NovelToon NovelToon
Belenggu Pernikahan Semu

Belenggu Pernikahan Semu

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Poligami / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: teh ijo

~Pernikahan tanpa cinta, tak selamanya berakhir dengan bahagia~

Zahra terpaksa harus menikah dengan Alzam, pria asing pilihan ibunya. Pernikahan tanpa cinta membuat Zahra harus menerima perihnya kenyataan. Terlebih saat dia mengetahui jika Alzam telah memiliki seorang tunangan.

Selama pernikahan Alzam tak pernah sedikitpun menganggap Zahra sebagai seorang istri meskipun mereka berada dalam satu ranjang yang sama. Bahkan Zahra harus berlapang dada ketika Alzam memutuskan untuk menikahi Aira. Mampukah Zahra mempertahankan rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teh ijo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04 | Ingin Menikahi Aira

Kulihat mas Alzam tak seperti biasanya sejak tadi malam. Sepulang dari kantor dia langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Ingin ku tegur tetapi suara dengkuran mas Alzam sudah terdengar. Ku hembuskan napas beratku lalu ku benahi posisi tidurnya.

"Mas gak mandi dulu? Aku siapkan air hangat ya," kataku pelan, tapi tak ada respon dari mas Alzam. Namun, saat tanganku menyentuh kulitnya aku membulatkan mata. Untuk meyakinkan diri, ku sentuh dahi mas Alzam.

"Astagfirullah, Mas!" pekik ku dengan terkejut. Ternyata suhu tubuhnya tinggi.

Segera ku carikan Paracetamol untuk menurunkan demamnya. Berharap setelah ini suhu tubuhnya bisa normal kembali. Tak sampai disitu, aku juga menggompres dahinya.

Sepanjang malam aku tak bisa tidur dengan lelap. Sesekali aku terbangun untuk mengecek keadaan mas Alzam.

***

Saat pagi telah menyapa, aku langsung menyibakkan selimut. Pertama yang aku lakukan adalah mengecek kembali suhu tubuhnya mas Alzam sambil mengambil kain yang masih menempel di dahinya. Aku merasa lega ternyata demamnya sudah hilang. Meskipun begitu, aku melihat keringat jagung bercucuran di tubuh mas Alzam. Aku tidak tahu mimpi apa yang sedang singgah sehingga membuat mas Alzam sampai mengeluarkan keringat jagungnya. Baru saja ku usap, mas Alzam berteriak.

"Jangan!"

Aku terkejut saat mas Alzam langsung terduduk dengan deru napas yang memburu.

"Apa apa, Mas?" tanyaku.

Mas Alzam masih mengumpulkan kesadaran, tanpa ingin menjawab pertanyaanku.

"Minum dulu," ujar ku sambil menyerahkan air putih padanya.

Tak ada jawaban, tetapi mas Alzam mengambil gelas itu dari tanganku.

"Mas Alzam mimpi buruk?" tanyaku lagi.

"Pukul berapa sekarang?"

Ku lihat jam yang tertera di ponselku lalu ku jawab, "Setengah enam, Mas."

Mas Alzam terlihat panik dan langsung menyibakkan selimut. Langkahnya segera masuk ke kamar mandi meskipun masih sedikit oyong. Lagi-lagi aku hanya bisa menatap punggung suami hingga tak terlihat lagi.

"Apakah kamu tetap ingin memaksakan diri untuk pergi, Mas?" lirih ku dengan pelan.

Hari ini adalah hari dimana Mas Alzam dan juga Aira akan pergi ke Bandung. Meskipun aku berharap jika mereka tidak jadi pergi, tetapi siapa yang mampu untuk mencegah keputusan mas Alzam.

Selama berada di kamar mandi, ponsel Mas Alzam terus aja berdering. Sebuah panggilan dari Aira tanpa henti. Aku yakin jika perempuan itu sedang menantikan jemputan dari suamiku. Tak ingin membuat dadaku terasa sesak, aku memutuskan untuk keluar dari kamar.

"Mbok Inah masak apa?" Ku hampiri sosok yang sedang menyiapkan sarapan di dapur.

"Biasa Non, sayur asam sama tempe goreng," jawab mbok Inah sambil menatapku dengan senyuman.

"Apakah sesuatu telah terjadi?" tanya mbok Inah saat melihat wajahku yang sangat aku tekuk.

"Tidak ada, Mbok. Aku hanya kurang tidur saja karena semalaman aku menunggu mas Alzam yang sedang demam," jawab ku pelan.

"Den Al, demam?" tanya Mbok Inah terkejut.

"Tapi udah normal lagi kok," jawabku

"Oh, syukurlah kalau begitu. Apakah den Al tidak mengigau?" tanya mbok Inah dengan serius.

Ku gelengan kepala karena memang mas Alzam tidak mengigau. "Biasanya jika den Al sakit, ucapan beliau bisa ngelantur" jelas mbok Inah.

Setelah aku dan mbok Inah selesai menyiapkan sarapan, derap langkah kaki mas Alzam terdengar nyaring. Wajahnya masih terlihat sayu.

"Udah mendingan, Mas?" tanyaku saat melihatnya menarik sebuah kursi.

"Lumayan. Terimakasih," katanya singkat.

Aku menganggukkan kepalanya dan segera melayaninya layaknya seorang istri sesungguhnya. Tak ada penolakan dari mas Alzam, ku ukir senyum dibibir.

Ya Allah, bisakah Engkau membuat mas Alzam mencintaiku? Apakah aku terlalu berharap padanya, hingga aku lupa jika aku hanya dianggap sebagai budak pemuas hasratnya?

Setelah sarapan aku merasa heran, seharusnya mas Alzam sudah harus bersiap untuk menjemput Aira untuk ke Bandung. Namun, nyatanya dia malah rebahan di atas ranjang.

"Mas Alzam kok gak siap-siap?" tanya ku sedikit ragu. Aku takut jika pertanyaanku dianggap ikut campur dalam urusan pribadinya.

Mata mas Alzam menatapku dengan dalam. Seperti ada beban yang sedang dia tahan. Aku tak berani untuk terus menatapnya dan segera ku alihkan pandanganku ke luar jendela.

"Sebenernya ada yang ingin aku katakan kepadamu. Tapi aku tak tahu kenapa aku ragu," ucapnya yang terus fokus pada latar ponselnya.

"Katakan saja, tidak usah ragu," ujar ku.

"Seharusnya aku tidak merasa berat karena aku tidak mencintaimu. Kamu hadir menjadi orang ketiga dalam cinta kami. Aku tidak tahu mengapa mengikuti permintaan konyol dari ibumu. Kenapa saat itu aku tidak membiarkanmu untuk dijual di tempat pelacuran dan malah menikahimu sebagai pelunasan hutang ibumu. Aku bodoh dan ceroboh tidak memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya," kata Mas Alzam yang ternyata sudah berada di dekatku.

Kudengar dia membuang napas beratnya. Sepertinya memang ada sesuatu yang beban berat dalam hatinya.

"Kamu sudah tahu kan jika aku dan Aira sudah bertunangan 'kan? Bahkan kami juga telah merencanakan sebuah pernikahan." Lagi-lagi Mas Azzam banyak jeda ucapannya dan membuatku semakin penasaran apa yang sebenarnya ingin disampaikan olehnya.

"Jika aku adalah beban untukmu, aku mohon lepaskan aku. Aku akan berusaha untuk melunasi semua hutang ibuku, tetapi beri aku waktu," ucapku datar.

Meskipun pernikahan ini bukan kemauanku, tapi rasanya sangat berat jika mas Alzam benar-benar melepaskanku. Padahal sudah jelas di antara kami tidak ada yang namanya saling mencintai, lalu untuk apa dipertahankan?

"Untuk saat ini aku tidak bisa melepaskan mu. Ada sebuah perjanjian yang aku tanda tangani di atas materai bersama dengan ibumu. Aku bisa melepaskan mu setelah usia pernikahan kita berjalan satu tahun."

Aku tertunduk lesu mendengar pengakuan dari Mas Alzam. Hatiku semakin disayat, ternyata pernikahanku telah diatur sedemikian rupa oleh ibu. Bahkan aku sama sekali tidak mengetahui apa-apa tentang perjanjian ibu dan mas Alzam. Ibu benar-benar sangat keterlaluan. Padahal selama ini akulah berusaha untuk menjadi anak yang berbakti. Bahkan aku rela menghabiskan sebagian waktuku untuk membantu masalah keuangan keluarga. Namun, inikah balasan yang Ibu berikan kepadaku?

"Ra, aku akan menikahi Aira."

Aku langsung mendongak untuk menatap pria yang ada di sampingku. Dadaku terasa sesak dan tubuhku pun ikut bergetar. Seakan duniaku ikut runtuh, dengan ucapan mas Alzam.

"Kepergian ku ke Bandung, tak lain untuk menikah dengan Aira," ucap mas Alzam lagi.

Aku masih membisu. Sepertinya keinginanku terlalu berlebihan. Ingin memiliki mas Alzam sepenuhnya yang nyatanya dia adalah milik orang lain. Aku hanyalah orang ketiga dalam hubungan Mas Alzam dan Aira. Seharusnya aku sadar akan posisiku saat ini.

"Kamu tak perlu khawatir, setelah menikah nanti Aira tidak akan tinggal di sini. Kamu tenang saja aku akan bersikap adil kepada kalian, tapi bukan untuk perasaanku. Karena aku hanya mencintai Aira. Semoga kamu bisa menerima kenyataan ini."

Aku hanya bisa membuang napas beratku. Memang menyakitkan, tetapi aku juga tidak boleh egois. Aku tidak bisa memaksakan mas Alzam untuk mencintaiku, karena aku hanyalah orang asing di matanya.

"Semoga pernikahan kalian berjalan dengan lancar. Maaf aku tidak bisa turut hadir dalam pernikahan kalian," ucapku dengan rasa sesak di dada.

...~BEESAMBUNG~...

1
Siti Maulidah
ceritanya baguss skli /Good//Good//Heart//Heart/
Qaisaa Nazarudin
Jadi malas bacanya dari awal hanya ada Kebodohan Zahra, mengorban kan Kanna orang yang sangat mencintai nya,demi menukar dengan Denna,Biarkan saja Denna sama bapaknya,karena dari awal kamu yg Bodoh fan gak tegas...🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Baru sadar kan kamu??
Qaisaa Nazarudin
Terima aja KEBODOHAN kamu dari awal,Alzam kan udah milih kekasihnya dari kamu,juga memilih anaknya utk kekasih/isteri nya,Dan bukan kamu pilihannya,Kamu aja yg Gamon dan Bego..
Qaisaa Nazarudin
Rasain Zahra BODOH..
Qaisaa Nazarudin
Dari awal udah ku nilang Zahra ini mmg BEGO,saat keluar dari rumah Alzam pertamakalinya,Harusnya dia langsung gugat Cerai,setelah itu oergi kemanapun yg penting Alzam tdk bisa menemukan kalian kembali,Tapi dengan Bodoh nya dia mau2 aja kembali dan bodohnya lagi sampai Alzam tau dia Hamil..
Dan udah bagus menghindar bertahun2 tapi hujung2 nya balik lagi kesana, udah pasti lah Alzam akan menemukan mereka kembali dan mengambil anaknya..Udah 5 Tahun juga berlalu tapi tetap aja BODOH di simpan,padahal Kanna katanya Dosen tapi Oon,kan dia bisa bersikap Tegas menguruskan perceraian Zahra,tapi gak dia lakukan.. Ckkk KEBANYAKAN DRAMA..
Qaisaa Nazarudin
Astaga KENAPA LELET BANGET SIH? UDAH 5 TAHUN TANPA NAFKAH LAHIR BATHIN UDAH KIRA CERAI YA,APALAGI SI ISTRI YG KELUAR RUMAH APAPUN ALASANNYA DIKIRA NUSYUZ LHO..MAAF THOR KALO SALAH..
Qaisaa Nazarudin
Udah 5 tahun berlalu,Jangan sampai kalo harus pulang ke kota,yang Ada Alzam akan menemukan anaknya,dan mengambilnya..Kenapa Kanna tdk menikahi Zahra aja,atau Kanna udah ada pujaan hatinya,gak kan..ini pasti zahra yg gak mau..ckk
Qaisaa Nazarudin
wah berarti Kanna denganZahra masih di Villa ini ya selama 5 tahun ini..
Qaisaa Nazarudin
Pasti ini Kanna dengan anaknya Zahra..Apakah Kanna dan Zahra udah Nikah? moga aja ya?
Qaisaa Nazarudin
Definisi Lelaki gak Tegas,Tamak..sana mau sini mau,ya tanggung aja..
Qaisaa Nazarudin
BEGO kamu pikir Alzam akan melepaskan mu saat dia tau kamu hamil anak nya? Harusnya sebelum dia tau kamu hamil,kamu gugat dia ckk kesel aku..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Sekarang aja harusnya kamu SADAR,dalam keadaan gini aja dia masih menomor satu kan Aira dari kamu..
Qaisaa Nazarudin
Astaga kamu aja yang BODOH,DATI AWAL JUGA DIA MEMILIH KEKASIHNYA DARI KAMU,KALO GAK,NGAPAIN DI NIKAHIN PACARNYA SEDANGKAN DIA SUDAH MENIKAHI MU,KAMU ITU YG BODOH DAN GAK TEGAS,GUGAT CERAI AJA DIA DARI KEMARIN SETELAH KAMU KELUAR DARI RUMAH,MALAH MAU3 NYA PERCAYA MA DIA LAGI,OGEB..
Qaisaa Nazarudin
Tunggu..kedua adiknya bukan anak kandung ayahnya Zahra dengan ibunya? Terus anak ibunya dengan siapa? Ayah tirinya,Kalo ia kenapa ibu dan ayah tirinya gak bawak sekalian dua orang anak nya itu pergi juga malah ditinggalin,Gila nih ibunya, Binatang aja tau gimana menyayangi anaknya..
Qaisaa Nazarudin
Ckk mesti HAMIL nih,katanya gak cinta sama isteri benci sama isteri nya, Tapi ditidurin juga..🤔
Qaisaa Nazarudin
aku kalo baca alur kayak gini,lebih suka baca novel yg udah End,Jadi tau hujung2 nya dia bahagia dengan siapa,Kalo balik lagi ke orang yg sama,jadi malas bacanya..
Qaisaa Nazarudin
keputusan mu udah paling benar,ngapainasih dipertahankan,yang ada kamu makin terluka,kamu juga berHAK mencari kebahgiaan mu sendiri,Jangan jadi perempuan BODOH yg mau2 aja ditindas dan disakiti,Walaupun kamu Nikah hasil perjodohan,kamu juga punya harga diri kali..Biarkan Dia dengan keinginannya,Semoga aja dia GAK NYESEL NANTINYA...
Hariyanti
Arya itu ternyata alzam ke dua😏😒
Hariyanti
ohhh hubungan satu malam 😩😩🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!