NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:238.2k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Dalam istilah kata orang yang makan nangkanya kita yang kenak getahnya.

Apa jadinya jika kita sebagai pria yang harus menikahi wanita yang sudah hamil dan anak yang di kandung wanita itu bukan darah daging kita. Pengabdian seorang pria yang berusia 24 tahun harus menikah dengan gadis 17 tahun yang masih seorang pelajar.

Arhan dan Adara yang terlibat pernikahan dalam perjodohan dan bisa di katakan paksaan dari orang tua Azizie Kalea Adara. Gadis yang masih duduk di bangku SMA itu hamil di luar Nikah.

Arhan harus menikahinya karena perintah dari orang yang paling di hormatinya dan sangat di segani nya.

Mari kita baca bagaimana rumah tangga dari pasangan yang pasti terpaut usia cukup jauh itu dan belum lagi dengan konflik yang akan mereka hadapi.

Jangan lupa koment, Vote dan like.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4. Penolakan dari Adara.

Herlambang, Adara, Mayang dan Lucia sedang makan malam bersama. Ada Bi Sri yang pasti melayani Adara dengan menyiapkan makan Adara.

"Non mau ayamnya?" tanya bibi dengan lembut yang berdiri di samping Adara

"Mau Bi," jawan Adara.

"Dasar manja makan aja harus di ambilkan," batin Lucia dengan kesal.

"Ya sudah Non makan ya. Bibi ke dapur dulu!" ucap Bibi pamit setelah menyiapkan makan Adara. Adara menganggukkan kepalanya. Dan Bibi langsung pergi.

"Lihat saja. Aku akan sebar kehamilannya di sekolah supaya malu dan orang-orang akan mengucilkannya dan tidak akan ada yang mau berteman denganmu," batin Lucia dengan rencana buruknya.

"Adara. Kamu akan kesekolah seperti biasa. Papa akan mengurus semuanya dan tidak akan ada yang tau. Jika kamu hamil," ucap Herlambang dengan tegas.

Adara hanya menunduk yang tidak menanggapi hal itu. Pikiran sekolah mungkin tidak kepikiran oleh Adara dengan kondisinya yang seperti ini.

"Tidak ada yang tau. Itu mustahil. Karena ini awal kehancuran Adara. Aku akan mempermalukannya di sekolah dan kau akan tau rasa akibatnya," batin Lucia dengan menyunggingkan senyumnya.

"Lucia!" tegur Herlambang.

"Iya Om," sahut Lucia buru-buru menjawab.

"Jika satu orang di sekolah Adara tau kehamilan Adara. Kamu yang harus bertanggung jawab," ucap Herlambang membuat Lucia kaget.

"Maksud Om apa dan kenapa harus aku. Memang aku melakukan apa?" tanya Lucia panik.

"Benar kak apa yang kakak katakan. Kenapa jadi Lucia yang harus bertanggung jawab?" sahut Mayang dengan wajah kagetnya.

"Tidak ada yang tau tentang kehamilan Adara. Kecuali saya, kamu dan mama kamu. Jadi jika hal ini bocor di sekolah. Maka semua itu karena kamu. Jadi kamu harus menjaga aib sepupumu. Karena Om tidak akan memberi maaf pada kamu. Jika sampai satu sekolah tau tentang kehamilan Adara," tegas Herlambang dengan wajah seriusnya.

"Kak. Lagian mana mungkin Lucia membocorkan hal itu. Jadi kak Herlambang jangan berpikir buruk dan menuduhnya seperti itu," sahut Mayang membela Lucia.

"Aku tidak menuduhnya. Aku hanya mengingatkannya saja dan semoga saja dia paham apa yang harus di lakukannya," ucap Herlambang mengingatkan.

Lucia terdiam dengan penuh ketakutan yang rencananya tidak akan bisa terjalankan dengan mulus. Apa lagi sudah mendapatkan ancaman.

"Kamu mengerti kan Lucia?" tanya Herlambang dengan penuh penegasan dan pasti tidak aka main-main dengan ucapannya.

"I-iya om," jawan Lucia dengan gugup yang langsung menunduk.

"Bagus kalau begitu," sahut Herlambang.

"Sial! Kenapa hidupnya selalu enak. Saat dia membuat kesalahan besar. Malah terus di lindungi dan aku saja tidak bisa melihat kehancurannya dan malah aku yang mendapat ancaman dan bertanggung jawa atas perbuatannya," umpat Lucia dengan penuh kebencian kepada Adara dan semua itu hanya ucapkan di dalam hatinya.

Adara hanya diam saja dengan wajahnya yang tidak lepas dari kesedihan dengan masalah yang di hadapinya dan pasti penuh dengan tekanan dan pemikiran setiap hari.

"Maaf saya terlambat," tiba-tiba Arhan datang yang menundukkan kepalanya.

"Tidak apa-apa Arhan. Kami juga baru makan. Ayo kamu duduk," ucap Herlambang.

Arhan mengangguk dan duduk tepat di hadapan Adara dengan Arhan melihat Adara yang sama sekali Adara tidak melihatnya.

"Adara, Lucia. Apa kalian tidak ingin menyapa saudara kalian?" tanya Herlambang.

"Hay kak Arhan" sapa Lucia menyapa dengan tersenyum terpaksa.

Arhan hanya mengangguk saja menjawab sapaan itu. Namun Adara tidak menyapa sama sekali. Ya dia memang tidak akrab dengan anak angkat papanya itu. Mungkin karena usia mereka yang jauh dan jarang bertemu.

Lagian dulu sewaktu Adara kecil. Dekat kok dengan Arhan yang saat itu remaja. Mungkin karena semakin dewasa jadi terlihat asing dan apalagi Arhan juga tinggal di luar Negri.

"Kenapa tiba-tiba kak Herlambang menyuruh Arhan pulang," batin Mayang merasa ada sesuatu di balik kepulangan Arhan.

"Adara apa kamu tidak menyapa Arhan?" tanya Herlambang lagi. Namun lagi-lagi Adara tampak ketus yang tidak mood untuk bicara apa-apa.

"Adara karena kamu hamil tanpa pernikahan," sahut Herlambang yang mengungkit kehamilannya dan membuat Adara menghentikan makannya.

Apa harus papanya itu mengungkit kehamilannya di depan orang lain yang belum tau dan akhirnya tau dan pasti Adara malu dengan hal itu.

"Jadi papa tidak akan membiarkan aib itu ada dan papa akan mengambil tindakan untuk menikahkan kamu dengan Arhan" lanjut Herlambang yang langsung to the point yang membuat Adara terkejut dengan mengangkat kepalanya dan melihat papanya.

Mayang dan Lucia juga kaget mendengar hal yang mengejutkan itu dengan mereka saling melihat. Namun Arhan yang sudah tau sejak awal hanya menunggu respon dari Adara.

"Apa maksud papa?" tanya Adara dengan wajah shocknya

"Papa ulangi sekali lagi. Kamu akan menikah dengan Arhan," tegas Herlambang.

"Aku tidak mau," tolak Adara dengan cepat yang langsung berdiri.

"Kamu pikir bisa memberontak setelah perbuatan yang kamu lakukan. Ini tidak ada tawar menawar. Kamu harus menikah dengan Arhan!" tegas Herlambang.

"Tapi aku tidak mau menikah. Aku tidak mau menikah dengan dia atau siapapun," tunjuk Adara pada Arhan dengan bantahannya.

"Aku masih sekolah pah. Aku masih muda. Bagaimana mungkin papa menikahkanku seenaknya yang sama saja merusak masa depanku," protes Adara dengan bentakan.

"Cukup!" bentak Herlambang dengan emosi terpancing dan berdiri dari tempat duduknya.

"Kamu pikir dengan kamu yang hamil di luar nikah. Masa depan kamu masih ada hah! Kamu tau jika kamu masih muda, masih sekolah. Tetapi apa yang kamu lakukan hah! Kamu mengikuti pergaulan bebas dan sampai hamil. Apa kamu memikirkan masa depan kamu saat kamu melakukan semuanya. Jadi masa depan kamu hanya akan hancur di tangan kamu sendiri. Kamu yang menghancurkannya sendiri," teriak Herlambang dengan menunjuk-nunjuk Adara.

"Tapi apapun itu. Papa tidak seharusnya menikahkan aku dengan dia," tunjuk Adara lagi.

"Lalu kamu mau menikah dengan siapa. Ayah dari bayi itu. Sampai detik ini mulutmu tidak mengatakan siapa orangnya dan kamu masih ingin tawar menawar dalam hal ini. Pernikahan ini untuk menutupi aibmu yang mencoreng nama keluarga ini," tegas Herlambang.

"Tapi aku tidak mau menikah. Apapun itu aku tidak akan menikah!" tegas Adara yang tetap pada pendiriannya.

"Kau tidak akan menikah katamu. Kau ingin menghancurkan nama papa lagi hah! Apa belum cukup semuanya Adara!" teriak Herlambang.

"Lalu papa yang akan menyuruhku menikah apa itu tidak menghancurkan ku. Hidupku akan sia-sia pah dengan pernikahan dini. Aku masih terlalu mudah untuk menikah pah," ucap Adara.

"Kau yang membuat hidupmu sia-sia dan kau tidak akan punya pilihan selain menikah dengan Arhan dan Arhan yang mengambil tanggung jawab atas dirimu!" tegas Herlambang.

"Tidak!" Teriak Adara yang memukul meja dengan ke-2 tangannya yang memberontak dan sampai suara sendok dan garpu terdengar.

"Adara!!!! Herlambang yang emosi dengan Adara yang membangkang ingin melayangkan tangan pada Adara. Namun Arhan langsung berdiri dan mencegah Herlambang.

"Pah sudah cukup! Jangan main tangan," ucap Arhan yang melihat ke arah Adara. Di mana Adara sudah siap mendapatkan tamparan dari sang papa.

Herlambang menjatuhkan kasar tangannya dengan mengatur napasnya yang begitu geram melihat Adara. Sementara Adara mengeluarkan banyak air mata dengan napasnya yang naik turun yang menangis sengugukan.

Bersambung

1
novi a.r
sela lu suka dg karya othor yg satu ini
Dyah Oktina
ngak sopan sama suami panggil nama doang.. mana lebih tua pula
Dyah Oktina
iya betul...emang kalian tega
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 kasihan kalian... alvian jangan benci mama adara sm papa arhan ya
Dyah Oktina
kok gitu....ayok bergerak papa herlambang sm arhan.. punya uang masa ngak bisa sewa pengacara.. malah terus galau.. tuntut balik..bahwa adara ngak tahu apa2
Dyah Oktina
bagian ini ceritanya sulit aku mengerti...ya skip aja deh... 😁
Dyah Oktina
kla benih kalian benar..tp kla darah daging ya engaklah.. pasti punya adara..krn dia yg mengandung,menyusui & membesarkan.. knapa ngak balik menuntut.. uang banyak pengaruh besar...kurang apa adara bt herlambang
Dyah Oktina
herlambang sm arhan.. kalah taktik dgn anak muda/lucia 🤭
Dyah Oktina
horeeeee thor.. kebanyakan kata itu..jd horden.. 🤭😂😂😂😂😂😂
Dyah Oktina
apa iya d kehidupan nyata ada anak sma yg licik bin jahat kayak lucia... ck...ck.. penuh iri & dengki mana pd saudara nya sendiri.. yg mana sdh d tampung d rumahnya pula..
Dyah Oktina
hah.. brian mulu thor..
Dyah Oktina
ya udah...simpen aja rapat2 rahasiamu andara... biar arhan semakin jauh darimu.. menyimpan rahasia besar tetang kehamilanmu ... harusnya jangan takut dengan laki2 pengecut yg ngaku papa kandung alvian.. lapor aja polisi dgn kasus perkosaan
Dyah Oktina
ya udah sih cerita...terus terang sama arhan.. apa kamu mau ..semua d simpan sendiri.. apapun hasilnya belajar ikhlas..pasti adda jalan keluar
Dyah Oktina
kayaknya nih orang ...bapak kandungnya alvian... dulu bekerja sama dgn lucia untuk memperkosa andara yg d buat ngak sadar sampai hamil.. sekarang mau ambil alvian 😔😠😢
Dyah Oktina
nama alvian....salah mulu thor...jd brian...kan yg baca jd bingung... lagi mbahas alvian tiba2 muncul brian... jd ngak nyambung ceritanya... untung sayang
Dyah Oktina
nah lo...bapak kandungnya alvian kah?
Dyah Oktina
lagian kok bisa lulu bebas keluar masuk apartemen arhan.. kapanpun dia mau.. kla hubungannya ngak dekat.. pantas aja andara begitu emosi... sdh memang gadis labih krn usia... juga blm punya pengalaman berhubungan dgn kawan jenis selain teman.. wah pr besar biat arhan sebagai suami
Dyah Oktina
panggil kakak atau mas dong andara... masa arhan doang ngak sopan sama yg lebih tua apa lagi suami
Dyah Oktina
noni thor... bukan lucia
Dyah Oktina
ish jahat banget sih udah d tampung ..ngak tahu diri lucia ini... biar om herlambangmu yg turun tangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!