberi segar dari rambutnya tepat ke arah penciuman pria itu....
...Gavin tetap mempertahankan posisi tegaknya, matanya menatap lurus ke depan seolah Larissa hanyalah udara kosong....
...Namun, di dalam batinnya, Gavin sedang berjuang setengah mati menahan gejolak gila....
...Wangi stroberi dari tubuh Larissa menusuk indra penciumannya, membuat napasnya mendadak terasa berat....
...Kulit seputih susu yang terpapar jelas dari kaos longgar Larissa membuat fokus Gavin terganggu hebat....
...Telinga bagian belakang Gavin perlahan mulai menghangat, merona merah tipis akibat kedekatan fisik ini, sebuah reaksi gengsi yang untungnya tersembunyi di balik kerah kemeja putihnya yang tinggi dan kaku....
...Melihat tidak ada reaksi sama sekali dari Gavin, Larissa merasa sedikit kesal....
...Pesonanya yang biasa membuat pria-pria di kelab malam berlutut, sama sekali tidak mempan pada robot bernyawa ini....
..."Oke, kalau cara halus tidak bisa, kita pakai cara ekstrem," pikir Larissa sambil tersenyum licik....
...Larissa sengaja mempercepat langkah kakinya, berjalan memutar menuju arah kasur sofa di sudut ruangan....
...Namun, tepat saat posisinya berada satu langkah di samping Gavin, Larissa sengaja mengaitkan kaki kanannya sendiri pada kaki kiri Gavin, lalu mengeluarkan jeritan palsu yang dibuat-buat dengan sangat dramatis....
..."Ah! Aku tersandung!" seru Larissa sambil membiarkan tubuh rampingnya limbung dan jatuh sepenuhnya ke arah dada bidang Gavin....
...Itu adalah trik murahan yang sengaja Larissa lakukan agar mereka berdua jatuh terjungkal ke lantai, membuat pakaian rapi Gavin kotor, atau setidaknya membuat wajah batu pria itu panik dan kehilangan wibawa di depan ayahnya....
...Namun, Larissa salah besar meremehkan refleks seorang pemimpin mafia terbesar di Kolombia....
...Sebelum tubuh Larissa sempat jatuh lebih rendah dari sepertiga meter, gerakan Gavin terjadi secepat kilat, hampir tidak kasatmata oleh mata manusia biasa....
...Dengan kejelian tingkat tinggi, tangan kanan Gavin yang kekar langsung melesat maju, melingkar dengan kokoh di sekeliling pinggang ramping Larissa, menahan bobot tubuh gadis itu dalam satu hentakan yang sangat stabil....
...Sementara tangan kiri Gavin dengan sigap menangkap pergelangan tangan Larissa, mencegah gadis itu menyentuh bagian dadanya yang lebih sensitif....
...Gavin sama sekali tidak terjatuh....
...Kakinya seperti terpaku kuat ke lantai, berdiri kokoh menopang tubuh mereka berdua....
...Suasana ruangan mendadak membeku seketika....
...Jarak wajah mereka kini hanya tersisa beberapa sentimeter saja....
...Larissa bisa merasakan embusan napas hangat Gavin yang teratur mengenai keningnya, sementara tangan kekar Gavin yang melingkari pinggangnya terasa begitu hangat dan kuat di balik kain kaos tipisnya....
...Larissa mendongak, berniat mengeluarkan tawa ejekan karena rencananya berhasil memicu kontak fisik....
...Namun, kata-kata di tenggorokan Larissa mendadak terkunci rapat....
...Gavin tidak lagi menatap lurus ke depan. Kepala pria itu kini sedikit menunduk, menatap langsung ke dalam sepasang mata hazel milik Larissa....
...Namun, tatapan mata biru cerah Gavin kali ini tidak lagi kosong....
...Mata itu berkilat dengan tatapan yang sangat gelap, tajam, dan penuh akan aura intimidasi yang mengerikan, sebuah tatapan dari seorang monster yang merasa hak miliknya baru saja diganggu....
...Tatapan itu seolah-olah menguliti Larissa hidup-hidup, mengirimkan gelombang sengatan dingin yang seketika membuat bulu kuduk Larissa meremang hebat....
...Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Larissa Moretti gadis bar-bar yang tidak pernah takut pada apa pun, merasa tubuhnya gemetar kecil akibat ketakutan yang dipancarkan oleh pengawal barunya.....
...***...