NovelToon NovelToon
Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Pengkhianatan / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:31.5k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Kania harus mengalami malam tergelap dalam hidupnya, ia direnggut kehormatannya dan kehilangan harga dirinya. ‎Ketika kebenaran terungkap, orang-orang yang seharusnya menjadi tempat perlindungannya justru menjadi hakim yang paling kejam.

‎Tunangannya, Haris, langsung memutuskan pertunangan mereka, menganggap Kania sudah kotor dan tak layak lagi bersanding dengannya. Bahkan ayah kandungnya sendiri membuangnya, menyebutnya telah mencoreng nama baik keluarga.

‎Tanpa dukungan siapa pun, Kania terhempas ke jalanan, hingga seseorang mengulurkan tangan dan membantunya untuk bangkit dari keterpurukan.

‎Kini, ia kembali bukan lagi sebagai wanita lemah yang diusir, melainkan sebagai sosok yang berani menantang takdir.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

‎Luna melangkah masuk ke lobi perusahaan keluarga Baskara, ia mengenakan gaun setelan berwarna krem yang terlihat elegan, rambutnya dibiarkan tergerai, dan wajahnya penuh senyum manis yang berusaha tampil sempurna. Petugas resepsionis segera menyambutnya dengan hormat, lalu segera menghubungi ruangan Haris.

‎‎Tak lama kemudian, sekretaris pribadi Haris menyambutnya dan mengantarnya menuju ruang kerja di lantai paling atas. Begitu pintu terbuka, Luna melihat Haris duduk di balik meja kerjanya yang luas, matanya tertuju pada tumpukan berkas tanpa sempat mendongak. Suasana ruangan terasa dingin dan kaku, sama seperti sikap pria itu belakangan ini.

‎‎"Kak Haris," panggilnya lembut sambil melangkah masuk perlahan, menutup pintu rapat kembali. "Maaf ya aku datang tiba-tiba tanpa memberi kabar lebih dulu."

‎‎Haris mengangkat wajah perlahan. Tak ada senyum yang menyambut, hanya tatapan datar dan lelah. Ia meletakkan pena di atas meja, lalu menyandarkan punggung ke kursi.

‎‎"Luna... Ada apa?" tanyanya singkat, nada suaranya tak ramah namun juga tidak kasar.

‎‎Luna mendekat sedikit, meletakkan tas kecilnya di kursi tamu lalu berdiri di hadapan mejanya. "Kebetulan aku lewat di dekat sini, jadi sekalian mampir. Sekaligus... ingin memastikan Kakak sudah makan siang atau belum. Aku tahu Kakak pasti sibuk sekali, sampai lupa mengurus diri sendiri."

‎‎Ia mengangkat kantong makanan yang dibawanya, lalu menatap Haris dengan pandangan penuh harap. "Tante Astrid bilang, kita harus lebih sering berkomunikasi. Jadi aku juga sekalian ingin bicara soal rencana kita ke depan..."

‎‎Luna mendekat sedikit lagi, suaranya terdengar ceria berusaha menutupi rasa cemas yang mulai menyelinap.

‎‎"Kalau begitu, hari ini kita pergi sebentar? Kita pilih cincin pertunangan kita bersama. Aku ingin sekali Kakak yang melihat dan memutuskan mana yang paling cocok buat kita," ajaknya lembut sambil menatap wajah Haris penuh harap.

‎‎Haris menghela napas pelan, lalu menggeleng pelan tanpa berani menatap mata Luna.

‎"Kamu saja yang pilih, Luna." jawabnya sambil kembali menatap berkas. "Aku akan suka apa pun pilihanmu. Aku yakin seleramu pasti bagus."

‎‎Kata-kata itu terdengar manis di telinga, tapi nada bicaranya datar, tanpa semangat, tanpa kehangatan yang seharusnya ada saat membicarakan momen penting seperti ini. Pikirannya entah di mana, masih terbang jauh mengingat wajah Kania, senyumnya, dan janji yang dulu pernah mereka ucapkan di bawah langit yang sama.

‎‎Luna tersenyum tipis, namun di balik senyum itu matanya menipis menyadari kenyataan pahit. Ia tahu betul Haris tidak peduli dengan cincin itu, tidak peduli dengan pilihan mana pun karena hatinya masih sepenuhnya milik kakak tirinya itu.

‎‎"Baiklah kalau begitu," jawabnya pelan sambil mengangguk, lalu berbalik perlahan seolah pasrah. Namun saat punggungnya berpaling dari Haris, senyum manisnya lenyap seketika dan digantikan tatapan tajam dan penuh tekad.

‎"Sial," batinnya kesal. "Entah kamu mau atau tidak. Kamu harus benar-benar menjadi milikku, Kak Haris."

‎‎Ia kembali menoleh dengan senyum palsu, lalu melambaikan tangan ringan. "Aku pamit dulu ya, Kak. Secepatnya aku akan bawakan cincin pilihanku. Aku yakin Kakak pasti akan menyukainya."

‎‎Haris hanya mengangguk singkat, lalu segera menunduk kembali ke berkas di mejanya.

‎‎-

‎-

‎-

‎‎Langkah Kania terdengar pelan di lantai marmer saat ia berjalan menghampiri Paman Remon yang sedang memeriksa susunan bunga di vas besar. Sudah berhari-hari ia hanya melihat dinding dan jendela rumah ini, hingga suasana yang sunyi mulai terasa menyesakkan.

‎‎"Paman Remon," panggilnya lembut.

‎‎Paman Remon segera berbalik dan membungkuk hormat. "Nona Kania. Ada yang bisa saya bantu?"

‎‎Kania tersenyum tipis mendengar kepala pelayan itu menyebut namanya untuk pertama kali, sepertinya Victor benar-benar sudah menyelidiki tentang asal-usulnya dengan caranya sendiri.

‎‎"Aku ingin bertanya... kira-kira kapan pastinya Tuan Victor akan pulang?" tanyanya, matanya menatap ke arah pintu utama yang tertutup rapat. "Sudah cukup lama dia pergi. Aku merasa sedikit bosan berada di dalam terus. Bolehkah aku keluar sebentar? Hanya berjalan-jalan untuk sekedar menghirup udara di luar gerbang rumah ini,"

‎‎Wajah Paman Remon seketika berubah cemas. Ia menggeleng perlahan namun tegas.

‎‎"Maafkan saya, Nona. Saya benar-benar tidak berani mengizinkan Nona melangkah keluar dari kawasan rumah ini tanpa izin langsung dari Tuan Victor," jawabnya hati-hati. "Demi keselamatan Nona, sebaiknya jangan sampai Nona keluar gerbang sebelum beliau pulang."

‎‎Melihat raut kecewa di wajah wanita itu, Paman Remon segera melunakkan nadanya.

‎‎"Kawasan rumah ini sangat luas, Nona. Ada taman di belakang yang bunganya baru saja mekar, kolam ikan yang airnya jernih, dan jalur setapak di pinggir kebun buah. Silakan Nona berjalan-jalan di sana saja dulu. Udara di dalam halaman ini pun segar, dan Nona bisa berkeliling sepuas hati. Tolong bersabarlah sebentar lagi ya, Nona."

‎‎"Baiklah..." ucap Kania pelan. "Terima kasih sudah memberi tahu, Paman. Aku akan berjalan-jalan di taman belakang saja."

‎‎Ia pun berbalik perlahan menuju teras belakang. Ia tahu perintah itu bukan sekedar larangan semata.

‎‎Langkahnya ringan saat menyusuri taman belakang. Bunga-bunga bermekaran dan udara terasa segar.

‎Namun baru beberapa menit berjalan, kepalanya terasa ringan. Pandangannya sedikit kabur.

‎‎Kania memegangi pelipisnya pelan. "Mungkin karena banyak pikiran," gumamnya sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya kembali untuk berjalan-jalan.

‎‎Sementara itu Paman Remon terus memperhatikan dari kejauhan, ia mengeluarkan ponselnya dari sakunya dan menekan nomor tujuan dengan cepat, menunggu sambungan tersambung dengan napas yang sedikit tertahan. Tak lama kemudian, suara berat dan tenang terdengar dari seberang.

‎‎"Ya?"

‎‎"Maaf mengganggu waktu Anda, Tuan Victor," ucap Paman Remon dengan nada hormat namun serius.

‎‎"Ada apa? Apakah ada masalah di rumah?" tanya Victor singkat, namun nada bicaranya langsung berubah lebih waspada.

‎‎"Belum ada hal yang darurat, Tuan. Tapi saya ingin melaporkan hal kecil," jelas Paman Remon pelan. "Tadi Nona Kania bertanya kapan Tuan pulang, dan meminta izin untuk keluar sebentar. Sesuai perintah Tuan, saya belum berani mengizinkannya dan mengarahkan dia berjalan-jalan di taman belakang saja."

‎‎"Bagus. Terus awasi dia dengan ketat." perintah Victor dengan jelas. "Langsung lapor padaku jika ada sesuatu."

‎‎"Saya mengerti, Tuan. Saya akan menjaganya baik-baik," tutup Paman Remon, lalu menurunkan ponselnya perlahan.

‎‎Ia kembali menatap ke arah taman tempat Kania berjalan perlahan menjauh, tetap mengawasinya dari jarak yang cukup aman supaya tidak menganggu ketenangan wanita itu.

-

-

-

Bersambung...

1
W I 2 K
terimakasih so much kk author... ending yg manis... kayak aku 🤣🤣😍😍
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih kembali kakak /Kiss//Kiss//Kiss/
total 1 replies
MamDeyh
Loveee sekebon kakkkk
🔥Violetta🔥: /Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
total 1 replies
Elina thea
selamat berbahagia kania_victor,jangan lupa ngadon biar ada tambahan keluarga baru....
🔥Violetta🔥: Terimakasih kakak sudah mengikuti cerita ini sampai akhir 😁🙏
total 1 replies
Elina thea
betapa beruntungnya si luna...di saat terpuruk pak aryan sebagai ayah slalu ada di sampingnya,kasian Kania.....
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
tau² udh end aja thor pengen liat victor & kania junior 🤭 sumpah cerita nya bagus i like it thor 🥰
semangat trs untuk karya² selanjutnya kk 😘
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak 😁🙏
total 1 replies
Rizky Manik
terimakasih sudah menyajikan karya yg luar biasa thor
kamu dan karyamu sangat keren🥰🥰
peluk jauh🤗
teruslah berkarya thor💪🏼
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak /Drool//Drool//Drool/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
terima kasih atas karya luar biasanya kaka..tetap smangat untuk lanjut karya selanjutnyaaa/Kiss//Kiss/
🔥Violetta🔥: Terimakasih banyak kakak sudah mengikuti cerita ini sampai akhir 😁🙏
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mereka akhirbya saling menerima keadaan🥹
🔥Violetta🔥: Ya.. mau gimanaa lagi 🤭🤭🤭
total 1 replies
Manis
bulan depan apa Minggu depan nih, paragraf sebelumnya bulan depan
🔥Violetta🔥: Makasih kak udah bantu koreksi... tandai aja kalau ada typo nanti aku revisi 😁🙏
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
siap untuk kondangan
W I 2 K: cosplay jaelangkung dong 🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
W I 2 K
diperkaos y lun..... kasiannnnnnnnn, kehormatan diblas keHormatan dibayar TUNAI !!!!!!!
〈⎳ FT. Zira
andai semua tindakann salah bisa selesai dengan satu kata, menyesal.. damailah indonesia ini🤧🤧🤧
Rizky Manik
sebenarnya aku kesal sama ayah Aryan ini, cuman kita juga harus ngerti posisi ayah Aryan, cuman Luna yg dia punya saat ini. dia cuman ingin berusaha menjaga keluarga yg tersisa agar tak terlalu menyesal
kymlove...
udah di perkosa rame2 tetap dimaafin dan gak di usir kayak kania dulu, fiks sih.. bapak blo'on matii aja kau!!
Lee Mba Young
Kita lihat bakal di usir gk di Luna itu. kl gk berarti pak Aryan cm sayang ma Luna gk sayang ma Kania.
Lee Mba Young
di perkaos pasti Luna. tp Wes gk perawan kn dia.
zahrahaifa
pasti abis diperkaos.... rasain....1 sama....kita liat pemirsah apakah anak kesayangan bakalan diusir
kymlove...
gantian lun, kamu juga ngrasain rsanya di nodai orang lain, yah meskipun km udh gak suci sih kan sisa 2 lelaki 😌
zahrahaifa
mampoooss lu ... culik aja pak.... enak bener idup lo udah berbuat jahat + mau ngebunuh orang masih aje lenggang kangkung... klo perlu buang ke tengah laut
🔥Violetta🔥: Astaga /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
berharap boleh lun,,tapi lihat keadaan lah.. masih mimpi aja🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!