NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia Tuan Ergan

Pernikahan Rahasia Tuan Ergan

Status: tamat
Genre:Poligami / CEO / Pelakor / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:898.3k
Nilai: 5
Nama Author: Herazhafira

Amelia seorang pramugari cantik yang terpaksa menikah dengan Tuan Ergan karena sebuah kesalahan. Dia terpaksa merahasiakan pernikahannya karena sebuah alasan yang ternyata itu dimanfaatkan oleh Ergan dengan menjadikannya sebagai istri kedua.

Tentu saja istri Ergan tidak terima, dengan berbagai cara ia mencoba menyingkirkan Amelia.

Apakah Amelia akan mempertahankan pernikahannya dengan Ergan?
Dan mampukah Amelia bertahan dengan statusnya sebagai pelakor?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herazhafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tengah Malam

Ergan menurunka Aqilah, "Sayang kamu main dengan Chaca ya?" Bujuk Ergan kemudian berjalan kearah Irvan dan anaknya Chaca.

"Qia, ayo kita main." Ajak Chaca sambil menarik tangan Aqilah.

"Nggak mau, aku maunya sama Daddy. Nanti Daddy pergi lagi kalau Qia pergi main. Daddy harus ikut Qia pulang." Tolak Aqilah dengan suara anak kecil.

"Daddy nggak akan pergi sayang..! sana, main sama Chaca." Bujuk Ergan.

"Janji? Daddy akan pulang dan temenin Qia bobo?" Aqilah menaikkan jari kelingkingnya.

"Janji sayang." Balas Ergan ikut menautkan jari kelingkingnya ditangan Aqilah.

Selama acara berlangsung, tangan kecil Aqilah tidak pernah lepas dari tangan Ergan. Bahkan saat bicara dengan kolega bisnis Ergan pun Aqilah berada disampingnya. Gadis kecil itu tidak mau melewatkan kebersamaannya dengan Ergan.

Ergan berpamitan pada Irvan kemudian pulang membawa Aqilah. Rania juga ikut karena tidak mau berpisah dengan Aqilah. Ini juga kesempatannya untuk bicara dengan Ergan dan memperbaiki hubungan mereka.

Tirta mengemudikan mobil dengan kecepatan rata-rata. Sesekali melirik bosnya di kursi belakang lewat kaca spion di atas. Tidak ada pembicaraan antara Ergan dan Rania. Hanya suara dan tawa Aqilah yang terdengar karena Ergan terus bermain dengannya.

Setelah beberapa menit, mereka tiba di halaman rumah mewah dan besar.

Aqilah tertidur di pangkuan Ergan karena kelelahan. Ergan mengangkat Aqilah masuk ke dalam rumah dan membaringkannya di kasur. Ia memperbaiki selimut Aqilah kemudian beranjak untuk keluar.

"Mau kemana Mas?" Cegah Rania menahan lengan Ergan di dalam kamar Aqilah.

"Pulang." Singkat Ergan dengan wajah datar.

"Pulang kemana? Ini rumah kamu Mas!" Rani mencegahnya, ia tidak mau Ergan pergi meninggalkannya lagi.

"Bagiku ini bukan rumah, tapi neraka. Jika Aqilah tidak tinggal disini, aku tidak akan datang." Tegas Ergan kemudian menghentakkan tangannya. Ia berbalik menatap Aqilah dan segera keluar dari kamar Aqilah.

"Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari hidup kami Ergan. Aku janji akan memperbaiki rumah tangga kita demi Aqilah." Ungkap Rania.

Ergan berhenti melangkah sejenak, "Buktikan jika kamu masih bisa berubah. Aku memberikan kesempatan dengan menjadi ibu yang baik untuk Aqilah. Jika kamu tidak bisa melakukannya, maka rumah tangga kita akan berakhir." Tegas Ergan kemudian keluar dari rumah.

"Bos!" Sapa Tirta sambil membuka pintu mobil.

"Ayo pulang."

Setelah mendengar perintah dari Ergan, Tirta segera menyalakan mesin mobilnya kemudian melajukan kendaraan menuju rumah baru Ergan. Jalanan begitu sepi, lampu merah tidak lagi menyala berganti lampu warna kuning yang berkedip tanda hati-hati.

Hati Ergan resah, memikirkan nasib pernikahannya dengan Rania. Ia ingin memiliki rumah tangga yang utuh dan bahagia sama seperti sebelumnya. Ia menekan pelipisnya sambil melirik Tirta yang sedang fokus melihat jalanan.

"Tir, apa sebaiknya gw kembali kerumah itu dan memperbaiki rumah tangga gw bersama Rania?" Tanya Ergan tiba-tiba membuat Tirta seketika terkejut dan menginjak rem.

Ciiiittt!!

"Brengsek! lo apa-apaan sih! injak rem mendadak kayak gitu. Lo sudah bosan hidup?" Kesal Ergan sambil memegang dahinya yang semakin sakit akibat terbentur kursi depan.

"Sorry bos, gw shokk mendengar kalian akan kembali bersama." Sesal Tirta kemudian kembali melajukan mobilnya.

"Belum Tir, Gw hanya memberinya kesempatan untuk menjaga dan merawat Aqilah dengan baik. Jika dia bisa melakukannya, mungkin gw akan berpikir untuk kembali, tapi jika dia tidak bisa maka semuanya tetap seperti ini."

"Tetap seperti ini? Bos sadar nggak? Kehidupan keluarga macam apa yang lo jalanin? Lo yakin akan selamanya pisah ranjang dengan Rania? Itu bukan keluarga! Kalau gw jadi lo, gw nggak akan sanggup! Kebutuhan biologis harus terpenuhi men....?"

"Lo kayak nggak tau gw aja. Tinggal pilih wanita di club masalah selesai." Jawab Ergan dengan santai.

"Mau sampai kapan? lo nggak takut kena azab, berzina diluar sana sementara lo punya istri?"

"Ah, sudahlah! Kepala gw pusing! Kita ke club aja." Putus Ergan.

Ergan menekan pelipisnya beberapa kali. Minum beberapa botol alkohol akan membuatnya melupakan masalah rumah tangganya untuk sejenak.

"Kepala yang mana nih?"

"Brengsek lo!"

"Tapi, lain kali aja bos, masih banyak yang harus kita persiapkan untuk keberangkatan besok. Ingat! Pesawat Butterfly Airlines berangkat jam 8 pagi. Bukan jet pribadi yang bisa kamu atur sendiri."

Tirta mengingatkan keberangkatan Ergan besok pagi. Jika dia menuruti permintaan Ergan ke club, sudah pasti mereka akan bangun kesiangan dan ketinggalan pesawat.

Ergan mendengus kesal. Asistennya yang satu ini memang sering membantah perintahnya. Tirta akan melawan jika Ergan akan mengacaukan pekerjaannya. Jika tidak ada Tirta yang selalu mengingatkan Ergan untuk tetap bangkit dan memajukan perusahaannya, mungkin dua tahun yang lalu Ergan sudah bangkrut dan tidak memiliki apa-apa lagi.

Setengah jam berlalu, mereka tiba di rumah. Tirta membantu Ergan menyiapkan barang-barangnya ke dalam koper. Setelah semua selesai, Tirta pamit untuk pulang meninggalkan Ergan yang masih sibuk dengan laptop di pangkuannya.

Tidak lama setelah Tirta pergi, Ergan pindah ke balkon menyelesaikan sisa pekerjaannya. Seperti biasa ia duduk di balkon bekerja sambil minum kopi.

Cahaya lampu mobil menyilaukan matanya. Ergan melirik mobil siapa yang datang tengah malam. Ternyata mobil tetangga yang datang mengantar pramugari cantik.

Ergan menyeringai menatap Amelia dari balkon saat turun dari mobil. Entah sejak kapan dia sangat mengagumi Amelia di banding teman-temannnya yang lain dan tidak kalah cantik dengannya. Netranya yang tajam terus mengikuti gerakan Amelia saat menurunkan koper dari mobil.

Amelia tersenyum dan melambaikan tangan pada Pak Asep kemudian segera masuk bersama teman-temannya.

Ergan kembali duduk dengan perasaan kecewa, dia masih ingin melihat wajah Amelia tapi mereka sudah masuk ke dalam rumah.

Amelia memasukkan kopernya ke dalam kamar, ia kemudian menuju kamar mandi, ganti baju, lalu keluar dari kamar. Saat didepan pintu, Karmen sudah berdiri dihadapannya.

"Mau kemana lo?" Tanya Karmen memperhatikan penampilan Amelia.

Amelia hanya memakai baju tidur tanpa lengan bergambar doraemon warna biru. Tangannya yang mulus ia tutupi dengan cardigan lengan panjang.

"Gw lapar, kita makan nasi goreng Mang Jejen yuk!" Ajak Amelia.

"Sudah tengah malam, mungkin juga sudah habis." Tolak Karmen.

"Gw pengen banget nih..! Tadi aku liat masih ada kok, temenin yuk! lagian cuma di depan kompleks, pasti aman lah."

"Nggak ah, capek. Gw juga udah ngantuk. Loaja yang pergi. Jangan lupa bawa kunci rumah."

"Ih, lo mah nggak asik!"

Karmen segera masuk ke dalam kamar membuat Amelia mendengus kesal. Terpaksa ia pergi sendiri berjalan kaki, melewati dua rumah besar dan pos satpam.

"Neng Amel mau kemana?" Tanya Salah satu satpam yang berjaga.

"Mau beli nasi goreng Kang." Jawab Amelia.

"Mau di temenin nggak neng?" Tawar Didit.

"Nggak usah Mang, tinggal nyeberang doang." Tolak Amelia tidak mau merepotkan satpam.

"Ya udah, hati-hati neng. Kami awasi dari sini." Ujar Didit.

Amelia menyebrangi jalan setelah melihat kekiri dan kekanan. Kakinya yang jenjang menyeberangi jalan cepat.

"Mang Jejen, pesen nasi goreng tiga bungkus ya? Pisahin satu bungkus yang sambelnya banyak. Nggak pake lama ya?" Pesan Amelia.

"Eh, neng gelis, baru pulang kerja neng?" Tanya Jejen setelah hampir satu bulan tidak melihat Amelia. Amelia memang suka membeli nasi goreng Jejen tengah malam, karena Jejen menjual mulai pukul tujuh malam sampai jam satu.

"Ia Mang." Singkat Amelia sambil tersenyum.

"Tunggu sebentar ya?"

Setelah memesan tiga bungkus nasi goreng, Amelia kemudian duduk di salah satu kursi kosong. Ia mengeluarkan ponselnya kemudian membaca novel kesukaanya sambil menunggu pesanannya dibuat.

Khemm..!

.

.

Bersambung....

1
Veronika Theresia Sihombing
Lumayan
Veronika Theresia Sihombing
Kecewa
Nina Joanna
Istri orang Pras...
Evy
bakal rame nih ceritanya...bisa panjang urusannya.Adek Kakak suka sama satu cewek..
SisAzalea
booking
yuni ati
Keren/Good/
Shifa Burhan
pantas kah yang dilakukan amelia dan pras ini

pantas kah amelia dibilang wanita baik2, saat dia tau statusnya istri tapi dia pergi berduaan dan happy2 dengan lelaki lain, membuat moment spesial dengan lelaki lain, bisa dibilang dia kencan dengan lelaki lain, pantas dia dibilang istri yang paham agama

pantas pras disebut lelaki baik2, udah tau istri orang, dia bawah pergi berduaan, seolah2 kencan membuat moment indah, pantas pras disebut lelaki paham agama

yang mirisnya author membenarkan semua kelakuan kedua manusia ini, kalau author bawa agama, terutama agama islam, belajar lebih baik lagi

dalam islam kelakuan amelia dan pras ini sudah termasuk dilaknat, dosa sangat besar, dan bisa membuat fitnah yang sangat kejam

kita anggap ini bagian dari konflik, anggap pras dan juga amelia manusia biasa yang bisa saja melakukan kesalahan, tapi kalau author paham agama, author akan tegas perbuatan mereka salah, mereka harus dibuat menyesal dan mengaku salah dan minta maaf


saran untuk author belajar lagi kalau bawa2 agama,
Nurul Syahriani
Jarak nya cuma 3 kata bisa beda daddy dan papa
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
sherly
gila Karmen kok bisa sih
sherly
emang hrs gt Mel balik Ama suami
sherly
lagian cinta Ama istri org yg blm jls statusnya.. ngapain situ ngambek dih gelo
sherly
Pras ngajak nikah kok kayak mau introgasi karywn ngk ada maniz2nya
sherly
hadew kasian ergan.. gitulah nasib kalo poligami ngk tuntas
sherly
wow.. tp mama ergan kok gt sih
sherly
deal aja Mel biar si aan omes diem...
sherly
Tirta bisa dpt bonus nih
sherly
pasangan ngk tau diri, yg satu pacar sok peduli pdhl buaya, yg satu ngaku sahabat tp ular ngk nyangka kalian berdua keturunan reptil... hahahaha
sherly
astaga ergan pandai bersandiwara juga
sherly
waduh di Abang dah mau ajak nikah eh si adeknya msh mau pdkt .. cie Amel jd rebutan ABG adek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!