namaku siti ,aku nikah gantung di usia ku yang baru 11 th tapi dia adalah cinta pertama ku setelah ayah.
salahkah bila aku jatuh cinta pada nya sementara ia menganggapku adiknya saja padahal aku dan dia telah terikat dalam pernikahan.
Siti arora tanpa sadar melakukan Kawin gantung di usia dini
setelah sadar ia jatuh cinta pada sang kakak ia bertekad memperjuangkan cinta nya dengan jalan apapun.
Sementara Romi anggara tetap kukuh menggangap Siti hanyalah adik kecil nya.
mampukan Siti bertahan dengan cinta nya yang mendarah daging hingga waktu juga yang menjawab yang membuat ia menyerah atau kah meraih cinta pada sang kakak
mampir dan beri komen yang membangun ya guys.udah mau baca aja author udah sukur apalagi kalau mau like dan vote hehehe
Author nya masih belajar harap maklum
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
jebakan
Di ruangan vvip club...
Romi kembali menemui Ronald sang CEO mesum teman sefakultasnya dulu karena putus asa dengan desakan papanya.Malam ini ia hadir di club karena teman nya ini mengundang dirinya secara langsung lewat hp.
Tanpa di sangka di ruangan vvip yang luas ini hadir juga beberapa teman lama Romi yang pernah di tawarinya saham juga.yang lebih menyesakkan dada adalah kehadiran Adel yang bergelayut manja pada Ronald.Ia hanya memandang Romi melalui ujung matanya malas.
"Romi akhirnya kamu datang juga,silahkan duduk" Kata Ronald ramah penuh maksud.Romi duduk di kursi paling ujung karena ia risih dengan Adel yang berlagak tak pernah kenal itu.
Hampir setengah jam mereka berbada basi hinggalah duan menyela dengan santainya menanyakan perihal saham nya yang masih saja belum terjual itu.
Di sana harga diri seorang Romi di pertanyakan oleh teman temannya sendiri.
"purnomo star saham nya bagai kertas sekarang ini, buang sajalah kertas kertas tak berguna itu kelaut hahaha" Rudi memang dari dulu selalu iri dan dengki sejak di bangku kuliah
"Tapi kudengar ada konglomerat yang mau menikah kan putrinya dengan mu benarkah?" timpal axel pria bertubuh buncit yang duduk di samping Adel
"Perempuan itu pasti sudah gila apa yang bisa di bangga kan dari seorang Romi?" Jawab Adel mengompori
"Del hebat mana aku atau Romi di ranjang ha sayang?" Tanya Ronald pada adel yang masih setia memeluk Ronald dengan erat.
"Tentu saja kau sayang ,menurutku kemampuan ranjang nya buasa biasa saja ia bahkan tak seujung kuku pun bila di bandung dirimi,Romi KO di menit ke lima hihihi"
"Baru lima menit KO hahaha pantasan Adel minta putus udah di kantong kalah di ranjang apa lagi ck ck ck!" timpal axel
Romi bangun dengan marah ia berniat meninggal kan club tapi di tahan Ronald.
"Rom gue beli saham lu dengan syarat lu temani kami minum minum malam ini oke?" melihat secercah harapan Romi duduk kembali paling tidak ia harus mengalah kali ini. melihat Romi kembali dudul ia memberikan osyarat mata ke axel yang tentu saja tak di lihat oleh Romi.mendapat isyarat dari Ronald axel keluar ruangan memanggil pelayan.
"Kamu isi gelas unguk lelaki itu dengan obat ini ,kemudian panggil sepuluh gadis termahal di club ini paham?" pelayan club menyeringai karena di kasih tips yang besar.
"Mampus lu Rom obat kali ini dosis nya gede hahaha!" ia tertawa senang hal ini di tangkap Paijo yang sedang melintas ingin ke toilet.
Melalui info dari Paijo ,Yogi menelpon Rara yang lagi tiduran cantik di kasur empuk nya ia memang tidur lebih awal karena akan berangkat pagi pagi sekali ke jakarta.
Begitu dapat kabar Rara langsung ke club yang di maksud Yogi.
"Gimana yo?"
"Duh benar bener ya laki lu goblok,di suruh minum alkohol bercampur obat peransang aja mau dia ck ck k"
*Hem kudengar lagi ya,tuh obat dosis gede Ra,bakal koit kalo nggak dapat sarang nah lukan bini nua kan bisa dong ejem ehem ya kan?" lima cowok lajang dari OB senior malah tersenyum penuh maksud pada Rara.
"Oke kalian bantu aku dan Yogi buka satu kamar di hotel xxxxx ya"
"Siap bos!" Segera saja mereka ke ruangan yang di maksud Paijo. Di sana Romi dengan muka memerah penuh nafsu meraih Adel yang tentu saja di tolak mentah mentah.
Beberapa gadis yang memakai pakaian serba minim tak luput menggoda Romi dengan gaya yang di buat buat. Tentu saja ini membuat Rara marah besar
Brakkk....
Pintu ruangan di buka secara kasar di sana ada empat lelaki dengan Rara satu satunya cewek.ia menatap marah pada kelakuan yang tak wajar mereka.
" Wow dewi OB,kenapa kemari mau main juga?"Adel yang paling terkejut di sini karena ia cukup mengenal Rara sebagai Siti
"Siti kau.....
" Adelia riskan ,kalian bejat memperlakukan dia seperti ini bukan kah kalian pernah saling cinta setengah mati?" pekik nya melihat Romi sudah telanjang dada berusaha meraih para gadis yang berlari kecil menghindar dari tangkapan nya.ia kelihatan kepayahan dengan peluh mengucur di kening nya.
" Heh Siti ambil tu kalo mau aku sih udah muak kali ya hihihi" Jrlas saja muak kini Romi bagai ikan kering yang tak mampu memberi nya segala kemewahan lagi.
"Ra kalo dia ngak bakalan bisa muasin kamu, ayo rasain senjata ku di jamin bakal ketagihan hahaha" kata exel vulgar
" Kurang ajar kalian ,tunggu pembalasan ku?"
" kenapa tidak sekarang sayang?" Ronald menarik Rara ke dalam pelukan nya tapi sebuah tangan menghalanginya
Buk.
gdbuk
dua tonjokan mendarat di perut Ronald celakanya dia mengenal lelaki yang melakukan itu. itu hanyalah sekelompok OB yang tak berarti.
"Kalian di pecat!!!!!
" Siapa takut iyakan Ra?" tentu saja mereka takut tapi mereka tau rata tak bakal membiarkan teman nya begitu saja. Bukankah puput saja kini bisa bangkit karena tangan dingin nya
Sementara itu Romi tetap saja menolak Rara,ia masih waras hingga mau melampiaskan birahinya pada adek sendiri meski ia tau resikonya bila tak mendapat pelampiasan ia bahkan memilih lari ke sudut toilet dan takkan malu untuk bersolo karier di sana meski ragu hal ini bisa menghilang kan efek obat. mungkin pulang dan merendam diri ke air es seperti di novel novel itu kali ya pikirnya.
"Pecat saja kalau bisa!" tanpa di duga Rara menelpon papa Adel,bukan Adelia Riskan mantan pacar Romi tapi Ratu delilah teman Rara yang memang di panggil adel juga.Tentu saja Ronald tak tau dengan siapa gadis itu bicara sekarang.
"Halo om,putuskan kejasama dengan xxx sekarang juga, mereka hanya mengulur waktu sekarang suami Siti di jadi korban pelecehan nya!"
..........
"oke om makasih"
"Siapa itu ,polisi? nggak bakalan mempan sayang,kau tau kedudukan ku di sini karena syku mau aja, perusahaan ini milik ayahku jadi ya kekayaan ku bahkan bisa membeli polisi" ponggah sekali dia pantas masalah ini tak kunjung selrsai rupanya ia berkaitan langsung dengan yang empunya perusahaan.
"Tunggu lah pembalasan ku "
Romi masih tetap menolak di bantu Rara ia bahkan tak mau di sentuh gadis itu.tak ada cara lain ia di tarik paksa keluar oleh OB senior.Yogi yang telah menunggu dengan sebuah mobil di area parkir membantu membawa Romi ke mobil.Setelah itu mereka meninggal kan club bersama tapi dengan mobil yang lain.