"Mulai dari sekarang kamu adalah putraku, kamu yang akan menduduki tahta naga. Gantikan posisi kaisar, injaklah keparat itu."
Sang permaisuri berbisik sembari tersenyum, menatap ke arah seorang pangeran kecil berpakaian lusuh di istana terbuang.
Lin Krisan, merupakan putri tunggal dari jendral yang berkuasa. Diangkat menjadi permaisuri, setelah mendukung suaminya dari status pangeran hingga menjadi kaisar.
Namun, kasih sayang tidak didapatkannya. Kaisar lebih menyayangi para selirnya. Hingga pada akhirnya permaisuri Lin meninggal di istana dingin, setelah diracuni oleh kaisar.
Wanita yang terlahir kembali, kembali mengulangi waktu.
"Aku tidak akan berusaha merebut cintamu lagi. Tapi aku akan merebut tahtamu."
Menjadikan istana bagaikan papan catur, melucuti kekuasaan kaisar pengkhianat. Menjadikan putranya yang manis sebagai kaisar baru.
Tapi lebih dari itu, mata perdana menteri mengawasinya...atau menginginkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bunga Yang Akan Dipetik
Kaisar mengerutkan keningnya, matanya menatap ke arah para bangsawan yang hadir hari ini. Seperti biasanya mereka berdebat, tentang banyak hal. Fraksi bangsawan semakin berani untuk menekannya belakangan ini.
“Bendungan yang sudah hampir rampung, tidak mungkin lagi untuk ditunda pengerjaannya. Karena jika musim hujan tiba lebih awal, maka pekerjaan yang sudah berlangsung berbulan-bulan dapat hancur begitu saja.” Lagi-lagi perdana menteri menentangnya tentang pembangunan bendungan.
“Mohon yang mulia pertimbangkan…”
“Mohon yang mulia pertimbangkan…”
Begitu banyak orang dari fraksi bangsawan yang berlutut saat ini. Dirinya mengepalkan tangannya, begitu banyak orang yang menentangnya. Setelah kekuasaan keluarga Lin runtuh. Setelah kekuasaan perdana menteri dilucuti, dirinya akan membasmi orang-orang dari fraksi bangsawan.
“Baiklah untuk sidang hari ini diakhiri. Kalian berikan saja laporannya padaku. Nanti aku yang akan mengurus semuanya.” Kaisar berusaha keras untuk tersenyum. Dirinya benar-benar ingin menikam orang-orang ini.
Melangkah meninggalkan ruang sidang diikuti oleh Kasim. Seluruh bangsawan menunduk memberi hormat kepadanya. Tapi mereka seperti benar-benar tidak menghormatinya. Terutama perdana menteri yang begitu mengganggu baginya.
Ketika dirinya melangkah keluar, salah seorang bangsawan mendekatinya, kemudian menunduk.”Hamba memberi hormat kepada yang mulia Kaisar, semoga yang mulia Kaisar panjang umur 1000 tahun.”
“Apa ada yang tuan Wen ingin katakan?” Tanyanya pada pria ini, pria yang merupakan ayah kandung dari selir Wen. Selirnya yang kini tengah mengandung.
“Orang-orang dari fraksi bangsawan benar-benar keterlaluan. Tidak seharusnya menentang otoritas Kaisar. Hamba selalu bersedia mengabdi untuk yang mulia. Sebenarnya hamba juga ingin memasukkan keponakan hamba ke istana selir. Mohon yang mulia membantunya dalam pemilihan selir berikutnya.” Itulah yang diucapkan oleh orang ini. Orang yang memberinya pujian, seolah-olah berpihak kepadanya, kemudian mengambil keuntungan darinya.
Ini benar-benar sudah biasa. Di atas tahta naga ini, ada banyak orang yang memakai topeng. Ada banyak penghianat yang ingin menusuknya. Dirinya kesepian? Entahlah, itu sama sekali tidak terpikirkan.
“Semuanya ditentukan oleh permaisuri dan ibu suri. Aku sama sekali tidak memiliki otoritas untuk ikut campur dalam urusan istana dalam.” Dirinya melangkah meninggalkan pria itu.
Segalanya dapat tetap aman saja dalam intrik politik. Pria yang melangkah, perlahan duduk seorang diri di gazebo. Menghela nafas sembari meminum teh, jubah naga sudah dikenakan olehnya. Sesuatu yang harus diamankan.
Dulu dirinya hanyalah pangeran kedua, putra dari selir yang sama sekali tidak diperhitungkan. Segalanya berubah setelah dirinya berhasil menikahi Putri Jenderal Lin. Mendiang ayahnya mulai memperhatikannya, perlahan memberikan kedudukan putra mahkota kepadanya.
Kekuatan keluarga Lin memang sama sekali tidak dapat dianggap enteng. Mudah untuk mereka melakukan kudeta. Karena itu, dirinya selalu memiliki rasa takut, tidak ingin menjadi raja boneka. Sama sekali tidak ingin dikendalikan. Keluarga Lin…harus dimusnahkan, satu-satunya yang ditakuti dan dapat mengendalikannya.
“Mohon ampun yang mulia, ada laporan dari luar istana. Keluarga Lin membagikan bubur untuk pengungsi.” Itulah yang diucapkan oleh seorang Kasim yang selalu mengikutinya. Setelah mendapatkan laporan dari mata-mata yang disebarkan olehnya.
“Permaisuri pasti menggunakan koneksinya dan uangnya lagi untuk membangun nama baikku di depan rakyat. Sungguh cinta yang buta…” Kaisar tersenyum tipis, sudah diduga olehnya, permaisuri tidak benar-benar menentangnya. Namun ketika dirinya kembali meminum tehnya.
“Bukan atas nama keluarga kekaisaran. Tapi atas nama keluarga Lin, untuk merayakan diangkatnya pangeran kelima sebagai putra permaisuri…”
Perth…
Sang Kaisar menyemburkan teh dari mulutnya kemudian rebah batuk-batuk. Matanya menatap tidak percaya ke arah sang Kasim.”Kamu berbohong kan?”
“Hamba sama sekali tidak berani berbohong pada yang mulia Kaisar! Mohon ampuni hamba, tapi itulah yang benar-benar terjadi!” Sang Kasim gemetar ketakutan, pasalnya hukuman untuk membohongi Kaisar benar-benar tidak main-main.
“Lin…Krisan…” Kaisar mencengkram cawan tehnya. Pria rupawan itu benar-benar tidak habis pikir dengan permaisurinya.
Biasanya wanita itu begitu lembut, begitu penurut, selalu tertawa bagaikan perih di hadapannya. Tapi sekarang selalu memandangnya begitu sinis, mengucapkan kata-kata yang begitu tajam. Bagaikan bunga beracun, tapi terlihat jauh lebih indah dan menyegarkan.
“Apa yang akan dia mulia lakukan?” pertanyaan dari sang Kasim.
Kaisar menghela nafas berusaha untuk meredakan emosinya. Tapi tetap saja terlihat mengerutkan keningnya seperti orang sembelit.
Sang Kasim mengangkat sebelah alisnya, bagaimanapun caranya dirinya harus meredakan amarah Kaisar.”Yang mulia Kaisar tahu bukan alasan dari permaisuri mengadopsi pangeran kelima sebagai putranya? Itu karena pangeran kelima mewarisi wajah rupawan yang mulia Kaisar. Yang mulia Kaisar benar-benar hampir tidak pernah menghabiskan malam di istana Phoenix. Tentu saja permaisuri benar-benar akan merindukan Kaisar. Karena itu mengangkat pangeran kelima sebagai putranya. Sudah pasti itu hanya untuk menghapus rindunya pada yang mulia Kaisar.”
“Jadi dia melakukan semua ini karena terlalu mencintaiku? Tapi aku tidak memperhatikannya?” Kaisar mengerutkan keningnya, perlahan menjadi lebih percaya diri.
“Benar! Tidak masuk akal permaisuri yang dari dulu tidak menyukai anak kecil. Tiba-tiba saja mengadopsi seorang pangeran dan menyayanginya. Itu sudah pasti, karena wajah pangeran kelima begitu mirip dengan Kaisar di masa kecil. Permaisuri hanya begitu mencintai anda. Bahkan sekarang karena mengadopsi pangeran kelima, sengaja menyuruh keluarga Lin untuk membagikan bubur kepada rakyat. Untuk mendapatkan ayahnya, permaisuri bermain strategi untuk merebut cinta anaknya dulu.” Kasim yang mengucapkan omong kosong.
Yang penting Kaisar tidak marah, yang penting pria ini moodnya kembali lebih baik.
Kaisar menghela nafas kasar. Pria yang begitu rupawan itu, benar-benar percaya diri. Lebih tepatnya mempercayai kata-kata sang Kasim.
“Jadi semua kasih sayang yang dicurahkan kepada putraku, hanya untuk merebut perhatianku? Itu karena permaisuri kekurangan kasih sayang dariku?” pertanyaan dari sang Kaisar dijawab dengan anggukan kepala oleh sang Kasim.
Kaisar merapikan sedikit penampilannya. Pria yang sedikit terbatuk menahan senyumannya. Memang setelah 11 tahun permaisuri menikah dengannya, lebih tepatnya hampir 12 tahun. Dirinya sama sekali tidak pernah menyentuh permaisuri. Karena takut jika permaisuri mengandung.
Jika permaisuri hamil dan mengandung darah naga. Keluarga Lin akan melakukan segala cara, agar anak dari Lin Krisan menjadi putra mahkota. Cepat atau lambat, mereka pasti akan melakukan kudeta padanya. Itulah sejatinya yang membuat Kaisar sama sekali tidak ingin menyentuh istrinya.
Rasa curiga, iri dengki, dan nafsu…tidak ada di istana ini yang dapat dipercayai. Semuanya hanya omong kosong, ketika duduk di atas tahta naga. Bahkan kamu dapat dibunuh oleh putramu atau istrimu sendiri.
“Permaisuri memang sepertinya kekurangan kasih sayang dariku. Karena sudah terlalu lama, sebentar lagi, ketika tabib memeriksa permaisuri dan menyatakannya tidak dapat memiliki keturunan. Maka aku akan bebas menghabiskan malam di istana Phoenix.” Kaisar tersenyum menyeringai.
Pandangan matanya fokus pada satu hal. Permaisuri yang tengah melintas, diikuti oleh beberapa dayang. Warna pakaiannya yang mencolok, bahkan hiasan rambut yang begitu indah. Benar-benar menambah keindahan di penampilannya.
Bunga yang dari dulu disimpan olehnya. Akan dipetik dan dihancurkan olehnya.
Namun, langkah permaisuri terhenti. Ketika bertemu dengan perdana menteri dan selir Agung.
hayu pangeran kecil,segera beraksi
biar kapok kaisarnya
enak bener dah sekian purnama di anggurin tiba2 minta jatah dengan alasan tidak tega melihatmu dihina
lanjut KK author,semangat💪
kasian amet Krisan dapat barang bekas🫣🤣🤣
jgn lah
jangan biarkan ibundamu di temani si kaisar
hayo bersiasat