NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Nikahmuda
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Berawal Dari sebuah kutukan. dari Hana yang mengutuk habis Tokoh kedua wanita bernama Elsa. Elsa (20thn) seorang gadis yang di jadikan jaminan hutang oleh orang tuanya. Elsa yang di dalam cerita di katakan terpaksa menikah menjadi istri kedua juragan Tama. pria tua. tak terima...pada akhirnya memilih berselingkuh pada bawahan Tama yang bernama Ardana. Nasib malang menimpa hana, gadis itu di tarik masuk oleh takdir, masuk kedalam buku Novel _The Jurag's Wife_ dan menjadi Tokoh Wanita yang sudah dia maki habis-habisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 19

Elsa berdiri di tepi kolam, memandang riak air yang ramai oleh pergerakan ikan-ikan mas yang berenang ke sana kemari. Gadis itu termenung, mencoba mendinginkan pipinya yang masih terasa sedikit kebas. Namun, saat pandangannya beralih ke kejauhan hamparan kebun jeruk, mata Elsa menangkap keberadaan sosok pria muda yang sedang asyik memetik buah.

​Itu Ardana. Elsa langsung mengenalinya, Sebuah senyuman tipis terbit di wajahnya. 'Seenggaknya, di lini masa ini gue enggak bakal jadi selingkuhannya. Tapi dia bisa jadi teman ngobrol yang pas buat mengalihkan stres,' batin Elsa (Hana) menghibur diri.

​Gadis dengan piyama Doraemon itu lantas melangkah pelan, berjalan mendekati area kerja Ardana. "Ardana...!" sapa Elsa setengah berseru.

​Ardana sontak menoleh, terkejut mendapati kehadiran sang istri muda juragannya di tengah kebun. "Eh, Non Elsa...! Ada apa, Non?" tanyanya sopan seraya menghentikan aktivitasnya.

​Elsa tertawa kecil, melambaikan tangan. "Panggil Elsa aja kali. Kita kayaknya seumur deh!"

​Ardana mendongak, memandang wajah manis Elsa dengan ragu. "Tapi... tapi Non kan atasan saya."

​"Yang atasan kamu itu Juragan Tama sama istri tuanya," ucap Elsa santai sembari memutar tubuhnya, bersandar pada salah satu pohon jeruk yang rimbun di dekat Ardana. "Kalau aku... ya memang benar aku istri Juragan Tama. Tapi aku cuma istri yang terpaksa dia nikahi karena keadaan. Jadi aku enggak betul-betul jadi nyonya yang berkuasa di rumah ini. Kamu tahu, posisi kita sebenarnya sama aja."

​Ardana memberanikan diri menatap lekat sepasang mata bulat milik Elsa. Di sisi lain, Elsa juga membalas tatapan itu. Pandangan mereka bertemu selama beberapa detik, dan... Degh!

​Jantung Elsa mendadak berdetak dua kali lebih cepat. 'Oh my God, apa-apaan sih ini?! Jangan-jangan tubuh Elsa asli punya reaksi otomatis kalau dekat sama Ardana? Enggak, enggak boleh! Gue Hana, dan gue cuma mau berteman aja sama Ardana, enggak boleh lebih!' batin Elsa panik, mencoba mengendalikan debaran aneh di dadanya.

​Rasa yang sama rupanya menjalar di benak Ardana. Jantung pria muda itu bertalu keras mendapat perhatian manis dari sang istri muda. Namun, lamunan intim itu buyar seketika saat Elsa kembali bersuara untuk mencairkan suasana.

​"Boleh aku coba satu jeruknya? Kelihatannya segar banget," tanya Elsa pelan.

​Ardana mengerjapkan matanya, agak tersentak sebelum akhirnya tersenyum ramah. "Oh, iya... tentu boleh, Non—eh, Elsa!" Ardana dengan cekatan memetikkan satu buah jeruk yang paling ranum dan matang, lalu mengupasnya sedikit untuk diberikan pada Elsa.

​Keduanya pun mulai tenggelam dalam obrolan santai. Sifat Hana yang supel membuat kecanggungan di antara mereka terkikis dengan cepat, hingga keduanya mulai terlihat akrab dan sesekali bersenda gurau.

••••••••••••••••

​Sementara itu, Juragan Tama baru saja keluar dari kamar utamanya dengan langkah ringan. Perasaannya sedang membumbung tinggi, teramat senang setelah mengetahui kabar kehamilan Andini yang sudah dinantikannya selama sebelas tahun. Sebagai bentuk rasa syukur, Tama berniat mengadakan acara selamatan besar-besaran nanti malam dengan mengundang seluruh warga desa.

​Langkah lebarnya membawa Tama menuju ke area dapur. "Mbak! Mbak Sri...!" panggil Tama berwibawa.

​"Iya, Juragan," sahut Mbak Sri setengah berlari mendekat.

​"Tolong Mbak Sri suruh para pelayan dapur masak makanan yang banyak ya. Nanti malam saya mau mengadakan acara selamatan kehamilan Nyonya Andini. Oh iya, suruh Gilang juga untuk keliling mengundang seluruh warga desa. Bilang kalau Juragan Tama mengadakan hajat syukuran," instruksi Tama gamblang.

​Mbak Sri mengangguk patuh dengan wajah sumringah. "Baik, Juragan. Segera saya sampaikan."

​Tama mengangguk puas, lalu memutar tubuhnya hendak berjalan ke luar rumah lewat pintu belakang. "Oh iya, Mbak. Lihat Elsa enggak? Di mana dia sekarang?"

​"Tadi Non Elsa pamit pergi ke kebun jeruk bagian belakang, Juragan. Mungkin sedang jalan-jalan cari angin," jawab Mbak Sri jujur.

​Tama mengangguk paham. Didorong rasa bersalah karena kejadian penamparan tadi, pria itu berniat menyusul istri mudanya ke kebun. Langkah tegapnya menyusuri jalan setapak di antara hamparan tanaman sayur, hingga akhirnya dia masuk ke dalam rimbunnya pohon-pohon jeruk.

​Namun, pemandangan di depannya seketika membuat darah Tama berdesir panas. Matanya menangkap keberadaan Elsa yang sedang berdua dengan Ardana. Mereka terlihat sangat dekat, mengobrol santai dibumbui tawa kecil.

​Sialnya, saat Elsa hendak berbalik, kakinya tak sengaja tersandung akar pohon hingga tubuhnya limbung. Dengan sigap dan refleks, Ardana langsung menangkap tubuh mungil Elsa, membuat lengan pria muda itu melingkar erat di pinggang Elsa demi menahannya agar tidak jatuh.

​Hal itu seketika membuat ego Tama meradang hebat. Rahangnya mengeras, apalagi saat melihat tatapan mata mereka berdua yang sempat terkunci satu sama lain. Kemarahan Tama langsung meledak tak terkendali.

​"ELSA!" panggil Tama dengan suara baritonnya yang menggelegar memecah keheningan kebun.

1
Wahyuningsih
kok q syuka bingit ama mak lampir menyebalkn skli... thor buat istri pertama di ceraikn krna jht bingit sellu cari gara2 ama elsa
Wahyuningsih
lanjut thor.... dtnggu upnya yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk inaaak menunggu.... srhag sellh jga keshtn tetp 💪💪💪💪 n makaciiiih tuk upnya
Wahyuningsih
mampus langsung di skak mat
Wahyuningsih
dtnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu... sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
Wahyuningsih
mampir q thor
Ummanya Hil_Ziy: Makasih Beb' sudah singgah di lapak baruku. di jamin cerita ini, gk kalah seru juga dengan lapakku yang lain😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!