NovelToon NovelToon
Warisan Kitab Inti Jagat

Warisan Kitab Inti Jagat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Asep agustian

Mahesa seorang OB culun dan miskin mendapatkan kitab sakti dan merubah hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asep agustian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Benih-benih kekaguman

Setelah puas menguras tenaga Mahesa dengan memborong berbagai barang berat termasuk set dumble besi dari toko olahraga, Alena akhirnya memutuskan untuk menyudahi aksi belanja gilanya. Mereka kini berjalan menyusuri koridor area parkir VIP bawah tanah yang ber-AC, menuju sedan sport merah menyala milik Alena. Mahesa berjalan dua langkah di belakangnya, membawa seluruh tumpukan kantong belanjaan itu dengan kedua lengan kekarnya menggunakan sokongan energi murni Kitab Inti Jagat. Fisiknya sama sekali tidak berguncang, melangkah konstan dengan wibawa penuh laksana seorang pengawal kelas dunia.

"Taruh semua barangnya di bagasi belakang, Mahesa. Jangan sampai ada kotak sepatu yang penyok, awas aja lu kalau lecet!" perintah Alena dengan nada suara yang sengaja dibuat ketus, sembari menekan tombol navigasi kunci otomatis pada remot mobilnya.

"Baik, Nona Alena. Semuanya akan saya tata dengan rapi, sesuai permintaan, nona," jawab Mahesa dengan nada suara berat yang terdengar sangat tenang dan berwibawa.

Mahesa bergerak ke belakang mobil, membuka bagasi, dan menata puluhan kantong belanjaan itu dengan kecepatan serta kerapian tingkat tinggi. Sementara itu, Alena berdiri di samping pintu kemudi, melepas kacamata hitam mahalnya lalu mengembuskan napas panjang. Ego manjanya yang tidak mau kalah dari siapa pun perlahan mulai memudar, digantikan oleh rasa lelah yang menjalar di kedua kakinya. Namun, rasa penasaran batinnya terhadap sosok Mahesa justru semakin membubung tinggi sejak insiden semalam.

Tepat ketika Mahesa baru saja menutup pintu bagasi belakang dengan bunyi dentuman halus, sebuah anomali taktis kembali tertangkap oleh indra super Mahesa. Dari arah tikungan jalur keluar parkiran, sebuah mobil boks logistik berukuran sedang melaju dengan kecepatan di luar batas kewajaran untuk area bawah tanah. Ban mobil tersebut mencicit nyaring di atas lantai semen yang licin, kehilangan kendali akibat rem blong atau kelalaian pengemudi, dan moncong mobilnya meluncur lurus ke arah posisi Alena yang sedang berdiri membelakangi jalur.

"Nona, awas!" seru Mahesa dengan penuh ketegasan darurat, matanya berkilat tajam memancarkan aura protektif yang kuat.

Alena yang mendengar teriakan itu langsung menoleh dengan wajah polos, namun tubuh manjanya mendadak kaku, membeku di tempat karena syok melihat bayangan bodi mobil boks besar yang kian mendekat dalam hitungan detik. Kematian atau cedera parah seolah sudah berada di depan matanya.

Sebelum moncong besi mobil boks itu sempat menyentuh seujung kuku Alena, Mahesa sudah bergerak melompati kap mobil sport dengan kecepatan yang melampaui batas pandangan mata manusia awam. Tangan kanannya yang kekar mencengkeram pinggang ramping Alena, menarik tubuh mungil wanita itu ke dalam dekapan dadanya yang bidang sekeras baja, sementara kaki kirinya menendang tiang pilar beton di samping mereka untuk melentingkan tubuh mereka berdua menjauh dari jalur tabrakan.

BRRAAAKKK!

Mobil boks tersebut menghantam pembatas besi dan pilar beton dengan keras hingga menimbulkan suara dentuman yang memekakkan telinga di dalam basemen sepi itu. Serpihan semen dan debu halus berterbangan di udara, namun Alena sama sekali tidak merasakan hantaman fisik sedikit pun.

Saat ini, di balik bayangan pilar beton yang aman, Alena mendapati dirinya terperangkap sepenuhnya di dalam lingkaran lengan kekar Mahesa. Tubuh mereka menempel begitu rapat, tanpa ada jarak yang memisahkan. Aroma parfum maskulin bercampur dengan hawa hangat yang memancar dari tubuh Mahesa merasuk kuat ke dalam indra penciuman Alena.

Alena terpaku membisu dengan jantung yang berdegup sangat kencang, melompat-lompat tak beraturan di dalam rongga dadanya. Dalam jarak yang hanya tersisa beberapa sentimeter ini, untuk pertama kalinya Alena melihat dengan sangat jelas betapa tampan dan gagahnya wajah Mahesa tanpa kacamata culunnya. Garis rahangnya begitu tegas dan maskulin, hidungnya mancung sempurna, dan sepasang mata elangnya yang jernih memancarkan kedalaman jiwa yang begitu tenang dan menghanyutkan batin. Setelan jas hitam premiumnya yang kini sedikit terbuka menampilkan siluet bidang dadanya yang sangat kokoh, memberikan sensasi perlindungan yang teramat sangat kuat bagi Alena.

Selama beberapa detik yang terasa berjalan lambat seperti keabadian, Alena hanya bisa menatap lekat bibir tegas Mahesa, benar-benar terpesona dan terpikat oleh karisma ketampanan misterius yang dimiliki oleh mantan OB yang paling ia benci itu. Seluruh keangkuhan dan gengsi triliunernya mendadak runtuh tak bersisa, digantikan oleh benih-benih kekaguman murni seorang wanita terhadap sosok pria sejati yang baru saja menyelamatkan nyawanya.

Mahesa menurunkan pandangannya, menatap sepasang mata indah Alena yang sedang menatapnya tanpa kedip. "Nona Alena, apakah Anda terluka? Ada bagian tubuh yang terasa sakit?" tanya Mahesa dengan nada suara beratnya yang terdengar sangat lembut, penuh perhatian yang tulus.

Mendengar suara Mahesa yang memecah keheningan, kesadaran Alena mendadak tersentak kembali ke dunia nyata. Sadar bahwa dirinya baru saja terpesona setengah mati dan menatap pengawalnya dengan pandangan memuja, wajah cantik Alena seketika merona merah padam hingga ke ujung telinganya karena rasa malu yang teramat sangat kontras. Ia langsung mendorong dada bidang Mahesa dengan kedua tangannya untuk menjauhkan diri, meski cengkeramannya terasa agak lemas.

"Lu... lu ngapain sih peluk-peluk gua kayak gini?! Lepasin nggak!" bentak Alena dengan sengaja dibuat melengking tinggi, berusaha keras menutupi kegugupan batinnya dan memungkiri rasa terpesona yang baru saja ia rasakan.

Mahesa segera melepaskan pegangannya secara anggun, lalu mundur dua langkah dan membungkukkan tubuh tegapnya dengan sikap hormat yang konsisten. "Mohon maaf yang sebesar-besarnya, Nona. Tindakan saya tadi murni hanya untuk evakuasi darurat demi keselamatan nyawa Nona dari hantaman mobil tersebut," jelas Mahesa, tetap menjaga ketenangan jiwanya laksana batu karang di tengah lautan luas, tanpa sedikit pun merasa terganggu oleh bentakan Alena.

Alena memalingkan wajah cantiknya dengan cepat, berpura-pura merapikan kemeja sutra putihnya yang sedikit berantakan akibat gesekan tadi. Dadanya masih naik turun dengan ritme cepat, bukan hanya karena sisa rasa syok akibat hampir tertabrak, melainkan karena gejolak emosi aneh yang terus berputar di dalam hatinya setiap kali mengingat betapa dekatnya wajah tampan Mahesa tadi.

"Halah! Alasan aja lu! Lu sengaja kan cari kesempatan dalam kesempitan biar bisa meluk gua?!" tuding Alena dengan kalimat yang penuh dengan penolakan ego kemanjaannya, mencoba membohongi nuraninya sendiri yang sebenarnya merasa sangat nyaman berada di dalam dekapan hangat pria itu. "Lagian lu kalau mau nolongin gua nggak usah pakai adegan peluk-peluk begini bisa kan?! Bikin baju mahal gua jadi kusut tahu nggak!"

Mahesa melirik ke arah mobil boks yang supirnya kini sudah turun dengan wajah pucat dan lingkung berdiri di samping mobilnya.

"Sekali lagi saya meminta maaf atas ketidaknyamanan yang Nona rasakan. Saya siap menerima hukuman atau potongan gaji jika Nona merasa tindakan saya melanggar batas," ucap Mahesa dengan intonasi suara yang sangat teratur, jernih, dan dewasa.

Mendengar kepasrahan Mahesa yang tetap tenang menghadapi tuduhan palsunya, Alena mendadak merasa bersalah di dalam lubuk hatinya. Ia tahu persis bahwa jika bukan karena kecepatan kilat Mahesa, dirinya saat ini pasti sudah bersimbah darah di bawah kolong mobil boks itu. Ego manjanya yang tidak mau kalah dari siapa pun bertarung hebat dengan rasa terima kasih yang mendalam di dalam benaknya.

"Udah, udah! Nggak usah bahas potong gaji segala! Bikin pusing aja lu!" ketus Alena akhirnya, merogoh kunci mobilnya dari dalam tas dengan tangan yang masih sedikit bergetar gugup. "Urus tuh supir mobil boksnya, jangan sampai dia kabur sebelum ganti rugi lecet di bemper mobil gua! Gua mau tunggu di dalam mobil, AC-nya nyalain yang dingin!"

"Baik, Nona Alena. Segala urusan insiden ini akan saya selesaikan dalam waktu lima menit. Silakan masuk ke dalam mobil," sahut Mahesa sembari melangkah maju secara cekatan untuk membukakan pintu kemudi mobil sport merah tersebut bagi sang nona besar.

Alena langsung masuk ke dalam mobil tanpa menatap mata Mahesa lagi, segera menutup pintu kaca dengan rapat. Dari balik kaca film yang gelap, Alena menyandarkan punggungnya ke jok kulit mewah, lalu menyentuh dadanya sendiri yang masih berdegup kencang. Ia melirik keluar jendela, melihat siluet tubuh tegap Mahesa yang sedang berbicara dengan supir boks dan petugas keamanan mal yang baru berdatangan.

"Nggak... nggak mungkin gua suka sama mantan OB culun kayak dia. Dia itu cuma babu sewaan Papa, Alena! Lu pasti cuma lapar makanya pikiran lu jadi ngaco begini!" bisik Alena pada dirinya sendiri dengan nada suara yang rapuh, mencoba memungkiri kenyataan bahwa benih-benih kekaguman mendalam telah resmi tertanam di dalam hatinya seiring dengan bayang-bayang perlindungan Mahesa yang kian hari kian terasa tak tergantikan di dalam lembaran kehidupannya yang penuh dengan konflik ini.

1
anggita
ikut dukung like👍aja.
Dewa Naga 🐲🐉
pandai Mahesa bermain kata..kata...👍
Dewa Naga 🐲🐉
mantap..seru...👍👍👍
Dewa Naga 🐲🐉
seru...
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp....👍
Agus Susilo
💪💪💪💪
Agus Susilo
makin terkenal musuh makin banyak dan kuat Thor MC nya harusnya dibekali ilmu beladiri serta kekuatan magis untuk pengobatan kronis dan jaga diri dari musuh yg mengancam
Gege
kaaan...kaaan... ketebak Thor jalan ceritamu..🤣🤭..ulur teroos sampai ratusan episode Thor..💪
Gege
ceritanya menghibur mirip sinetron ikan terbang
Gege
aku ga kepancing Thor sama narasimu.. paling juga Alena mabok di club trus terjadilah adegan dewasa tanpa disengaja.. trus ada plot wanita lain menyukai Mahesa dan Alena cemburu.. tarik teruus sampe episode berjilid Thor..🤣🤣🤭
Gege
yaah gaji OB 4jt All in, dikalikan 20 baru 80jt Thor.. pikir ditawari gaji 200jt gitu si Sasa Mahesa...🤭🤣
Paksu82: sisanya buat author boskyu... 🤭🤭🙏
total 1 replies
Gege
apakah MC bakalan dapat gaji ratusan juta? yoooklah gass updatenya 10k kata thor
Paksu82: di bayar pakai cinta boskyu...🤭🙏
total 1 replies
Gege
pikir Mahesa mau jadi tukang pijet dengan keahlian kita warisan kuno, eeeh malah mau jadi tukang kawal a.k.a bodyguard...🤭🤣
Paksu82: 🤭 idenya tadinya dari film jetli boskyu, kemren lihat filemnya jadi aja keluar ide ini, semoga suka boskyu...
total 1 replies
Gege
bahas padi ada pepatah Thor dijaman sekarang. ilmunya seperti padi tapi berasnya import...🤣
Paksu82: beras lokal mahal boskyu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Hentri Gunawan
lanjut kn thor
Gege
Yoo gass lagi Thor..ide ceritanya keren ini... bikin enteng saja, yang penting ngalir Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!