TOXIC AND CONTROL
Karya: Parkha
Bagi Kinara Jose, hidup sebagai siswi penerima beasiswa berpenampilan polos dengan kacamata tebal adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dengan tenang di SMA Elite. Namun, seluruh dunianya runtuh saat ia tidak sengaja menarik perhatian Rian Pradifta.Rian—sang Tiran berwajah malaikat namun berhati iblis, cowok terkaya, terdingin, dan paling ditakuti satu sekolah. Sekali Rian mengunci pandangannya pada Kinara, tidak ada jalan keluar. Cowok itu terobsesi mengontrol setiap jengkal hidup Kinara, memutuskan dengan siapa ia bicara, ke mana ia pergi, hingga apa yang harus ia pakai.Kehidupan Kinara yang tenang kini berubah menjadi labirin yang mencekik. Rian adalah racun, namun juga satu-satunya oksigen yang tersisa untuknya. Di tengah kepungan obsesi gila itu, sebuah rahasia besar perlahan terkuak: di balik kacamata tebal dan sikap penurutnya, Kinara menyimpan pesona tersembunyi yang siap menjungkirbalikkan kuasa Rian sang Tiran
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
---Toxic and Control *BAB 30: SUMBU YANG TERBAKAR* _
---Toxic and Control
*BAB 30: SUMBU YANG TERBAKAR*
_
Pagi hari di SMA Garuda Nusantara kembali bergulir dengan ketegangan laten yang kian mengakar di antara para murid tingkat tiga. Berita mengenai runtuhnya keluarga Silla dalam waktu semalam masih menjadi momok yang teramat menakutkan, membuat koridor lantai dua mendadak senyap setiap kali Kinara Jose melangkah lewat.
Namun, di tengah atmosfer sekolah yang menekan itu, sebuah pergerakan rahasia sedang dirancang dengan sangat taktis di sudut area tangga darurat lantai tiga yang sepi.
Randy berdiri bersandar pada dinding semen dengan rahang mengeras kokoh. Sepasang matanya menatap tajam ke arah jam tangan sport hitamnya, menghitung mundur waktu sebelum bel masuk pertama berbunyi. Kesalahpahaman gila di dalam otaknya setelah mengintai kebersamaan Rian dan Kinara di rumah sakit semalam telah mencapai batas absolut. Dia tidak bisa lagi berdiam diri menyaksikan gadis yang dia puja harus berpura-pura manis dan patuh di bawah jerat kendali sang monster gila kontrol.
Begitu Randy melihat sosok mungil Kinara berjalan lunglai di ujung koridor membawa tumpukan buku tugas, dia langsung bergerak secepat kilat. Randy melangkah lebar memotong jalan Kinara, lalu dengan gerakan cepat mencengkeram pergelangan tangan cewek itu dan menariknya masuk ke dalam celah sempit di balik dinding tangga darurat yang gelap.
"Kak Randy?! Lepasin!" seru Kinara terkejut setengah mati, refleks mencoba menyentak tangannya menjauh. Jantungnya bertalu keras berkejaran dengan rasa panik karena mengingat ancaman mutlak Rian untuk menjauhi cowok di depannya ini.
"Kinara, diam sebentar! Tolong dengarkan aku!" bisik Randy parau, menatap lekat-lekat ke arah wajah polos Kinara dengan binar kepedihan yang teramat mendalam. "Aku tahu semuanya, Kinara. Aku tahu kamu terpaksa menjadi pelayan pribadi Rian murni untuk menyelamatkan beasiswaku dan membiayai pengobatan ibumu, kan?"
Kinara membelalakkan matanya sempurna di balik kacamata murahnya. "Kak Randy... kamu bicara apa, sih? Ini tidak ada hubungannya denganmu!"
"Jangan bohong lagi demi melindungiku, Kinara!" potong Randy frustrasi, cengkeraman tangannya melunak namun sarat akan permohonan yang nekat. "Semalam aku melihatmu... aku melihat Rian membawamu makan dan menjenguk ibumu di kamar VIP rumah sakit pasca-operasi. Aku tahu Rian menggunakan kekuasaan finansialnya untuk jebakmu dalam sandiwara gila ini! Jadi aku mohon, ikut aku sekarang. Aku sudah menyiapkan rencana rahasia untuk membantumu kabur dari sekolah ini dan memindahkan ibumu ke rumah sakit lain di luar kota tempat Rian tidak bisa menjangkaumu!"
DEG.
Darah di sekujur tubuh Kinara mendadak terasa mendesir sedingin es. Kepalanya berdenyut nyeri luar biasa mendengar skenario nekat yang meluncur dari bibir Randy. Kepolosan Randy yang salah paham justru menjadi sumbu pendek yang sangat berbahaya. Jika Rian sampai mengetahui aksi pencegatan ini, Kinara tahu persis sang monster gila kontrol tidak akan segan-segan meratakan sisa hidup Randy dan keluarganya dalam hitungan menit.
Kinara harus menghentikan kegilaan Randy saat ini juga. Dengan hati yang mengeras demi melindungi masa depan cowok baik itu, Kinara menyentak kasar pergelangan tangannya hingga kuncian Randy terlepas sepenuhnya. Dia menatap Randy dengan sorot mata yang sengaja dibuat sedingin dan sekejam mungkin.
"Lepaskan aku, Kak Randy! Aku tidak butuh bantuanmu!" bentak Kinara dengan suara lantang yang bergema di lorong tangga yang sunyi. "Aku melakukan semua ini bukan karena terpaksa! Aku melakukan ini semua karena aku menyukainya! Aku suka berada di samping Kak Rian! Jadi tolong... jangan pernah lancang mencampuri urusanku lagi dan menjauhlah dariku!"
Setelah menumpahkan kalimat kebohongan yang menusuk batinnya sendiri itu, Kinara langsung berbalik dengan napas memburu, berniat lari keluar dari area tangga darurat.
Namun, tepat saat dia memutari dinding pembatas tangga untuk kembali ke koridor utama, seluruh tubuh mungilnya seketika membeku kaku di tempat. Persendian jalannya serasa mati rasa dalam satu detik.
Di sana, hanya berjarak dua langkah di depannya, Rian Pradifta sedang berdiri bersandar pada dinding pilar beton dengan kedua tangan tenggelam di saku celana abu-abunya.
Atmosfer di sekitar tikungan tangga itu seketika turun drastis menjadi sedingin es yang mencekam. Jantung Kinara mencelos hebat sampai ke perut seiring paranoianya yang pecah berkeping-keping. Rian ada di sana sejak tadi. Dan melihat dari posisi berdirinya yang begitu dekat, Rian dipastikan telah mendengar dengan teramat jelas seluruh untaian kalimat pengakuan Kinara yang berteriak mengaku menyukainya barusan.
Kinara menatap Rian dengan tatapan mata yang gemetar hebat di balik lensa kacamatanya, benar-benar mati kutu dan kehilangan seluruh kata-kata.
Mendengar langsung dari bibir ranum Kinara bahwa gadis itu "menyukai dan suka berada di sampingnya", seluruh logika cerdas Rian Pradifta mendadak menguap dan runtuh tak bersisa. Orang bilang, orang yang sedang jatuh cinta akan seketika berubah menjadi bodoh—dan hukum itu berlaku mutlak untuk sang penguasa sekolah saat ini. Rian langsung salah paham besar. Otak tiraninya seketika diliputi rasa percaya diri yang teramat masif alias kegeeran setengah mati. Di dalam benaknya, dia bersorak kegirangan, meyakini bahwa pesonanya selama ini memang telah berhasil membuat si anak beasiswa bertekuk lutut.
Namun, demi menjaga gengsinya yang setinggi langit sebagai pewaris tunggal Pradifta, Rian mati-matian menahan ekspresi wajahnya. Dia tetap memasang muka kaku yang sedingin es dan acuh tak acuh, berpura-pura tidak tersentuh. Padahal, di balik seragam sekolahnya, jantung di dalam dada bidang Rian sudah berdegup dag-dig-dug dengan kecepatan gila-gilaan yang merusak kewarasannya. Parahnya lagi, kedua daun telinga Rian kini sudah memerah padam, mengkhianati seluruh ekspresi datarnya.
Rian perlahan menegakkan tubuh tegapnya yang setinggi 188 sentimeter. Dia melirik sekilas ke arah Randy yang baru saja melangkah keluar dari balik dinding tangga dengan rahang mengeras kokoh akibat syok menyaksikan kehadirannya.
Tanpa riak emosi yang meledak-ledak seperti biasa, Rian hanya menatap Randy dengan pandangan meremehkan yang teramat dingin, lalu melontarkan kalimat datar yang memotong atmosfer tegang di antara mereka.
"Udah selesai bicaranya?"
Hanya empat kata itu. Setelahnya, tanpa memberikan jeda satu detik pun bagi Randy untuk membalas atau bagi Kinara untuk membela diri, Rian langsung menjulurkan tangan kekarnya. Dengan gerakan yang tegas namun protektif, dia meraih dan mencengkeram pergelangan tangan Kinara, lalu menarik paksa gadis itu untuk melangkah lebar meninggalkan area tangga darurat.
Kinara yang masih syok hanya bisa pasrah terseret mengikuti langkah besar Rian, meninggalkan Randy yang kini terpaku membeku di tempat dengan puing-puing hati yang hancur total menyaksikan bagaimana permatanya digiring pergi tanpa perlawanan murni di bawah poros jerat kendali sang penguasa tertinggi sekolah.
---
semoga Kinara terselamatkan dr jebakan Randy
kalian yang awal bab maki2 Rian ..tetap maki2 ya soalnya Rian tobatnya masih lama wkkwkwk