Novel ini berhubungan dengan novel takdir cinta bella season 1 dan 2.
Vira adinda vins anak dari pasangan stiven dan bella. Ia memiliki paras yang cantik dan imut. Sifat nya yang periang dan aktif membuat nya di gemari banyak orang. Memiliki kakak yang seper duper protetif pada nya membuat nya tidak bebas melakukan hal apapun, itu yang membuat nya lebih memilih tinggal di korea bersama oma dan oppa nya sejak umur 13 tahun.
Vira tumbuh menjadi gadis yang sangat pintar, saat ini ia sedang menempuh pendidik S2 di salah satu universitas ternama di korea. Kehidupan nya berubah seketika saat bertemu kevin orang yang secara tiba-tiba mengejar nya.
Kevin zhing, laki-laki tampan yang besar dan tinggal di korea walaupun ia bukan orang asli korea. Mamah nya berhasal dari indonesia dan papah nya bersal dari tingkok. Kevin mengejar-ngerjar vira bukan tanpa alasan ia mendapatkan perintah oleh seseorang untuk mendapatkan hati vira, awal nya kevin hanya bermain-main pada vira tetapi sifat vira berhasil meluluh kan hati nya.
Bagaiman kisah cinta mereka berdua..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Bertemu.
"Kamu pasti bisa vin." ucap arga.
"Apa aku harus membeli barang-barang serta pakaian mahal untuk pergi ke acara makan malam itu." ucap kevin.
"Tidak perlu vin, tujukan siapa diri mu yang sebenarnya." ucap arga.
Semua keluarga sudah berkumpul di ruang makan termasuk dari keluarga abraham yang sengaja mereka undang, hanya tinggal menunggu kevin yang sangat vira harapkan kedatangannya. Sedari tadi caren memperhatikan vira yang menurutnya sangat cantik dan anggun, ia semakin terkesima dengan kecantikan vira saat vira tersenyum kepada orang di sekitar nya.
"Vir, dimana kevin." tanya bella.
"Sebentar lagi sampai mom." jawab vira.
"Siapa kevin." tanya caren pada vino yang berada di samping nya.
"Pacar vira car." jawab vino.
"Pacar, jadi adik mu sudah mempunyai pacar." tanya caren.
"Sudah car, aku juga baru mengetahui nya tadi." jawab vino.
"Jadi aku sudah tidak mempunyai kesempatan." tanya caren.
"Masi car, aku juga belum merestui hubungan mereka karena aku belum bertemu dengan nya." jawab vino.
"Baiklah selagi janur kuning belum melengkung aku masi akan berusaha." ucap caren.
"Selamat malam semua." ucap kevin sambil tersenyum.
Mereka semua sontak menatap kearah kevin, dan vira berjalan menghampiri kevin untuk memeluk nya.
"Tampan sekali." ucap caitlin.
"Iya lin, dia sangat tampan." ujar putri
"Vira tidak salah memilih seorang pacar, mereka sangat serasi." ucap citra.
"Bisa kah kalian bertiga diam." ucap andy yang kesal karena mereka bertiga terlalu memuji ketampanan kevin.
"Aku pikir kamu tidak datang." ucap vira.
"Aku pasti datang sayang." ucap kevin sambil mengusap rambut vira.
"Ahhhh sosweet." ucap ariska yang membuat mereka menatap nya heran.
"Ris, pelan kan suara mu." bisik viona.
"Maaf." ucap ariska yang malu setengah mati.
"Semua ini kevin, pacar aku." ucap vira.
"Malam semua." ucap kevin sambil menunjukan senyuman maut nya.
"Malam nak kevin, silahkan duduk." ucap bella.
"Iya ten, terimakasih." ucap kevin dan berjalan duduk di samping vira.
"Ris, lihat mata nya seperti berlian." bisik viona.
"Sekarang kamu yang terkesima dengan nya." ucap ariska.
Vino menatap kevin dengan tatapan dinginnya, ia melihat kevin dari ujang rambutnya sampai ujung kaki, kalau di lihat dari pakaian dan barang yang digunakan kevin sudah jelas terlihat bukan dari kalangan kaya raya. Tetapi vino sedikit lega karena wajah kevin memenuhi persyaratan pertama nya.
Bukan hanya vino, stiven juga menatap kevin dengan tatapan khas nya, sendiri tadi ia tidak mengeluarkan suara nya karena masih mengamati kevin. Ia sedikit tertarik dengan kepribadian kevin yang terlihat sopan dan terus tersenyum.
Jantung kevin terasa ingin keluar dari tempat nya. Ternyata keluarga vins memang benar-benar menakutkan, tatapan vino dan stiven membuat nya kesulitan menelan air liur nya. Di tambah lagi ia harus tetap tersenyum manis mungkin walaupun jantung nya sedang berlari maraton.
"Apa semua ini keluarga mu vir." bisik kavin.
"Iya sayang, mereka semua keluarga ku, tetapi tidak semuanya bermarga vins, ada dari moonly dan Adiwijaya." jawab vira.
Kevin yang mendengar penjelasan dari vira semakin sulit menelan air liur nya, vira benar-benat bukan gadis biasa, dia bak permata mahal yang sangat di lindungi pemiliknya.
"Mari silahkan di makan." ucap stiven yang membuka suaranya.
Mereka langsung memakan makanan yang tersaji di hadapan mereka. Dengan sigap vira mengambil kan beberapa lauk yang mungkin kevin ingin kan.
"Mau ini." tanya vira.
"Boleh." jawab kevin.
Mata vino juga masi tidak bergerak dari tubuh kevin, ia masi memperhatikan Gerak-gerik kevin bak seperti mata-mata yang sedang mencari kesalahan orang lain.
"Ayah amanda mau itu." ucap amanda yang membuyarkan konsentrasi vino.
"Ayah, jadi kakak nya vira sudah memiliki anak sebesar itu, bukannya mereka juga baru menikah." batin kevin.
"Dia anak angkat kakak ku." ucap vira yang mengerti kebingungan di wajah kevin.
"Kamu sangat membantu ku." ucap kevin.
Setelah acara makan malam selesai mereka semua berkumpul di ruang keluarga untuk berbincang bersama. Kevin sedari tadi hanya diam menyaksikan kehangatan keluarga ini.
"Vira siapa nama pacar mu tadi." tanya aldy.
"Kevin om." jawab kevin yang mewakili vira.
"Kevin, apa kamu serius dengan vira.
" Serius om, saya berniat ingin menikah dengan vira." jawab kevin.
"Menikah." ucap vino.
"Iya kak." jawab kevin yang sedikit merasa aneh bila memanggil vino kakak karena notaben nya ia lebih tua dari vino.
"Apa kamu bisa membahagiakan vira." tanya stiven.
"Yakin bisa om." jawab kevin.
"Apa yang kamu punya." tanya vino.
"Saya memang bukan berasal dari keluarga kaya raya, tapi dengan usaha dan rasa kasih sayang serta cinta saya ke pada vira, saya yakin saya bisa membahagiakan vira." jawab kevin.
"Apa cinta bisa membuat kita kenyang." ucap vino.
"Kakak." ucap vira dengan nada yang penuh penekanan.