"Jangan dekat rawa itu!"
semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.
Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Semua beda
Purnama bergerak cepat mendatangi rumah bu ita ketika dia sudah mendapat telepon dari wanita tua, tahu sendiri bahwa posisi seperti ini begitu penting sehingga dia tidak boleh lengah dan larut segera mendatangi agar saksi utama jangan sampai mati karena dibantai juga oleh pelaku itu, bahaya bila Purnama sampai datang terlambat.
Ini adalah kesempatan langka untuk Purnama karena selama ini tidak ada saksi yang melihat bagaimana bentuk dan wujud iblis tersebut, dengan Bu Ita bisa menyaksikan sendiri maka wanita itu akan menjadi saksi utama dan dia segera mendatangi rumah Bu Ita untuk konfirmasi apakah memang iblis itu salah satu member yang ada di agensi milik Ratu Ular.
Dok, Dok.
''Bu ada yang datang!'' Linda yang sedang memeluk Bu Ita mendengar suara pintu diketuk dari luar.
''Kau tanya dulu siapa itu dan jangan langsung membuka pintu!'' Bu Ita teringat dengan pesan yang telah diberikan oleh Purnama tadi.
''Oh ya, Jadi bagaimana aku bertanya saat akan membuka pintu?'' Linda Masih belum paham namun dia menyadari ini ada yang tidak beres.
Bu kita tidak ingin menjelaskan panjang lebar karena dia tahu urusan ini semakin rumit dan waktu yang dia miliki juga tidak seberapa banyak, segera dirinya sendiri yang membuka pintu itu dan dia sebelumnya bertanya juga apakah yang datang memang Purnama atau ada iblis yang sedang mengganggu lagi.
''Siapa di luar?'' Bu Ita bertanya dengan suara agak gemetar.
''Ini aku.'' suara itu menyahut dan sangat persis sekali dengan suara milik.
Wuussssh.
Braaaaak.
''Hah!'' Bu Ita baru saja akan membuka pintu namun dia mendengar suara bantingan yang begitu keras dari arah luar.
Linda juga mendengar suara itu sehingga dia langsung menghampiri Bu Ita dan memeluk agar wanita ini bisa sedikit, sementara di luar sana memang terjadi pertengkaran antara purnama dan juga iblis yang sedang menyaru itu sehingga ratu ular menjadi semakin emosi dan siap membantai lawan tersebut.
Terlambat sedikit saja makan nanti Bu Ita pasti tidak akan selamat dan saksi itu tidak bisa Purnama temui, namun Purnama mengetahui jelas bahwa yang sedang menyaru untuk membantai Bu Ita juga ini bukan iblis dari rawa itu karena iblis tersebut memiliki aroma yang berbeda sehingga ratu ular semakin yakin bahwa Ini semua adalah komplotan.
''Hahaaaaa ternyata ratu ular bila sudah bergerak sangat cepat sekali.'' Purnama palsu tertawa kencang.
''Berani sekali kau meniru wajah serta perawakan tubuhku ini, tampaknya aku harus menguliti wajah yang kau miliki!'' Purnama menyeringai karena dia sangat tidak terima.
''Hahahahaaa, tampaknya kau harus segera pensiun saja agar bisa memberikan penerus ini kepada iblis yang jauh lebih hebat!'' Purnama palsu mulai mengejek.
Wuussssh.
wuussssh
Braaaaak.
''Ayo tendang aku bila memang kau sanggup untuk melakukannya!'' Purnama palsu ketika dia berhasil menghindari tendangan maut.
''Bajingan edan!'' Purnama semakin emosi dan kembali menyerang.
Sriiing.
Crassssh.
''Aghhhhkh!'' Purnama palsu berteriak keras karena dia terkena sabetan dari ekor ular.
Ratu ular yang asli sudah tidak ingin membuang waktu lagi dan dia kembali menyerang dengan tendangan yang sangat keras sehingga membuat lawan menjadi tidak memiliki kesempatan untuk menghindar, bahkan hanya dalam hitungan detik saja seketika tubuh dia terbanting ke tanah karena kaki yang telah terpotong habis.
''Tunjukan wajah asli mu, bangsat!'' bentak Purnama.
Buaaaaak.
Buaaaaak.
''Aku hanya di suruh!'' iblis ini menunjukan wajah nya yang sudah tua.
''Astaga, dengan wajah seburuk ini kau berani sekali menyerupai aku.'' kesal Purnama sangat tidak Terima.
''Kau akan segera musnah, kau akan habis masa jaya.'' seringai iblis ini sambil menghembuskan asap hitam dari tubuh dia.
Purnama segera melepaskan tubuh iblis itu karena dia ingin memperhatikan apa yang akan terjadi, ternyata iblis ini melakukan tindakan sama seperti bunuh diri saat masih menjadi manusia, ini semua tentu karena kesetiaan dirinya terhadap pesuruh utama sehingga memilih untuk musnah bila di bandingkan harus mengakui siapa ketua biasa saat ini.
''Bangsat!'' Purnama menarik nafas panjang dan dia mengusap darah yang ada di wajah dia.
''Kini kakak baru percaya bahwa mereka ini komplotan dan bukan hanya sendiri kan?'' Arya muncul dengan wajah yang sangat angkuh.
''Hem.'' Purnama hanya berdehem karena sebelumnya dia tidak percaya pada ucapan sang adik.
Arya tidak banyak bicara lagi dan dia segera masuk ke dalam rumah Bu Ita karena dia juga ingin tahu apa yang telah wanita itu lihat dan bagaimana bentuk dari iblis yang telah memakan suami dirinya saat ini, mayat Pak Sapto sudah ditemukan oleh para member purnama dan mereka sedang meneliti bagaimana luka yang telah Sapto alami.
''Assalamualaikum, Bu.'' Arya Masih sempat mengucap salam ketika masuk ke dalam rumah Bu Ita.
''Walaikum sallam, Ya Allah saya lega sekali karena mas Arya dan Mbak Purnama sudah datang ke sini.'' Bu Ita memang terlihat sangat lega.
''Tolong katakan pada kami sekarang apa yang sudah Ibu lihat di belakang sana tadi.'' Arya langsung bertanya karena dia tidak ingin membuang waktu.
Bu Ita segera menceritakan bagaimana perawakan orang yang sudah dia lihat ketika membantai Pak Sapto di halaman belakang tadi, namun Arya begitu sulit memahami dan Purnama juga tidak paham karena ciri-ciri iblis memang terkadang hampir sama seperti itu sehingga mereka tidak bisa untuk menebak dan hanya mengira-ngira saja.
''Lihat ini, dari semua gambar ini siapa yang paling mirip dengan bayangan itu?'' Arya memberikan setumpuk gambar di hadapan Bu Ita.
''Ar?!' Purnama saja sampai menoleh karena dia tidak menyangka bahwa Arya akan mengambil foto para member laki-laki.
Arya hanya diam saja karena bisa dikatakan hubungan dia dengan Purnama saat ini agak kurang baik karena mereka yang saling curiga dan pendapat mereka yang sangat jauh berbeda itu, Bu Ita memperhatikan Setiap gambar yang telah Arya berikan kepada dia untuk meneliti Apakah Memang benar bahwa sosok yang sudah dia lihat tadi ada yang sama dengan gambar ini.
''Tidak ada, yang datang tadi memiliki tubuh Berduri semuanya.'' ujar Bu Ita karena dia tidak menemukan kesamaan dari gambar itu.
''Tubuh iblis itu Berduri semua?'' tanya Purnama untuk memastikan lebih lanjut.
Bu Ita mengangguk Pasti karena dia meski dalam kegelapan namun masih bisa melihat bahwa sekujur tubuh iblis itu memang memiliki duri yang sangat banyak, bahkan di wajah iblis itu juga sangat banyak duri yang menutupi sehingga siapa saja yang melihat pasti akan ketakutan dan tidak sanggup untuk memperhatikan lebih lama lagi.
Selamat siang para pembaca autor Novita Jungkook, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita author kali ini ya.
aneh betul dia
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔