NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

Niat datang menghadiri acara pernikahan,dirinya harus berakhir menjadi Pengantin pengganti mempelai pria.Yang dimana Pria itu sangatlah dingin dan takdir membuat dirinya menjadi seorang istrinya.
Apakah semua berakhir dengan bahagia atau perpisahan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Mereka langsung masuk ke area depan dan di dalam bangunan itu ada 4 orang pria yang saat itu langsung diserang oleh orang suruhan Leo dan mereka terkapar karena mereka langsung diserang lebih dari 8 orang yang menyergap mereka.

Leo dan Rehan ikut turun masuk ke dalam bangunan itu.Mereka semua berpencar mencari lokasi Karina berada.

"Plakk." Tiba-tiba saja wajah Karina ditampar keras oleh Berlin, hingga luka memar di wajah Karina.

"Aww."Pipi kanan karina terasa sakit bekas tamparan,Berlin pun kembali ingin menampar untuk kedua kalinya.Tapi sayangnya pintu terbuka dengan suara dobrakan yang cukup keras yang dimana Leo dan beberapa anak buahnya masuk kedalam ruangan itu.

Leo melihat langsung istrinya dalam kondisi kedua tangan terikat tali dengan luka memar di pipi Karina.Pandangan Leo langsung tertuju pada sosok wanita yang ia kenali.

"DASAR BRENGSEK!" Teriak Leo dengan suara menggema satu ruangan hingga membuat semua orang terdiam.

"L-leo." Berlin mulai ketakutan, akhirnya dia ketahui oleh Leo.

Leo benar-benar emosi, ternyata dalang penculikan istrinya ulah dari Berlin mantannya sendiri.

"Leo ini..."

"Seret wanita itu!" Perintah Leo yang akhirnya wanita itu diseret oleh orang suruhan Leo.

Berlin mulai berontak hingga dengan paksa Berlin langsung ditarik didepan tuan mereka.

Berlin terjatuh didepan Leo, dengan langkah cepat tangan Leo mencengkram wajah Berlin,"Semakin berani kamu melawanku,semakin aku ingin menghancurkan hidupmu.Sedari awal aku sudah memperingatkanmu untuk tidak selalu menggangguku." Ucap Leo yang begitu emosi, dan apa yang dilakukan oleh Berlin.

"Akan aku buat hidupmu lebih menderita lebih dari ini."ucap Leo dengan nada menekan,sedangkan Berlin terlihat begitu ketakutan karena setiap ancaman yang keluar dari mulut akan menjadi kenyataan dan itulah yang ia takutkan.

Leo melirik kearah Rehan,"Bawa wanita ini di ruang eksekusi sekarang juga."

"Baik Tuan."jawab Rehan yang langsung memberikan kode kepada mereka untuk segera menyeret wanita itu.

Reaksi Berlin mulai ketakutan dan berontak,"Jangan!"teriak Berlin yang memohon pada Leo.

Leo menatap tajam kearah Berlin,"Cepat seret wanita ini keluar!" Sekali lagi Leo meneriaki mereka semua untuk menyeret wanita itu pergi.

Sedangkan di posisi Karina,ia terlihat duduk lemas dengan luka memar diwajahnya.Dia benar-benar kehabisan tenaga menahan rasa sakit dibadannya.

"Kenapa kepalaku pusing." Tiba-tiba saja badan Karina seketika tumbang dengan posisi duduk dalam kondisi tangan terikat.

Setelah wanita itu sudah mereka bereskan, Leo lari menghampiri Karina yang duduk terdiam.

"Sayang." Leo mendekati Karina yang sedari tadi tidak merespon.Leo segera membuka tali yang mengikat kedua tangan istrinya.

Posisi karina langsung terjatuh tepat didepan badan Leo,"Sayang ,bangun!"teriak Leo yang dimana Karina jatuh pingsan dengan luka memar tepat di wajahnya.

Emosi Leo semakin menjadi melihat kondisi istrinya yang mendapatkan luka memar itu,"Kurang ajar." Suara Leo semakin dingin.

Leo langsung mengangkat tubuh istrinya, dan pergi dari tempat itu. Kini posisi Leo sudah ada di dalam mobil bersama asistennya.

"Cepat kita pulang sekarang, hubungi dokter Radit."perintah Leo kepada asistennya, untuk segera menghubungi dokter pribadinya.

"Baik Tuan."jawab Rehan yang langsung mengirim pesan kepada dokter pribadi milik tuannya.

Leo terus menatap wajah istrinya yang terlihat begitu pucat dengan luka memar di wajahnya."Maafkan aku."batin Leo yang merasakan bersalah tidak bisa melindungi istrinya.

Leo semakin erat memeluk istrinya, kejadian tidak sengaja di lihat oleh asistennya,"Sepertinya tuan benar-benar menyayangi Nyonya." Batin Rehan yang tahu betul bagaimana sifat tuannya,jika tuannya sudah melakukan hal itu maka tidak ada kata ampun bagi orang yang berani mengusik kehidupan tuannya.

Mereka sampai di Mansion,Leo segera meletakan di kamarnya dan Leo duduk terdiam memandangi wajah istrinya.

Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari pintu kamar,"Masuk ."

Bibi Ria datang membawa baskom berisi air hangat dengan handuk kecil,"Tuan, semuanya sudah saya siapkan." Ucap Bibi Ria yang tidak sengaja melihat kondisi Karina tak sadarkan diri.

"Tolong bersihkan dan gantikan baju."perintah Leo yang akhirnya keluar dari kamar itu dan tersisa Bibi Ria yang menatap sedih keadaan Nyonya dalam keadaan wajah memar.

"Kasihan sekali Nyonya, Haris menghadapi masalah seperti ini Semoga saja semua selesai dan tidak ada orang lain yang berani menganggu Nyonya lagi."ucap lirih Bibi Ria yang langsung turun tangan membersihkan tubuh Nyonyanya dan mengganti baju yang lebih bersih.

Sedangkan Leo ada diruang kerjanya bersama Rehan yang baru saja mendapatkan laporan mengenai wanita itu.

"Aku tidak mau tahu, wanita harus merasakan balasan apa yang dilakukan.Masukkan dia dipenjara dalam kasus percobaan penganiayaan dan penculikan.Aku ingin dia dipenjara secepatnya,jika dia terus berkeliaran akan menjadi ancaman untuk istriku lagi."perintah Leo yang tak akan memberikan ampun, apalagi jika berita wanita itu ditahan karena percobaan penculikan dan penganiayaan namanya di dunia karir akan semakin dipandang negatif dan inilah hukuman yang pantas ia harus terima karena berani berbuat sesuatu dibelakang Leo.

"Baik tuan." Jawab Rehan yang mengerti apa perintah tuannya.

"Tok...tok..."

"Masuk."

"Maaf tuan,Dokter Radit sudah datang." Ucap pelayan itu,Leo segera berdiri dan keluar menghampiri dokter pribadinya.

Akhirnya mereka bertemu dan langsung masuk kedalam kamar,kini posisi Leo sudah ada didalam kamar bersama dokter pribadinya.Yang saat itu dokter pribadinya sedang memeriksa istrinya.

"Keadaan Nyonya baik-baik saja tuan,hanya ada terdapat beberapa luka memar saja.Untuk sementara Nyonya harus istirahat,apalagi yang saya takutkan pasien yang pernah mengalami korban kekerasan dari mereka akan mengalami trauma.Jadi saya mohon,tuan untuk terus mendampinginya." Sebuah pesan penting untuk Leo lakukan.

"Baiklah." Jawab singkat Leo sembari melihat arah istrinya yang terbaring lemah di tempat tidurnya.

Kini posisi Leo berdua dengan istrinya,ia duduk disamping istrinya sembari menatap wajah istrinya.

"Mungkin hari ini aku gagal, tapi untuk seterusnya aku tak ingin kejadian ini terulang lagi." Gumam Leo yang merasa begitunya bersalah dia pada Karina dengan kejadian yang menimpa dirinya.

Tiba-tiba saja jemari Karina bergerak pelan, tanda-tanda itu sempat membuat Leo tersadar dan langsung melihat Istrinya.

"Sayang." Kata-kata itu langsung membuat tersadar dan secara langsung membuat Karina terlihat bingung.

"A-ku dimana?" Karina terlihat kebingungan.

"Sekarang kamu ada di kamar." Ucap Leo yang merasa lega akhirnya Karina sudah siuman dari pingsannya.

"H-haus." Seketika Leo langsung mengambil segelas air minum yang ada disamping ranjang tempat tidur.

Leo dengan pelan-pelan membantu Karina untuk duduk bersandar dengan bantal besar yang ada dibelakang punggung Karina.

1
partini
ga penting berarti banyak dong
apa dia Casanova huekkkk kasihan kau dapat suami posesif
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!