NovelToon NovelToon
Suddenly Married

Suddenly Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest
Popularitas:226k
Nilai: 5
Nama Author: Aura Dwi

Seorang wanita bernama Tiara Indah Soraya yang merupakan wanita yang sukses dengan kariernya sebagai desainer dan pemilik butik terkenal.

Tapi dibalik kesuksesannya tidak sebanding dengan kisah cintanya. Diusianya yang sudah dipenghujung kepala 2 membuatnya selalu diteror oleh ibunya untuk segera menikah.

Setiap hari ibunya selalu bertanya tentang laki laki bahkan dia juga sering menjodohkannya dengan banyak laki laki tapi semuanya selalu berakhir dengan ketidakcocokan.

Hal itu membuat ibunya sangat frustasi karena di usianya yang sudah tua dia ingin sekali menimang cucu dari putri tunggalnya.

Hingga akhirnya dia bertemu dengan Rivan dan besoknya langsung diajak menikah tanpa mengetahui asal usul dari pria tersebut.

Bagaimana kehidupan Tiara setelah menikah dengan Rivan? apakah rumah tangga mereka akan bahagia atau malah sebaliknya.

yuk ikuti dan baca novel keduaku ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Menolak

Tiara ikut tersenyum saat melihat senyuman Rivan yang semakin membuat pria tersebut semakin tampan. " Hai juga hehehe..." Tiara ikut terkekeh membalas sapaan Rivan yang terdengar canggung. Lalu mereka tertawa lirih bersamaan karena merasa lucu dengan sikap mereka yang seperti anak kecil yang baru saja berkenalan.

" Apa kabar?" tanya Rivan sembari menjulurkan tangannya mengajak Tiara berjabat tangan sebagai salam pertemuan tak terduga mereka lagi.

Tentu saja Rivan sangat senang bisa bertemu dengan Tiara lagi karena beberapa hari ini Rivan sering memikirkan Tiara dengan tiba tiba. Ditambah lagi dia pernah memimpikan Tiara setelah pertemuan pertama mereka, bahkan yang aneh lagi di dalam mimpinya dia memanggil Tiara dengan sebutan ' Sayang'.

Tiara membalas jabatan tangan Rivan yang masih berdiri di hadapannya. " Kabarku baik" jawab Tiara dengan tangan keduanya yang masih berjabat. Dia tidak menyangka bisa bertemu dengan Rivan lagi bahkan setelah Rivan menolongnya, dan dia juga sampai harus memimpikan Rivan.

Kemudian Rivan berjalan ke samping Tiara, setelah mereka melepaskan jabatan tangan masing masing. Lalu Rivan langsung mendaratkan tubuhnya untuk duduk di kursi sebelah Tiara tanpa disuruh oleh siapapun. Ekor mata Tiara mengikuti setiap gerak tubuh pria yang baru dua kali ini ditemuinya secara tidak sengaja itu.

" Kamu kok ada di sini? apa kamu sakit?" tanya Rivan sambil memandangi wajah Tiara yang menurutnya sangat cantik, sambil matanya meneliti di sekitar Tiara mencari seseorang yang datang bersama Tiara.

" Bukan aku yang sakit, tapi ibuku yang sakit" jawab Tiara seketika wajahnya berubah sedih, saat mengingat keadaan ibunya yang tiba tiba drop hanya karena terlalu banyak pikiran, apalagi ibunya pasti memikirkan tentang dirinya. Secara tadi pagi mereka sempat berdebat tentang pendamping hidup Tiara.

Rivan mengangguk mendengar jawaban Tiara dan dia juga bisa melihat wajah Tiara yang seketika berubah menjadi sayu saat menjawab ibunya yang sedang sakit.

" Kamu sendiri kok bisa ada di sini?" tanya Tiara mencoba tersenyum untuk menghilangkan rasa sedihnya jika dia ada di hadapan orang lain. ' Dia pasti habis nabrak orang? lihat aja bajunya banyak bercak darah yang masih menempel di bajunya dan wajahnya terlihat kusut. Ya meskipun wajahnya masih terlihat tampan sihh...' batin Tiara sambil menelisik wajah dan baju Rivan yang duduk di sampingnya.

" Aku mengantarkan korban tabrak lari" jawab Rivan singkat sambil tersenyum tipis.

' Aku pikir dia yang nabrak, gak taunya justru dia yang menolong korban tabrak lari' batin Tiara merasa tidak enak hati sudah menuduh Rivan, padahal pria di sampingnya justru malah menolong korban tabrak lari.

Tiara hanya bisa tersenyum tipis merasa malu karena sudah menuduh yang tidak tidak pada pria di sampingnya itu. Tapi untungnya dia tidak mengatakan secara langsung, sehingga tidak sampai menyinggung pria di sampingnya. Dan seketika Tiara diam tidak berani berucap lagi karena takut jika nanti perkataannya sampai menyinggung perasaan Rivan.

" Ibu kamu sakit apa? apa beliau sudah ditangani oleh dokter?" tanya Rivan yang masih dengan setia memandang wajah Tiara yang terlihat bersemu merah seperti sedang malu.

" Sudah... ibu sudah ditangani oleh dokter, dan ibu tadi pingsan karena terlalu banyak pikiran, sehingga tensinya langsung naik dengan drastis" jawab Tiara terlihat wajahnya bersedih lagi jika sudah mengingat penyakit ibunya. "Dan sebentar lagi ibu juga sudah boleh pulang untuk dirawat di rumah saja" lanjut Tiara sesekali matanya melihat pintu ruangan UGD dan menoleh melihat Rivan yang dengan setia menatapnya sedari tadi bahkan terus tersenyum meskipun tipis.

" Terus ibu kamu sekarang ada dimana?" tanya Rivan sekali lagi.

" Ibu ada di ruangan UGD dan sekarang ditemani ayah" jawab Tiara yang melirik pria di sampingnya dengan ekor matanya. Dan dapat dilihatnya dengan jelas Rivan masih setia menatapnya dengan intens.

Ditatap dengan intens seperti itu oleh Rivan membuat Tiara menjadi salah tingkah, sehingga dia memalingkan wajahnya ke samping karena merasa malu. Sedangkan Rivan sendiri terus melihat wajah Tiara dari samping dengan senyuman yang tidak pernah luntur dari bibirnya.

Dada Tiara berdetak dengan hebat saat dia menyadari bahwa pria yang duduk di sampingnya tersebut terus saja menatap wajahnya apalagi sedari tadi juga tersenyum terus. Padahal selama ini dia tidak pernah merasakan hal seperti ini, bahkan saat dia menemui pria yang dijodohkan oleh ibunya berulang kali belum pernah dia merasa dadanya berdetak hebat seperti sekarang ini.

' Apa yang terjadi padaku?' melihat ke samping dengan tangan menyentuh dadanya. ' Jangan sampai dia mendengar dan tau dengan hal ini, bisa malu kan aku' bergumam terus dengan wajah yang terlihat semakin menggemaskan.

Tiba tiba dari arah lorong ada perawat yang datang dengan membawa beberapa map di tangannya. " Keluarga pasien bu Suci" kata perawat perempuan tersebut memanggil salah satu keluarga pasien.

Mendengar nama ibunya di panggil seketika dia menoleh ke arah perawat tersebut. " Iya sus, saya putrinya bu Suci" jawab Tiara yang langsung berdiri dan mendekati perawat perempuan tersebut dan meninggalkan Rivan sebentar yang masih setia duduk sambil melihat kearah Tiara.

" Ini semua surat suratnya ibu Suci, silahkan mbaknya mengurus semua biaya administrasinya. Lalu mbaknya bisa mengambil obatnya dan ibu Suci sudah boleh pulang setelahnya" jelas perawat tersebut pada Tiara. " Dan ini surat kontrolnya nanti dibawa saat kontrol ya mbak" lanjut perawat tersebut dan memberikan beberapa surat surat yang di bawanya pada Tiara.

" Iya sus terima kasih" ucap Tiara kemudian menerima surat surat yang diberikan oleh perawat tadi.

Sang perawat mengangguk mengiyakan lalu beranjak pergi meninggalkan Tiara dan akan kembali lagi ke tempatnya bekerja. Tiara meneliti setiap surat surat yang telah diterimanya dengan masih berdiri.

Setelah kepergian perawat tersebut Rivan beranjak berdiri dari duduknya dan menghampiri Tiara yang masih berdiri sambil melihat beberapa surat yang diterimanya. " Ayo aku antar kamu mengurus semuanya" kata Rivan yang sudah berdiri di hadapan Tiara.

Tiara langsung terlonjak karena terkejut mendengar suara Rivan yang membuyarkan konsentrasinya. Tanpa menyadari kehadiran Rivan yang kini sudah berdiri dihadapannya, karena sedari tadi Tiara dengan serius membaca surat yang diberikan oleh perawat tadi.

" Oh... aku kira siapa" jawab Tiara dengan masih dengan rasa terkejutnya. " Gak usah aku bisa mengurusnya sendiri" lanjutnya menolak ajakan Rivan secara halus.

" Sudahlah jangan menolak" sahut Rivan yang langsung mengambil surat surat yang dipegang oleh Tiara. Dan Rivan langsung membawa semua surat surat tersebut pergi dari sana.

Menyadari Rivan yang pergi membawa surat surat ibunya, Tiara langsung menyusul langkah Rivan yang lebar. Bahkan Tiara harus sedikit berlari kecil untuk menyeimbangkan jalan bersama Rivan. " Kamu gak usah repot repot lagi, aku bisa mengurus semuanya sendiri kok" ucap Tiara sambil tangannya ingin mengambil kembali surat yang ada di tangan Rivan.

" Sudahlah aku bantu, jangan menolak" mempertahankan surat surat yang ingin diambil kembali oleh Tiara.

Tidak ingin berdebat lagi, Tiara akhirnya hanya bisa pasrah membiarkan Rivan membantunya mengurus semuanya. Tapi dalam pikirannya nanti dia yang akan membayar sendiri semua biaya administrasi perawatan ibunya. Dia tidak ingin memiliki hutang budi terhadap orang lain.

1
Zurita Fanani
Luar biasa
Sumarni Rahawarin
thor tiara kapan hamilnya 😁
Dayu Kade
next👍👍
Dayu Kade
nt
Dayu Kade
next👍👍👍
Dayu Kade
next👍👍👍😍😍
Dayu Kade
next👍👍👍😍😍😍
Dayu Kade
next👍👍👍
Dayu Kade
next👍👍👍😍😍😍
Dayu Kade
next😍😍😍
Dayu Kade
next👍👍👍
💝💝Nana💝💝
lanjut kak makin seru nih
Dwi Puji Astuti
lanjut thor
Aura Dwi: ditunggu ya kak, berikan vote dan hadiahnya ya kak biar semangat nulisnya, terima kasih🙏🙏
total 1 replies
Adelia Vida
malin seru thor
Aura Dwi: terima kasih kak, terus baca kelanjutannya insyaallah makin seru kak. Dan jangan lupa dukungannya ya kak terima kasih🙏🙏
total 1 replies
Amelia Bhunda'nya Alex
suka sama ceritanya, kelanjutannya mana ini?
Aura Dwi: Sudah aku up kakak🙏🙏
total 1 replies
Aura Dwi
Baca terus kelanjutannya kak, hari ini sudah up lagi🙏🙏
💝💝Nana💝💝
kasihan banget mas Rivan harus menahan terus😁😁😁
💝💝Nana💝💝
semoga cepat sembuh Thor💪💪
Aura Dwi: makasih doanya kak
total 1 replies
Rita Agustina
syafakillah ya kakak
Aura Dwi: Amiinn🤲🤲 makasih do'anya kak🙏🙏
total 1 replies
Aura Dwi
Ditunggu kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!