NovelToon NovelToon
Sistem Keuntungan Usaha

Sistem Keuntungan Usaha

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Setelah lelah menjalani hidup yang penuh kegagalan, Arga memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Namun, ironisnya ia tewas.

Saat membuka mata, ia kembali ke masa SMA, titik awal kehidupan buruknya. Bedanya, kini ia memperoleh Sistem Keuntungan Usaha yang membuat setiap bisnis yang berhasil memberinya hadiah melimpah.

Di kehidupan kedua ini, Arga bertekad mengubah nasib dan membangun kerajaan bisnisnya sejak masih berseragam sekolah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Rencana gagal

"Eh? Bukan begitu, Bu. Dia yang sudah membantu Diana tadi. Diana cuma gak enak kalau dia langsung pulang."

​Arga melempar senyum ramah. "Permisi, Tante. Nama saya Arga."

​Ibu Diana memperhatikan wajah Arga dari atas sampai bawah. 'Hm, tampan, ramah, dan gak terlihat seperti pria nakal,' batin sang ibu menilai.

​Mereka bertiga kemudian duduk di sofa ruang tamu. Arga merasa sedikit risih karena Diana memilih duduk mepet di sebelahnya.

​"Kalau dia jadi adik Diana, pasti lucu ya, Bu? Rumah kita gak bakal sepi lagi," celetuk Diana.

​Sang ibu tersenyum tipis. Kehadiran Arga entah bagaimana membawa kehangatan di rumah yang biasanya sunyi itu. "Jadi dia masih SMA? Sayang sekali..."

​"Apa maksud Ibu dengan sayang sekali?" tanya Diana bingung.

​Arga hanya diam menyimak. Tak lama, ibu Diana menyuguhkan camilan dan minuman, yang langsung disantap Arga tanpa sungkan.

​Saat jam menunjukkan pukul 9 malam, Arga bangkit berdiri untuk pamit pulang. Namun, ibu Diana langsung menahannya. "Dek Arga, sudah malam begini. Menginap saja di sini, ada kamar kosong di lantai atas."

​Arga tertegun heran. 'Baru sekali ketemu sudah seakrab ini sampai disuruh menginap?' batinnya.

​"Gak usah, Tante. Gak enak sama tetangga nanti," tolak Arga dengan agak kikuk.

​Karena Arga bersikeras, mereka akhirnya tidak bisa memaksa. Diana dan ibunya mengantar Arga sampai ke depan pagar dengan raut khawatir.

​"Mobilku lagi rusak di bengkel, jadi sayang sekali gak bisa mengantarmu pulang," ujar Diana merasa bersalah.

​"Hati-hati di jalan ya, Dek Arga. Jangan lupa mampir ke sini lagi," tambah sang ibu hangat.

​"Diusahakan, Tante. Kalau begitu saya pamit dulu."

​Saat Arga mulai berjalan menjauh, Diana berteriak setengah berbisik, "Awas ya kalau gak main ke sini lagi! Kalau kamu datang, nanti aku ajari cara investasi deh!"

​Arga tidak menyahut, namun dalam hati ia langsung tertarik. 'Investasi? Sudah aku pikirkan juga.'

​Setelah sosok Arga menghilang di tikungan jalan, ibu Diana menoleh ke putrinya. "Anak yang unik. Sayang sekali dia masih SMA."

​"Maksud Ibu apa sih?"

​"Kalau dia sudah kuliah atau kerja, kan bisa Ibu jadikan menantu."

​"Iih, Ibu! Dia itu masih bocah!" seru Diana.

​Di tengah perjalanan pulang, langkah kaki Arga terhenti saat melihat seorang pria punk sedang tiduran berbantalkan ransel di emperan ruko yang tutup.

Entah kenapa, Arga merasa tertarik. Ia berjalan mendekat lalu ikut duduk santai di sebelahnya.

​Anak punk itu langsung terbangun karena kaget. Ia melotot waspada. "Heh, siapa kamu?!"

​"Santai saja, Bang. Sendirian saja di sini? Gak takut tidur di emperan jalan begini?" tanya Arga santai sambil menyodorkan sebungkus rokok.

​Anak punk itu menaikkan sebelah alisnya, heran melihat ketenangan orang depannya. 'Ni orang santai banget,' pikirnya.

​"Takut? Gak punya duit jauh lebih ngeri daripada setan, Dek. Makasih rokoknya," ujarnya sambil mengambil sebatang.

​Arga menyalakan pemantik api untuk membantunya menyulut rokok tersebut. "Biasanya anak punk kan suka nongkrong bareng gengnya, kok Abang malah sendirian?"

​"Aku memang lebih suka sendiri. Punk solo, wkwk," sahutnya sambil mengembuskan asap rokok.

​Arga ikut tertawa kecil. "Keren juga tuh."

...****************...

​Sementara itu, di sisi lain.

​Devan, Hendra, dan beberapa anggota gengnya sudah bersiap dengan mengenakan pakaian serbahitam lengkap dengan masker penutup wajah.

​"Kok dia gak lewat-lewat sih? Apa sudah pulang duluan?" tanya Hendra dengan nada kesal sambil sesekali mengintip ke jalan utama.

​Devan menggeleng. "Belum pulang. Tadi aku sempat telepon adikku di rumah, katanya Arga belum kelihatan. Biasanya dia selalu jalan kaki lewat rute ini kalau mau pulang."

​Hendra mendengus kasar. "Sialan! Padahal si Reina sudah berhasil kita buat pingsan di kamar hotel itu, tapi target utamanya malah gak muncul-muncul. Beruntung banget sih tuh anak haram! Bangsat!" maki Hendra frustrasi

1
Raka Ar
sempurna 🌟
Sistem one: Terima kasih banyak😍😍😍👍pantengin terus kak
total 1 replies
Jujun Adnin
lemah
GHEAN RAKHENZA
g seru
Sistem one: Thank you kak👍
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Jujun Adnin
uang nya di buang terus
Sistem one: hehe, nanti di tabung kak/Smile/🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Sistem one: siapp kak🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lagi
Jujun Adnin
ok
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣ngadepin orang kayak mereka emang harus licik🤣🤣🤣🤣
Wega Luna: mantap👍
total 2 replies
Jujun Adnin
up yang banyak
Jujun Adnin
lanjut
Zzzz: 🥳/Coffee/
total 1 replies
Gege
yoklaah Arga... putar balikkan keadaan dengan sistem milikmuuh..🤣🤭 cari Luna di laut siapa tau bikin restoran lagi..😄🤭
Sistem one: gak ada si dugong Luna di sini wkwk😂
total 1 replies
Gege
ada duyungnya engga ini Thor.. itu duyung belom di temukan lagi kah Thor..
Sistem one: sudah tamat kok yang duyung wkwk. sudah ketemu lagi di Bab bonus.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!