NovelToon NovelToon
Balas Dendam Nyonya Cha

Balas Dendam Nyonya Cha

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

Han Ji-an rela dicap "mandul" dan dihina mertua demi menutupi aib suaminya, Kang Min-woo, yang tidak subur. Namun, ketulusannya dikhianati. Min-woo berselingkuh dengan sahabat sekaligus dokter kandungan Ji-an, memalsukan rekam medisnya, lalu mendepaknya tanpa sepeser uang pun.

​Di titik hancur, Ji-an dinikahi Cha Jin-wook, CEO nomor satu di Korea. Tiga tahun berlalu, Ji-an membuktikan kebohongannya dengan melahirkan dua anak. Kini, ia kembali ke Seoul sebagai Nyonya Besar Cha Group yang elegan, siap menghancurkan karier, rumah tangga, dan harga diri orang-orang yang telah membuangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: Penangkapan di Basemen B ​

​Lift VVIP berdenting pelan saat berhenti di level basemen B3—area yang jarang diakses staf umum dan biasanya hanya digunakan untuk kendaraan pribadi para eksekutif papan atas. Pintu lift terbuka dengan desis halus. Begitu melangkah keluar, Jin-wook tidak menurunkan Ji-an dari gendongannya. Ia tetap menahan tubuh istrinya dengan satu lengan kokoh, sementara tangan kanannya sudah siap memberikan isyarat melalui komunikator di telinganya.

​Basemen itu sunyi, hanya diterangi lampu neon putih yang berpendar redup. Namun, di ujung lorong dekat area bongkar muat logistik, sebuah mobil van hitam dengan pintu belakang yang terbuka sedikit tampak terparkir dengan mesin yang masih bergetar.

​"Jangan menoleh," bisik Jin-wook tepat di dekat telinga Ji-an. Suaranya rendah, namun memiliki gravitasi yang membuat Ji-an menurut tanpa bertanya.

​Dari kegelapan bayangan pilar, empat pengawal keamanan berpakaian seragam taktis muncul secara serempak. Mereka bergerak layaknya bayangan, mengepung van hitam itu dari segala sudut. Sekretaris Kim, yang sudah menunggu di sana dengan tablet di tangan, memberi isyarat tangan yang tajam.

​BRAK!

​Salah satu pengawal menendang pintu van hingga terbuka lebar. Di dalamnya, Kang Min-seok dan Sekretaris Hong sedang bergegas mencoba menyalakan mesin yang tersendat. Wajah mereka yang semula penuh kesombongan saat merencanakan teror, kini berubah menjadi topeng ketakutan yang komikal saat melihat moncong senjata kejut dan pengawal kekar Jin-wook yang sudah berdiri di depan mereka.

​Jin-wook berjalan mendekat, langkahnya mantap di atas beton basemen. Ia akhirnya menurunkan Ji-an dari gendongannya, membiarkan istrinya berdiri di sampingnya dengan posisi yang terlindungi sepenuhnya oleh tubuh tegap sang Presdir.

​"Bagus sekali," suara Jin-wook membelah keheningan, dingin namun sarat akan ancaman yang mematikan. "Kalian mencoba memicu kepanikan di gedungku, dan berakhir bersembunyi di dalam van yang bahkan tidak bisa menyala?"

​Sekretaris Hong keluar dari van dengan kaki yang gemetar, mencoba bersimpuh di lantai beton yang kotor. "Tuan Cha... Presdir! Tolong, ini semua ide Min-seok! Dia yang mengancamku untuk memberikan akses kartu logistik! Aku hanya seorang karyawan yang terjebak!"

​Min-seok, yang menyadari posisinya telah kalah telak, mencoba meraih sesuatu dari saku jaketnya—sebuah ponsel yang terhubung dengan transmisi data terakhir. Namun, sebelum tangannya sempat bergerak, salah satu pengawal Jin-wook sudah mencengkeram pergelangan tangannya, memuntir tubuhnya hingga ia terjerembap ke lantai.

​Jin-wook berjalan mendekati Min-seok, menatapnya dari atas dengan tatapan penuh kehinaan. Ia tidak perlu memaki. Ia hanya perlu menatap, dan itu sudah cukup untuk membuat siapa pun yang bernyali kerdil merasa hancur.

​"Kau pikir kau bisa mengancam Nyonya Cha dengan skenario kebakaran murahan seperti ini?" Jin-wook menendang ponsel Min-seok hingga meluncur jauh ke arah lorong. "Kau tidak hanya menyerang propertiku, Min-seok. Kau menyentuh satu-satunya orang di dunia ini yang tidak boleh kau sebut namanya dalam pikiran kotormu."

​Jin-wook menoleh ke arah Sekretaris Kim. "Bawa mereka ke fasilitas Incheon. Pastikan mereka merasakan setiap detik dari sepuluh tahun terakhir yang mereka habiskan untuk mencuri uang yayasan. Jangan biarkan mereka tidur. Jangan biarkan mereka tenang."

​"Baik, Presdir," jawab Sekretaris Kim singkat.

​Saat para pengawal menyeret Min-seok dan Sekretaris Hong yang masih meracau minta ampun ke dalam kendaraan lain, suasana basemen kembali hening. Ji-an menatap suaminya, lalu beralih menatap dua orang yang baru saja dikalahkan itu. Ia tidak merasa kasihan. Di dunia yang kejam ini, mereka yang mencoba melukai orang-orang terkasihnya tidak layak mendapatkan pengampunan.

​Ji-an mendekat ke arah Jin-wook, mengusap bahu suaminya yang masih menegang. "Mereka sudah selesai, sayang. Tidak ada lagi ancaman domestik yang tersisa."

​Jin-wook berbalik, menarik Ji-an kembali ke dalam pelukannya. Ia memejamkan mata, membenamkan wajahnya di rambut istrinya. Ketegangan yang ia tahan selama jam-jam terakhir ini akhirnya luruh.

​"Mari kita pulang," bisik Jin-wook. "Rumah adalah satu-satunya tempat yang aman untuk kita sekarang."

​Perjalanan pulang menuju penthouse dilakukan dengan protokol keamanan maksimal. Di dalam mobil, Ji-an menatap pemandangan kota Seoul yang mulai dipenuhi lampu-lampu gemerlap dari balik kaca jendela. Ia tahu, setelah penangkapan ini, Cha Group akan melakukan pembersihan besar-besaran terhadap seluruh elemen faksi lama.

​Tidak akan ada lagi duri di dalam daging.

​Malam itu, di dalam dekapan Jin-wook yang damai, Ji-an akhirnya bisa merasakan ketenangan yang sesungguhnya. Ia tidak lagi melihat bayangan Min-woo atau ancaman dari faksi Eropa dalam mimpinya. Yang ada hanyalah janji masa depan—tentang tiga anak yang akan tumbuh di bawah perlindungan kuat sang ayah dan kebijaksanaan sang ibu, serta kekaisaran bisnis yang kini sepenuhnya berada dalam kendali mereka berdua.

​Kisah tentang wanita yang dihina dan bangkit menjadi nyonya besar ini telah sampai pada titik di mana tidak ada lagi yang bisa merendahkannya. Ia bukan lagi sekadar pelengkap sang Presdir, melainkan separuh napas dari kekaisaran itu sendiri.

1
Mutia Kim🍑
Seneng banget deh Ji-An dapat pengganti yg jauh lebih baik🥰
Mutia Kim🍑
Memang lebih baik kamu pergi saja dari keluarga toxic itu Ji-an😌
Mayraa_Tapaa: makasih ka udah mampir
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
Mampir ya readers readers yg baik dan keren-keren, udah up banyak episode loh jadi enak bacanya...setiap hari juga bakal up min 4 episode sehari ya....
kutunggu kehadiran kaliam🤗✨️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!