NovelToon NovelToon
Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Laluna Roselyn memiliki karier yang sempurna sebagai aktris terkenal, sampai sebuah pengkhianatan menghancurkan hidupnya. Ia memergoki kekasihnya berselingkuh dengan asistennya sendiri. Dalam amarah yang tak terkendali, Laluna menyerang keduanya hingga kejadian itu terekam dan tersebar luas.

Dalam sekejap, citranya hancur. Dunia hiburan berbalik meninggalkannya, dan karier yang ia bangun bertahun-tahun berada di ujung kehancuran karena skandal tersebut.
Saat tidak memiliki pilihan lain, Laluna menerima perjodohan dari ibunya dengan Nathan Adikara, seorang pengusaha kaya yang terkenal dingin, kejam, dan sulit didekati.

Pernikahan mereka seharusnya hanya menjadi kesepakatan untuk menyelamatkan nama Laluna. Namun, hidup bersama Nathan membuatnya menemukan sisi lain dari pria itu. Di balik sikap dinginnya, Nathan ternyata adalah satu-satunya orang yang berdiri di sisinya ketika seluruh dunia menentangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Malu

Nathan terbangun dari tidurnya saat wajahnya terkena hawa panas entah dari mana. Saat ia membuka matanya, tangan kecil tengah memeluknya. Wajah gadis itu berada tepat di samping wajahnya, sehingga ia tahu bahwa hawa panas itu berasal dari nafas istri kontraknya itu.

Ia tidak buru buru bangkit, ia malah menatap wajah mungil gadis itu. Alis tipis, hidung kecil yang mancung dan bibir kecil berwarna merah muda entah kenapa membuat Nathan terus menatapnya. Hingga gadis yang tengah di tatap itu bergerak yang membuatnya buru buru memejamkan matanya.

Laluna segera mengerjapkan pandangannya saat ia melihat suami kontraknya itu tepat berada di sebelahnya, dan sialnya lagi bukan pria itu yang memeluknya melainkan dirinya sendiri.

'Astaga Laluna,' pikirnya, pipinya kembali memerah.

Laluna perlahan menarik tangannya yang masih melingkar di tubuh Nathan. Ia berusaha bergerak tanpa membangunkan pria itu, tetapi gerakannya justru membuat Nathan membuka mata.

"Kamu sudah bangun?" suara Nathan terdengar serak karena baru saja terbangun.

Laluna langsung membeku. Ia menatap pria di depannya yang kini sudah sadar sepenuhnya. Wajahnya semakin panas saat menyadari posisi mereka yang terlalu dekat.

"I-itu..." Laluna menunjuk tangannya sendiri yang tadi memeluk Nathan. "Aku tidak sengaja, jangan berpikiran macam macam."

Nathan menatap wajah Laluna yang mulai memerah. Entah kenapa melihat gadis itu malu malu membuatnya ingin tersenyum, namun ia mencoba menahan hal itu.

"Sepertinya kamu cukup nyaman tidur di dekat saya."

Laluna langsung menarik selimut hingga menutupi sebagian wajahnya.

"Aku tidak sengaja! Jangan menggodaku seperti itu!"

Nathan hanya mengangkat alis. Ia jarang melihat Laluna kehilangan kata-kata seperti ini. Biasanya gadis itu selalu memiliki jawaban untuk setiap ucapannya.

"Kamu yang memeluk saya, tetapi kenapa kamu yang kesal?"

"Diam."

Mendengar jawaban itu, Nathan hampir tersenyum. Ia bangkit dari tempat tidur dan merapikan pakaiannya. Sementara itu, Laluna masih berusaha menenangkan dirinya sendiri.

'Bagaimana bisa dia melakukan hal memalukan seperti itu?' pikirnya.

Laluna memilih untuk menutupi dirinya dengan selimut, sedangkan Nathan hanya tersenyum melihat tingkah laku dari istri kontraknya itu. Nathan segera berjalan ke arah kamar mandi, untuk menggosok gigi dan membersihkan dirinya. Saat terdengar suara air, Laluna perlahan menurunkan selimutnya yang menutupi wajahnya.

Ia menggoyang goyang kan kakinya, merasa malu dengan sikap bodohnya itu. Saat ia mau bangkit dan berjalan keluar, dari arah belakang suara bariton kembali terdengar yang membuatnya buru buru terdiam di depan pintu.

"Kamu tidak menggosok gigimu dulu? Bersihkan dirimu dulu baru makan bersama saya dan keluarga saya."

Laluna yang sudah memegang gagang pintu langsung berhenti. Ia menoleh perlahan ke arah Nathan yang berdiri di depan kamar mandi dengan rambut sedikit basah setelah mencuci wajahnya.

"Aku bisa mengurus diriku sendiri, kamu tidak usah cerewet seperti itu," jawab Laluna pelan, masih berusaha menyembunyikan rasa malunya.

Nathan menyandarkan tubuhnya di sisi pintu kamar mandi. Tatapannya terlihat tenang, tetapi ada sedikit senyuman yang membuat Laluna semakin salah tingkah.

"Saya tahu. Tetapi hari ini kamu akan bertemu keluarga saya sebagai istri saya. Setidaknya berikan kesan yang baik, bukankah di kontrak sudah terlihat jelas bahwa kita harus bersikap selayaknya suami istri di hadapan keluarga saya dan keluargamu, dengan kamu berpakaian seperti itu keluar dari kamar yang anda nanti saya akan dipermalukan oleh yang lain."

Mendengar kata istri saya, jantung Laluna tiba-tiba berdetak lebih cepat. Ia masih belum terbiasa mendengar Nathan mengatakan hal itu dengan begitu mudah.

"Kamu jangan terus mengingatkanku kalau kita menikah kontrak," gumam Laluna sambil mengambil pakaian yang sudah ia siapkan.

Nathan terdiam sejenak. Ia memperhatikan ekspresi Laluna yang tiba-tiba berubah. Ada sesuatu dalam nada suaranya yang terdengar berbeda, seolah gadis itu sedikit tidak suka ketika hubungan mereka disebut hanya sebagai sebuah kontrak. Namun sebelum ia sempat mengatakan sesuatu, Laluna sudah berjalan masuk ke kamar mandi.

"Dan jangan berpikir aneh-aneh karena kejadian tadi pagi," suara Laluna terdengar dari balik pintu.

Nathan mengangkat alis. "Kejadian tadi pagi?" ulangnya, pura pura tidak tahu.

"Jangan pura-pura lupa!" sahut Laluna cepat. "Aku memelukmu saat tidur, itu hanya kecelakaan."

Nathan menahan senyum. "Saya tidak mengatakan apa pun. Kamu sendiri yang terus membahasnya," ujarnya, santai.

"Diam! Jangan menggodaku lagi," teriak Laluna, tidak terima.

Nathan akhirnya tersenyum kecil. Ia tidak menyangka gadis yang biasanya berani melawannya ternyata bisa menjadi sangat gugup hanya karena hal sederhana.

"Baiklah. Saya akan diam."

Beberapa menit kemudian Laluna keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang lebih rapi. Ia mengenakan dress sederhana yang diberikan oleh ibu Nathan, rambutnya dibiarkan tergerai dengan rapi.

Nathan yang sedang melihat ponselnya tanpa sadar mengangkat pandangan. Untuk beberapa detik, ia hanya diam. Laluna menyadari tatapan itu dan langsung mengerutkan kening.

"Kenapa apa tidak cocok?" tanyanya, bingung.

Nathan buru buru menggeleng, ia segera bangkit dan menarik tangan Laluna untuk digenggam. Pasangan itu segera turun dari tangga menuju ke arah dapur beberapa pelayan yang melihat itu tampak kagum dengan Nathan dan Laluna yang terlihat sangat cocok. Sesampainya di ruang makan, semua keluarga sudah berkumpul. Ibu mertuanya segera berjalan mendekat ke arah Laluna dan mengajaknya untuk duduk di sebelahnya.

"Sini sayang, akhirnya kamu datang juga," ujarnya, lembut.

Setelah Laluna duduk, ia menatap ke arah kakak perempuan Nathan dan adik laki lakinya, ia tersenyum manis sambil melambaikan tangannya.

"Selamat pagi," ujarnya.

Namun, melihat itu Valora tidak peduli, sedangkan adik laki laki Nathan yaitu Rendra membalas lambai tangan itu.

"Selamat pagi kak Laluna, enak ga tidur bareng bang Nathan," ujarnya, sambil tersenyum menggoda yang membuat Nathan menatap tajam ke arahnya.

"Jaga bicaramu itu Rendra!" suara dingin Nathan kembali terdengar.

Rendra langsung tertawa kecil melihat ekspresi kakaknya yang berubah dingin. Ia sudah terbiasa melihat Nathan yang selalu tenang menghadapi apa pun, tetapi melihat pria itu kehilangan kendali hanya karena sebuah godaan kecil membuatnya merasa menemukan sesuatu yang menarik.

"Aku hanya bertanya, Bang. Kenapa langsung marah?" katanya sambil mengangkat kedua tangannya, berpura-pura menyerah.

Laluna yang mendengar itu langsung tersedak kecil. Wajahnya kembali memerah saat mengingat kejadian pagi tadi. Nathan menatap Rendra dengan tatapan peringatan.

"Kalau kamu masih ingin sarapan dengan tenang, berhenti berbicara sembarangan."

Rendra hanya terkekeh lalu kembali mengambil makanannya. Sementara itu, Valora yang sejak tadi diam hanya melirik Laluna sekilas. Berbeda dengan Rendra, ibu dan ayah mereka yang terlihat menerima kehadiran Laluna, kakak perempuan Nathan itu tampak masih menjaga jarak.

Laluna menyadari tatapan tersebut, tetapi ia memilih untuk tidak memedulikannya. Ia tahu tidak semua orang akan langsung menerimanya, terlebih pernikahan dirinya dan Nathan terjadi secara tiba-tiba. Ibu Nathan yang duduk di sampingnya segera mengambilkan beberapa makanan untuk Laluna.

"Makan yang banyak, sayang. Kamu terlihat sedikit kurus."

Laluna tersenyum kecil. "Terima kasih, Tante, ah maksud saya mama. Saya bisa mengambil sendiri."

1
Sri Sulastri
ceritanya bagus .sngga bosan untuk membacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!