NovelToon NovelToon
Silhouette

Silhouette

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Romansa / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:25.6k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

"Aku memacari Echa, hanya karena dia mirip denganmu. Aku gak akan bisa melupakanmu Inayah. Jadi dengarkan aku, pasti... pasti aku akan memutuskan Echa apabila kamu mau kembali padaku!" Terdengar lamat-lamat pertengkaran Catur dengan mantan kekasihnya yang bernama Inayah dihalaman belakang sekolah.


Bagai dihantam ribuan batu, bagai ditusuk ribuan pisau. Sakit, nyeri, ngilu dan segala macam perasaan kecewa melemaskan semua otot tubuhnya. Echa terjatuh, tertunduk dengan berderai air mata.


"Jadi selama hampir setahun ini aku hanya sebagai pelampiasan." monolog gadis itu yang tak lain adalah Echa sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persami (Perasaan Yang Bersemi)

POV Ghofar

Semburat jingga menemani perjalanan kami pagi ini. Ya benar, kami melakukan perjalanan menuju Bumi Perkemahan yang kemarin saat rapat sudah ditentukan lokasinya. Dengan menggunakan sebuah truck besar, kami diangkut sekaligus untuk menghemat waktu serta biaya akomodasi. Sekitar 2 jam waktu yang harus kami tempuh untuk sampai dengan selamat di tempat tujuan. Sesampainya disana, ternyata sudah ramai saja. Aku pikir memilih waktu sangat pagi agar bisa menemukan lokasi yang strategis untuk mendirikan tenda. Tetapi ada dari Sekolah lain yang sudah mendahului. Tentu saja hal ini sudah kami perhitungkan sebelumnya, karena hampir semua Sekolah mengadakan kegiatan persami saat ini, juga dengan tujuan sama. Yaitu, untuk melantik anggota baru pada ajaran baru tahun ini. Beruntungnya kami datang masih terhitung pagi. Coba bayangkan kalau telat sedikit saja, pasti kami akan kesulitan menemukan lokasi yang pas.

Setelah semua tenda selesai terpasang dengan rapi, kami bergegas untuk mencari kayu bakar dan keperluan memasak yang lainnya. Sudah terbagi menjadi 5 kelompok, yang masing-masing tenda terisi kurang lebih 6 orang anggota. Tidak semua jumlah penghuni tenda sama, karena pembagian juga berdasarkan jenis kelamin.

Sudah menjadi tugas dan kewajibanku sebagai Pradana untuk memastikan semua berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Walaupun jauh dari kata sempurna, setidaknya aku harus memaksimalkan tenaga supaya semua terkendali dengan baik.

"Okey semua, setelah tenda berdiri dan keperluan memasak lengkap. Silahkan kalian beristirahat sejenak, sebelum melanjutkan kegiatan selanjutnya" Himbauan yang aku  sampaikan melalui toa yang sudah disiapkan sebelumnya.

"Na, kamu mau masak apa untuk makan siang kita? Kalau bisa buat yang mudah saja, tapi mengenyangkan dan lezat." Sayup-sayup terdengar suara Echa sedang berbicara dengan sahabatnya.

Entah kenapa sejak awal melihatnya, ada perasaan menggelitik yang aku tak tau artinya apa. Setelah beberapa hari yang lalu kami menjadi dekat. Meskipun dia hanya menganggapku sebagai seorang kakak dan sahabat. Sikapnya begitu hangat, membuat siapa saja merasa nyaman berada didekatnya.

"Cha, apa ada yang bisa kakak bantu?" Tawarku seraya duduk disampingnya.

"Terima kasih kak, tapi untuk sementara semua masih aman terkendali. Kakak mau makan gabung dengan kami?" Balasnya sambil tersenyum manis. Senyuman yang membuat jantungku bekerja berkali lipat.

"Boleh?" Tanyaku ragu

"Ya tentu saja boleh, kami akan masak lebih banyak. Ajak kakak senior yang lain buat gabung." Ratna menimpali omonganku.

Waktu terasa begitu cepat, makan siang bersama tadi sungguh membuat rasa kekeluargaan kami meningkat. Tidak ada senioritas dalam dunia pramuka. Yang ada saling tolong menolong, saling bekerja sama dengan penuh kerelaan.

Sesaat setelah waktu istirahat usai, aku kumpulkan semua anggota untuk melaksanakan apel pembukaan. Dengan dipimpin langsung oleh pembina pramuka kami yaitu Bu Ninik.

Malam harinya, acara paling ditunggu  tiba. Api unggun serta penampilan bakat dari masing-masing kelompok. Ada yang bermain teater, ada yang bermain drama komedi, ada yang bermain gitar. Aku tak menyangka, ternyata anggota baru banyak sekali yang memilik bakat. Hebat sekali mereka. Dan sekarang giliran kelompok Echa, aku tak tau kelompok itu akan menampilkan apa. Tiba-tiba Echa menghampiriku berbisik "kak maukan memainkan gitar untuk ku? Aku akan bernyanyi." Tentu saja aku dengan semangat mengiyakan permintaannya.

Jreng jreng jreng

Di saat kita bersama, di waktu kita tertawa

Menangis, merenung oleh cinta

Kau coba hapuskan rasa

Rasa di mana kau melayang jauh dari jiwaku juga mimpiku

Biarlah, biarlah hariku dan harimu

Terbelenggu satu oleh ucapan manismu

Dan kau bisikkan kata cinta

Kau telah percikkan rasa sayang

Pastikan kita seirama

Walau terikat rasa hina

Sekilas kau tampak layu

Jika kau rindukan gelak tawa yang warnai lembar jalan kita

Reguk dan teguklah mimpiku dan mimpimu

Terbelenggu satu oleh ucapan janjimu

Dan kau bisikkan kata cinta

Kau telah percikkan rasa sayang

Pastikan kita seirama

Walau terikat rasa hina

Dan kau bisikkan kata cinta

Kau telah percikkan rasa sayang

Pastikan kita seirama

Walau terikat rasa hina

Dan kau bisikkan kata cinta

Kau telah percikkan rasa sayang

Akankah kita seirama?

Saat terikat rasa hina

Lagu dari grup band asal Jogja, Sheila on 7 mengalun indah dan menutup acara pementasan bakat malam ini. Setelahnya kita dipersilahkan istirahat sebelum acara jurit malam dilakukan.

"Dingin?" Aku berjalan mendekati Echa. "Lumayan kak" balasnya singkat. 

"Makasih ya kak, tadi mau menemani aku tampil di tengah lapangan. Kalau tidak pasti aku sudah  pingsan karena grogi. Aku demam panggung, dari dulu suka bernyanyi meskipun aku sadar suaraku tidak terlalu merdu. Tapi aku bisa mendadak bisu jika berhadapan dengan banyak orang. Trauma masa kecil dan pernah terluka parah akibat kecelakaan membuanya selalu merasa pusing jika melihat banyak orang berkerumun." Cerita Echa panjang lebar.

"Santai saja Cha, kakak senang kok membantu adek kecilku ini." Suaraku tercekat, serasa tidak rela jika aku hanya menjadi kakak angkatnya saja. Tapi aku bisa apa, aku belum punya keberanian mengungkapkan perasaan yang tiba-tiba datang.

"Jurit malam kita nanti kemana kak? Apa tempatnya aman? Maksudku, aku tidak takut dengan yang namanya hantu. Tapi karena ini diatas gunung, yang ku takutkan hanya hewan penghuni hutannya. Dan mungkin ada jurang yang tak terlihat karena malam." Seolah bimbang, Echa menanyakan hal yang sudah menjadi pertimbanganku juga atas persetujuan Pembina tentunya.

"Aman, mungkin akan ada ular besar yang akan menggigitmu. Nyam nyam nyam hahahaha." Senang sekali menggodanya, apalagi melihat wajah cemberutnya yang terlihat semakin manis.

"Gak asyik ah kakak. Sudahlah aku mau masuk ke tenda dulu." Echa gak terima diketawain oleh ku.

Jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, sudah waktunya jurit malam dimulai. Dengan toa ditangan, aku bangunkan semua anggota yang masih terlelap itu. "Mari semua siap-siap berbaris ke lapangan, kita akan segera mulai acara jurit malamnya."

"Cha, kamu takut gak? Gelap, dingin pula." Si Ratna menggerutu gak jelas.

"Aku cuma takut ular Na." Echa bergidik ngeri.

"Tenang ya, aku pasti selalu disampingmu." Ku coba menenangkan perasaan Echa yang dari tadi terlihat gelisah.

'Semoga suatu hari nanti kamu bisa melihat ku Cha. Bukan sebagai seorang saudara. Tapi sebagai seorang  laki-laki.' Batinku mendoakan serta mengaminkan sendiri isi hatiku. Meskipun mungkin hal ini adalah sesuatu yang sangat mustahil.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Alhamdulillah, 

Terima kasih yang sudah menunggu kelanjutan cerita ini.

Bantu kritik dan saran di kolom komentar, sehingga cerita ini bisa semakin berkembang.

Jangan lupa juga klik bintangnya. Supaya aku lebih semangat buat nulisnya.

NO PLAGIAT!

by : Erchapram

1
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
bodoh ! sdh diselingkuhi inayah kok msh mau balikan
me...
Ceritanya Bagus tiap novel bisa saya baca tanpa menggangu pemikiran saya terhadap novel sebelumnya. authornya keren... kadang heran cert bagus kok kaya kesembunyi gitu. kudu dicari dulu..
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
Sulati Cus
lupa
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
Arie
sangat bagus
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
💟노르 아스마💟
serunya
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
Xiaomi Redmi2
yes
Xiaomi Redmi2
aduh puber lagi q bacanya
Erchapram: Hahaha, terima kasih atas supportnya Kak
total 1 replies
Xiaomi Redmi2
hadir
Xiaomi Redmi2
semangat
Irma Luthfah
kak thor aku harap ini ada seson 2 nya yah
Irma Luthfah
cerita nya bagus.. harap ada lanjutan nya lagi
Irma Luthfah: oke di lanjut kak . semangaaat berkarya
total 2 replies
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Erchapram: Terima kasih.
total 1 replies
falea sezi
g ada boncap kah Thor kok uda end aja pdhl belom punya anak
Irma Luthfah: othor lanjut kan lagi cerita nya
total 1 replies
falea sezi
catur buang berlian demi sampah
Erchapram: Terima kasih sudah mampir
total 1 replies
falea sezi
masih menyimak
Erchapram: Silahkan, terima kasih telah mampir. Ada banyak novel terbaru yang lebih menegangkan. Cek profil ya Kak.
total 1 replies
Titin Atik
semangat 💪
Almeera
luar biasa, karya terbaiknya 🥰
Erchapram: Terima kasih sudah mampir.
total 1 replies
Erchapram
cie cie /Smile/
Erchapram
makasih ya
🎧✏📖: saya mampir jika berkenan mampir juga
total 1 replies
Mahyum
cie ,,,,kak Catur lagi PDKT ma Echa....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!